Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 227 Berpencar Mencari Petunjuk


__ADS_3

*****


Xiao Feng sudah kembali ke paviliunnya dan dia langsung meminta Yuan Li untuk memberi tahu jaringan seluruh cabang markas paviliun Gagak Hitam diseluruh dunia untuk mencari tahu pecahan artefak yang dia temukan digunung Shangzi.


"Feng Ge apa kau menemukan sesuatu?" tanya Feng Xi, saat ini mereka berdua sedang duduk di halaman belakang.


"Aku menemukan sebuah pecahan artefak yang kemungkinan digunakan oleh ras iblis untuk memasuki alam manusia" jawab Xiao Feng.


"Berarti masih ada pecahan yang lain"


"Benar dan salahsatunya ada ditangan Ling Xu Yuan!" ucap Xiao Feng dan membuat Feng Xi mengerutkan keningnya, tangannya yang hendak meminum arak terhenti.


"Kenapa dia memilikinya?" tanya gadis itu.


"Karena menurut informasi yang aku dapat kalau Ling Xu Yuan bersekutu dengan ras iblis dan dalang dari penyerangan binatang buas di Qingzhou juga dia" ucap Xiao Feng dan Feng Xi terkejut.


"Tapi apa tujuan dia melakukan itu"


"Entahlah hal itu masih gelap dan harus diselidiki lebih dalam, Yuan Li, Bai Hu, Qing Long!" ucap Xiao Feng lalu muncul ketiga orang yang dipanggil tadi.


"Ya Tuan Muda!" ucap Yuan Li yang muncul.


"Ya Tuan!" Qing Long dan Bai Hu menjawab bersamaan


"Kau sudah memberitahu semua markas kita untuk mencari tahu pecahan artefak itu?" tanya Xiao Feng.


"Sudah Tuan Muda bahkan Mu Lan, Bai Lu juga mengerahkan Divisi Phyton dan Elang untuk segera menyebar!" jawab Yuan Li.


"Bagus kalau begitu,, kau bersama Ren Yan serta cabang kita diseluruh kota yang ada di Youngzhou untuk mencari informasi, Qing Long kau cari tahu di wilayah kerajaan Shangzhou dan Bai Hu kau cari tahu di wilayah Bingzhou aku dan Xixi akan akan mencari informasi di wilayah kekaisaran dan Qingzhou!" ucap Xiao Feng memberi perintah.

__ADS_1


"Baik Tuan!"


"Oh iya ini kalian gunakan sebagai alat komunikasi dan pengenal, dengan ini semua anggota Paviliun diseluruh dunia akan tahu kalau kalian adalah bawahanku langsung!" ucap Xiao Feng sambil mengeluarkan tiga token emas bercorak naga. Yuan Li, Qing Long dan Bai Hu segera menerima dan memasukkan ke dalam cincin penyimpanannya.


"Lalu disini siapa yang bertugas?" tanya Yuan Li.


"Disini biarkan Sun Xie, baiklah seperti itu ayo kita bergerak!" ucap Xiao Feng lalu bangkit berdiri. Mereka kemudian melesat terbang ke arah yang sudah ditentukan Xiao Feng. Qing Long ke Shangzhou, Bai Hu ke Bingzhou dan Yuan Li mencari di Youngzhou dengan ditemani Ren Yan nanti. Xiao Feng sendiri terbang berdampingan dengan Feng Xi ke arah Qingzhou terlebih dahulu.


*****


Di suatu tempat yang jauh sekali dari peradaban manusia hanya terdapat aura gelap. Seorang sosok tinggi besar duduk disinggasana. Sosok itu memiliki dua tanduk didahinya yang mencuat ke atas dengan taring dan kuku tajam ditangan kirinya dia memegang sebuah senjata seperti tongkat yang ujungnya terdapat sebuah bola dan beberapa duri terbuat dari besi. Didepannya ada banyak mahluk sejenisnya namun ukurannya lebih kecil sedang berbaris.


"Aarrghhh sialan siapa yang berani membunuh panglimaku dan menutup gerbang portal ke alam manusia" teriak sosok itu.


"Ampun Yang Mulia sepertinya itu ulah seorang manusia tapi bukan yang mengunjungi tempat itu terakhir kali" ucap sosok yang berdiri disampingnya. Rupanya yang dipanggil Yang Mulia adalah Raja Iblis Mo Shen dan tempat mereka berada memang berada di Alam Iblis.


"Baik Yang Mulia!"


******


Xiao Feng dan Feng Xi terbang dengan kecepatan rendah tentu saja disengaja oleh Xiao Feng karena ingin berlama-lama dengan Feng Xi.


"Feng Ge kau ini terbang seperti siput saja!" ucap Feng Xi sambil melirik Xiao Feng gadis itu menyadari kalau Xiao Feng terbang pelan.


"Santai saja Xixi, mencari informasi membutuhkan waktu lama lagipula aku sudah meminta seluruh markas paviliun di Qingzhou jadi biarpun kita tidak cepat-cepat informasi tetap akan kita terima" ucap Xiao Feng sambil mengedipkan sebelah matanya, Feng Xi yang digoda seperti itu malah memutar matanya malas.


"Xixi dimusim ini salju yang turun seolah tampak ringan tanpa beban dan melihat pemandangan indah ini membuat hatiku sedih" ucap Xiao Feng, Feng Xi mengerutkan keningnya heran.


"Kenapa kau sedih, bukankah keindahan itu malah membuat hati gembira!"

__ADS_1


"Sedih kalau semua keindahan ini rusak dan musnah, sedih kalau keindahan yang terjaga seperti ini hilang. Kadang aku berfikir selama ini semua yang aku lalui penuh rintangan dan kesusahan, aku berjuang untuk diriku sendiri dan dunia dan hanya ada dua kemungkinan. Satu taruhan dan satu perpisahan" Xiao Feng berkata sambil tersenyum.


"Kau selalu menggunakan kata kiasan, tidak bisakah berbicara mudah difahami"


"Kenapa aku berkata seperti itu, memang benar aku berjuang untuk kerajaan dan berjuang di dunia kultivator untuk menjadi yang terkuat bukankah itu taruhan. Aku bisa saja menang dan bisa saja kalah dan jika kalah kemungkinan yang kedua adalah perpisahan" ucap Xiao Feng, Feng Xi terdiam sejenak.


"Feng Ge apapun yang terjadi aku akan selalu berada di sisimu" ucap Feng Xi lalu terbang mendekat dan meraih tangan Xiao Feng.


"Xixi sejak dulu aku tidak bisa berkultivasi dan selalu kalah dibandingkan kakak, maka dari itu aku mengubah prinsipku agar lebih menonjol dalam mengelola negara sampai akhirnya aku masuk dalam Empat Tuan Muda Hebat dunia sebagai Pangeran Xiao Feng, tapi sejak bertemu denganmu pertama kali, kau telah membuat tekadku berubah"


"Memangnya apa tekadmu selanjutnya!" tanya Feng Xi


"Awalnya aku ingin menjadi penerus untuk menjaga diri lalu aku ingin menguasai dunia dan ingin melihat rakyat hidup tidak menderita lagi, dan..." Xiao Feng tidak meneruskan ucapannya malah menatap Feng Xi dengan dalam. Yang ditatap malah gugup tidak karuan.


"Dan...?"


"Lebih banyak keserakahan salahsatunya aku ingin meminta Raja Feng Xiong untuk menggantikan tugasnya menjaga putri kecilnya seumur hidup kepadaku" ucap Xiao Feng sambil mengedipkan mata, Feng Xi sontak memalingkan pandangannya dengan senyum ditahan dan rona merah diwajahnya. Hatinya seolah ada kupu-kupu beterbangan mendengar godaan Xiao Feng.


"Kau sudah pintar menggombal ya Tuan Muda!" ucap Feng Xi sambil mencubit pinggang Xiao Feng.


"Aww ini sakit!"


"Cih,, payah sekali kau berbohong!"


"Hahaha,,"


Mereka terus terbang sambil bercanda menuju kerajaan Qingzhou, Xiao Feng memang tidak mampir dulu dikekaisaran dia ingin menyelidiki dari Qingzhou dulu lalu ke Huangzhou sekalian pulang. Juga karena Feng Xi sebelumnya mendapat pesan kalau ayah dan ibunya begitu merindukannya.


***** bersambung

__ADS_1


__ADS_2