Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 119 Xiao Feng vs Dua Xie


__ADS_3

****


Xie Mo menebaskan sabitnya mengarah ke leher dan Xiao Feng menundukkan tubuhnya ke depan menghindari sekaligus mengirimkan sabetan dengan tinjunya ke arah Xie Kun. Xie Kun dengan tenang menangkap pergelangan tangan Xiao Feng.


"Wuutt"


"Tap"


Setelah berhasil menangkap Xie Kun menariknya, dia menyiapkan lututnya mengarah perut, namun Xiao Feng tau gelagat hanya tersenyum lalu tangan yang dipegang dia alirkan qi apinya. Segera api keemasan menyelimuti tangannya dan membuat kaget Xie Kun. Melihat kalau itu berbahaya Xie Kun melepaskan tangannya dan melompat mundur namun Xiao Feng dengan cepat berputar dan mengirimkan tendangan menyamping ke arah kepala Xie Kun.


Dengan menggeram marah Xie Kun menunduk sehingga kaki Xiao Feng lewat dua jengkal di atasnya namun dia tidak langsung lega serangan susulan Xiao Feng segera menyerbunya, sebuah kepala naga besar tiba-tiba muncul dengan sangat cepat. Xie Kun sangat kaget, cepat-cepat dia menyilangkan kedua tangannya menahan serangan itu.


"Wuushhh"


"Boomm!!"


Namun naas ketika siluet kepala naga itu menghantamnya Xie Kun terlempar jauh dan menabrak batu besar dibelakangnya. Batu itu hancur berkeping-keping dengan Xie Kun yang sudah terkapar bersimbah darah namun masih hidup dengan nafas putus-putus. Xiao Feng mengabaikannya dia berbalik menghadapi Xie Mo yang sudah menyerang dari belakang dengan sabitnya. Xiao Feng menahan dengan kipas hitamnya.


"Trank..trankk"


Layaknya sebuah logam sabit dan kipas beradu menimbulkan suara berdenting. Xiao Feng melompat berputar ke atas dan langsung mengibaskan kipasnya. Serangkum angin dingin dengan butiran es segera menerjang Xie Mo. Melihat serangan itu Xie Mo juga sangat kaget dia tidak menyangka ada orang yang bisa menguasai dua elemen berlawanan. Namun dia tidak memikirkannya karena angin dingin itu hampir mengenainya. Xie Mo melompat mundur lalu membuat perisai dengan elemen angin menahan serangan Xiao Feng. Lututnya gemetar dan tangan yang disilangkan merasa ngilu.


"Sialan qi elemen es ini sangat kuat" gumam Xie Mo yang sedang menahan angin dingin Xiao Feng, akhirnya dia melompat ke atas tidak ingin menahan terlalu lama. Xiao Feng tentu tidak akan melewatkan dia sekali lagi mengibaskan kipas kali ini bola api besar keemasan muncul dan menyerang Xie Mo. Sebenarnya Xie Mo bisa menghindarinya karena dia juga bisa terbang namun karena panik dia malah salah langkah bergerak ke samping kiri dan akhirnya bola api itu dengan telak mengenainya.

__ADS_1


"aaahhh"


Teriakan kesakitan terdengar ketika tubuh Xie Mo terlalap api, tubuhnya jatuh ke tanah dengan kondisi gosongbdan hanya menyisakan tulang belulang. Ying Sun juga bergidik ngeri melihat itu, dia sudah payah menghadapi dua saudara Xie namun pria muda didepannya dengan mudah menghabisi keduanya dalam beberapa gerakan.


[Ding selamat Tuan telah membunuh dua di level Raja Perunggu *5 mendapatkan 9000 PS dan 90.000 PP]


Xiao Feng tidak terkejut mendengarnya sebab ketika dia menggunakan teknik tapak Dewa Naga sudah dipastikan Xie Mo akan tewas karena teknik itu bisa menghadapi tiga tingkat diatasnya jadi tidak heran kalau Xie Mo yang terkena apalagi jarak dekat tidak akan selamat. Xiao Feng turun ke tanah lalu mendekati Ying Sun yang masih berdiri terbengong.


"Ehem apa kau baik-baik saja kakek tua" ucap Xiao Feng. Ying Sun segera tersadar.


"Eh iya tuan muda aku baik-baik saja, terimakasih telah menolongku" ucap Ying Sun dia menangkupkan tangannya memberi hormat.


"Tidak perlu sungkan aku hanya kebetulan lewat saja dan ngomong-ngomong kenapa kedua orang itu ingin menyerang kakek?"


Ying Sun menghela nafa sejenak "Tidak baik berbicara disini, lebih baik kita berbincang di kediamanku yang berada dibalik air terjun, mari tuan muda"


Xiao Feng kemudian memanggil Bai Hu dan harimau itu muncul. Ying Sun lagi-lagi kaget melihat harimau besar bersayap dan harimau itu mengecil lalu melompat ke pundak Xiao Feng.


"Anak muda yang luar biasa" dalam hati Ying Sun berkata, lalu mengajak Xiao Feng ke kediamannya. Ying Sun kemudian menembakkan qi ke arah air terjun dan air terjun yang deras terhenti sejenak kemudian terbelah. Kini terlihat sebuah lubang besar menyerupai mulut gua. Ying Sun kemudian melesat masuk dan diikuti Xiao Feng.


*****


Ketika memasuki lubang Xiao Feng dibuat terkagum sebab tidak menyangka kalau didalamnya tampak berbeda dengan lubang biasa. Dalam gua itu ternyata luas dan seperti Padang rumput dengan berbagai bunga indah sedang mekar. Di tengahnya ada sebuah rumah kecil dari kayu tampak asri. Mereka berdua kemudian memasuki teras rumah dan Ying Sun mempersilahkan Xiao Feng duduk. Setelah mengamati sekeliling Xiao Feng duduk di kursi yang terbuat dari pohon yang dipotong dengan akarnya masih menancap di tanah. Bai Hu melompat dan duduk di atas meja.

__ADS_1


"Tuan muda tunggu sebentar aku akan mengambilkan minuman" ucap Ying Sun sambil berlalu ke dalam. Xiao Feng menganggukkan kepalanya. Tak lama kemudian Ying Sun datang dengan membawa nampan dan segelas arak dengan dua cangkir kecil. Ying Sun meletakkan nampan dan menuangkan arak ke dalam cangkir lalu memberikan kepada Xiao Feng. Xiao Feng menerima dan mengamati dulu dengan teknik matanya. Dirasa tidak ada yang mencurigakan Xiao Feng dan Ying Sun meneguk araknya.


"Rumah kakek sangat indah dan arak ini sangat menyegarkan" ucap Xiao Feng setelah meletakkan gelas


"Hoho terimakasih atas sanjungan tuan muda, kalau boleh tahu darimana tuan muda berasal"


"Namaku Feng Xi dan asalku bukan dari alam ini, sebuah kejadian tidak sengaja membawaku ke dunia ini"


"Berarti tuan muda Feng dari alam lain, pantas saja aku tidak mencium aroma siluman dari tubuh tuan"


"Owh iya kenapa dua orang tadi menyerang kakek?"


Ying Sun mengambil benda persegi yang dibungkus kain dan itu adalah sebuah lukisan gunung tinggi dengan dua air terjun dan hamparan rumput.


"Mereka berdua mengincar lukisan ini"


Xiao Feng memperhatikan sejenak "Hanya lukisan pemandangan ini mereka sampai mau membunuh" ucapnya sambil mengelus dagu.


"Lukisan ini sebenarnya adalah petunjuk rahasia menuju tempat disimpannya harta Karun peninggalan seorang kultivator kuat di masa lalu, aku dititipkan seorang misterius. Jika ada yang berjodoh lukisan itu akan jatuh ke tangan orang yang bisa memecahkan petunjuk dan dia ditakdirkan memiliki semua peninggalannya"


"Apa kakek tidak merasa kalau aku akan merebut lukisan ini?"


Ying Sun menatap sejenak Xiao Feng lalu berkata "Aku tahu kau bukan orang yang tamak dan serakah, sampai saat ini aku menunjukan kepada siapapun tidak ada yang bisa memecahkan petunjuk didalam lukisan"

__ADS_1


Xiao Feng mengelus dagunya dan melihat lukisan, Bai Hu pun ikut melihat. Memang tidak ada yang istimewa dengan lukisan ini sekilas hanya pemandangan biasa saja selain karena lukisan itu benar-benar seperti hidup. Xiao Feng yakin kalau yang membuat ahli dalam seni lukis.


**** bersambung


__ADS_2