
*****
Xiao Feng dan Feng Xi ditemani Bai Hu dan Yuan Li sudah sampai di desa yang tidak terlalu jauh dari ibukota, letaknya sekitar 15 kilometer sebelah tenggara dan merupakan daerah yang jarang hujan meski begitu para warganya sebagian besar bermatapencaharian dengan bercocok tanam.
Xiao Feng melihat memang keadaan desa lumayan memprihatinkan biarpun tidak parah, kelaparan akibat gagal panen sangat terasa bagi warga, mereka bisa bertahan berkat sisa dari panen sebelumnya yang melimpah. Xiao Feng dan yang lainnya segera memasuki desa.
"Pangeran Xiao harga kue disini lumayan mahal ya!" ucap Feng Xi sambil menggigit kue yang baru dibelinya.
"Xixi, aku lebih suka kau memanggilku seperti biasa. Kau memanggilku pangeran atau tuan muda aku merasa sangat asing" ucap Xiao Feng lalu mengambil satu kue Feng Xi lalu memasukkan kemulutnya dengan cepat. Feng Xi hanya melototkan matanya saja.
"Yeahh,, baiklah baiklah rubah hitam jika itu maumu!" Feng Xi berkata. Keduanya masih berjalan-jalan mengamati desa sementara Yuan Li dan Bai Hu berpencar mencari informasi.
"Wajar lebih mahal karena harga bahan disini saat ini di kirim dari ibukota otomatis biaya pengiriman yang mahal berimbas pada harga. Apalagi lagi musim gagal panen kebutuhan banyak tapi barang kurang tentu jadi mahal" ucap Xiao Feng.
"Iya juga ya,, apa kepala desa disini tidak melakukan apapun?"
"Entahlah, yang jelas kita akan tahu nanti"
Xiao Feng dan Feng Xi singgah di sebuah penjual mie pinggir jalan. Kebetulan ada dua kursi sisa yang masih kosong.
"Bos,, siapkan mie 2 mangkuk yang satu tambahkan daging lebih banyak" ucap Feng Xi. Pelayan mengangguk lalu berlalu menyiapkan pesanan. Tak lama pesanan mereka datang, Feng Xi langsung makan dengan cepat sampai mulutnya menggembung lucu, Xiao Feng sendiri hanya tersenyum melihatnya dia makan dengan santai menjepit mie nya dengan sumpit. Feng Xi yang sudah menghabiskan satu mangkuk menatap Xiao Feng.
"Kenapa?" tanya Xiao Feng. Feng Xi tidak menjawab hanya menunjuk mangkuk kosong.
"Kau bebas mau tambah berapapun semuatnya diperutmu!" ucap Xiao Feng yang membuat Feng Xi senang lalu tanpa tanggung memesan 10 mangkuk sekaligus.
"Astaga apa kau yakin bisa menghabiskan semuanya?" tanya Xiao Feng ketika melihat 10 mangkuk mie hangat sudah berjejer didepan Feng Xi.
__ADS_1
"Tentu saja, mereka sangat senang masuk ke perutku dan menjadi energiku!" ucap Feng Xi lalu mulai memakan mienya. Xiao Feng hanya menggelengkan kepalanya saja sambil sesekali tertawa melihat gadis itu makan. Setelah semuanya habis mereka berdua duduk sebentar dan tak lama kemudian Bai Hu dan Yuan Li datang.
"Tuan Muda"
"Tuan"
"Kita bicara di tempat lain?" ajak Xiao Feng lalu meninggalkan tempat itu setelah membayar, dia menuju ke sebuah tempat yang agak jauh dari kerumunan lalu membuka dunia jiwa. Xiao Feng masuk bersama Feng Xi, Bai Hu dan Yuan Li.
"Jadi apa hasil pengamatan kalian?" tanya Xiao Feng, kini mereka berempat sedang duduk digazebo didekat istana Xiao Feng.
"Sebenarnya berita gagal panen yang mengakibatkan kelaparan ini sengaja disebar keluar, padahal air sungai dari hulu lancar" ucap Yuan Li.
"Ketika aku mengamati wilayah kediaman kepala desa aku melihat banyak anak muda sebagian besar gadis memasuki kediaman tapi aku merasakan aura jahat dari kediaman itu" ucap Bai Hu juga memberi laporan.
"Aura jahat biasanya berasal dari elemen kegelapan dan kita tahu kalau elemen kegelapan identik dengan ras iblis" ucap Feng Xi. Xiao Feng juga berfikiran sama apa benar ada kemunculan ras iblis, pertama kali dia merasakan ada aura kegelapan di Alam Manusia saat binatang buas menyerang Qingzhou sekarang di wilayahnya sendiri ada yang memiliki elemen kegelapan.
"baik tuan!"
*****
Malam pun turun Xiao Feng bersama Feng Xi keduanya mengenakan pakaian hitam seperti assassin bergerak cepat diantara pepohonan dan atap rumah warga, mereka berdua seolah menyatu dengan gelapnya malam hanya terlihat mata emas yang bersinar saja dari Xiao Feng. Mereka berdua sampai dan mendarat dipohon tinggi, Xiao Feng mengarahkan pandangannya ke arah kediaman lumayan besar dengan teknik matanya.
"Apa kau melihat sesuatu?" tanya Feng Xi
"Sejauh ini belum ada pergerakan tapi aku melihat dibagian belakang kediaman itu berkumpul beberapa orang, kalau melihat dari aliran darah yang kacau kemungkinan mereka terkena ilusi atau bius" jawab Xiao Feng.
"Kalau begitu ayo kita langsung menerobos" ucap Feng Xi sambil bersiap melesat, Xiao Feng dengan cepat memegang kerah belakang Feng Xi dan menariknya seperti menarik kucing.
__ADS_1
"Eeehh,, mau kemana tunggu sebentar sampai pelaku utama muncul, kau ini tidak tahu teknik mengintai ya!" ucap Xiao Feng.
"Ishh,, kau ini ya tidak perlu menarikku seperti itu,, memangnya aku kucing!" ucap Feng Xi merenggut kesal, biarpun memakai cadar namun tetap lucu ekspresi kesalnya Dimata Xiao Feng. Mereka menghentikan perdebatan saat terdengar samar suara seperti lonceng dipukul pelan. Mungkin bagi orang biasa tidak akan terdengar tapi bagi Xiao Feng dan Feng Xi yang sudah melewati ranah Alam Fana tentu saja bisa mendengar dengan jelas. Seketika mereka berdua menajamkan penglihatan melihat ke arah kediaman.
Dibagian belakang kediaman kepala desa berbatasan dengan tebing ada sebuah gua kecil didalam gua kecil terlihat sosok pria paruh baya sedang duduk berlutut didepan sebuah artefak berbentuk guci kecil.
"Semua sudah siap yang mulia!" ucap pria paruh baya yang merupakan kepala desa.
"Kekekeke,, segera persembahkan mereka kepadaku dan sebagai imbalan kau nanti akan mendapatkan kekuatan lebih besar dari kemarin!" dari dalam guci sebuah suara samar seolah dari dasar jurang terdengar.
"Baik yang mulia!"
Kepala desa keluar dari gua lalu menemui sekitar lima orang gadis yang duduk melingkar diatas tanah. Kepala desa dengan qi nya membuat benang qi dan melilit kelima gadis itu lalu membawa masuk ke dalam gua.
Xiao Feng dan Feng Xi yang melihat langsung menyamarkan auranya dan melesat dengan cepat mengikuti kepala desa ke dalam gua tanpa diketahui.
Didalam gua seorang gadis berusia 17 tahun kemudian dibawa oleh kepala desa ke bagian tengah gua lalu ditidurkan diatas batu besar kemudian kepala desa melucuti semua pakaiannya, Xiao Feng yang sedang bersembunyi tidak menyangka sama sekali dan Feng Xi langsung menutup mata Xiao Feng dengan tangannya.
"Jangan kau berani membuka mata tanpa kusuruh!" bisik Feng Xi. Xiao Feng mengangguk faham, Feng Xi kemudian melihat lagi ke depan. Kepala desa itu mengambil air dari kolam kecil disamping batu besar lalu mengguyurkan dari kepala sampai ke kaki gadis itu setelah selesai dia mengambil pisau besar dan berkomat Kamit lalu dengan cepat dia memenggal leher gadis itu tanpa Feng Xi sadari.
"Crasshhh!"
Kepala gadis jatuh berdebuk, tidak ada jerit kesakitan darah dari leher memancar deras dan anehnya darah itu tidak tumpah ke bawah melainkan melayang ke arah guci yang terletak tidak jauh didepannya. Feng Xi sampai melepaskan pegangan tangannya dari Xiao Feng jatuh terduduk, Xiao Feng yang memang sudah mengetahui kejadian itu berkat teknik matanya tidak kaget, dia menangkap Feng Xi yang lemas lalu mengalirkan qi nya untuk menetralkan keterkejutannya.
"Kau baik saja?"
"A..aku terimakasih,, aku sangat kaget dan belum terbiasa melihat manusia diperlakukan seperti itu" ucap Feng Xi yang sudah baikan. Xiao Feng hanya tersenyum lalu melihat ke depan, mayat gadis itu kering dan kepala desa melemparnya ke samping lalu bergerak mengambil gadis kedua.
__ADS_1
**** bersambung