
Xiao Lei yang jujur tentang identitasnya kepada Mo Ci membuat Mo Ci sempat kaget dan terdiam hingga akhirnya dia berkata.
"Apa pun identitas Tuan, tetap saja Tuan adalah malaikat penolongku. Tuan tetaplah Tuan ku. Dan apapun identitas Tuan aku akan tetap mendukung mu Tuan. Jika memang Tuan telah di rusak meridiannya, Mo Ci akan melindungi Tuan walaupun nyawa taruhannya." ucap Mo Ci serius.
"Saat ini meridian ku sudah pulih tak perlu seperti itu, aku hanya minta kau untuk merahasiakannya. Sudahlah, apakah ini caramu menyambut Tuan mu?"
"Ahhh maafkan saya Tuan. Saya akan membuatkan Tuan teh serta hidangan." Mo Ci pun pergi menyiapkan segalanya.
"Tuan, adik wanita mu ini memiliki potensi tinggi. Angkat lah jadi murid mu." ungkap Meme
"Seberapa tinggi potensinya?"
"Dia bisa menjadi dewa seperti Mira mu itu, walaupun dia tidak memiliki darah dewa. Tapi potensi nya di kunci oleh seseorang saat ini."
"Terus bagaimana, apakah bisa kita memecahkan kunci itu."
"Pasti ada cara Tuan, hanya saja perlu dia jadi muridmu untuk di teliti lebih lanjut."
"Baiklah, akan ku tunggu dia sadar."
"Beri dia obat ini Tuan, itu mempercepat proses dia terbangun."
"Dari mana pil ini? Apa kau menggunakan poin tanpa ijin untuk memperolehnya?"
"Tuan bisa tidak jangan berlebihan. Aku tak akan berani untuk begitu. Itu aku kasih gratis!"
"Ada baiknya juga kau, Meme."
"Cihh, sedari dulu memang baik."
"Cih, dasar si besar kepala."
"Tuannnn......!!!!!"
"Iya, iya, tak perlu berteriak."
Xiao Lei dan Meme pun terus bercanda. Beberapa saat kemudian Mo Ci tiba menghampiri Xiao Lei.
"Tuan, semua sudah siap. Mari!"
"Bawa aku menegok adikmu sebentar."
"Hahh?"
"Mengapa? Tidak boleh kah?"
"Tentu saja boleh, mari Tuan saya antar."
"Baiklah, siapa nama adikmu?"
"Namanya Mo Fan Tuan. Silahkan masuk Tuan" ucap Mo Ci setelah sampai tempat adiknya.
Xiao Lei pun memberikan pil itu kepada Mo Fan. Dan menambahkan energi Mo Fan dalam menyerap pil obat itu hingga Mo Fan akhirnya sadar.
"Kakak!"
"Ya, kakak disini. Kami baik-baik saja kan? Apa yang kamu rasakan?"
__ADS_1
"Aku baik kak. Kakak yang tenang."
"Hai bocah kecil!" sapa Xiao Lei.
"Ah kakak ipar, aku bukan bocah kecil!"
"Baiklah, Mo Fan aku ingin berbicara dengan mu, boleh?"
"Tentu saja boleh, mengapa tidak?"
"Mo Fan bagaimana pendapatmu tentang bela diri di dunia persilatan?"
Tiba-tiba terdiam dan menangis, "Aku benci semua itu! Hiks hiks hiks."
"Jangan menangis, bagaimana kau bisa melindungi kakakmu jika kau menangis. Mengapa kau membencinya?"
"Ya aku ingin sekali berhenti menangisi semua ini dan melindungi kakak, tapi aku tak bisa maka dari itu aku membencinya?"
"Kata siapa kau tak bisa, hei bocah kecil yang bodoh?"
Mo Fan dan Mo Ci langsung terbelalak memandang Xiao Lei yang tersenyum.
"Apa aku benar-benar bisa kakak ipar?"
"Itu tergantung dirimu!"
"Kakak ipar bantulah aku, aku ingin melindungi kakak! Apa pun syaratnya aku pasti akan menyetujuinya!"
"Apa benar bisa, Tuan?"
"Mengapa? Mo Ci tak mempercayai aku? Mo Fan aku akan memberitahumu tapi kakakmu tak mempercayaiku."
"Ya, kakak ipar maafkan lah kakak. Jika sulit, aku akan menggantikan hukumannya untukmu."
"Tidak, Tuan. Hukum saja aku, jangan adikku!"
"Apa-apaan kalian. Aku hanya bercanda saja. Mo Fan satu-satunya cara yaitu dengan menjadi murid ku."
"Kakak ipar, aku akan jujur sebenarnya aku tak bisa berlatih."
"Ya aku tahu itu, dan aku akan mencarikan solusinya untuk itu."
"Hormat kepada Guru." ucap Mo Fan sembari bersujud.
"Murid yang berbakti. Mulai sekarang aku gurumu, aku akan membimbing kamu. Sebenarnya aku melihat potensi pada dirimu hanya saja itu di kunci sehingga kau tak bisa berlatih."
"Mohon bimbingannya guru."
"Saat ini kau pulihkan penyakitmu dulu, hingga benar-benar pulih, aku akan mengontrol mu dengan baik dan mencarikan solusinya."
"Mo Fan, akan mengikuti semua kehendak guru."
"Baiklah, bocah kecil ayo kita makan."
"Guru, kita lagi berbicara serius kan?"
"Bukankah makan adalah sesuatu yang serius?"
__ADS_1
"Ya, itu benar Guru."
Mereka pun menuju ruang makan dan makan bersama dengan bahagia.
"Tuan, kau sebagai gurunya sudah seharusnya memberinya hadiah."
"Oh, aku hampir lupa itu, Meme carikan aku pil untuk pemulih fisik dulu dan penyempurna fisik dulu. Terus aku juga mau senjata dewa dan pil jiwa."
"Tuan itu menghabiskan banyak poin apa kau yakin?"
"Untuk murid pertamaku tak apa lah."
"Baiklah, Barang sudah di simpan di sistem penyimpanan Tuan dan poin telah di potong, saat ini poin Tuan hanya tinggal 420 saja."
"Oke, poin bisa kita cari lagi."
"Hari ini cukup disini, aku pamit. Kalian manfaatkanlah waktu sebaik mungkin, jaga diri dengan baik. Mo Ci seharusnya kalian bisa hidup lebih baik dengan uang itu, dan Mo Fan sebagai gurumu aku akan memberimu hadiah ini adalah pil pemulih fisik untuk fisikmu yang lemah agar terbebas dari penyakit, ini pil penyempurna fisik untuk menjadikan tubuhmu lebih kuat dan kebal dari orang biasa, ini pil jiwa untuk mu melatih jiwa mu seharusnya kau lebih tau manfaatnya, dan yang terakhir ini adalah kuas dewa ini merupakan senjata dewa, coba kau teliti dulu senjata dewa ini yang nantinya akan kau gunakan seterusnya untuk meningkatkan kekuatan agar lebih hebat dan cepat."
"Terimakasih, Tuann. Kami......" ucap Mo Ci dan Mo Fan yang terhenti oleh Xiao Lei yang tiba-tiba saja langsung pergi tanpa menggubris mereka.
"Kakak, aku akan bisa berlatih mulai sekarang!" ucap Mo Fan.
"Kamu harus berlatih dengan keras kita nantinya akan memiliki nama besar dan kita harus selalu berpihak kepada Tuan."
"Ya, aku akan selalu membela guru. Aku sangat senang kak."
"Iya, yasudah buruan pakai pil itu agar kamu sembuh dulu." ucap Mo Ci sembari menunjuk.
Xiao Lei pun telah sampai di penginapan Beifeng. Sebelum dia memasuki penginapan, dia mengumpulkan orang-orang itu terlebih dahulu.
"Kalian, ini terima obat penawar ini. Tapi ingat ini bukan penawar racun tapi hanya penawar efek racun, kalian harus tahu siapa Tuan kalian!"
"Baiklah, Tuan. Kami akan selalu ingat. Terimakasih Tuan."
"Aku masuk dan kalian terus berjaga."
"Mira, aku pulang."
"Kak Lei, akhirnya kau pulang."
"Mira, karena aku berjanji telah untuk mengganti uang mu dan membelikan kamu apa saja yang kamu mau...."
"Sudahlah tak usah di bahas, ada Kak Lei saja aku sudah sangat senang."
"Dengarkan dulu sampai selesai, baru menjawab."
"Maaf, Kak Lei."
"Aku akan menepatinya, ini uang sebesar 1juta kamu bawa sebagai ganti dan hadiah."
"Tapi apa tapi?"
"Maaf Kak Lei."
"Terima saja!"
"Ya, terima kasih kak Lei."
__ADS_1
"Sekarang kita pergi, kemanapun dan apapun yang kamu minta pasti akan ku kabulkan,Tuan Puteri ku." goda Xiao Lei membuat Mira merona.