
****
Dengan ditunjukan jalan oleh Chu Huanran, Xiao Feng melesat pelan diudara dengan menggendong gadis kecil itu.
"Wah kakak apa Huan'er juga bisa terbang?"
"Kakak lihat burung itu!"
"Woaahh pohon-pohon itu terlihat kecil dari sini" gadis kecil cantik dan menggemaskan itu berceloteh riang, Xiao Feng tersenyum tipis saja sebagai tanggapan. Tak berselang lama dia sampai di sebuah kediaman besar bertuliskan keluarga Chu dibagian gerbangnya, Xiao Feng mendarat didepan gerbang.
"Berhenti siapa kau dan kenapa nona muda ditangan mu!" ucap penjaga, Xiao Feng hendak menjawab namun Chu Huanran terlebih dahulu berkata.
"Ini kakakku kau sopanlah sedikit!" ucapnya sambil menggembungkan pipi.
"Nona muda orang asing ini, takutnya berbahaya!"
Tak lama muncul pria tua berwajah bersih dari auranya terlihat dia memiliki kultivasi alam Raja Berlian *6.
"Huan'er kau gadis nakal, kabur lagi!" seru pria tua. Chu Huanran hanya menyengir lalu turun dari pangkuan Xiao Feng dan memeluk pria tua itu.
"Kakek, aku hanya bermain ditaman dan bertemu kakak ini dan tadi ada orang jahat beruntung kakak langsung menghajar mereka" ucap Chu Huanran, pria tua yang merupakan kakeknya terkejut lalu menatap Xiao Feng intens.
"Patriak mungkin dia ini mata-mata bagaimana kalau kita usir saja!" ucap pengawal
"Diam!"
"Anak muda ini aku tidak bisa melihat kultivasinya tapi dia sangat tenang dan misterius!" ucap kakek tua dalam hatinya lalu dia menatap ke arah mata Xiao Feng untuk melihat kultivasinya namun tidak ditemukan sesuatu melainkan seperti lubang hitam yang tidak berujung.
"Ah tuan muda salam aku adalah Chu Yang Patriak klan Chu" ucap kakek tua itu yang mengenalkan dirinya Chu Yang, Xiao Feng menangkupkan kedua tangan memberi hormat.
"Salam Patriak aku Hei Feng Xi"
"Hahaha nama yang bagus mari kita bicara didalam" ucap Chu Yang lalu menggendong Chu Huanran dan melangkah pergi sebelumnya dia menatap tajam terlebih dahulu kepada penjaga. Xiao Feng menganggukkan kepala lalu berjalan mengikuti Chu Yang.
****
__ADS_1
"Jadi seperti itulah kejadiannya Patriak, namun aku heran kenapa orang-orang itu menginginkan Huan'er" ucap Xiao Feng. Kini mereka berdua duduk di aula tamu. Chu Yang menghela nafasnya.
"Masalah ini sudah lama, aku tidak bisa menceritakannya" ucap Chu Yang.
"Apakah ini berhubungan dengan kondisi tubuh Huan'er?" ucap Xiao Feng sambil menyesap teh, Chu Yang terkejut mendengarnya.
"Ba,, bagaimana tuan muda Feng tahu?"
"Tidak usah terlalu difikirkan aku tahu dari mana, Huan'er akan menjadi orang hebat dalam bidang formasi di masa depan"
"Hahaha anak muda yang menjanjikan, masih muda tapi berpengetahuan, baiklah aku ceritakan sedikit garis besarnya. Kondisi tubuh Huan'er memang berbeda menurut pengamatan dia memiliki garis keturunan Dewi Yu Xuanyu aku juga tidak tahu sekte Kalajengking Merah tahu darimana Huan'er memiliki itu" ucap Chu Yang.
"Apa Patriak tahu dimana sekte tersebut?" tanya Xiao Feng.
"Aku juga tidak tahu letak persisnya sekte itu sangat misterius,, kenapa tuan muda bertanya seperti itu?"
"Aku ada sedikit urusan dengan mereka!" jawab Xiao Feng, Chu Yang tidak bertanya lebih lanjut dia cukup memahami masalahnya.
"Ada informasi penting yang mungkin tuan muda bisa dijadikan petunjuk"
"Apa itu tetua?"
"Hmmm baguslah aku bisa sedikit mencari petunjuk disana"
"Hei Feng Xi ini tidak sederhana, berani menyinggung sekte Kalajengking Merah pasti latar belakangnya mengerikan, masih muda saja sudah begini walaupun aku tidak bisa melihat kekuatannya namun aku pasti memperkirakan dia lebih tinggi dariku, bagaimana leluhur, Patriak dan anggota lainnya dibelakang dia, sepertinya berhubungan baik dengannya adalah langkah yang tepat" gumam Chu Yang.
"Baiklah tetua Chu aku pamit dulu ada hal yang harus kukerjakan" ucap Xiao Feng lalu bangkit berdiri dan menangkupkan kedua tangan, Chu Yang membalas penghormatan Xiao Feng.
"Jika tuan muda membutuhkan bantuan kami siap membantu, seringlah mampir" ucap pria tua itu sambil tersenyum.
"Tentu bagaimana mungkin aku melupakan Huan'er yang sudah ku anggap adik sendiri"
"Haha baiklah,, baiklah tuan muda hati-hati dijalan!"
****
__ADS_1
Xiao Feng melanjutkan perjalanannya kini dia sudah berada di rumah makan, selain untuk mengisi perut dia juga mencari informasi, pelayan pun datang menyajikan makanan. Xiao Feng dengan santai menyantapnya namun tak berselang lama pintu rumah makan terbuka dan muncul lima orang pria muda dengan satu gadis cantik.
"Beri jalan tuan muda Yang Chen dari sekte Awan Bulan" teriak seseorang, semua orang yang mendengar tentu terkejut sebagian buru-buru menghabiskan makanan dan pergi setelah membayar dengan cepat. Tuan Muda sekte Awan Bulan memandang sekeliling dan tersenyum puas melihat semua orang ketakutan dia merasa memiliki dominasi namun senyumnya luntur ketika melihat ke ujung ruangan ada seorang pria muda sangat tampan duduk santai menyumpit daging.
"Haaii kau apa tidak dengar aku Yang Chen tuan muda sekte Awan Bulan, jika sayang nyawa cepat tinggalkan tempat ini" ucap Yang Chen setengah berteriak.
"Benar sayang jika mati dalam keadaan muda" ucap gadis disebelahnya, dia tertarik dengan ketampanan dan aura Xiao Feng seolah memikatnya apalagi aroma wangi tubuh Xiao Feng tercium.
"Meja kosong masih banyak kau urus urusanmu sendiri dan aku makan dengan tenang" ucap Xiao Feng "Kebetulan sekali aku mencari sekte Awan Bulan dan dia datang mencariku" gumamnya dalam hati.
"Yang Hu cepat singkirkan dia!"
"Baik tuan muda,, hiyaa" pria yang dipanggil Yang Hu segera melesat dengan mengirimkan tinjunya, Xiao Feng mengangkat tangan kanan dan menjepit tinju itu dengan sumpitnya.
"Tap"
Semua orang terkejut melihatnya, apalagi Yang Chen dia tahu kalau Yang Hu mengerahkan kekuatannya sekita 50% namun dengan sangat mudah dijepit oleh sebuah sumpit saja.
"Kemampuan seperti ini mau menyingkirkan ku,, maaf kalian tidak layak" ucap Xiao Feng lalu dengan tangan kiri dia menampar Yang Hu.
"Plakk!"
"Brakk!"
Yang Hu terlempar tubuhnya berputar dan menabrak beberapa meja, dia terbaring dilantai dengan keadaan pingsan. Yang Chen dan yang lainnya kaget.
"Yang Hu berada di alam Raja Platinum *5 hanya dengan tamparan bisa langsung dirobohkan" gumam Yang Chen, Xiao Feng bangkit dan semua orang mundur.
"Tuan Muda Yang apa ada hal yang lain?"
"Kau,, kau tunggu saja sekte Awan Bulan akan mencarimu!" ucapnya lalu diikuti bawahannya keluar dari rumah makan, gadis cantik disampingnya melirik sebentar ke arah Xiao Feng.
"Dari ketampanan sangat jauh dengan Yang Chen dan kemampuannya juga luar biasa" gumam gadis itu lalu berjalan mengikuti Yang Chen, Xiao Feng mendekati meja resepsionis dan melemparkan kantung kain.
"Ini sebagai ganti rugi" ucapnya lalu berjalan keluar, Pelayan yang ketakutan hanya menganggukkan kepala lalu menerimanya setelah dibuka dia terkejut melihat isi didalamnya.
__ADS_1
"Para tuan muda selalu arogan dan sombong namun dia pengecualian bodoh sekali tuan muda sekte Awan Bulan memprovokasi nya" gumam pelayan sambil melihat kepergian Xiao Feng.
*** bersambung ***