Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 346 Pertarungan Berakhir


__ADS_3

****


Disisi lain Zhu Lian dan kedua kakaknya pangeran pertama dan kedua bertarung sengit kerjasama mereka begitu kompak dan apik. Jelas saja mereka menggunakan teknik serangan yang khusus dipelajari oleh keluarga kerajaan dan kabarnya teknik itu hanya dimiliki oleh kerajaan Zhu, jadi walaupun kerajaan Zhu merupakan yang terlemah di alam dewa namun memiliki berbagai teknik tingkat tinggi salahsatunya adalah teknik bertarung yang mengandalkan kerjasama tim.


"Sialan kemana para Patriak sekte dan klan aliran putih,, sudah tahu ada musuh malah kabur lebih dulu!" seru Pangeran pertama Zhu Ming, sebagai putra mahkota dan calon penerus dia memang memiliki tempramen tegas.


"Benar memang brengsek mereka!" pangeran kedua menimpali sambil menebaskan pedangnya.


"Sudahlah kakak pertama dan kakak kedua kita dibantu temanku pasti aman!" ucap Zhu Lian, mereka fokus bertarung dibantu Bai Hu dari belakang, Qing Long santai saja dia setiap musuh yang hendak menyerang raja dan ratu, Qing Long dengan mudah menghabisinya mereka dengan elemen kayu nya.


****


Feng Xi dan Lin Mei Ling juga masih bertarung kombinasi serangan mereka berdua terlihat kuat dan sulit ditembus apalagi hawa dingin dari Pedang Salju sangat mengganggu pergerakan ditambah angin kencang yang berhembus dari Pedang Hujan Angin Timur Lin Mei Ling membuat musuh tidak bisa mendekat.


"Dua gadis sialan ini merepotkan sekali!"


"Haha dengan kemampuan rendah seperti ini kalian hendak memberontak, lucu sekali lebih baik pulang saja!" seru Feng Xi dan membuat para penyerangnya geram, gadis cantik itu memang suka membuat lawannya kesal.


Disaat bertarung mereka pun merasakan aura kuat, Feng Xi, Lin Mei Ling, Zhu Lian dan kedua pangeran lain melihat ke arah sebelah timur ada siluet burung petir dan seekor naga merah besar dikelilingi ratusan pedang es dan sebuah bola api berwarna keemasan besar. Feng Xi tersenyum tipis karena tahu Xiao Feng sudah serius.


"Baiklah aku juga akan serius!" ucapnya lalu mengangkat tangan kanan yang memegang Pedang Salju dia mengalirkan qi elemen es hitamnya ke dalam pedang.


"Wusshh!"


Sebuah pedang sangat besar dari elemen es muncul diatas kepala Feng Xi, Lin Mei Ling berdecak kagum lalu dia juga mulai menggerakkan tangannya yang memegang pedang dan mengalirkan kedua elemennya. Tiba-tiba muncul titik air sangat banyak diudara yang terbungkus elemen angin membentuk bintang dan berputar tajam.


"Sial serangan ini sangat berbahaya!"


"Ayo Mei Ling maju kita hajar pria sialan ini, sudah jelek tidak berkemampuan pula!" seru Feng Xi, Lin Mei Ling hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Kini Feng Xi dan Lin Mei Ling menggerakkan tangannya dan pedang besar dari elemen es serta titik air melesat ke arah penyerangnya.


"Wusshh!"


"Wusshh!"

__ADS_1


"Blaarrr!"


"Booomm!"


"Arrghh!"


Ledakan besar pun tercipta ketika pedang es Feng Xi menghujam ke tanah dan menumbangkan puluhan orang, belum sempat bersiap titik air yang dilapisi elemen angin tajam berbentuk bintang menyusul menghujani puluhan orang yang masih terkapar akibat serangan Feng Xi, karena sebagian tubuh mereka membeku para penyerang itu tidak bisa menghindar hanya pasrah saja dan alhasil titik air Lin Mei Ling menghancurkan tubuh puluhan penyerangnya tanpa ampun.


Lin Mei Ling jatuh terduduk dan langsung di bantu Feng Xi, karena menggunakan teknik itu qi nya terkuras banyak karena lawan memiliki kultivasi hampir sama dengannya. Setelah meminum pil pemulihan dan menyimpan pedangnya kedua gadis cantik itu melesat ke arah Raja Zhu Cheng dan ratu.


Zhu Lian dan kedua pangeran lain pun segera mendekat ke arah raja dan ratu karena mereka melihat sisa sekitar 200 orang berpakaian hitam sedang dibantai oleh Xiao Feng.


****


Kembali ke Xiao Feng


Setelah menghabisi lima tetua termasuk perdana mentri dan Liu Zhong Patriak sekte Kalajengking Merah, Xiao Feng langsung melesat ke arah 200 an orang yang hendak melarikan diri. Dia menyimpan pedangnya lalu tangan kanan dan kiri dialirkan elemen angin.


"Kalian jangan berharap bisa lari Teknik Bintang Angin : Pedang Angin!"


Dua buah pedang melengkung tanpa gagang yang tajam dari elemen angin muncul, Xiao Feng tanpa basa basi langsung melemparkan kedua pedang anginnya tak hanya disitu dia juga mengeluarkan teknik ketiga dari teknik Bintang Angin, Bintang Angin Pemusnah.


Sebuah piringan angin berbentuk bintang yang besar berputar diatas kepala Xiao Feng, Xiao Feng langsung melemparkannya ke arah orang berpakaian hitam yang mencoba kabur.


"Wusshh!"


"Crasshh!"


"Booom!"


"Arrghhh!"


Pedang Angin Xiao Feng berputar cepat dan membabat puluhan orang memotongnya menjadi beberapa bagian, yang lainnya belum sempat bersiap sebuah piringan bintang berputar dari elemen angin menghantam sisanya.

__ADS_1


"Boomm!"


"Aarrghhh!"


"Aku tidak rela, kenapa dikerajaan ini ada orang sekuat dia!"


Xiao Feng menangkap pedang anginnya yang melesat kembali lalu melemparkannya lagi, tak berselang lama dia ratus orang yang hendak melarikan diri kini sudah rata dengan keadaan mengenaskan, deringan pemberitahuan sistem terus terdengar. Setelah dirasa musuhnya sudah habis Xiao Feng melesat ke arah Raja Zhu Cheng yang sudah berkumpul dengan ketiga pangeran bertepatan dengan Feng Xi, Lin Mei Ling dan Bai Hu.


Semua orang berdecak kagum melihat Pertarungan Xiao Feng yang sangat hebat bahkan raja Zhu Cheng sendiri sampai tidak bisa berkata-kata melihat kemampuan Xiao Feng yang hebat.


"Dia menguasai elemen api, angin, es dan petir bakat mengerikan ini pasti dia berasal dari pusat alam dewa" gumam Zhu Cheng. Xiao Feng pun sudah sampai dihadapan keluarga kerajaan.


"Salam Raja dan Ratu serta Pangeran, semoga panjang umur!" ucap Xiao Feng sambil memberi hormat diikuti Feng Xi, Lin Mei Ling dan Bai Hu.


"Hoho salammu ku terima tuan muda" ucap Zhu Cheng dia mengamati Xiao Feng dengan kagum.


"Perkenalkan ayah dia adalah temanku Hei Feng Xi dan gadis cantik berambut putih disebelahnya adalah istrinya Bai Feng Xi serta yang satunya Lin Mei Ling!" ucap Zhu Lian.


"Hooo tuan muda Hei Feng Xi sudah menikah rupanya dan memiliki dua istri yang sangat cantik benar-benar luarbiasa!" ucap Zhu Cheng sambil mengacungkan jempol. Zhu Lian dan Xiao Feng wajahnya berubah jelek mendengar itu.


"Gege,, tuan muda Hei Feng Xi sungguh hebat,, kalian lihatlah tuan muda Feng masih muda tapi berkemampuan dan sudah menikah. Kalian ini masih saja bermain-main kapan kalian akan membawakan menantu untuk ibu,, ibu sudah tua ingin meminang cucu!" ucap ratu sambil melirik ketiga anaknya, Zhu Lian menggaruk kepalanya.


"Ibu nanti aku bawakan menantu yang banyak dan cantik tenang saja!" ucapnya sementara kedua pangeran yang lain tidak menjawab.


"Semua orangtua sama saja selalu membandingkan dengan anak tetangga!" gumam ketiga pangeran dalam hatinya.


"Maaf yang mulia aku dan Lin Mei Ling" ucapan Xiao Feng terputus oleh Zhu Cheng.


"Hoho tidak usah malu, apa kau takut istri besar dan istri kedua mu bertengkar,, haha ayo kita ke kerajaan kurasa disana juga terjadi serangan" ucap Zhu Cheng, Lin Mei Ling sendiri hanya menunduk malu dengan wajah memerah sementara Feng Xi tampak santai saja.


"Ckckc rubah hitam kau sungguh hebat haha" ucap Feng Xi mengirim pesan suara, Xiao Feng hanya mendesah pelan saja sebagai jawaban. Pangeran Pertama dan Pangeran Kedua merasa sedikit kecewa sebelumnya mereka mengamati Feng Xi dan Lin Mei Ling memang tertarik akan kecantikan dua gadis itu, namun mendengar adiknya berkata dua gadis itu istri temannya mereka hanya memendam kekecewaan.


Xiao Feng sendiri hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal namun raja Zhu Cheng tidak memberikan kesempatan menjelaskan. Karena situasi sedang genting lebih baik segera ke kerajaan Zhu. Entah siapa yang salah dengan kesalahpahaman ini

__ADS_1


Xiao Feng mengalirkan elemen cahaya ke dalam jari dan memecahkan formasi, setelah formasi hancur raja Zhu Cheng, ratu dan ketiga pangeran melesat ke arah kerajaan diikuti Xiao Feng dan lainnya. Sedangkan pengawal ditugaskan membereskan sisa pertempuran.


*** bersambung ***


__ADS_2