
****
"Hei Feng Xi lagi-lagi kau yang menggagalkan rencanaku, tapi tenang saja ini baru permulaan tunggu sebentar lagi akan ku hancurkan kekaisaran Huangzhou!" Ling Xu Yuan bergumam ketika mendapat laporan kalau serangan binatang buasnya gagal dan habis tak tersisa.
"Tuan bagaimana langkah kita selanjutnya?" tanya seorang pengawal.
"Kita rubah rencana, dalam waktu dekat ini jangan bergerak dulu, kekuatan kita menurun. Kita fokuskan untuk melatih pasukan di Shangzhou!"
"Baik Tuan!"
*****
Kini Xiao Feng sudah sampai di istana Qingzhou dan tentunya disambut baik oleh Raja Feng Xiong dan Ratu Xuening. Diluar istana dihalaman belakang terlihat banyak meja dan kursi yang telah disiapkan. Tidak semua orang yang ikut berperang berada di istana sebagian besar sudah kembali melakukan aktifitas masing-masing, bahkan anggota Paviliun Gagak Hitam sudah kembali ke markasnya masing-masing. Bukan tidak mau mengikuti pesta hanya saja mereka ingin beristirahat.
Xiao Feng tidak melarang dia memberikan setiap orang kantung kain berisi 50 koin emas sebagai bonus. Kini yang berada di istana hanyalah Yuan Li, Ren Yan, Sun Xie, Sun Ling'er, Sun Guan dan Li Ying. Tentu saja Bai Hu, Qing Long dan Zhu Que selalu mengikuti Xiao Feng. Mereka kini berkumpul di halaman belakang istana.
Malam pun sudah tiba berbagai hiasan lampu cantik menghiasi suasana ramai itu. Para pelayan menyajikan hidangan dan arak untuk menambah semarak pesta kecil mereka.
"Kemana Xixi, kenapa tidak terlihat?" gumam Xiao Feng, dia melihat ke sekeliling mencari gadis berambut putih itu.
"Hoho terima kasih Tuan Muda telah membantu Qingzhou, aku mewakili rakyat menghaturkan banyak terimakasih" ucap Feng Xiong.
"Raja terlalu sungkan ini semua karena kerjasama semua orang jadi aku tidak berani mengambil kredit!" kata Xiao Feng sambil tersenyum. Sementara Ratu Xuening memperhatikan Xiao Feng diam-diam.
"Apakah yang berada didepan kami sebagai Hei Feng Xi dari Paviliun Gagak Hitam atau Pangeran Xiao Feng dari Youngzhou?" ucap Ratu Xuening, Xiao Feng tersenyum saja. Dia tidak heran karena sudah pasti Feng Xueyue akan memberitahunya tentang identitas dia ketika berada dipertemuan antar kerajaan kemarin.
"Tidak kusangka kalau Ratu Qingzhou selain cerdas juga berwawasan, Raja Feng sungguh beruntung menjadikan anda sebagai Ratu dihati dan rakyatnya" ucap Xiao Feng. Ratu Xuening tertawa renyah mendengarnya sebelum berkata.
"Memang seperti yang diharapkan dari Pangeran Kedua, tutur katanya manis dan pandai menyenangkan hati, aku merasa tersanjung. Sangat tampan, berkarisma, cerdas dan juga sangat kuat " ucap Xuening balik memuji, lalu mereka bercerita banyak hal ditemani arak dan makanan. Kini mereka tahu tentang Xiao Feng yang memiliki dua identitas.
"Apa pangeran belum menikah?" tanya Xuening tiba-tiba bertanya, membuat Xiao Feng tersenyum malu.
"Kebetulan saya belum menikah karena masih banyak hal yang harus diurus"
"Hmm seorang Pangeran yang berdedikasi kepada negara, atau mungkin pangeran memiliki gadis pujaan lain"
"Ehm fikiran saya belum sampai ke arah itu yang mulia Ratu"
"Sayang sekali padahal kami berniat menjodohkan kau dengan Xiyun" kini Feng Xiong yang berkata. Xiao Feng tentu mengetahui Putri Xiyun.
"Hmm,, saya tidak berani yang mulia. Putri Xiyun memang saya akui sudah mengidolakan putri sejak lama. Tapi masalah perjodohan itu kita tidak bisa memaksakan!" ucap Xiao Feng, sebenarnya dalam hati dia kaget kenapa tiba-tiba Feng Xiong berkata seperti itu. Sementara itu Feng Xi yang sedang berjalan dari dalam aula dekat dengan dengan halaman belakang tempat berkumpul menghentikan langkahnya ketika mendengar Xiao Feng berkata kalau dia mengidolakan dirinya. Gadis cantik itu mematung sejenak dengan kedua tangan di taruh didepan dada. Rona merah terlihat jelas dipipi putihnya.
"Oh seperti itu, haha baiklah tidak perlu dibahas lagi biarkan yang muda yang menjalaninya, ayo silahkan dinikmati" ucap Feng Xuening. Tidak terasa sudah larut malam mereka bercerita.
"Pangeran sebaiknya besok pagi saja kembali ke Youngzhou, aku akan menyiapkan kamar untuk beristirahat!" ucap Feng Xiong. Xiao Feng sebenarnya bisa saja kembali dengan teleportasi namun tidak enak jika menolak tawaran apalagi terlihat Li Ying dan Ling'er sudah mengantuk.
"Baiklah maaf sudah merepotkan yang mulia!" ucap Xiao Feng.
"Xue'er!"
"Ya ayah!"
"Antarkan pangeran ke kediaman samping!"
__ADS_1
"Baik ayah,, mari pangeran lewat sini!" ucap Feng Xueyue, Xiao Feng mengangguk lalu berjalan ke arah kediaman yang disiapkan untuk tamu sambil menggendong Li Ying diikuti yang lainnya. Feng Xiong dan Ratu Xuening juga masuk ke dalam istananya.
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali ketika semua orang masih terlelap Xiao Feng sudah bangun, dia keluar dari kamarnya dan menuju halaman belakang kediaman yang masih sunyi. Kediaman yang langsung menghadap ke arah pegunungan dan hutan membuat angin sejuk berhembus perlahan menerbangkan rambut panjangnya. Xiao Feng duduk di atas tembok dengan kedua kaki menjuntai ke bawah menikmati pemandangan matahari terbit yang sebentar lagi akan muncul.
Xiao Feng tiba-tiba merasakan ada seseorang dari belakang mendekatinya, dia tersenyum karena tahu siapa orang itu.
"Semalam kemana kau pergi?" tanya Xiao Feng ketika orang itu ikut duduk disampingnya. Ternyata itu adalah Feng Xi,
"Hmm aku semalam ketiduran sampai!" ucapnya sambil tersenyum. Xiao Feng mengeluarkan seperangkat alat minum teh lalu mengeluarkan kantong kertas berisi teh yang sangat harum. Feng Xi yang melihat sontak membulatkan matanya, tentu dia tahu kalau teh itu teh Bunga Salju yang dia kirimkan.
Xiao Feng dengan terampil langsung membuat teh hangat, tak berselang lama teh pun sudah jadi. Asap tipis mengepul dari corong poci tersebut disertai aroma wangi.
"Seseorang mengirim teh ini kepadaku untuk melepas penat dan jangan terlalu lelah bekerja" ucap Xiao Feng sambil tersenyum lalu menuangkan teh ke dalam dua cangkir kosong.
"Hmm pengertian sekali orang itu"
"Ya benar hanya dia yang memahamiku,, awal bertemu aku merasa bahwa akan terikat dengannya seumur hidup dan ternyata memang benar,, benar-benar orang yang merepotkan haha!" ucap Xiao Feng sambil tertawa kecil, lalu menyodorkan gelas berisi teh kepada Feng Xi. Gadis cantik itu menerima gelas dan meminum dengan cara anggun.
"Yah terkadang dalam hidup selalu ada hal baik dan buruk" ucap Feng Xi, mereka mengobrol ringan saling bercerita dan tertawa sampai matahari terbit di ufuk timur. Tanpa sepengetahuan mereka dari jauh Raja Feng Xiong dan Ratu Xuening melihat kedua anak muda itu yang sedang duduk di atas tembok.
"Haha benar apa yang dikatakan Xue'er, kukira hanya putri kita saja yang terjun ke dunia kultivator ternyata Pangeran Xiao Feng juga sama. Dia seperti Xiao Dong suka bertualang hanya saja Xiao Feng bisa menutupi seluruh dunia kalau dia memiliki identitas ganda!" ucap Feng Xiong.
"Benar Gege, aku juga tidak menyangka kalau Hei Feng Xi dan Bai Feng Xi putri kita yang dirumorkan selalu bersama ternyata adalah Xiao Feng idolanya, tapi apakah Xiao Feng tahu kalau Bai Feng Xi adalah Xiyun?" ucap Ratu Xuening
"Sepertinya dia belum mengetahui, tapi biarkan lah nanti juga dia akan tahu. Ayo kita kembali dan menikmati teh jangan sampai kalah dengan kedua anak muda itu haha!" ucapnya lalu berjalan bersama Ratu Xuening kembali ke kediamannya.
**** bersambung
****
"Hei Feng Xi lagi-lagi kau yang menggagalkan rencanaku, tapi tenang saja ini baru permulaan tunggu sebentar lagi akan ku hancurkan kekaisaran Huangzhou!" Ling Xu Yuan bergumam ketika mendapat laporan kalau serangan binatang buasnya gagal dan habis tak tersisa.
"Tuan bagaimana langkah kita selanjutnya?" tanya seorang pengawal.
"Kita rubah rencana, dalam waktu dekat ini jangan bergerak dulu, kekuatan kita menurun. Kita fokuskan untuk melatih pasukan di Shangzhou!"
"Baik Tuan!"
*****
Kini Xiao Feng sudah sampai di istana Qingzhou dan tentunya disambut baik oleh Raja Feng Xiong dan Ratu Xuening. Diluar istana dihalaman belakang terlihat banyak meja dan kursi yang telah disiapkan. Tidak semua orang yang ikut berperang berada di istana sebagian besar sudah kembali melakukan aktifitas masing-masing, bahkan anggota Paviliun Gagak Hitam sudah kembali ke markasnya masing-masing. Bukan tidak mau mengikuti pesta hanya saja mereka ingin beristirahat.
Xiao Feng tidak melarang dia memberikan setiap orang kantung kain berisi 50 koin emas sebagai bonus. Kini yang berada di istana hanyalah Yuan Li, Ren Yan, Sun Xie, Sun Ling'er, Sun Guan dan Li Ying. Tentu saja Bai Hu, Qing Long dan Zhu Que selalu mengikuti Xiao Feng. Mereka kini berkumpul di halaman belakang istana.
Malam pun sudah tiba berbagai hiasan lampu cantik menghiasi suasana ramai itu. Para pelayan menyajikan hidangan dan arak untuk menambah semarak pesta kecil mereka.
"Kemana Xixi, kenapa tidak terlihat?" gumam Xiao Feng, dia melihat ke sekeliling mencari gadis berambut putih itu.
"Hoho terima kasih Tuan Muda telah membantu Qingzhou, aku mewakili rakyat menghaturkan banyak terimakasih" ucap Feng Xiong.
"Raja terlalu sungkan ini semua karena kerjasama semua orang jadi aku tidak berani mengambil kredit!" kata Xiao Feng sambil tersenyum. Sementara Ratu Xuening memperhatikan Xiao Feng diam-diam.
"Apakah yang berada didepan kami sebagai Hei Feng Xi dari Paviliun Gagak Hitam atau Pangeran Xiao Feng dari Youngzhou?" ucap Ratu Xuening, Xiao Feng tersenyum saja. Dia tidak heran karena sudah pasti Feng Xueyue akan memberitahunya tentang identitas dia ketika berada dipertemuan antar kerajaan kemarin.
__ADS_1
"Tidak kusangka kalau Ratu Qingzhou selain cerdas juga berwawasan, Raja Feng sungguh beruntung menjadikan anda sebagai Ratu dihati dan rakyatnya" ucap Xiao Feng. Ratu Xuening tertawa renyah mendengarnya sebelum berkata.
"Memang seperti yang diharapkan dari Pangeran Kedua, tutur katanya manis dan pandai menyenangkan hati, aku merasa tersanjung. Sangat tampan, berkarisma, cerdas dan juga sangat kuat " ucap Xuening balik memuji, lalu mereka bercerita banyak hal ditemani arak dan makanan. Kini mereka tahu tentang Xiao Feng yang memiliki dua identitas.
"Apa pangeran belum menikah?" tanya Xuening tiba-tiba bertanya, membuat Xiao Feng tersenyum malu.
"Kebetulan saya belum menikah karena masih banyak hal yang harus diurus"
"Hmm seorang Pangeran yang berdedikasi kepada negara, atau mungkin pangeran memiliki gadis pujaan lain"
"Ehm fikiran saya belum sampai ke arah itu yang mulia Ratu"
"Sayang sekali padahal kami berniat menjodohkan kau dengan Xiyun" kini Feng Xiong yang berkata. Xiao Feng tentu mengetahui Putri Xiyun.
"Hmm,, saya tidak berani yang mulia. Putri Xiyun memang saya akui sudah mengidolakan putri sejak lama. Tapi masalah perjodohan itu kita tidak bisa memaksakan!" ucap Xiao Feng, sebenarnya dalam hati dia kaget kenapa tiba-tiba Feng Xiong berkata seperti itu. Sementara itu Feng Xi yang sedang berjalan dari dalam aula dekat dengan dengan halaman belakang tempat berkumpul menghentikan langkahnya ketika mendengar Xiao Feng berkata kalau dia mengidolakan dirinya. Gadis cantik itu mematung sejenak dengan kedua tangan di taruh didepan dada. Rona merah terlihat jelas dipipi putihnya.
"Oh seperti itu, haha baiklah tidak perlu dibahas lagi biarkan yang muda yang menjalaninya, ayo silahkan dinikmati" ucap Feng Xuening. Tidak terasa sudah larut malam mereka bercerita.
"Pangeran sebaiknya besok pagi saja kembali ke Youngzhou, aku akan menyiapkan kamar untuk beristirahat!" ucap Feng Xiong. Xiao Feng sebenarnya bisa saja kembali dengan teleportasi namun tidak enak jika menolak tawaran apalagi terlihat Li Ying dan Ling'er sudah mengantuk.
"Baiklah maaf sudah merepotkan yang mulia!" ucap Xiao Feng.
"Xue'er!"
"Ya ayah!"
"Antarkan pangeran ke kediaman samping!"
"Baik ayah,, mari pangeran lewat sini!" ucap Feng Xueyue, Xiao Feng mengangguk lalu berjalan ke arah kediaman yang disiapkan untuk tamu sambil menggendong Li Ying diikuti yang lainnya. Feng Xiong dan Ratu Xuening juga masuk ke dalam istananya.
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali ketika semua orang masih terlelap Xiao Feng sudah bangun, dia keluar dari kamarnya dan menuju halaman belakang kediaman yang masih sunyi. Kediaman yang langsung menghadap ke arah pegunungan dan hutan membuat angin sejuk berhembus perlahan menerbangkan rambut panjangnya. Xiao Feng duduk di atas tembok dengan kedua kaki menjuntai ke bawah menikmati pemandangan matahari terbit yang sebentar lagi akan muncul.
Xiao Feng tiba-tiba merasakan ada seseorang dari belakang mendekatinya, dia tersenyum karena tahu siapa orang itu.
"Semalam kemana kau pergi?" tanya Xiao Feng ketika orang itu ikut duduk disampingnya. Ternyata itu adalah Feng Xi,
"Hmm aku semalam ketiduran sampai!" ucapnya sambil tersenyum. Xiao Feng mengeluarkan seperangkat alat minum teh lalu mengeluarkan kantong kertas berisi teh yang sangat harum. Feng Xi yang melihat sontak membulatkan matanya, tentu dia tahu kalau teh itu teh Bunga Salju yang dia kirimkan.
Xiao Feng dengan terampil langsung membuat teh hangat, tak berselang lama teh pun sudah jadi. Asap tipis mengepul dari corong poci tersebut disertai aroma wangi.
"Seseorang mengirim teh ini kepadaku untuk melepas penat dan jangan terlalu lelah bekerja" ucap Xiao Feng sambil tersenyum lalu menuangkan teh ke dalam dua cangkir kosong.
"Hmm pengertian sekali orang itu"
"Ya benar hanya dia yang memahamiku,, awal bertemu aku merasa bahwa akan terikat dengannya seumur hidup dan ternyata memang benar,, benar-benar orang yang merepotkan haha!" ucap Xiao Feng sambil tertawa kecil, lalu menyodorkan gelas berisi teh kepada Feng Xi. Gadis cantik itu menerima gelas dan meminum dengan cara anggun.
"Yah terkadang dalam hidup selalu ada hal baik dan buruk" ucap Feng Xi, mereka mengobrol ringan saling bercerita dan tertawa sampai matahari terbit di ufuk timur. Tanpa sepengetahuan mereka dari jauh Raja Feng Xiong dan Ratu Xuening melihat kedua anak muda itu yang sedang duduk di atas tembok.
"Haha benar apa yang dikatakan Xue'er, kukira hanya putri kita saja yang terjun ke dunia kultivator ternyata Pangeran Xiao Feng juga sama. Dia seperti Xiao Dong suka bertualang hanya saja Xiao Feng bisa menutupi seluruh dunia kalau dia memiliki identitas ganda!" ucap Feng Xiong.
"Benar Gege, aku juga tidak menyangka kalau Hei Feng Xi dan Bai Feng Xi putri kita yang dirumorkan selalu bersama ternyata adalah Xiao Feng idolanya, tapi apakah Xiao Feng tahu kalau Bai Feng Xi adalah Xiyun?" ucap Ratu Xuening
"Sepertinya dia belum mengetahui, tapi biarkan lah nanti juga dia akan tahu. Ayo kita kembali dan menikmati teh jangan sampai kalah dengan kedua anak muda itu haha!" ucapnya lalu berjalan bersama Ratu Xuening kembali ke kediamannya.
__ADS_1
**** bersambung