
****
Xiao Feng dan Feng Xi sudah sampai di kota Suchen.Mereka memasuki sebuah rumah makan.Ketika masuk semua orang yang sedang makan takjub dan kagum bersamaan melihat sepasang anak muda yang terlihat serasi tampan dan cantik.Namun Xiao Feng tidak menghiraukan dia kemudian duduk dan memesan makanan.Sambil menunggu pesanan tak lama kemudian muncul pria berpakaian hitam dengan sulaman burung gagak didadanya.Pria itu adalah Jiu Yun anggota Paviliun Gagak Hitam yang selamat dari penyerangan kelompok Naga Hitam,ketika tahu kalau Xiao Feng berada di kota Suchen dia langsung bergegas menemui Xiao Feng.
Pesanan datang dan mereka mulai makan dengan tenang,namun tak berselang lama masuklah seorang pria muda dengan dua orang dibelakangnya.Dari penampilan yang mewah sepertinya mereka berasal dari bangsawan atau saudagar di kota itu.Pria muda itu melirik ke sekeliling hendak mencari meja kosong,namun ketika pandangannya mengarah ke sudut rumah makan dia melebarkan matanya.Pria itu melihat seorang gadis berambut putih dengan wajah yang sangat cantik sedang duduk berdua dengan seorang pria.Orang yang baru masuk itu segera menuju ke meja Xiao Feng dan menatap Feng Xi dengan seringai mesum,dia mengulurkan tangannya mencoba berkenalan.
"Musim panas baru saja mulai,angin berhembus menerbangkan bunga putih cantik ke kota Suchen,perkenalkan namaku Chu Kai,tuan muda keluarga Chu di kota Suchen" ucap pemuda itu dengan senyum pongah,namun Feng Xi dan Xiao Feng meneruskan makan tidak menghiraukan pemuda itu.
Karena merasa diabaikan pemuda itu marah dia mengulurkan tangan hendak menyentuh pundak Feng Xi.Sesaat tangannya hendak menyentuh sebuah lesatan benda panjang menusuk tangan Chu Kai,Chu Kai terdorong ke belakang dan dua rekannya segera menolongnya.
"Di kota ini siapapun yang berani menghalangi urusanku akan memiliki akhir yang buruk"Chu Kai berteriak marah dia melihat tangannya yang sudah tertancap sebuah sumpit.
"Aku paling tidak suka ketika makan ada anjing menggonggong"Sahut Xiao Feng dingin,dia yang melemparkan sumpit itu ketika Chu Kai hendak menyentuh Feng Xi,sementara Feng Xi sendiri tetap tenang dia terus melanjutkan makan.Chu Kai yang melihat kalau pemuda bermata emas itu berbahaya dia kemudian menyuruh dua rekannya menghajar Xiao Feng.
"Kalian ringkus pemuda itu"perintah Chu Kai
"Baik,Tuan Muda"dua orang itu langsung bergerak ke arah Xiao Feng mengirimkan serangan dengan tangannya.Jiu Yun yang berada dibelakang Xiao Feng langsung bergerak menyambut dia melayangkan dua kali tendangan ke arah orang itu.
"Buukk"
"Bukk"
"Aakkhh"
"Boom..Boom"
Dua orang itu terlempar ke belakang menabrak dinding rumah makan dan langsung pingsan.Jiu Yun menepuk-nepuk tangannya seolah membersihkan debu,dia melirik Chu Kai yang mematung terkejut dengan menyeringai.
"Tuan Muda Chu apakah masih ada urusan disini"
"Ka..kau kalian tunggu saja ayahku akan membalas kalian"Chu Kai langsung lari terbirit-birit dia menuju ke kediamannya untuk melaporkan kepada ayahnya.
Jui Yun kembali ke belakang Xiao Feng,Xiao Feng dan Feng Xi kemudian melanjutkan makan,setelah selesai mereka tidak langsung meninggalkan rumah makan,mereka memesan arak dan berbincang ringan.
"Hei rubah hitam bukankah kau ingin meminta bantuan keluarga Chu kenapa kau malah melukai tuan muda mereka"Feng Xi bertanya setelah meneguk arak digelasnya.Xiai Feng memutar-mutar gelasnya dan tersenyum tipis.
__ADS_1
"Tunggu mereka sendiri akan mencari kita,itu adalah cara paling gampang"
"Ya terserah kau sajalah,,eh Bai Hu kau kan harimau tidak baik minum arak" ucap Feng Xi ketika melihat Bai Hu yang akan meminum arak dia segera merebutnya.
"Nona Feng ini arakku kenapa kau begitu pelit" Bai Hu protes.Sementara Xiao Feng dan Jiu Yun hanya tersenyum melihatnya.
*****
Sementara itu di kediaman Keluarga Chu
"Ayah mereka menindasku,,pengawal itu melukai bawahanku dengan satu tendangan" Chu Kai yang sudah sampai di kediaman keluarga Chu segera menemui ayahnya di ruang kerja.Seorang pria paruh baya yang sedang membaca laporan menghentikan sejenak kegiatannya dan melihat ke arah Chu Kai.Pria itu Patriak keluarga Chu Wen yang memiliki kultivasi di Alam Bumi *1
"Mereka apakah seorang pria muda bermata emas dan gadis berambut putih?" tanya Chu Wen
"Benar,,ayah pemuda itu selain tampan dia memiliki aura yang berwibawa dan gadis itu sangat cantik,,ayah tahu mereka?"
"Hmm" Chu Wen mengelus dagunya dan menganggukkan kepalanya.
****
Jiu Yun segera berdiri menghadang mereka.
"Ayah itu,,gadis itu aku ingin dia dan ini orang yang memukul bawahanku"ucap Chu Kai sambil menunjuk Jiu Yun.
Chu Wen melihat Jiu Yun kemudian melihat ke arah Xiao Feng dan Feng Xi.
"Maaf tuan apakah yang didepan itu adalah Tuan Muda Feng Xi dari paviliun Gagak Hitam" Chu Wen menangkupkan tangan memberi hormat sementara Chu Kai yang mendengar dia sangat kaget dengan ucapan ayahnya.
"Tu..tuan muda Feng Xi"
"Dasar anak tidak tahu diri,,berlutut" Chu Wen berkata dingin dan segera saja Chu Kai berlutut didepan meja Xiao Feng.
"Kami dari keluarga Chu ingin meminta maaf kepada Tuan Muda Feng Xi"
Jiu Yun melihat ke arah Xiao Feng yang sedang berbincang dengan Feng Xi tidak menghiraukan Chu Wen,lalu Jiu Yun berkata.
__ADS_1
"Patriak Chu apakah kau meminta maaf dengan cara begini?"
"Ah,,iya tentu tidak kami juga akan memberikan 30% harta kekayaan keluarga Chu sebagai permintaan maaf.Chu Kai lagi-lagi kaget dengan perkataan ayahnya.Namun Xiao Feng masih saja mengacuhkan Chu Wen.
"Katakan apa yang kau inginkan" tanya Jiu Yun
"Kami memang membutuhkan bantuan Tuan Muda Feng Xi untuk membantu mengambil surat hak jual beli garam dari Keluarga Li" kata Chu Wen.Xiao Feng yang mendengar dia bergerak bangkit dan hendak meninggalkan mejanya,Chu Wen yang melihatnya dengan buru-buru mencegah.
"Tuan Muda tunggu dulu,,katakan saja angka yang cocok"Chu Xiao Feng menghentikan langkah kemudian berkata
"Setengah"
Chu Wen menghela nafas kemudian menangkupkan tangan dan membungkuk.
"Se..setengah tidak masalah Tuan Muda"
"Ayah apa kau gila,bagaimana bisa setengah harta kita diberikan begitu saja" Chu Kai tiba-tiba berkata,Chu Wen melirik Chu Kai dan menamparnya.
"Diam kau anak bodoh,,aku tahu urusanku"
"Karena kau menginginkan sesuatu dari keluarga Li,,aku perlu mendapat informasi" ucap Xiao Feng
"Tuan Muda surat itu berada ditangan Patriak Li Jurong dia selalu datang ke rumah bordil Bunga Putih pada tanggal 5 setiap bulannya." kata Chu Wen.Jiu Yun yang mendengar dia langsung berkata kepada Xiao Feng.
"Bukankah sekarang tanggal lima,Tuan Muda"
"Kalau begitu aku tunggu kabar baik dari Tuan Muda Feng" Chu Wen menangkupkan tangan kemudian dia berbalik meninggalkan rumah makan diikuti Chu Kai.Feng Xi bangkit dari duduk dan berucap menyindir.
"Kau sungguh hebat rubah hitam selain mendapat informasi kau juga mengambil setengah harta keluarga Chu,apakah kau begitu kekurangan uang Tuan Muda Feng Xi?"
"Itu karena aku senang berfikir dan Aku selalu kekurangan uang untuk menghidupimu"ucap Xiao Feng balas menyindir,Feng Xi hanya mendengus.
"Nanti malam kita ke rumah bordil Bunga putih sebaiknya kau bersiap-siap" Xiao Feng kemudian berjalan keluar rumah makan dan diikuti Jiu Yun dan Feng Xi.
***** bersambung
__ADS_1