
*****
Feng Xi mendekati Xiao Feng diikuti Sun Xie, Sun Ling'er, Sun Guan dan Li Ying.
"Maafkan burung ini biasanya tidak bertingkah seperti ini,, Zhu Yue dimana etika mu ketika bertemu tamu dari jauh!" ucap Feng Xi dia ingin mengambil Zhu Yue dari tangan Xiao Feng namun malu, Xiao Feng mengerutkan keningnya.
"Xixi ini punyamu?" tanya Xiao Feng dan Feng Xi mengangguk.
"Benar, dia adalah telur yang dulu kita temukan dan sudah menetas" jawab Feng Xi sambil menunduk, dia memainkan jarinya untuk menghilangkan rasa gugup. Xiao Feng merasa heran dengan perubahan Feng Xi. Sejak pertemuan pertama kali sekembalinya Xiao Feng dari Alam Roh, dia merasa kalau Feng Xi berbeda. Yang biasanya suka sembrono tapi sekarang dia lebih sopan dan terlihat menjaga sikapnya seolah sedang bertemu kekasihnya.
"Xixi, aku merasa tidak terbiasa dengan sikapmu kau tampak berbeda dari dulu!" ucap Xiao Feng
"Aku tidak berubah,, hanya saja aku...."
"Hanya?" tanya Xiao Feng sambil menaikkan alisnya. Feng Xi mengangkat kepalanya melihat Xiao Feng lalu tersenyum.
"Tidak ada apa-apa" (Kau ini tidak tahu,, bagaimana mungkin aku bersikap konyol didepanmu Pangeran Xiao Feng) gumam Feng Xi dalam hati.
"Sudahlah tidak usah difikirkan,, aku tidak mempermasalahkannya" ucap Xiao Feng akhirnya, dia melepaskan Zhu Yue dan burung itu terbang lalu hinggap di pundak Feng Xi.
"Wah,, kakak burung putih ini cantik sekali,, apakah dia sama dengan bibi Zhu?" dari samping Li Ying bertanya dengan mata berbinar melihat Zhu Yue.
"Benar dia adalah burung Phoenix Es sama dengan bibi Zhu mu itu tapi Phoenix Api" yang menjawab adalah Xiao Feng, lalu dia menjelaskan kepada semua orang kalau ras binatang suci Phoenix terbagi menjadi dua yaitu Phoenix Api dan Phoenix Es.
Disaat mereka sedang mendengarkan Xiao Feng, tiba-tiba dari arah hutan terdengar raungan yang cukup keras. Tak lama kemudian tanah bergetar. Semua orang terkejut bahkan para pekerja yang membuat benteng juga tidak kalah terkejutnya.
__ADS_1
"Bai Hu lihat apa yang terjadi?" perintah Xiao Feng. Bai Hu mengangguk dan langsung melesat ke udara.
"Tuan didepan terlihat gerombolan binatang buas banyak sekali dan baru keluar dari hutan kini mereka sudah berada di tanah lapang bergerak ke arah sini" ucap Bai Hu mengirim pesan suara. Xiao Feng segera menggunakan teknik matanya dan benar saja apa yang dikatakan Bai Hu kalau didepan saja gerombolan binatang buas bergerak mendekat ke arah kota. Diperkirakan ada sekitar 20 ribu ekor dengan tingkat paling rendah Alam Bumi *3 dan Alam Langit *9.
"Kenapa meleset dari perkiraan ku, harusnya dua hari lagi mereka kuperkirakan menyerang!" gumam Xiao Feng.
"Kakak apa yang terjadi?" Li Ying bertanya dan dia mendekat ke samping Xiao Feng. Xiao Feng menoleh dan tersenyum.
"Kita akan bertarung didepan sana ada serangan binatang buas, kalian bisa menggunakan kekuatan penuh kalian!" ucap Xiao Feng. Li Ying dan yang lainnya sudah menginjak ranah Alam Langit jadi Xiao Feng ingin melatihnya langsung dalam pertarungan nyata namun tetap dia akan mengawasi mereka dan akan terjun langsung membantai binatang buas itu. Sangat rugi jika dia hanya melihat saja sedangkan itu adalah poin kekayaannya.
"Ayo kita bergerak!" Xiao Feng segera menuju ke arah benteng yang sedikit lagi selesai dan berdiri di atas benteng diikuti Feng Xi dan yang lainnya. Qing Long dan Bai Hu sendiri terbang dan memantau dari atas udara.
Xiao Feng mengambil alih sebagai komando, semua orang termasuk para pasukan dari Qingzhou yang ditugaskan dikota itu tidak memprotes karena tahu kalau dia dari Paviliun Gagak Hitam. Sebelumnya Raja Feng Xiong mengintruksikan kepada pasukannya jika ada pria bermata emas datang itu adalah suruhannya.
Binatang Buas semakin mendekat dan membuat tanah semakin bergetar, raungan dari binatang buas berbagai bentuk terus menggema.
"Ketika berjarak 500 meter kalian lepaskan panah dan sebelum itu bakar dulu dengan api ini!"
"Baik Tuan Muda!"
Feng Xi juga berdiri disamping Xiao Feng melihat ke arah binatang buas yang semakin mendekat. Tak menunggu lama para binatang buas sudah berada dalam jarak 700 meter dari benteng, Xiao Feng mengangkat tangan kanannya dan sekitar 200 pemanah langsung menyiapkan busurnya. Lalu Xiao Feng menurunkan tangan kanan ke arah depan dengan lima jari mengarah ke depan.
"Tembak!"
"Shiuuuutt,,!"
__ADS_1
"Shiuuuttt,,!"
Ratusan anak panah berapi emas melesat laksana hujan menghujam ke arah binatang buas yang berada dibarisan depan. Pemanah itu kembali melesatkan anak panah biarpun yang sebelumnya belum mengenai sasaran. Jadi seolah-olah serangan anak panah itu tidak berhenti.
"Grroaahh!"
"Awwuuu!"
Para binatang buas yang terkena anak panah meraung kesakitan, walaupun terbakar dan terjatuh tapi tidak langsung membunuhnya. Xiao Feng memang sudah menduga anak panah tidak akan bisa membunuh langsung binatang buas di Alam Bumi.
"Terus serang dengan anak panah, Divisi Phyton, Divisi Macan bentuk formasi Kepakan Sayap dan serang dari arah jam 3 dan jam 9!" perintah Xiao Feng.
Sebelumnya Tiga Divisi Elit Utama dari Paviliun Gagak Hitam yaitu Divisi Elang, Divisi Macan dan Divisi Phyton yang di ketuai oleh Bai Lu, Wen Qin dan Mu Lan di Kota Daun dikirim oleh Xiao Feng untuk membantu anggota Gagak Hitam yang berada di wilayah Qingzhou. Setiap anggota divisi yang di kirim Xiao Feng berjumlah 250 orang dengan kultivasi rata di Alam Langit *5. Di tambah dengan anggota Paviliun Gagak Hitam yang berada di seluruh kota Kerajaan Qingzhou yang berjumlah 20 kota total pasukan Xiao Feng sendiri ada sekitar 1000 pasukan. Kerajaan Qingzhou sendiri tentu tidak tinggal diam, Raja Feng Xiong sendiri sudah menugaskan sekitar 5000 prajurit untuk membantunya.
Walaupun jumlahnya kalah jauh dengan binatang buas yang menyerang tapi Xiao Feng tidak khawatir bahkan sebenarnya hanya dia ditemani Bai Hu, Qing Long dan Zhu Que saja sudah bisa meratakan para binatang buas. Namun Xiao Feng tidak seperti itu dia tetap membantu sekaligus melatih pasukannya agar mereka mendapat pengalaman di arena hidup mati, tentu sebagai kultivator pengalaman bertarung itu sangat perlu. Maka dari itu Xiao Feng sengaja mengajak Sum Xie, Sun Ling'er, Sun Guan, Li Ying serta Yuan Li dan Ren Yan agar mereka mendapat pengalaman sekaligus berlatih bertarung yang sebenarnya.
"Divisi Elang kalian lakukan serangan dari arah depan menuju ke tengah bentuk formasi Menusuk Perisai, Pasukan Kerajaan kalian mengikuti dari belakang Divisi Elang untuk memecah arus!" teriak Xiao Feng memberi aba-aba
"Baik Tuan!"
"Baik Tuan Muda!"
Segera Ketiga Divisi melakukan apa yang diperintahkan Xiao Feng. Yang lain menatap Xiao Feng kagum, ternyata Tuan Muda mereka begitu piawai dalam mengatur pasukan. Feng Xi jangan ditanya dia menatap Xiao Feng dengan senyum cantiknya, dimatanya terlihat seperti ada bintang berkilau ketika melihat Xiao Feng.
"Ishh,, kenapa kau semakin mempesona saja rubah hitam!" gumam Feng Xi dalam hati,, lalu dia cepat-cepat melihat lagi ke arena pertarungan.
__ADS_1
**** bersambung