Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 348 Meninggalkan Istana Kerajaan Zhu


__ADS_3

****


"Jadi kau ini yang menolong Lian'er di situs warisan sewaktu kompetisi bela diri itu?" ucap Raja Zhu Cheng, Xiao Feng menganggukkan kepalanya. Saat ini mereka sedang berkumpul di aula istana dengan jamuan makan malam.


"Hanya pertolongan kecil saja, lagipula aku mana mungkin diam saja"


"Aku tidak tahu harus berkata apa tuan muda Feng kau sangat berjasa bagi kerajaan Zhu"


"Raja tidak perlu sungkan seperti itu!"


"Hebat sekali tuan muda ini, memiliki kemampuan hebat dan kepribadian baik pasti memiliki latar belakang kuat dibelakangnya" gumam Zhu Cheng, mereka membicarakan beberapa hal mengenai kejadian yang terjadi hari ini sampai larut malam.


"Tuan muda bagaimana kalau anda beristirahat dulu malam ini disini!" ucap Zhu Cheng.


"Baiklah kalau begitu, terimakasih yang mulia!" ucap Xiao Feng.


"Lian'er antar tuan dan nona muda ke kamar untuk beristirahat" ucap Zhu Cheng dan Zhu Lian menganggukkan kepala.


"Silahkan tuan muda Feng!"


Mereka diantar menuju kamar tamu, namun yang membuat bingung bagaimana Xiao Feng, Feng Xi dan Lin Mei Ling. Karena raja sudah salah faham mengira dua gadis cantik itu istrinya.


"Tuan muda Feng selamat beristirahat!" ucap Zhu Lian sambil tersenyum aneh dan senyuman itu hanya di fahami oleh sesama pria.

__ADS_1


"Kau senang sekali melihatku menderita!" ucap Xiao Feng, Zhu Lian hanya tertawa kecil. Setelah berbincang sebentar Zhu Lian pun meninggalkan mereka.


"Sudahlah jangan kau bingung aku dan Mei Ling satu kamar kau bisa pergi ke tempat lain,, ayo Mei Ling kita ke kamar dulu aku punya beberapa baju bagus cocok denganmu!" ucap Feng Xi sambil menggandeng tangan Lin Mei Ling.


"Aku!"


"Sudahlah jangan pedulikan rubah hitam itu, dia bisa tidur dimana saja haha!" ucap Feng Xi lalu masuk ke dalam kamar bersama Lin Mei Ling dan menutup pintu, tepat ketika Xiao Feng hendak masuk dan alhasil kepalanya terbentur pintu.


"Haisss kalau tidak sayang sudah ku lempar dia ke kandang harimau, gadis itu tidak berubah sedikitpun" ucap Xiao Feng, Bai Hu hanya menahan tawa melihatnya.


"Apa yang kau lihat?!" ucap Xiao Feng sambil mendelikkan mata ke arah Bai Hu, Bai Hu langsung memalingkan wajah ke arah lain sambil bersiul kecil.


"Aku tidak melihat apa-apa tuan, mataku mendadak buta" ucap Bai Hu, Xiao Feng menatap datar Bai Hu lalu akhirnya pergi ke tempat lain dan membuka dunia jiwa sedangkan Bai Hu dan Qing Long berdiri didepan kamar menjadi penjaga. Didalam kamar kedua gadis cantik itu terlihat berbincang cukup seru, Feng Xi yang memang dasarnya pandai mengambil hati orang membuat Lin Mei Ling merasa senang.


"Feng Xi kisahmu dengan Feng memang luar biasa aku sangat mengagumi kalian kisah kalian berdua" ucap Lin Mei Ling, Feng Xi memang bercerita tentang dia dan Xiao Feng saja. Tentu masa lalu Xiao Feng tidak dia diceritakan bagaimanapun itu adalah privasinya Xiao Feng.


"Coba kau ceritakan kisahmu sampai bisa berada disini!" ucap Feng Xi, Lin Mei Ling agak ragu namun melihat wajah Feng Xi yang dibuat sok polos dengan puppy eyes Lin Mei Ling hanya menghela nafasnya pelan dan tersenyum.


"Baiklah tapi cerita ini agak panjang!"


"Tenang saja ada arak disini!" ucap Feng Xi lalu mengeluarkan dua guci arak dari cincin penyimpanannya, dan akhirnya sampai pagi kedua gadis itu tidak tidur mereka asyik berbincang. Yah namanya wanita kalau sudah berkumpul pasti ada saja yang dibicarakan. Sementara Xiao Feng didunia jiwa sedikit kesal hatinya niat dia ingin berduaan bersama Feng Xi malah gadis cantik itu bersama Lin Mei Ling. Akhirnya dia menggunakan waktu saja untuk berkultivasi, dengan membunuh banyak orang pasukan berbaju hitam yang menyerang kerajaan hanya sedikit lagi Xiao Feng naik ke alam


****

__ADS_1


Keesokan pagi harinya Xiao Feng dan yang lainnya berpamitan, masalah sekte aliran hitam yaitu sekte Golok Kuning dan sekte Kalajengking Merah dikerajaan Zhu yang meresahkan sudah Xiao Feng musnahkan berikut rencana pemberontakan juga berhasil diatasi. Keluarga perdana mentri pun diadili oleh Raja Zhu Cheng dengan hukuman mati bahkan sampai wanita dan anak-anakpun dihabisi, terkesan kejam memang namun begitulah seharusnya jika dibiarkan besar kemungkinan akan membalas dendam di masa depan.


Bahkan raja Zhu Cheng sendiri marah besar kepada klan dan sekte aliran putih yang malah pergi disaat pertempuran berlangsung, biarpun mereka tahu kalau lawan sangat kuat dan mereka hanya berusaha menyelamatkan diri namun itu mencerminkan sikap buruk yang tidak mau membela negara, raja Zhu Cheng sendiri langsung memberi surat peringatan dan hukuman berupa denda sebagai kompensasi untuk membangun ulang wilayah ibukota yang dibeberapa titik terjadi kerusakan.


"Yang mulia kami pergi dulu, terimakasih sudah menerima kami!" ucap Xiao Feng sambil menangkupkan kedua tangan.


"Kami yang seharusnya berterimakasih jika tidak ada tuan muda Feng aku tidak tahu kerajaan akan bagaimana!" ucap Zhu Cheng, setelah berpamitan Xiao Feng, Feng Xi, Lin Mei Ling serta Bai Hu dan Qing Long pun melesat meninggalkan istana. Pangeran Zhu Lian masih menatap kepergian Xiao Feng dia menghela nafasnya pelan.


"Mei Ling semakin ku kejar kau semakin jauh,," gumamnya, dia dari pertemuan pertama memang sudah jatuh hati kepada Lin Mei Ling namun dia juga tahu kalau gadis cantik itu mencintai Xiao Feng, Raja Zhu Cheng menepuk pelan pundaknya dari belakang.


"Ayah tahu kau menyukai gadis cantik berambut hitam itu, tapi dia istri orang" ucap Zhu Cheng, Zhu Lian memalingkan pandangannya seraya tersenyum.


"Ayah,, Lin Mei Ling bukan istri Hei Feng Xi,,, yang istrinya itu adalah gadis cantik berambut putih Bai Feng Xi" ucap Zhu Lian dan tentu saja Zhu Cheng sedikit terkejut.


"Hahaha baguslah kau memiliki kesempatan!"


Zhu Lian tiba-tiba berlutut dan menangkupkan kedua tangannya "Ayah izinkan aku pergi!"


"Kenapa kau mau pergi, mau mengejar gadis itu?"


"Bukan ayah,, aku ingin bertualang mencari pengalaman dan menambah kekuatan dengan situasi hidup dan mati. Aku tidak ingin kejadian seperti ini ketika terjadi dimasa depan aku tidak bisa berbuat apa-apa aku merasa malu sebagai pangeran tidak memiliki kemampuan. Hei Feng Xi sendiri biarpun aku tidak tahu asal usulnya tapi yang jelas dia juga merupakan keluarga kerajaan tapi berani bertualang!" ucap Zhu Lian, Zhu Cheng mengelus dagunya.


"Ayah juga merasa kalau Hei Feng Xi bukan orang sembarangan,, tapi jika kau ingin pergi bicarakan dulu dengan ibumu!" ucap Zhu Cheng, lalu ayah dan anak itu memasuki istananya.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2