
*****
Xiao Feng sambil makan dia menajamkan pendengaran untuk mencari informasi namun yang didengar hanyalah obrolan biasa tidak ada hal yang luarbiasa. Xiao Feng kemudian bangkit berdiri dan meletakkan dua koin emas dimeja lalu berjalan keluar dari rumah makan. Xiao Feng melanjutkan mencari penginapan karena hari sudah malam, setelah mendapatkan penginapan Xiao Feng kemudian memasuki kamarnya. Sementara Qing Long dikamar sebelah ditemani Bai Hu.
"Ah hari ini sungguh melelahkan namun aku mendapat berkah luarbiasa" Xiao Feng berkata sambil merebahkan diri di atas ranjang kamarnya setelah dia membersihkan diri dan berganti pakaian, tidak menunggu lama Xiao Feng pun sudah terlelap.
Keesokan harinya Xiao Feng sudah meninggalkan penginapan, mereka berjalan santai menikmati suasana kota yang lumayan ramai. Xiao Feng dan Bai Hu yang duduk dipundaknya mengobrol banyak hal sementara Qing Long hanya menjawab sekadarnya.
"Tuan dia itu memang begitu dari dulu irit bicara dan jangan lupakan wajah datarnya" ucap Bai Hu sambil menunjuk Qing Long yang berjalan disamping Xiao Feng.
"Sudahlah aku tahu dia memang seperti itu kenapa kau usil?" Xiao Feng berkata, Qing Long seolah tidak terganggu dia mengabaikan perkataan Bai Hu, wajah datarnya menatap lurus ke depan sesekali bola matanya berputar mengamati keadaan.
Langkah Xiao Feng terhenti didepan sebuah pedagang roti, seorang kakek tua yang menjaga duduk menyender dikursi, kepalanya mengangguk - angguk pelan dengan mata terpejam. Dilihat sepertinya kakek tua itu mengantuk.
"Kakek aku mau roti ini, berapa harganya?" ucap Xiao Feng
Kakek penjaga mengerjakan matanya lalu menguap lebar "Satunya cuma sekeping emas kau ambil sendiri jika sudah selesai taroh saja uangnya diatas meja" ucap kakek tua itu lalu kembali terpejam. Xiao Feng hanya menggelengkan kepala dan tersenyum, dia mengambil dua roti dan meletakkan dua koin emas lalu berjalan meninggalkan kakek pedagang itu.
Sepeninggal Xiao Feng kakek itu membuka matanya dan tersenyum menyeringai, dia membereskan dagangannya lalu dengan langkah buru-buru meninggalkan tempat itu.
Xiao Feng yang sedang berjalan tersenyum, dia melirik Qing Long. Qing Long menganggukkan kepala dan sosoknya berubah menjadi asap kemudian menghilang.
*****
Kakek tua pedagang terbang menuju sebuah bukit di sebelah selatan kota, dipuncak bukit ada sebuah gubuk. Kakek tua itu mengetuk pintu gubuk
"Tok..tok..tok"
"Ikan di sungai berenang beiringan" tiba-tiba sebuah suara terdengar dari dalam gubuk, kakek tua kemudian berkata
"Angsa yang bepergian jauh juga bisa bersedih"
"Masuk"
Setelah mendengar perintah kakek tua membuka pintu gubuk dan langsung masuk. Di dalam ada sosok pria berumur 40 an sedang duduk meminum arak. Kakek tua segera berlutut dan memberi hormat.
__ADS_1
"Hormat kepada ketua,, menurut pengamatanku dari ciri yang disebutkan pemimpin, aku yakin kalau dia adalah orang yang tuan cari"
"Hmm bagus kau bekerja cepat juga, apakah dia sendiri?" tanya pria yang sedang duduk.
"Dia bersama seekor kucing kecil dan pria muda tinggi namun tidak memiliki aura kultivasi"
"Bagus dengan begitu tugas kita lebih mudah, kau segera kirim kabar kepada yang lain untuk menangkap pemuda itu"
"Baik"
Ketika hendak meninggalkan gubuk tiba-tiba dinding ada sebuah kayu runcing seukuran lengan menerobos, dua orang yang sedang berbincang kaget lalu keduanya melompat menjebol atap. Ketika sudah berada di atas gubuk mereka berdua melihat sosok pria tinggi tampan mengenakan pakaian hitam sedang berdiri.
"Ketua dia orang yang bersama pria muda itu" ucap si kakek
"Kau bilang dia tidak memiliki kekuatan?"
"Ak,,aku juga tidak tahu"
"Dasar bodoh pria muda itu saja kuat bisa membunuh Bao Huang apa mungkin yang mengikutinya lemah"
Mereka kemudian mengarahkan padangan ke sosok pria muda didepannya.
Ternyata pria muda itu adalah Qing Long yang mengikuti kakek tua. Sebelumnya Xiao Feng sudah menyadari kalau kakek pedagang itu adalah sosok yang menyamar, karena biarpun terlihat tua namun tangan kakek itu tidak keriput dan kulit bagian sisi mata juga tidak ada kerutan, jadi Xiao Feng menyuruh Qing Long untuk mengikutinya. Qing Long sendiri juga sudah tahu namun dia menunggu dulu tanggapan Xiao Feng baru akan bertindak.
"Sebutkan siapa yang menyuruh kalian" ucap Qing Long dingin.
Sebagai tanggapan kedua orang itu tertawa lebar lalu mereka mengeluarkan auranya di ranah Raja Perunggu *5 berharap bisa membuat Qing Long ketakutan, namun kekuatan itu hanya mainan bagi Qing Long.
"Kekuatan seujung kuku berani sombong didepanku" Qing Long dengan cepat melesat dan tahu-tahu sudah berada jarak satu langkah didepan kedua orang itu, kedua tangan Qing Long berubah menjadi kayu runcing dan langsung ditusukkan ke dada.
Karena sangat cepat kedua orang itu tidak sempat menghindar tubuh mereka tertusuk kayu runcing dan tembus ke punggungnya lalu tubuh mereka secara tiba-tiba mengering dan kini tubuh mereka seolah tulang dibalut kulit. Setelah itu Qing Long mencabut tangannya dan mengambil sesuatu dari balik jubah orang itu lalu melemparkan mayatnya dan kemudian Qing Long berubah menjadi asap dan menghilang ditiup angin.
****
Xiao Feng dan Bai Hu sedang duduk di rumah makan mereka menyantap hidangan pagi sambil sesekali mengobrol. Tidak berselang lama sebuah asap hitam muncul dan Qing Long menangkupkan tangan.
__ADS_1
"Apa sudah selesai?" tanya Xiao Feng.
Qing Long menganggukkan kepala lalu merogoh jubahnya dan memberikan sebuah token ke Xiao Feng. Xiao Feng mengamati token yang berbentuk bulat dengan ukiran kepala ular memakai mahkota.
"Token apa ini?"
"Ini adalah token milik klan ular dari kerajaan Angin Selatan" Qing Long menjelaskan, tentu dia tahu karena biarpun berdiam diri di kolam air terjun namun Qing Long tidak buta informasi dunia Alam Roh. Xiao Feng mengelus dagunya dan melihat kembali token.
"Klan ular,, seingatku aku baru dua bulan di alam ini kenapa ada orang yang memburu ku?"
"Tuan coba kau ingat apa yang sudah dilalui dari pertama sampai hari ini?" ucap Bai Hu. Xiao Feng mulai mengingat semua kejadian mulai dari bertemu Ao Xuan sampai bertemu gadis sangat cantik Lin Mei Ling, dia sedikit tersenyum ketika mengingat Lin Mei Ling. Bai Hu yang melihat sedikit menyeringai.
"Nona Mei Ling sangat cantik ya tuan"
"Iya" ucap Xiao Feng tanpa sadar membuat Bai Hu tertawa, Xiao Feng dengan cepat menyadari itu lalu memukul kepala Bai Hu.
"meooww,, aduh kenapa tuan memukulku" ucap Bai Hu sambil mengelus kepala dengan cakar kecilnya.
"Kau mengganggu konsentrasi ku dengan pertanyaan konyolmu" ucap Xiao Feng sambil melototkan mata, lalu dia melanjutkan "Aku ingat kalau dulu sempat bertarung dengan Bao Huang dari klan macan tutul dan membunuhnya lalu saudara kembar dia mengincar Lin Mei Ling yang kebetulan diselamatkan olehmu. Dari perkiraan Ao Xuan dan Lin Mei Ling kalau Bao Huang dan Bao Dan adalah kaki tangan dari She Mo tokoh jahat negeri Alam Roh" Xiao Feng berkata panjang lebar.
Qing Long yang mendengar kata She Mo tidak sadar auranya keluar dan membuat lantai meja bergetar. Bai Hu dan Xiao Feng segera melirik.
"Qing Long kau bisa menghancurkan tempat ini" teriak Bao Hu, Qing Long pun sadar dan langsung menekan auranya
"Maaf tuan aku tidak bisa mengendalikan emosiku"
"Memang apa yang terjadi?" tanya Xiao Feng
"She Mo dari klan ular sepuluh tahun lalu dia berusaha mengambil inti kristal ku disaat aku sedang lemah karena berganti kulit, dia ingin menggunakan inti kristal untuk meningkatkan kekuatannya dan memiliki darah naga namun karena kekuatan dia tidak cukup kuat dia gagal mengambil inti kristal ku dan pergi dengan keadaan terluka parah" Qing Long menjelaskan.
"Berarti sudah dipastikan kalau orang suruhan She Mo telah menyelidiki kita sejak kejadian dihutan dan dikerajaan Angin Timur tempo hari"
"Sepertinya begitu tuan, lalu apa yang akan kita lakukan?" tanya Bai Hu.
"Jika dia ular maka kita adalah tongkat untuk memukulnya, biarkan dia menyuruh orangnya dan mengawasi kita dengan begitu kita bisa mencari informasinya" ucap Xiao Feng.
__ADS_1
"Baik Tuan" ucap Qing Long dan Bai Hu, Xiao Feng pun bangkit berdiri. Setelah meletakkan dua keping koin emas mereka berjalan keluar meninggalkan rumah makan.
**** bersambung