
"Brak! Bagaimana bisa kau malah bengong disaat kita mengobrolkan hal yang serius!" tampak tetua yang marah besar.
"Maafkan Lei tetua, Lei hanya mempertimbangkannya. Bolehkan Lei tau berapa yang harus ku bayar jika menolak? Dan apa yang akan ku terima jika Lei berhasil melaksanakan tugas dari tetua?" tanya Lei.
"Jika kau menolak, aku hanya menginginkan negara Laozi untuk biaya selama kau disini. Jika kau menerimanya kita baru mengomong kan hasil." jelas Tetua.
"Bolehkah, Lei memikirkannya dulu tetua?" tanya Lei.
"Oke ku beri waktu kau selama satu jam untuk memikirkannya. Aku akan pergi dan kembali dalam waktu 1 jam." ucap tetua sembari melangkah keluar meninggalkan Lei.
Lei pun berbincang dengan Meme melalui batinnya.
"Hei, Meme sebenarnya apa misi level tinggi itu?" ucap Lei.
"Misi di buka! Misinya yaitu Tuan harus menerima tugas dari tetua itu dan menyelesaikannya poin yang akan di dapat sebesar 2500 poin."
"Bukankan itu sama sekali bukan pilihan. Tapi lumayan juga 2500 poin dan juga imbalan tetua itu. Ngomong-ngomong masalah koin bukankan aku masih belum memiliki cukup koin untuk naik level mengapa kau bilang telah naik level dan berubah bentuk."
"Ketika Tuan tak sadar, tetua itu memberi Tuan pil obat yinyang yang seharga sebuah negara Laozi dan itu telah di cerna dan mendapatkan poin 100 poin untuk itu sistem langsung naik level."
"Jadi tetua itu tak sedang menjebak ku untuk sebuah negara, ternyata dia baik juga tak mengambil keuntungan, dan bahkan tidak memberi tahuku tentang obat yang begitu penting, memang seharusnya aku membantunya tanpa memikirkan imbalan."
__ADS_1
"Ya, Tuan memang harus balas budi. Apa tuan ingin membuka profil?"
"Ya, buka lah!"
"Selamat Tuan mencerna pil obat yinyang dan mendapat 110 poin."
"Selamat Tuan jumlah poin mencapai 114 poin."
"Selamat Tuan naik level ke 2."
"Selamat Tuan mendapatkan hadiah obat kuat karena telah naik level." *nb: bukan obat kuat seperti di dunia nyata ya :')
"Pemberitahuan Tuan masih memiliki gadaian 104 poin, apakah ingin menyicil?"
"Meme, level dua diperoleh saat dapat 120 poin?"
"Ya Tuan, jumlah poin keseluruhan 120 poin Tuan. Dan Tuan sebelumnya telah memiliki 104 ditambah 110 sehingga seluruhnya 214 poin Tuan."
"Jadi begitu, butuh berapa poin mencapai level tiga?"
"400 poin Tuan."
__ADS_1
"Baiklah. Meme, aku ingin mencoba hadiahku."
"Baik Tuan. Silahkan buka tangan Tuan."
Xiao Lei pun menelan obat itu dan mulai berlatih karena Xiao Lei sadar bahwa kini ia tertinggal maka harus berusaha semaksimal mungkin. Beberapa saat kemudian Xiao Lei telah mencapai tingkat 3 dasar dengan bantuan obat kuat tersebut.
"Memang hemat naik 3 tingkat sekaligus bahkan dalam waktu kurang dari satu jam."
"Kekuatan Tuan yang saat ini mampu untuk melawan tingkat 4 dasar."
"Bagus, Meme tapi ini masih terlalu lemah."
"Tuan pasti bisa."
"Terimakasih Meme ku yang manis." goda Xiao Lei.
"Tentu saja aku manis, apa Tuan ku ini tergoda oleh gadis peri yang imut ini?" Meme yang berkata di depan telinga Xiao Lei sembari mengelus telinga Xiao Lei. Muka Xiao Lei memerah dan justru di yang tergoda.
Pintu kamar itu terbuka. Dan tetua itu mulai melangkah ke dalam ruangan.
"Waktumu habis bagaimana apa keputusanmu?" tanya tetua itu. "Apa....???? Bagaimana bisa hanya ku tinggal satu jam saja dan kau sudah berada di tingkat 3 dasar??" tetua kaget dan bengong.
__ADS_1