
****
Feng Xi kini sedang berada dipuncak bukit Wu,sebuah bukit kecil yang terletak di perbatasan Huangzhou dan Youngzhou dia menatap batu nisan didepannya,setelah membungkuk tiga kali dia terbang menuruni bukit.Namun setelah melewati sungai tidak berselang lama dia merasakan aura kuat dari sekelompok orang yang mengikutinya dari belakang.
"Hmm 4 orang di Alam Ilahi *3 tampaknya mereka sudah mengetahui kalau token Longbai ada di tanganku" gumam Feng Xi.Dia menambah kecepatannya,orang yang mengikutinya juga melakukan hal yang sama.Setelah satu jam Feng Xi sampai di sebuah tepi jurang dan orang yang mengikutinya mengepung Feng Xi.Feng Xi turun dan menatap orang yang mengepungnya.
"Bai Feng Xi serahkan token Longbai pada kami"ucap salahsatu orang yang mengikutinya.
"Siapa kalian dan kenapa menginginkan benda yang jelas tidak berada di tanganku?" Feng Xi tersenyum main-main.
"Ketahuilah orang yang kau bunuh kemarin adalah orang-orangku,hari ini sebaiknya kau menyerah dan serahkan benda itu pada kami.Maka kematianmu tidak akan merasa sakit"ucap pemimpin kelompok itu.Dia bernama Zhao Yinghai salahsatu petinggi dari kelompok Naga Hitam.Kemarin setelah mendapat laporan kalau anggotanya yang ditugaskan untuk mengambil token Longbai terbunuh semua oleh seorang gadis berambut putih dia mengumpulkan para petinggi untuk mengejar Feng Xi.
"Owh kalian dari kelompok Naga Hitam,hmm sepertinya dunia begitu sempit" Feng Xi berkata,diam-diam dia mengeluarkan selendangnya dan tentu saja Zhao Yinghai dan yang lainnya melihatnya.
"Hoho,,kau gadis yang berani cukup menarik,,namun kau sebentar lagi akan menyesali kenapa hanya sebentar melihat dunia"Zhao Yinghai menyeringai dia juga mengeluarkan senjatanya yang berupa saber berwarna hitam yang dilapisi racun.
"Ketua sayang sekali kalau langsung membunuhnya,dia begitu cantik aku sangat ingin merasakan bagaimana rasanya menunggangi dewi wanita nomor satu di dunia kultivator awan biru"ucap seorang bawahannya mesum.Dia menatap Feng Xi dengan tatapan lapar seolah Feng Xi adalah makanan.
"Kau atur sajalah yang penting tugas utama kita jangan sampai lupa"Zhao Yinghai berkata tegas.
"Tentu saja ketua"
Mereka berempat langsung menyerang Feng Xi dengan melemparkan sabernya,Feng Xi yang sudah sejak tadi waspada melompat tinggi ke atas memutarkan selendangnya memapasi saber yang terbang ke arahnya.
"Trankk..trank.."
__ADS_1
Seolah terbuat dari logam selendang itu mengeluarkan suara berdentang ketika beradu dengan saber.Zhao Yinghai segera mengirimkan serangan susulan dengan elemen api yang dibentuk menjadi seperti bola besar.
"Wushhh"
Bola api melesat kencang ke arah Feng Xi.Feng Xi yang melihat segera memutar selendangnya ke sekitar badan,butiran es berjatuhan dan memadat menciptakan sebuah bentuk seperti bola membungkus tubuh Feng Xi.
"Blaarr,,,cheeesstt"
Bola api mengenai pelindung yang dibuat Feng Xi menyebabkan retakan dan asap tipis.Setelah asap menghilang Feng Xi menyerang balik dengan serangan tombak es besar.
"Shiuutt...Wuushh"
Zhao Yinghai menghindar ke samping dan serangan tombak itu lewat disamping tubuhnya hawa dingin terasa menusuk kulit ketika tombak itu melewatinya.
Kini Feng Xi bertarung habis-habisan selain di serang secara bersamaan kultivasi mereka juga satu tingkat diatasnya cukup membuat Feng Xi kerepotan dan dengan cepat qi nya terkuras.
Kini setelah setengah jam bertarung Feng Xi yang sudah kehabisan Qi nya berdiri dengan kaki gemetar ditepi jurang.
"Sial sekali aku hari ini bertemu orang seperti mereka aku harus kabur tapi bagaimana caranya"Feng Xi berkata dalam hati sambil melirik kiri kanan.Zhao Yinghai yang melihat gelagat hanya tersenyum tipis.
"Mau mencoba kabur tentu saja tidak mungkin,kau sudah ditakdirkan tamat riwayatmu di tangan kami,jika kau menyerah tentu kami akan mempertimbangkan sebelum kau mati kau akan merasakan dulu apa itu wanita hahaha"Zhao Yinghai tertawa lebar diikuti tiga rekannya.
"Cih sampai matipun aku tidak akan menyerah"
"Kau gadis yang keras kepala,baiklah ayo bunuh dia biar tugas kita cepat selesai"Zhao Yinghai kembali mengeluarkan bola apinya dan menyerang Feng Xi.Feng Xi berusaha mengalirkan qi terakhirnya dia menyemburkan air dari mulutnya ketanah dari kanan ke kiri,kemudian dinding es terbentuk cepat tepat ketika bola api itu telah berada lima langkah didepannya.
__ADS_1
"Boom"
Bola api mengenai dinding es Feng Xi dan hancur berantakan,Feng Xi terdorong ke belakang da jatuh ke dalam jurang yang dalam.Zhao Yinghai yang melihat segera mengejar namun kasip.Feng Xi sudah terjatuh dan dia tidak sempat mengejar.
"Sial dia jatuh ke dalam jurang,,kita selidiki dulu benar atau tidak token itu ditangannya nanti kita kembali lagi ke sini"Zhao Yinghai berkata kepada bawahannya dan mereka pun meninggalkan tempat itu.
Sementara Feng Xi yang masih melayang di dalam jurang dia memejamkan matanya karena kehabisan tenaga,Feng Xi sudah yakin kalau dia akan mati mengenaskan di tempat ini.Namun tiba-tiba dia merasa ada dua tangan hangat yang menangkap tubuhnya.Dia membuka matanya sekilas melihat seorang pria muda yang sangat tampan dengan bola mata berwarna emas yang menggendong tubuhnya.Feng Xi tersenyum dan diapun pingsan.
****
Sebelumnya ketika Feng Xi membantai kelompok Naga Hitam yang mengejar Xu Kong. Xiao Feng sudah mendengar kabar itu berkat cepatnya informasi Paviliun Gagak Hitam dia dengan cepat pergi menuju ke tempat Feng Xi dengan Bai Hu dipundaknya.
"Bai Hu semoga saja benar kalau token itu di tangannya."Xiao Feng yang sedang terbang berkata pada Bai Hu.
"Meooww..benar atau tidak kita harus memastikannya tuan" Bai Hu menyahuti perkataan Xiao Feng setelah menguap lebar,kemudian menjilati kaki depannya dan diusap-usap ke wajahnya.
"Benar kita harus memastikannya."Xiao Feng kemudian menambah kecepatan terbangnya menuju tempat Feng Xi.Tidak berselang lama dia sudah sampai dan merasakan jejak aura dari Feng Xi yang menuju ke arah tepi jurang.Dia mengikutinya.Ketika sampai tampak ada bekas pertarungan hebat.Tanah berlubang pepohonan banyak yang tumbang dengan butiran es dan api yang tersebar dimana-mana.
"Ini elemen es milik Xixi"Xiao Feng mengambil butiran es ditanah dan meremasnya.Bai Hu yang memiliki penciuman tajam dia merasakan aura. Feng Xi didalam jurang yang sedikit melemah.
"Tuan,,tampaknya nona Feng jatuh ke jurang"
"Ya aku juga merasakannya kau tunggu disini siapa tahu orang yang bertarung dengan Xixi kembali lagi"Tanpa menunggu jawaban dari Bai Hu,Xiao Feng melesat ke dalam jurang dan melihat kalau Feng Xi sedang melayang jatuh.Dia dengan segera menangkap tubuh lembut Feng Xi kemudian membawanya terbang ke atas.
**** bersambung
__ADS_1