
******
"Baiklah para hadirin kita ke barang selanjutnya!" seru Han Wei lantang lalu memberi kode dengan isyarat tangan kepada pelayan. Pelayan mengangguk dan membawa peti kecil panjang lalu diletakkan di atas meja. Han Wei membuka peti itu.
"Barang selanjutnya yang akan dilelang adalah sebuah pedang tingkat 6 bernama Pedang Darah, pedang ini sangat cocok bagi kultivator yang memiliki elemen api" ucap Han Wei dan membuat semua orang lagi-lagi terkejut.
"Apa benar tingkat 6?" tanya seseorang, lalu dari belakang berdiri seseorang pria tua berbadan kekar dan melompat ke atas panggung, dia menangkupkan kedua tangannya terlebih dahulu.
"Aku Ji Lan seorang penempa, ijinkan aku memeriksa terlebih dahulu" ucapnya dengan nada sopan, Han Wei melihat dulu ke ketua yang duduk disamping panggung. Ketua Han mengangguk karena mengenal Ji Lan yang memang seorang penempa, karena dia sering membeli bahan dari paviliunnya. Han Wei kemudian mempersilahkan, Ji Lan kemudian mengambil pedang dan tak lama kemudian tangannya bergetar.
"Ini,,, benar senjata tingkat 6" ucapnya.
"Apa benar itu?"
"Benar aku berani menjamin ini senjata tingkat 6" ucap Ji Lan, lalu dia meletakkan pedang itu dan kembali ke tempatnya.
"Baiklah, kalian seharusnya sudah percaya bahkan seorang penempa saja langsung memeriksa dan memverifikasi kebenarannya. Langsung saja harganya dibuka mulai dari 10.000 koin emas" seru Han Wei. Semua orang langsung bersemangat untuk menawar.
"12.000"
"15.000"
"20.000"
"25.000 Aku dari sekte Pedang Bulan harap memberiku wajah" ucap seorang kakek tua berdiri dan menangkupkan tangan.
"Cih,, disini uang yang berbicara 30.000!" sebuah suara menyahut dan itu adalah Tuan Muda Shin. Kakek tua itu tentu kesal, namun dia tidak berani menaikkan penawaran. Sementara Xiao Feng tersenyum sinis.
"35.000" ucap Xiao Feng lantang dan membuat semua orang terkejut karena dari suaranya yang masih muda namun berani bertaruh dengan Tuan Muda Shin.
"Hmm siapa yang berani bermain denganku,," gumam Tuan Muda Shin. Feng Xi yang melihat itu heran.
"Kenapa kau menawar bukankah itu punyamu?"
"Tenang saja Xixi aku tahu dia memiliki elemen api dan sangat menginginkan pedang itu, aku ingin bermain dengannya" ucap Xiao Feng sambil tersenyum.
"50.000" Tuan Muda Shin menawar
"60.000"
__ADS_1
"80.000"
"85.000"
"90.000"
"Apa kau tidak tahu kalau aku Tuan Muda keluarga Shin, Mentri istana" seru Tuan Muda Shin, nadanya terdengar kesal. Sementara Pangeran Feng Xueyue tidak menawar sebab dia tidak terlalu suka dengan pedang.
"Disini yang yang berbicara" ucap Xiao Feng menirukan kata-kata Tuan Muda Shin tadi, tentu saja semua orang tertawa dibuatnya.
"120.000" Tuan Muda Shin berseru, pengawal yang disampingnya berbisik.
"Tuan Muda uang kita hanya tersisa 100.000 koin emas saja"
"Hah tenanglah aku ingin memberi pelajaran biarkan dia menawar lagi lalu aku akan melepasnya, nanti jika sudah selesai pelelangan kita akan merampasnya" ucapnya sambil menyeringai.
"Karena Tuan Muda begitu menginginkannya sedangkan uangku tidak cukup maka aku akan memberikan saja kepada Tuan Muda" ucap Xiao Feng. Tuan Muda Shin yang mendengar sangat marah karena rencana untuk mempermainkan Xiao Feng malah berbalik, dia sampai memukul pinggiran kursi.
"Apa masih ada yang ingin menawar" ucap Han Wei tapi tidak ada yang menjawab.
"Baiklah pedang ini resmi menjadi milik Tuan Muda Shin" seru Han Wei dan dibarengi tepuk tangan pengunjung, Tuan Muda Shin tampak tidak senang sama sekali mukanya memerah menahan kesal.
"Haha siapa suruh dia berani menggoda kekasihku!" ucap Xiao Feng.
"Cih kau ini selalu saja menggombal".
Pelayan mengantarkan pedang ke meja Tuan Shin, pria itu berbisik kepada pelayan kalau nanti akan membayar setelah acara selesai.
Han Wei kembali melanjutkan pelelangan "Baiklah barang terakhir adalah sebuah tombak tingkat 6 bernama Tombak Pemecah Jantung dan sangat cocok dengan kultivator yang memiliki elemen angin harganya 10.000 koin emas" ucapnya dan langsung disambut antusias oleh pengunjung.
"20.000"
"30.000"
"50.000"
Penawaran terus berlanjut sampai akhirnya tembus dengan harga 120.000 dan dimenangkan oleh Pangeran Feng Xueyue yang memang menyukai tombak. Semua orang tidak menawar lagi setelah Pangeran Mahkota yang menawar.
"Baiklah pelelangan edisi kali ini selesai, terimakasih telah hadir dan secepatnya kami akan melakukan pelelangan lagi" ucap Han Wei menutup acara itu. Semua orang bertepuk tangan lalu secara tertib meninggalkan paviliun.
__ADS_1
Xiao Feng dan Feng Xi langsung menuju ke ruangan ketua Han untuk mengambil hasil lelang. Mereka memasuki ruangan dan disana ketua Han sedang berbincang bersama Feng Xueyue.
"Gege, kenapa Gege disini" ucap Feng Xi yang baru masuk dan Feng Xueyue yang familiar dengan suara itu segera berbalik dan terkejut melihat Feng Xi karena memanggil dirinya didepan umum dengan sebutan itu dan lebih terkejut lagi melihat Xiao Feng yang berjalan dibelakangnya. Dia terbengong sejenak lalu tersenyum penuh arti.
"Haii meimei benarkah ini kau?" ucap Feng Xueyue, Feng Xi kemudian berlari dan memeluk lengan Feng Xueyue.
"Memangnya siapa lagi adikmu selain aku, Gege sudah melupakanku" ucap Feng Xi dengan bibir mengerucut. Ketua Han yang melihat itu bingung.
"Maaf Pangeran, ini nona Bai Feng Xi kenapa dia berkata adikmu dan bukankah dia bersama Tuan Muda Hei Feng Xi" ucap ketua Han. Feng Xueyue tersenyum.
"Ketua Han ini adalah adikku Putri Feng Xiyun atau yang lebih dikenal sebagai Bai Feng Xi dan pria yang kau panggil Hei Feng Xi yang berdiri disitu adalah Pangeran Xiao Feng dari Youngzhou" ucap Feng Xueyue dan ketua Han sangat terkejut sampai terjatuh dari duduk,dia buru-buru memberi hormat.
"Hormat kepada Putri Xiyun dan Pangeran Xiao Feng"
"Jangan berlebihan ketua, ayo kita selesaikan dulu bisnis kita" ucap Xiao Feng lalu mereka berempat duduk.
"Aku sungguh tidak menyangka kalau Hei Feng Xi adalah Pangeran Xiao Feng berarti dua posisi Empat Tuan Muda Hebat adalah satu orang,, sungguh luarbiasa dan Bai Feng Xi yang kuat didunia kultivator adalah Putri Xiyun yang terkenal kecerdasannya diistana, sungguh pasangan dari surga" ucap Ketua Han memuji, Mereka hanya tersenyum namun Feng Xueyue menangkap ada yang aneh dari perkataan Ketua Han.
"Baiklah ketua Han aku kesini ingin mengambil hasil lelang" ucap Xiao Feng.
"Oh tentu Pangeran dan ini hasilnya semua totalnya 290.000 koin emas dipotong 10% jadi sisanya 261.000" ucap Ketua Han sambil menyerahkan kantung kain. Xiao Feng menerima dan memasukannya kedalam cincin.
"Tunggu maksudnya kalian berbisnis apa?" tanya Feng Xueyue.
"Begini Pangeran, barang yang dilelang tadi termasuk pedang dan tombak itu adalah milik Pangeran Xiao Feng" ucap Ketua Han. Feng Xueyue yang mendengar langsung merasa sakit dihatinya, alisnya berkedut-kedut.
"Jadi aku membeli barang dari calon adik ipar ku" ucapnya pelan.
"Adik ipar apanya, Gege suka bicara sembarangan" ucap Feng Xi malu-malu.
"Cih,, kulihat kalian bersama bagaimana mungkin tidak ada apa-apa" ucap Feng Xueyue, Feng Xi hanya memalingkan pandangannya ke arah lain.
"Padahal jika Gege meminta dia akan memberikan gratis ahaha!" ucapnya Feng Xi sambil tertawa.
"Yah kan aku tidak tahu!"
Setelah berbincang sebentar dengan ketua Han, mereka pamit dari paviliun dan kini Xiao Feng bersama Feng Xi satu kereta dengan Feng Xueyue yang hendak kembali ke istana.
**** bersambung
__ADS_1