Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 198 Formasi Lima Bintang Timur


__ADS_3

*****


Feng Xi yang terjebak memutar otaknya untuk bisa keluar dari tempat itu, merasa tidak ada getaran lagi dia melenyapkan dinding esnya lalu berjalan menyusuri tempat yang sudah seperti lorong tetapi tak berselang lama getaran itu muncul lagi dan membuat batu berjatuhan, Feng Xi kembali mengeluarkan elemen esnya untuk membuat penghalang, namun sebuah tangan memegang lengannya dan langsung menarik dia melesat meninggalkan tempat itu.


"Ikuti aku!" ucap suara pria yang sangat dikenal Feng Xi.


Sebelumnya Xiao Feng sudah sampai sekitar satu jam digunung Thailong dia melayang tinggi diatas puncak gunung dan menggunakan teknik matanya memindai area sejauh 20 kilometer. Matanya membulat melihat Feng Xi yang terjebak, karena sudah tau lokasinya Xiao Feng berteleportasi ke tempat Feng Xi tepat bersamaan ketika tempat itu runtuh. Dengan cepat Xiao Feng menarik tangan Feng Xi lalu berteleportasi keluar dari lokasi itu.


*****


Hari sudah malam Xiao Feng dan Feng Xi kini sedang bersama disebuah hutan kecil di kaki gunung Thailong, beruntung cuaca sedang cerah. Xiao Feng membakar sebuah ayam hutan.


"Sungguh sangat berbahaya untung saja aku bisa datang tepat waktu, jika gunung runtuh kau terjebak dan aku tidak bisa menemukanmu" ucap Xiao Feng sambil mengoleskan salep ke tangan Feng Xi. Gadis itu hanya diam memperhatikan tangannya.


"Kenapa kau datang kesini?" tanya Feng Xi.


"Jika aku tidak datang namamu akan menjadi sejarah, namun dengan kemampuanmu kenapa kau bisa terjebak" jawab Xiao Feng


"Aku dan Ling Xu Yuan memasuki sebuah gua dan labirin yang diatur master Tianji, namun tak disangka ada gempa"


"Jadi beberapa hari ini kau bersama Xu Yuan?" tanya Xiao Feng, nadanya sedikit dingin lalu dia membalikkan ayam yang sedang dibakar. Feng Xi melihat ekspresi pria itu kemudian tersenyum tipis.


"Benar,, saling menemani dalam perjalanan, digunung banyak jebakan bukankah bagus jika ada teman seperjalanan" ucap gadis itu. Xiao Feng yang mendengarkan hanya diam menyibukkan diri memanggang ayam.


"Karena aku sudah datang biar aku yang menjagamu, kau istirahat dulu dengan baik besok aku akan mencoba sehebat apa master Tianji itu sebenarnya" ucap Xiao Feng yang membuat Feng Xi menjadi salah tingkah, gadis cantik berambut putih itu menundukkan wajahnya yang bersemu merah sambil tersenyum samar, dalam hatinya ada sebuah rasa hangat mengalir mendengar ucapan pria idolanya.

__ADS_1


Ketika hendak berbicara suara perut terdengar dari Feng Xi, Xiao Feng melihat itu dan tertawa kecil Feng Xi yang malu mencoba mengusir malunya dengan berpura-pura meniup api yang memanggang ayam.


"Mari coba masakanku!" ucap Xiao Feng lalu mengambil ayam, Feng Xi tersenyum senang lalu mulai mencubit daging dan memasukkannya ke dalam mulutnya.


"Emm enakk,, dengan kemampuanmu kenapa kau tidak membuka restoran?" ucap Feng Xi dengan pipi menggembung.


"Bukankah aku sudah punya lagipula tidak semua orang memiliki keberuntungan sepertimu" jawab Xiao Feng sambil tersenyum.


"Kenapa kau tidak makan?" tanya Feng Xi


"Aku tidak lapar, ayam ini untukmu saja" jawab Xiao Feng lalu dia mengeluarkan arak dan mereka makan minum sambil berbincang kesana kemari sampai pagi menjelang.


******


Sementara itu Ling Xu Yuan yang berada disebuah tempat penuh dengan ratusan batu-batu yang berdiri menjulang tinggi mencoba mencari jalan keluar namun setiap dia bergerak dia akan kembali lagi ke tempat semula. Ling Xu Yuan mengamati sekeliling namun tidak menemukan hal aneh.


Keesokkan harinya Xiao Feng dan Feng Xi terbang ke puncak gunung dan sampai di sebuah jurang, didepan jurang ada sebuah mulut gua.


"Ayo kita masuk kesana" ucap Xiao Feng dan Feng Xi hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban. Lalu sepasang muda mudi ini terbang dan masuk kedalam gua.


Didalam gua terlihat rapi dan bersih dan dihiasi ornamen ukiran dari batu membentuk relief. Tak berselang lama muncul enam buah patung batu yang memegang pedang. Xiao Feng dan Feng Xi mengamati itu.


"Ini adalah formasi Lima Bintang Timur, jika ingin memecahkan harus menemukan benda sebagai kuncinya" ucap Xiao Feng.


"Biar kucoba formasi ini" ucap Feng Xi lalu melompat ke tengah ruangan kosong yang dikelilingi patung. Gadis itu berjalan melihat patung-patung dan tidak ada hal aneh, Xiao Feng juga memperhatikan. Ketika berjalan dua langkah ke depan Feng Xi menginjak sebuah batu yang kemudian melesak ke tanah sedalam satu jengkal dan tiba-tiba patung nomor dua dikiri Feng Xi bergerak dan menyabetkan pedangnya ke arah Feng Xi.

__ADS_1


"Hati-hati" seru Xiao Feng lalu melompat ke tengah. Feng Xi yang melihat juga melompat menghindar dan mendarat disisi lain namun lagi-lagi kakinya menginjak batu yang diduga adalah tombol lain. Lalu dari depan sebuah relief berbentuk tameng bulat tiba-tiba berputar dan menembakkan anak panah beracun. Xiao Feng dengan segera mengeluarkan kipasnya dan mementahkan serangan anak panah yang menghujani Feng Xi. Gadis itu juga tidak tinggal diam, dia mengeluarkan selendangnya menghalau serangan anak panah. Xiao Feng mendekati Feng Xi lalu menarik gadis itu ke tempat semula dan patung-patung itu langsung berhenti.


Di tempat lain master Tianji memperhatikan papan weiqi lalu muridnya datang melapor.


"Master, Bai Feng Xi dan seorang pria sudah memasuki formasi Lima Bintang Timur, seharusnya dari cirinya pria itu adalah Hei Feng Xi" ucap murid. Master Tianji terkekeh sejenak lalu memindahkan pion catur.


"Tidak tahu apakah mereka bisa memecahkan formasi itu atau tidak" gumam master Tianji.


Kembali ke Xiao Feng dan Feng Xi yang memperhatikan patung-patung itu.


"Setiap potongan batu dilantai memiliki jebakan, tidak bisa asal masuk kita harus memikirkan strategi untuk memecahkannya, kita harus melihat ukuran batu ini dengan patung" ucap Xiao Feng lalu memperhatikan beberapa potongan batu yang terlihat memiliki relief sebuah aksara kuno. Feng Xi juga melihatnya.


"Kecerdasan, Keadilan, Kebijaksanaan, Kejujuran, Kesetiaan, itu aksara dalam potongan batu, aku dulu pernah melihat lukisan lima raja ini di kekaisaran Huangzhou dan merupakan leluhur dari Empat Kerajaan dan Kekaisaran. Setiap raja memiliki puisi" ucap Feng Xi.


"Leluhur Huang berkata dalam puisinya setiap pemimpin harus memiliki kecerdasan, Leluhur Feng dari Qingzhou menuliskan kalau seorang pemimpin harus memiliki kasih sayang agar rakyat hidup makmur, Leluhur Shangzhou dalam puisinya kejujuran adalah modal utama sebagai seorang raja" ucap Xiao Feng


"Dan leluhur dari Youngzhou berkata kalau seorang raja akan dihargai ketika dia memiliki keadilan dalam hati dan sikapnya dan leluhur Bingzhou berkata Kebijaksanaan adalah syarat utama sebagai seorang raja" Feng Xi menimpali. Xiao Feng melihat ke arah Feng Xi sambil tersenyum.


"Tidak kusangka kau juga mengetahui hal ini" ucap Xiao Feng.


"Tentu saja, aku kan cerdas orangnya" ucap Feng Xi sombong,


"Kapan kau melihat lukisan itu?"


"Hmm tepatnya aku tidak ingat tapi pernah melihat dulu waktu dipertemuan pertama antar pangeran" ucap Feng Xi tidak sadar. Xiao Feng mengerutkan keningnya memikirkan sesuatu lalu sebuah pemikiran terlintas dan membuat pria itu dadanya berdebar. Namun Xiao Feng masih belum yakin dia kemudian melihat kembali ke arah potongan batu.

__ADS_1


(Apakah pemikiran Xiao Feng yang membuatnya berdebar? mungkinkah sebuah rahasia besar?)


****** bersambung


__ADS_2