
****
Ao Xuan dan Lin Mei Ling sudah berada ditempat semula, namun tidak melihat Xiao Feng bahkan auranya saja tidak terasa, Ao Xuan menjadi panik namun tidak lama Xiao Feng keluar dari balik pohon. Ao Xuan menghela nafas lega dia menghampiri Xiao Feng.
"Maaf nona tadi sedikit ada urusan kenalkan namaku Feng Xi," ucap Xiao Feng sambil membungkuk. Lin Mei Ling menatap tubuh kecil Xiao Feng sambil tersenyum, pandangannya mendekat dan membesar hingga Xiao Feng tampak besar dimatanya. Ini adalah salahsatu teknik mata Lin Mei Lin yang mampu mendekatkan pandangan hingga benda kecil maupun jauh bisa terlihat besar dimatanya. Lalu ketika melihat wajah Xiao Feng apalagi melihat mata emasnya, berdebarlah dada Lin Mei Ling karena wajah Xiao Feng yang sangat tampan menawan dan dia merasakan aura bangsawan seolah menghipnotis dirinya.
"Em.. perkenalkan aku Lin Mei Ling"
"Nama yang cantik, aku yakin yang memberimu nama sudah dapat melihat kalau kau dimasa depan akan dicintai puluhan bahkan ratusan pemuda, sebaliknya kau hanya akan mencintai satu pemuda....." ucapan Xiao Feng terhenti ketika melihat sorot mata Lin Mei Ling yang menatapnya , Xiao Feng berkata dalam hati "dia menatapku aneh,, tidak bukan aneh, seperti ada kemesraan di matanya yang jernih"
Suasana hening seketika lalu Lin Mei Ling memecah kesunyian "Terima kasih para Tuan Muda telah memberikan petunjuk untukku, aku harus segera pergi ada urusan yang harus diselesaikan"
"Kalau aku bisa membantu,,," ucap Xiao Feng.
"Aku percaya ketulusan hati kalian, namun urusan ini aku selesaikan sendiri" ucap Lin Mei Ling, kembali dia menatap Xiao Feng dengan mesra."Selamat tinggal para sahabat"
Lin Mei Ling kemudian melesat meninggalkan Ao Xuan dan Xiao Feng meninggalkan bau harum diudara.
Setelah kepergian gadis cantik bertubuh ramping itu Ao Xuan terduduk ditanah "Sungguh gadis yang sangat cantik"
"Apakah lebih cantik dari istrimu" Xiao Feng berkata menggoda, Ao Xuan tergagap.
"Aku hanya memuji, tentu saja Jing Mi lebih cantik dimataku"
"Hahaha" Xiao Feng dan Ao Xuan tertawa.
"Ao Xuan apa kau bisa menduga kemana Mei Ling akan pergi?"
"Hmm apa kau mau mengikutinya, tidak ku sangka seorang tuan muda mengikuti gadis cantik" ucap Ao Xuan sambil melirik Xiao Feng.
__ADS_1
"Aku hanya bertanya,, tapi besar kemungkinan dia mencari nenek Liu si juru nikah yang kau sebutkan"
"Mungkin saja"
Dugaan mereka memang benar, Lin Mei Ling menuju kerajaan Angin Timur untuk mencari nenek Liu dengan teknik bergeraknya Lin Mei Ling bergerak cepat paling membutuhkan waktu setengah hari perjalanan. Sepanjang perjalanan Mei Ling mengingat kejadian yang baru dialaminya sejak meninggalkan tempat berlatih dan bertemu dengan Ao Xuan dan Xiao Feng dihutan.
"Manusia kerdil itu entah kenapa aku teringat padanya, tapi darimana dia berasal sepertinya bukan penduduk dunia ini, sayang aku tidak bertanya. Nanti aku akan meminta bantuan Raja Obat semoga dia bisa membesarkan manusia kerdil itu"
Menjelang sore Lin Mei Ling sudah sampai di wilayah kerajaan Angin Timur, dengan diantar anak kecil Lin Mei Ling sampai ke sebuah gubuk yang berada disebuah kebun. Bayangan pohon besar membuat keadaan sekitar gubuk menjadi gelap. Lin Mei Ling kemudian mengetuk pintu dan berseru.
"Nenek Liu, apakah kau ada didalam??"
Tak ada jawaban, Mei Ling mengetuk lebih keras dan memanggil lebih keras.
"Siapa diluar?" sebuah suara terdengar dari dalam rumah.
"Saya Mei Ling dan ada keperluan dengan nenek?"
Mei Ling tersenyum sejenak "Tidak, namun ada sesuatu yang hendak aku tanyakan"
"Kalau begitu masuklah pintu tidak dikunci"
Lin Mei Ling mendorong pintu masuk yang seketika mengeluarkan suara berderit. Dalam rumah terlihat gelap, dia berdiri sejenak untuk membiasakan penglihatannya. Bagian dalam gubuk tidak terlalu luas hanya ada satu ruangan dan disudut ruangan ada sebuah tempat tidur dengan meja kecil disampingnya. Di atas tempat tidur inilah Mei Ling melihat sosok bungkuk membelakanginya.
"Nenek Liu" tegur Mei Ling
Yang disapa mengeluarkan suara gumaman dan terbatuk-batuk. Mei Ling berjalan mendekati sosok itu, ternyata sosok itu memakai tudung kepala hitam sehingga tidak terlihat wajahnya.
"Nenek Liu maafkan aku sudah mengganggu waktumu, namun aku tidak akan lama aku...."
__ADS_1
Ucapan Mei Ling terhenti ketika sosok itu membuka tudungnya dan berbalik. Terkejutlah Mei Ling melihat sosok itu.
"Bao Huang,, Bu,, bukankah kau sudah mati?"
Sosok itu tertawa sejenak lalu matanya menatap tajam Mei Ling "Haha Bao Huang memang sudah mati namun aku adalah saudara kembarnya, ketika kalian membunuh saudaraku, dia sempat mengirimkan pesan tentang siapa pelaku pembunuhnya, Ckckc tidak kusangka ternyata yang datang adalah gadis sangat cantik" ucap sosok itu sambil menjulurkan lidah. Sosok itu adalah Bao Dan saudara kembar Bao Huang.
"Aku tidak mencarimu aku mencari nenek Liu?"
"Apakah kau mencari nenek tua itu untuk minta di nikahkan denganku? tidak usah pakai peradatan kita bisa langsung menikah saat ini, hahaha"
Mei Ling tersenyum " Ternyata kau dan saudaramu sama saja memiliki niat keji dan kotor tapi karena pemilik gubuk tidak ada aku akan pergi dulu" Mei Ling berucap sambil membalikkan badan. Namun Bao Dan melompat dan menghadang, Bao Dan mengulurkan kedua tangannya kuku hitam mencuat mengarah ke arah dada Mei Ling yang membusung.
"Kau mahluk jejadian, tidurlah" ucap Mei Ling lalu mendorongkan tangan kanannya. Serangkum angin dingin menerpa ke arah Bao Dan. Bao Dan terkejut ketika mendapati tubuhnya terdorong dan rasa kantuk tiba-tiba menyerangnya.
"Celaka apa yang terjadi?" Dengan cepat Bao Dan mengeluarkan Auman keras dan membuat gubuk berguncang seolah hendak rubuh. Lalu tubuhnya terpecah menjadi tiga orang.
"Jika cara baik-baik tidak cukup, maka aku lebih suka kekerasan"
Lin Mei Ling terkejut dia menggerakkan tangan kanannya dan hawa dingin kini berubah menjadi panas, angin panas kemudian melesat dari tangan Mei Ling menyerbu tiga sosok itu. Bao Dan melompat ke atas menghindarinya namun satu sosok dibelakang tidak sempat dan dengan telak terkena angin panas Mei Ling yang membuat sosok itu terlempar dan berubah menjadi asap.
Dua sosok yang lain mengereng mereka menyerang Mei Ling dengan ganas, kuku panjang berkelebatan mengincar bagian-bagian tubuh Mei Ling. Lin Mei Ling menghindari setiap serangan itu seolah penari anggun tubuhnya ringan berlompatan kesana kemari meliuk-liuk sesekali menepis dan balas memukul dua sosok itu.
Namun biarpun Mei Ling kultivasinya berada dia Alam Perak *6 tetap saja dikeroyok oleh dua orang dengan kultivasi sama dia kewalahan, sampai akhirnya satu pukulan mengenai pundak kirinya. Lin Mei Ling menjerit kecil dan terjengkang bergulingan, dia melihat pundak kirinya ada goresan memanjang dan kulit disekitar luka tampak membiru kehijauan lalu tubuhnya terasa lemas hingga sulit menggerakkan tubuhnya.
"Kuku itu beracun"
"Hahaha Mei Ling apakah kau sudah siap bercinta?" Kini bayangan Bao Dan menghilang dan dia berjalan mendekati Lin Mei Ling yang sedang terkapar, Bao Dan mengangkat tangannya dan mengelus pipi Mei Ling yang halus. Tangannya gemetaran merasakan kulit lembut dan halus Mei Ling. Ketika tangannya hendak menyentuh dada Mei Ling, telinganya bergerak-gerak mendengar sesuatu lalu muncul sosok besar harimau putih bersayap menjebol dinding dan langsung menyerang Bao Dan.
Bao Dan kaget dia serta Merta melompat mundur namun gerakannya kurang cepat, sebuah siluet cakar dari elemen angin menerjang dan langsung memotong tubuh Bao Dan menjadi serpihan. Bao Dan tidak sempat mengeluarkan jeritan dia langsung mati dan serpihan tubuhnya menyebar ke segala arah. Lin Mei Ling menutup matanya melihat kejadian itu, perutnya terasa mual namun di tahan. Kini Mei Ling hanya berkeringat dingin ketika sosok harimau putih itu berjalan mendekatinya.
__ADS_1
"Dewa sungguh buruk nasibku baru saja meninggalkan lembah, rahasia kehidupanku belum saja terkuak kini aku harus meninggalkan alam ini" dalam hati Mei Ling berkata. Air mata mengucur jatuh dipipinya. Namun Lin Mei Ling merasa heran karena tidak terdengar pergerakan, dia perlahan membuka kedua matanya dan melihat harimau putih itu hanya duduk diam menatapnya.
**** bersambung