Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 322 Keluar dari situs warisan


__ADS_3

****


Rombongan Xiao Feng terus menjelajahi situs warisan selama empat hari ini dan mereka mendapatkan banyak beberapa sumberdaya berharga untuk peningkatan kultivasinya, Xiao Feng sendiri dia tidak mengambilnya dan diberikan kepada tiga orang temannya sebab dia sudah mendapatkan banyak sekali sumber daya dan sejauh ini mereka tidak menjumpai peserta lain. Mungkin tewas atau berada di tempat lain.


Hari ini hari terakhir berada di situs warisan, Xiao Feng bersama tiga orang lainnya memilih untuk bersantai saja, mereka kini berada dipinggir hutan tidak terlalu lebat dengan udara sore yang hangat.


"Mei Ling dan Yue Han kalian potong-potong kecil daging itu!" Seru Xiao Feng sambil meletakkan setumpuk kayu kering, dua gadis cantik yang sedang berbincang mengiyakan lalu mulai memotong daging yang ukurannya besar. Xiao Feng memang berencana mengadakan acara bakar-bakar daging sebagai salam perpisahan yang entah kapan mereka bertemu lagi dialam dewa yang mungkin mereka akan kembali ke aktifitas masing-masing.


Mereka membakar daging dari binatang buas yang didapat kemarin, Xiao Feng dan Zhu Lian sudah selesai menata kayu bakar dan mulai membakarnya. Xiao Feng kemudian mendekati Lin Mei Ling dan Yue Han yang sedang memotong daging lalu mengeluarkan piring besar.


"Nanti letakkan saja disini!" Ucap Xiao Feng dan diangguki kedua gadis cantik itu.


"Feng apa ini namanya?" Tanya Lin Mei Ling ketika melihat Xiao Feng mengeluarkan banyak bumbu.


"Ini namanya bawang merah" jawab Xiao Feng, Lin Mei Ling mengerutkan kening karena belum pernah mendengar nama itu. Xiao Feng mengekekeh pelan melihat kebingungan Lin Mei Ling.


Jelas saja tidak tahu sebab Xiao Feng memang mengeluarkan bumbu yang berasal dari bumi dan tentu tidak ada di alam ini.


"Tapi nanti kau jangan memotong ini, biar aku saja" ucap Xiao Feng.


"Kenapa begitu?" Lin Mei Ling bertanya heran.


"Nanti kau bisa menangis"


"Aneh masa hanya karena benda kecil ini aku menangis" ucap Lin Mei Ling sambil menggelengkan kepalanya, dia berfikir Xiao Feng hanya bercanda.


"Tuan Muda Feng ini sudah selesai" seru Yue Han yang sudah selesai memotong-motong daging.


"Ya simpan saja diatas meja, aku akan meracik dulu bumbunya" sahut Xiao Feng lalu mengeluarkan pisau kecil dan kayu tipis kecil sebagai alas, Yue Han kemudian mendekati Zhu Lian yang sedang menjaga api. Xiao Feng mulai memotong-motong bumbu dengan Lin Mei Ling yang duduk disampingnya karena masih penasaran.

__ADS_1


Xiao Feng santai saja meracik bumbu, dia melirik ke samping sontak tawanya menyembur ketika melihat Lin Mei Ling matanya memerah dengan air mata mengucur. Zhu Lian dan Yue Han melirik dan tersenyum kecil melihatnya.


"Kan sudah kubilang kalau benda ini bisa membuatmu menangis haha!" Ucap Xiao Feng, Lin Mei Ling tidak menjawab dia menutup wajahnya dengan kedua tangan lalu berjalan mendekati Yue Han dan Zhu Lian dengan wajah merah padam karena malu.


****


Mereka berempat pun menikmati acara bakar-bakar daging dengan ditemani arak dan bintang bertebaran di langit malam yang cerah dengan disertai obrolan ringan dan canda tawa. Zhu Lian sendiri merasa hangat dihatinya karena baru pertama kali dia merasakan dirinya sedikit santai dan bersama dengan orang yang apa adanya, berbeda dengan diistana kebanyakan penjilat. Karena sebagai pangeran dia selalu sibuk dengan urusan kerajaan dan tentu untuk makan saja harus sesuai etika, tetapi kali ini dia merasa bebas apalagi melihat kedua gadis cantik Lin Mei Ling dan Yue Han yang makan dengan lahap daging bakar Xiao Feng.


"Ah ternyata seperti ini rasanya santai" ucap Zhu Lian sambil tertawa pelan.


"Memang biasanya pangeran tidak pernah santai?" Ucap Yue Han sambil memasukkan daging ke mulutnya dengan sumpit.


"Sebagai pangeran dia sangat sibuk, apalagi calon penerus mahkota kerajaan jadi jarang memiliki waktu luang" yang menjawab adalah Xiao Feng.


"Sepertinya tuan muda Feng tahu banyak tentang kerajaan" ucap Zhu Lian, Xiao Feng tersenyum mendengarnya.


"Itu hanya tebakanku saja pangeran" ucap Xiao Feng, bagaimana mungkin tidak tahu, Xiao Feng sendiri adalah seorang pangeran. Zhu Lian menganggukkan kepalanya faham.


"Zhu Lian ini mirip denganku" gumam Xiao Feng dalam hatinya.


"Feng setelah ini apa rencanamu selanjutnya?" Tanya Lin Mei Ling.


"Yah mungkin aku akan bertualang di alam dewa ini" jawab Xiao Feng.


"Memangnya kau bukan berasal dari alam dewa?" Tanya Yue Han, Xiao Feng menggelengkan kepalanya pelan.


"Aku berasal dari alam manusia" ucap Xiao Feng dan tentu saja membuat kaget semua orang kecuali Lin Mei Ling.


"Jadi kau dari alam manusia? Luar biasa untuk ukuran alam dengan kadar qi alam paling lemah tetapi melahirkan seorang hebat sepertimu" ucap Zhu Lian kagum.

__ADS_1


"Haha hanya keberuntungan saja, lagipula disini juga banyak orang hebat"


"Tetap saja berbeda,, aku jadi penasaran dengan alam manusia itu seperti apa"


"Ya benar aku juga penasaran"


"Hmm kapan-kapan kalian boleh saja mampir aku malah senang"


Keempat muda mudi itu sampai pagi menjelang tidak tidur hanya menghabiskan waktu dengan berbincang santai.


****


Sinar matahari pun muncul perlahan di ufuk timur, cahaya kuning keemasan hangat membentuk garis lurus menggantikan sinar bulan menerpa wajah keempat muda mudi yang masih asyik berbincang.


"Ahhh sudah pagi sepertinya portal penghubung situs ini akan segera muncul" ucap Xiao Feng dan diangguki tiga orang didepannya. Benar saja tak lama Xiao Feng berkata sebuah portal besar muncul di langit, Xiao Feng memasukkan barangnya ke dalam cincin penyimpanan lalu melesat ke atas diikuti Zhu Lian, Lin Mei Ling dan Yue Han.


Mereka memasuki portal besar itu dan menghilang. Xiao Feng dan yang lainnya kemudian muncul di alun-alun kota tempat diselenggarakan kompetisi disana sudah berkumpul banyak orang dan peserta lain pun muncul satu persatu dengan keadaan yang berbeda beda ada yang berantakan penampilannya. Ada yang senang dan ada juga yang sedih karena tidak bisa kembali dikarenakan tewas dan tentu menjadi pukulan hebat bagi anggota keluarganya namun tidak bisa berbuat banyak karena itu sudah konsekuensi.


Seorang pria muda berzirah prajurit muncul dan memberi hormat kepada Zhu Lian.


"Pangeran!"


Zhu Lian menganggukkan kepalanya, dari depan pun muncul Gu Jong dan beberapa anggota sektenya.


"Adik Mei Ling syukurlah kau tidak apa-apa" ucapnya ketika sudah berada dihadapan Lin Mei Ling, dia melirik sekilas Xiao Feng.


"Senior aku baik-baik saja" ucap Lin Mei Ling sambil tersenyum dan Gu Jong menganggukkan kepalanya. Pria tua yang bertindak sebagai juri pun muncul.


"Perhatian semuanya,, aku mengucapkan selamat kalian telah berhasil kembali dan mendapatkan beberapa hal dan aku juga turut berbela sungkawa bagi yang gugur. Kompetisi ini resmi aku tutup!" Seru pria tua itu disertai tepuk tangan banyak orang. Satu persatu orang pun mulai meninggalkan alun-alun.

__ADS_1


*** Bersambung ***


__ADS_2