Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 82 Mencari Informasi dari Patriak Li


__ADS_3

****


Siang pun berlalu dengan cepat disebelah barat langit memerah kekuningan menandakan matahari sebentar lagi akan kembali ke peraduannya hewan-hewan malam pun keluar untuk mencari penghidupan.Saat ini Xiao Feng dan Feng Xi sudah berada di rumah bordil Bunga putih,mereka berdiri di lantai kedua sambil melihat ke lantai satu yang ditengahnya ada sebuah panggung kecil.Diatas panggung itu tiga orang berlenggak-lenggok menari mengikuti irama musik.


"Rubah hitam jika kau ingin melihat tarian itu kenapa berdiri disini lebih baik di bawah saja"Feng Xi berucap setelah meneguk araknya,dia mengelap sudut bibirnya dan melihat ke bawah.


"Ditempat atas jarak pandang lebih jauh sehingga bisa melihat mengintai mangsa lebih jelas" balas Xiao Feng.Kemudian Xiao Feng melihat tiga orang yang masuk satu pria paruh baya dan dua pria muda yang sepertinya itu pengawal pria paruh baya itu.


"Lihat Patriak Li Quan sudah datang"Xiao Feng menunjuk ke bawah dan Feng Xi pun melihatnya.Pria paruh baya itu kemudian duduk dimeja menyaksikan tarian diatas panggung,dia tampak menikmati sambil sesekali tertawa dan meneguk arak.


"Rubah hitam kapan kita bergerak?"


"Tunggu sebentar lagi"


Setelah 15 menit kemudian seorang wanita berusia sekitar 40 an muncul dari balik ruangan yang ada di belakang panggung mengenakan hanfu dan berjalan ke meja Li Quan.


"Aiiyooo...Tuan Li mari ke ruangan nona Yin akan segera tiba" wanita itu mengajak Li Quan ke ruangan khusus,Li Quan pun bangkit dari duduk dan mengikuti wanita itu dengan pengawal yang mengekornya. Xiao Feng dan Feng Xi juga segera beranjak pergi.


Di ruangan khusus untuk tempat ganti baju wanita yang menari dipanggung tadi masuk ke dalam ruangan,namun baru saja masuk seseorang memukul tengkuknya dan wanita itu langsung pingsan dan dibawa ke tempat lain.Xiao Feng setelah membuat pingsan wanita itu kemudian masuk ke ruangan yang dimana Feng Xi sedang duduk menunggu sambil meminum arak.


"Kau cukup baik memperlakukan wanita" ucap Feng Xi.Xiao Feng tidak menjawab dia melirik ke samping kanan dimana ada pakaian sedikit terbuka berwarna merah tergantung di sebuah tiang.


"Kau lekas pakai pakaian itu" kata Xiao Feng sambil menunjuk pakaian yang tergantung.Feng Xi yang melihat hanya mengerutkan kening.


"Untuk apa?"


"Menari"

__ADS_1


"Kau ini sungguh gila untuk apa aku memakai pakaian itu dan menari" Feng Xi berucap kesal,bibirnya mengerucut.


"Bukankah kau ingin menyelidiki kelompok Naga Hitam dan Patriak Li adalah petunjuknya,jadi kau goda dia untuk berbicara dan pastikan mendapatkan surat hak jual-beli garam." kata Xiao Feng sambil tersenyum tipis.


"Aku tidak bisa melakukan itu"


"Dunia juga tahu kalau Bai Feng Xi terkenal sangat hebat dan cerdas bisa melakukan hal dalam sekali lihat dan aku yakin kau telah melihat tarian tadi"


"Kau,,rubah hitam" Feng Xi berdiri dan mengepalkan tinjunya ke arah Xiao Feng.Namun Xiao Feng hanya tersenyum dia meletakkan jari telunjuk di bibirnya.


"Sssttt...orang disebelah sudah tidak sabar" setelah berucap Xiao Feng meninggalkan ruangan.Feng Xi hanya berdecak kesal,kemudian melihat pakaian tergantung dan tidak berlama-lama segera berdandan dan memakainya.


Li Quan yang sedang duduk di ruangan sebelah tampak sudah tidak sabar setelah meminum araknya dia berkata kepada pengawal.


"Mana nona Yin kenapa belum datang"


"Patriak apakah kau ingin aku menari didepan mereka"Feng Xi yang sudah menyamar berkata sambil melihat ke arah dua pengawal yang dibelakangnya.Li Quan tertawa lebar.


"Hahah,,baiklah kalian cepat keluar" Li Quan mengibaskan tangannya.Pengawal itu menangkupkan tangan dan mereka berdua keluar.Kini diruangan itu hanya ada Feng Xi dan Li Quan.


"Baiklah kau sudah boleh mulai" perintah Li Quan,Feng Xi menganggukkan kepalanya dan dia mulai menarikan tarian penggoda yang dilihat sebelumnya.Patriak Li Quan yang melihat dengan tatapan penuh nafsu dan sesekali air liurnya menetes.Akhirnya dia berdiri kemudian berjalan ke arah Feng Xi.


"haha Sudah cukup aku sudah tidak tahan,," Patriak Li berkata sambil berusaha memeluk Feng Xi.Feng Xi menghindar dan berjalan ke arah ranjang yang ada di sudut ruangan.Li Quan tidak marah melihat Feng Xi menghindarinya malah dia menyukainya.


"Hoho,,sangat menarik sekali"


"Tuan Li kenapa tidak menunggu menyelesaikan tarianku,apakah tarianku sangat buruk?" Feng Xi berkata menggoda dan duduk di ranjang.Patriak Li berjalan mendekatinya dan duduk disebelahnya.

__ADS_1


"Bukan begitu Nona Yin,,tarianmu sangat bagus namun aku sudah tidak tahan"


"Tuan Muda Chu Kai dua hari kemarin juga menunggu menyelesaikan tarianku dia berkata kalau tarianku sangat bagus dan memuaskannya" ucap Feng Xi.


"Haha jangan membicarakan keluarga Chu,apa hebatnya keluarga Chu itu"


"Bukankah keluarga Chu adalah keluarga nomor 1 dikota Suchen"


"Haha itu dulu sekarang tidak lagi,,keluarga Chu akan segera tamat"


"Akan seger tamat? Patriak Li suka membual ya hihi"


"Haha aku membual,,?? keluarga Chu akan segera tamat karena ini" Li Quan mengeluarkan surat dari balik bajunya dan menunjukan pada Feng Xi,


"Dengan surat hak jual beli garam ini kekayaan keluarga Li hanya akan bertambah setiap harinya dan keluarga Chu tidak bisa melakukan apa-apa,,haha" Li Quan tertawa lebar ketika hendak menyimpan surat itu seseorang dari belakang menusuk titik syarafnya sehingga Li Quan terjatuh lemas dan tidak bisa berbicara,Xiao Feng yang tadi menusuk Li Quan kemudian mengambil surat.Ketika pandangannya melihat Feng Xi dia sedikit tertegun beberapa detik.Feng Xi dengan berdandan seperti itu tampak sangat cantik bahkan menurut Xiao Feng kecantikan Feng Xi yang seperti ini melebihi Putri Xiyun dari Qingzhou yang sejak dulu diidolakan Xiao Feng.


"Pertama kali melihat kau berdandan seperti ini ternyata...."


"Ternyata begitu cantik kan" Feng Xi tersenyum dan bangkit berdiri mendekati Xiao Feng,namun kakinya tersandung sesuatu Feng Xi pun jatuh.Xiao Feng dengan sigap menahan tubuhnya dan tidak sengaja memeluk Feng Xi,mereka berdua terdiam saling menatap mata masing-masing.


"Tuan Muda,,apakah kecantikan seperti ini bisa disukai Tuan Muda" ucap Feng Xi sambil mengelus pipi Xiao Feng.Xiao Feng tersenyum tipis.


"Memang sangat cantik seperti bunga dan sangat anggun" Xiao Feng berkata.Kemudian dia tersadar dan melepaskan Feng Xi lalu berbalik menatap Li Quan,sedangkan Feng Xi hanya senyum-senyum.


Xiao Feng kemudian melepaskan teknik mata Ilusinya ke Li Quan untuk membaca ingatannya,,tak lama kemudian Li Quan langsung pandangannya memutih dan mulutnya mengeluarkan cairan dia kemudian tergeletak diatas lantai.


"Teknikmu lumayan mengerikan juga rubah hitam" Feng Xi yang melihat semua itu berdecak kagum.

__ADS_1


"Tampaknya kelompok Naga Hitam markasnya berada di kota ini namun itu hanya markas kecil saja,,ayo kita segera kesana" Xiao Feng kemudian melompat keluar dari jendela ruangan,,Feng Xi mengikuti kemudian mereka berdua terbang menuju arah Utara kota Suchen.


__ADS_2