Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 368 Agen nomor 6 Kalah


__ADS_3

****


"Boom!"


Pertarungan pun berlanjut, Su Lio yang sudah memegang senjatanya masih kesulitan menghadapi Bai Hu yang hanya dengan tangan kosong. Berkali-kali serangan Bai Hu mampir ditubuhnya dan membuat amarahnya bergejolak apalagi Bai Hu melawannya seperti bermain-main, Su Lio tidak tahu kalau kekuatan mereka terpaut jauh dimana dia berada di ranah Dewa Putih tahap awal sedangkan Bai Hu sama dengan Xiao Feng di Dewa Merah tahap menengah.


Su Lio mulai mengerahkan segala kemampuannya, dia menerjang ke arah Bai Hu dengan melemparkan pedangnya, Pedang itu berputar seperti gasing ke arah Bai Hu, tidak hanya sampai disitu Su Lio membuat segel tangan dengan cepat.


"Elemen Api : Api Magma!"


"Wuusshh!"


Dari bawah tanah muncul semburan lumpur merah pekat sangat panas dengan mengeluarkan asap, Su Lio memang menguasai elemen api dan tanah jadi dia menggabungkan kedua elemen membentuk serangan dahsyat. Bai Hu dengan santai melompat ke atas lalu tangan kanan dikibaskan tiga kali.


"Cakar Harimau!"


"Wuusshh!"


"Wusshh!"


"Wusshh!"


Tiga buah siluet cakar besar dari elemen angin muncul dan langsung menghantam pedang sekaligus semburan lumpur panas Su Lio.


"Blaarrr!"


"Booom!"


Bunyi ledakan keras tercipta ketika serangan mereka beradu, lumpur panas bermuncratan ke segala arah dan menghanguskan beberapa pohon teh. Su Lio merasa tertekan dan dengan segera merubah tekniknya.


"Elemen Api : Semburan Api Neraka!"


Mulut Su Lio membuat gerakan meniup dan dari mulutnya muncul semburan api yang sangat besar ke arah Bai Hu.


"Cih api mu masih lebih rendah dibanding Zhu Que!" seru Bai Hu lalu dia melakukan hal yang sama, mulutnya melakukan gerakan meniup. Tak lama kemudian sebuah angin deras muncul dan membelah api Su Lio.


"Wuusshh!"


"Booom!"


Su Lio terhempas ke belakang hingga menabrak beberapa batu besar seraya menyemburkan darah kental dari mulutnya, dia kemudian bangkit berdiri dengan lutut gemetar.


"Sialan bocah ini kekuatannya tidak main-main aku harus kabur dulu!" gumamnya lalu melemparkan bola asap ke tanah sambil melesat melarikan diri dengan kecepatan maksimalnya, Su Lio tidak perduli pedangnya yang telah menemani dia selama puluhan tahun itu ditinggalkan yang penting lari dulu. Bai Hu yang mengetahui gelagat tentu tidak akan membiarkan. Dengan cepat dia melesat mengejar Su Lio.

__ADS_1


"Haha mau lari tidak semudah itu!" ucap Bai Hu sambil tangan kanan di pukulkan ke depan.


"Wusshh!"


Lima buah pisau dari elemen angin melesat mengejar Su Lio, Su Lio merutuk ketika lima pisau itu terus mengejarnya. Memang sudah merupakan sifat binatang buas seperti harimau tidak langsung membunuh mangsa. Para predator cenderung mempermainkan dulu mangsanya sebelum membunuhnya, itu merupakan tabiat para pemangsa karena para pemangsa sangat senang melihat jejak keputusasaan mangsanya.


"Shiiutt!"


Karena dirasa tidak bisa lolos Su Lio mengadu nasib, dia mengerahkan seluruh energi Qi nya ke tangan kanan lalu dipukulkan ke tanah.


"Elemen Tanah : Pelindung Kehidupan!"


"Wuuungg!"


Muncul dinding tebal dari elemen tanah untuk menahan serangan pisau angin Bai Hu, tetapi tetap saja tidak berguna selain kalah dalam level teknik dalam hal kekuatan juga kalah jauh.


"Kraakkk!"


"Zeppp,, zeepp!"


"Tidaakk,, aku tidak rela mati disini,, uhukkk!"


Lima pisau angin menghancurkan dinding pelindung Su Lio dan langsung menembus lima bagian tubuhnya di titik jantung, kepala dan bagian bawah tubuhnya. Su Lio limbung dan ambruk ke tanah. Berakhirlah riwayat agen nomor 6 di tangan Bai Hu.


"Lumayan kaya juga si brengsek ini,, saatnya ke kota mencari informasi dan sedikit bersenang-senang!" ucap Bai Hu girang lalu sosoknya melesat cepat ke arah Utara.


****


[Ding,, selamat tuan telah membunuh di level Dewa Putih mendapatkan 2 juta PS dan 20 juta PP]


Xiao Feng yang sedang terbang ke arah timur berhenti sejenak ketika mendengar pemberitahuan, baru saja hendak bertanya kepada sistem batu giok komunikasinya bergetar, Xiao Feng mengambil dan melihat siapa yang mengirim pesan.


"Tuan aku telah menghabisi salah satu anggota Organisasi Kapak Ganda nomor 6 aku saat ini sedang berada di kota Hanzhou"


Xiao Feng melihat yang mengirimnya adalah Bai Hu, dia tersenyum tipis lalu dia segera melesat ke arah kota Hanzhou, karena tidak tahu dimana letak persis kota itu biarpun berjarak hanya sekitar 300 kilometer, Xiao Feng langsung saja menggunakan teleportasi ke tempat Bai Hu.


****


Kota Hanzhou


Sebuah kota pinggiran pusat alam dewa yang lumayan ramai dan makmur biarpun tengah malam juga kota itu tetap saja ramai, selain karena kota itu lumayan besar banyak pengelana, saudagar, pedagang maupun klan singgah untuk beristirahat. Tidak hanya beristirahat di kota Hanzhou ini cenderung bebas, dibeberapa titik terdapat penginapan, rumah judi, rumah pijat sekaligus merangkap rumah bordil berdiri.


Para penduduk asli juga memiliki kekuatan cukup kuat untuk ukuran alam dewa, dimana rata-rata berada di alam Raja Berlian untuk warga biasa, Xiao Feng sendiri terkagum karena melihat pemandangan itu.

__ADS_1


Xiao Feng sengaja muncul agak jauh didepan gerbang kemudian melanjutkan berjalan kaki, telinganya menangkap suara.


"Rubah hitam kau memasuki kota, aku ingin ikut bosan disini terus" rupanya Feng Xi yang berbicara.


"Hai kau tidak berlatih?"


"Hehe selepas kau pergi aku dan Mei Ling mengobrol dulu, ayolah sesekali aku juga ingin melepas penat dalam latihan,, ayo cepat keluarkan aku" seru Feng Xi, Xiao Feng menghela nafasnya panjang yah bagaimanapun dia akan menuruti gadisnya sebab dia tahu kalau Feng Xi keinginannya tidak dituruti dia akan mengomel panjang lebar dan suka mengungkitnya di masa depan.


Tak lama pusaran seperti riak air muncul diudara dan dua sosok gadis cantik muncul, Feng Xi dan Lin Mei Ling.


"Tidak apa-apa aku juga mengajak Mei Ling?" ucap Feng Xi, Xiao Feng tersenyum saja "Tidak apa-apa, kita berjalan-jalan dulu, tunggu sebentar, Bai Hu dan Qing Long kau kesini cepat!" ucap Xiao Feng mengirim pesan suara. Qing Long yang lokasinya jauh muncul dalam 5 menit, sedangkan Bai Hu baru muncul setelahnya.


"Tuan!" ucap Qing Long dan Xiao Feng hanya menganggukkan kepala namun dia heran melihat Bai Hu yang muncul dengan wajah penuh senyum dibuat-dibuat.


"Tuan,, hehe akhirnya kau kesini juga, eh ada Nona Feng dan Nona Mei,, hai nona cantik" ucap Bai Hu, Feng Xi dan Lin Mei Ling membalas hormat Bai Hu.


"Katakan kenapa kau seperti itu!" ucap Xiao Feng melihat Bai Hu agak sedikit curiga. Bai Hu berjalan mendekati Xiao Feng sambil menggosokkan kedua tangannya lalu dengan suara pelan dia memiringkan tubuhnya lebih dekat ke arah Xiao Feng.


"Anu,, tuan bisa pinjam dulu 100 batu roh nanti aku kembalikan" ucap Bai Hu dengan malu-malu, Xiao Feng menghela nafasnya. Feng Xi mendekati Bai Hu dan menjewer telinga kanannya


"Awww, nona sakit ini" ucap Bai Hu yang telinganya dijewer Feng Xi


"Kau harimau nakal, meminjam uang apa kau kalah berjudi dan main dirumah bordil hah?" ucap Feng Xi dengan mata melotot, Lin Mei Ling tertawa kecil melihat adegan itu.


"Itu,, nona aku dijebak jadi semua uangku habis!"


"Sudahlah ayo masuk, ini kau ambil ini hitung-hitung hadiah atas keberhasilan mu" ucap Xiao Feng lalu melemparkan cincin penyimpanan, Bai Hu dengan sigap menangkap.


"Wah,, tuan kau memang tuan terbaik sepanjang masa!" ucap Bai Hu.


"Eeettt jangan memelukku kau kira aku ini apa?" seru Xiao Feng yang melihat Bai Hu sudah mendekati dan siap memeluk Xiao Feng.


"Hehe!"


Xiao Feng pun memasuki kota dengan Feng Xi dan Lin Mei Ling di kiri kanan sedangkan Bai Hu dan Qing Long mengekor dibelakangnya. Diapit dua gadis tercantik di alam manusia dan alam roh tentu saja semua orang yang melihat itu termasuk beberapa pemuda baik dari tuan muda atau pemuda biasa iri.


"Sial bajingan itu benar-benar mendapatkan pelukan dari kiri dan kanan. Aku baru melihat gadis-gadis sangat cantik seperti mereka!" seru salahsatu tuan muda.


"Tentu saja, selain wajahnya sangat tampan dilihat dari penampilannya dia juga pasti tuan muda klan bangsawan. Lihat saja dua pengawalnya saja memancarkan aura kuat" ucap temannya.


"Hahh langit memang tidak pernah adil, jika yang tampan milik yang cantik lantas bagaimana dengan kita haha"


"Kita hanya jadi penonton haha!"

__ADS_1


****bersambung****


__ADS_2