
****
Keesokan paginya
Xiao Feng dan Feng Xi keluar gua dan mereka berjalan ke padang rumput terdapat ada batu besar yang sebelumnya di letakkan oleh Xiao Feng.Tidak lama kemudian mereka sudah sampai dan terlihat batu besar tampak sangat kokoh dan berat.
"Hei rubah hitam untuk apa kau mengajakku melihat batu besar ini?" tanya Feng Xi sambil menatap batu itu dan berjalan mengitarinya.
"Batu ini sengaja ku taruh disini untuk menutupi sesuatu dibawahnya!" jawab Xiao Feng.
"Sesuatu?apakah ada hal yang menarik?"
"Benar dan aku membutuhkan bantuanmu untuk membukanya"
Xiao Feng langsung memukul batu itu dan batu itu bergeser jauh,kemudian terlihat besi persegi yang berada dibawahnya.
"Rupanya ada besi dibawahnya,,eh tapi terlihat seperti pintu!" kata Feng Xi kemudian berjongkok dan mengetuk-ngetuk besi itu.
"Benar besi itu pintu menuju ruang bawah tanah,aku tidak bisa membuka sendiri"
"Bukankah tinggal hancurkan saja,kenapa sampai minta bantuanku?"
"Aku sudah mencoba tetapi tidak bisa,kau lihat ditengah besi itu ada simbol telapak tangan berjejer empat." kata Xiao Feng sambil menunjuk gambar tangan.
"Jadi kita harus menempelkan telapak tangan kita untuk membukanya,ayo kita lakukan kau tempelkan kedua telapak tanganmu"
Feng Xi pun menganggukkan kepalanya dan segera melakukan apa yang diperintahkan Xiao Feng.Namun ketika mereka menempelkan telapak tangan tetap tidak ada perubahan.
"Heii rubah hitam selanjutnya apa lagi? katanya akan terbuka begitu kita menempelkan telapak tangan" tanya Feng Xi heran sambil menatap Xiao Feng
"Aneh,,kenapa ya tidak terbuka?" gumam Xiao Feng.Lalu dia bertanya pada sistem.Dan syarat terbukanya harus mengalirkan qi dengan elemen berbeda.Xiao Feng meringis malu.
"Hehe aku lupa kita harus mengalirkan qi kita dengan elemen berbeda,," Xiao Feng terkekeh sambil menggaruk kepalanya tidak gatal.
Feng Xi tidak menjawab dia hanya memutar bola matanya dan mendengus kesal.Kemudian Feng Xi mengalirkan qi elemen es dan Xiao Feng mengalirkan elemen apinya.
Tidak lama kemudian pintu besi itu bergetar dan simbol yang saling berhubungan itu mulai bersinar merambat dari atas ke bawah.Setelah berhenti bergetar dan sinarnya padam pintu besi itu perlahan-lahan bergeser dan mulai terlihat undakan tangga yang mengarah ke bawah.
__ADS_1
"Wah terbuka,,ayo kita masuk rubah hitam" kata Feng Xi dengan semangat dan bergerak masuk.Namun baru satu langkah kerah baju belakangnya di tarik Xiao Feng.
"Heii lepas kenapa kau menarikku seperti kucing kecil" seru Feng Xi sambil memukul tangan Xiao Feng yang digunakan untuk menarik kerah bajunya.
"Kau ini,,jangan sembrono kita periksa dulu apakah ada jebakan atau tidak"
Xiao Feng pun bertanya pada sistem apakah ada jebakan tersembunyi atau tidak sambil melemparkan bola api kecil menerangi bagian bawah tanah dan sistem melakukan pemindaian kemudian muncul denah ruang bawah tanah.
"Hmm ada banyak jebakan Xixi,sebaiknya hati-hati,,ayo masuk"
Xiao Feng dan Feng Xi kemudian masuk dan menghilang di ruang bawah tanah.
****
"Tuan apakah kita akan masuk juga?"
"Tidak kita lebih baik menunggu tapi kalau diantara kalian yang berani masuk,silahkan saja"
Rupanya enam orang itu masih mengikuti Xiao Feng dan Feng Xi,ketika melihat mereka masuk.Kelompok itu baru keluar dari balik pepohonan.
"Baiklah tiga orang turun dan laporkan kepadaku apa yang ada dibawah"
Kemudian tiga orang turun mengikuti Xiao Feng dan Feng Xi dan menghilang di ruang bawah tanah.
Sementara itu Xiao Feng dan Feng Xi tampak berjalan perlahan menyusuri undakan tangga,tidak lama kemudian mereka sampai didasar tangga dan ada lorong gelap cukup besar yang bisa dimasuki 5 orang.
"Sepertinya ini baru awalnya,,ayo kita telusuri lorong itu,aku penasaran ada apa didalamnya"
Feng Xi menganggukkan kepalanya dan mereka berjalan beriringan menyusuri lorong.
[Ding,,terdeteksi kelabang racun api tingkat alam raja,harap Tuan berhati-hati]
Xiao Feng berhenti mendengar itu dan melihat ke depan,dia melihat banyak titik hijau kecil di bawah,atas,kanan dan kiri lorong.
"Xixi hati-hati,,didepan kita ada kelabang racun api,biarpun mereka lemah namun mereka hewan berkelompok"
Baru saja Xiao Feng berkata seperti itu,dari arah depan mulai bermunculan kelabang yang panjangnya 1 meter.Feng Xi yang melihat itu merinding geli dan kepalanya terasa gatal.
__ADS_1
"Ru,,rubah hitam apa itu geli sekali?"
"Itu yang aku bicarakan,,sebaiknya hati-hati"
"sssshhhh"
Kelabang itu mengeluarkan suara mendesis dan menyerang Xiao Feng dan Feng Xi.Xiao Feng mengeluarkan kipasnya dan langsung mengirimkan semburan api membakar para kelabang yang menyerang.Tercium bau gosong saat api Xiao Feng membakar kelabang.Kelabang yang lain menjauh karena tidak tahan dengan panas api keemasan milik Xiao Feng.
Xiao Feng dan Feng Xi terus berjalan sambil menyemburkan api emasnya.Kelabang-kelabang itu seolah tidak ada habisnya mereka menyerang dari berbagai sudut.
"Sial serangga ini seolah tidak ada habisnya" maki Xiao Feng sambil terus mengibaskan kipasnya.
"Hei rubah hitam kita lewati saja,,jika terus begini kita repot juga" kata Feng Xi,dia juga mengeluarkan jarum es kecil yang di tembakkan ke arah kelabang yang ada dibelakangnya.
"Lewati bagaimana Xixi kau lihat sendiri banyaknya mereka"
"Ya sudah kita bunuh saja yang mendekat"
Mereka terus berjalan dan menyerang.Setelah satu jam berjalan Xiao Feng melihat ada lubang dengan lebar 10 meter memanjang membelah lorong.Tapi anehnya biarpun lorong itu terbelah sampai bagian atasnya,tidak terlihat ada sinar masuk.
Tanpa fikir panjang mereka langsung meloncat dan kelabang yang tidak bisa mengejar.Xiao Feng dan Feng Xi menghela nafas melihat itu.
"Fiuuhh jika nanti aku kesini lagi akan ku jadikan serangga itu sate" Xiao Feng merutuk.
Kemudian mereka berjalan lagi,ketika sudah berjalan sejauh 100 meter,disamping kiri ada pintu.Xiao Feng berhenti dan mendorong pintu itu.Ketika pintu itu terbuka,mata Xiao Feng dan Feng Xi silau,setelah menyesuaikan diri,mata mereka membulat melihat apa yang ada didepannya.Apalagi Xiao Feng rahangnya sampai jatuh ke bawah.Feng Xi yang melihat Xiao Feng seperti itu sontak tertawa kecil dan mengatupkan rahang Xiao Feng dengan tangannya.
"Kau,,si rubah hitam bisa-bisanya Tuan Muda sepertimu bertingkah konyol"
"Aku hanya terkejut dan ini adalah sesuatu yang menyegarkan mata."
Rupanya yang membuat mereka terkejut yaitu banyaknya peti yang terbuka berisi koin emas dan batu roh tingkat rendah.Disudut ruangan bahkan ada banyak botol pil yang di perkirakan berada di tingkat 5-6,,
"Xixi apakah aku bermimpi?" Xiao Feng berkata pelan.
"Plakkk"
"Adduhh,Xixi brengsekk kenapa kau menamparku" teriak Xiao Feng kesal yang pipinya terasa panas ditampar Feng Xi.
__ADS_1
"Hahaha,,kalau kau merasa sakit,berarti kau tidak bermimpi"
**** bersambung