
****
Sinar keemasan matahari pagi pun muncul, cuaca pagi hari ini lumayan cerah dengan angin bertiup lembut disertai burung-burung beterbangan mencari penghidupan. Xiao Feng dan Feng Xi yang sudah berpakaian rapi keluar dari kamar.
"Selamat pagi tuan dan nona muda Feng?" sapa Patriak Chu Yang yang sudah menunggu di meja makan, pria tua itu duduk bersama Chu Huanran yang sudah cantik dan wangi, Xiao Feng dan Feng Xi membalas sapaan dan Feng Xi mendekat dan mencium sekilas pipi gadis kecil lucu itu.
"Waaah, Huan'er sudah cantik dan wangi!" ucap Feng Xi, Chu Huanran terkekeh geli dan mereka memulai sarapannya, setelah selesai sarapan Xiao Feng dan Feng Xi pun berpamitan kepada Chu Yang, rencananya mereka akan melanjutkan perjalanannya menuju pusat alam dewa walaupun disertai drama kecil dari Chu Huanran yang tidak rela Xiao Feng dan Feng Xi pergi.
"Kakak janji nanti akan kesini lagi!" ucap Xiao Feng sambil mengelus kepala Chu Huanran digendongan Feng Xi.
"Huhu janji jari kelingking!" ucap Chu Huanran sambil menyodorkan jari kelingkingnya, Xiao Feng tertawa kecil dan menurutinya.
"Sudahlah Huan'er kakak tampanmu nanti kembali lagi!" ucap Chu Yang, dia mengambil Chu Huanran.
"Nanti kakak belikan baju baru dan manisan gula Huan'er jangan sedih ya!" ucap Feng Xi, dia mengeluarkan manisan gula dari cincin penyimpanannya. Akhirnya Xiao Feng dan Feng Xi meninggalkan kediaman Chu, Qing Long dan Bai Hu memilih memasuki dunia jiwa mereka faham kalau tuannya ingin melakukan perjalanan berdua.
***
Xiao Feng dan Feng Xi terbang berdampingan, tak lama mereka baru saja meninggalkan kediaman mendadak Xiao Feng menghentikan terbangnya dan turun diarah hutan kecil.
"Keluarlah kalian sudah mengikutiku sejak keluar dari kediaman!" seru Xiao Feng.
"Hahaha tak kusangka kau mengetahui!" sebuah suara terdengar dan muncul lima orang berpakaian hitam menggunakan penutup wajah.
"Katakan siapa yang mengutusmu!" ucap Xiao Feng.
"Kau tidak layak mengetahui yang jelas pilihannya hanya dua, satu kau bunuh diri dan dua kau serahkan gadis itu dan kami akan membiarkan mayatmu utuh!"
"Huh,, berlagak sekali!" ucap Feng Xi lalu melesat cepat ke arah lima orang.
"Aappaaa cepat sekali!"
"Buukk,, baamm!"
Feng Xi dengan cepat menghajar lima orang itu sebenarnya Xiao Feng sudah ingin bergerak namun keduluan oleh Feng Xi hasilnya kelima orang itu dihajar hingga babak belur.
"Ampun nona muda kami hanya disuruh!" ucap salahsatu dari pria berpakaian hitam sambil bersujud dengan kedua tangan diatas kepala tampak wajah mereka bengkak dan membiru dibeberapa bagian, Feng Xi mendengus sambil mengangkat dagunya.
__ADS_1
"Katakan siapa yang menyuruhmu menargetkan kami?" ucap Feng Xi dengan senyum menyeramkan, kelima pria itu ketakutan.
"Kami disuruh tabib Hutong untuk membereskan kalian"
"Hmm dimana dia sekarang?"
"Dia ada di gedung Asosiasi Xuanhuan!"
"Baiklah antar kami kesana!" seru Feng Xi, kelima pria itu buru-buru menganggukkan kepala dan segera membawa Xiao Feng dan Feng Xi ke gedung Asosiasi Xuanhuan. Xiao Feng sendiri hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Feng Xi.
***
Digedung Asosiasi Xuanhuan ternyata tabib Hutong yang sebelumnya mengobati Chu Huanran saat ini sedang duduk bersama Tabib Ni dan tuan Hong.
"Guru,, anak itu sungguh arogan bahkan dia menjelekan asosiasi kita dan berkata kalau kemampuan tabib kita rendah" ucapnya.
"Apa sialan mana yang berani bertingkah seperti itu!" seru tabib Ni marah, tuan Hong diam saja menyimak.
"Tenang guru, aku sudah menugaskan orang seharusnya kemampuan mereka tidak tinggi dan mereka sudah mati hahaha!"
Tiba-tiba pintu diketuk penjaga.
"Suruh masuk!"
"Baik!"
Pintu pun terbuka dan muncul lima pria yang sudah tidak mengenakan penutup wajah dengan wajah babak belur, semua orang terlebih tabib Hutong terkejut pasalnya kelima orang yang dia tugaskan untuk membereskan Xiao Feng dan Feng Xi.
"Kalian,, bagaimana dengan tugas kalian?" tanya tabib Hutong.
"Tuan kemampuan mereka sungguh tinggi kami dihajar sampai begini!"
"Dasar sampah,, mengurus kedua bocah itu saja kalian tidak mampu!" seru tabib Hutong dan kemudian muncul Xiao Feng dan Feng Xi.
"Guru,, dia dia yang menjelekan asosiasi kita,, dia orangnya!" ucap tabib Hutong sambil menunjuk Xiao Feng, tabib Ni dan tuan Hong kaget melihatnya. Tabib Hutong sedikit heran kenapa kedua tetua itu hanya diam
"Guru,, kenapa diam ayo kita tangkap!"
__ADS_1
"Diammm!"
"Plakk!"
Tabib Ni menampar tabib Hutong hingga menabrak dinding dan tabib Ni serta tuan Hong mendekati Xiao Feng seraya menangkupkan kedua tangan.
"Salam master Feng dan nona Feng!" ucap tabib Ni dan tuan Hong, tentu saja tabib Hutong kaget melihat gurunya memberi hormat dia merasa sesuatu yang buruk akan segera menimpanya.
"Salam tabib Ni dan tuan Hong, kami hanya sedang berkunjung!" ucap Xiao Feng lalu duduk dan menuangkan arak.
"Dengar-dengar orang asosiasi Xuanhuan mengirim orang untuk membereskan kami, apa benar tabib?" ucap Feng Xi, tabib Ni berkeringat dingin.
"Itu,, itu hanya salah faham master dan nona!"
"Oh begitu lantas bagaimana dengan mereka dan kami dirugikan tentu harus ada kompensasi?" ucap Feng Xi sambil menunjuk kelima pria berpakaian hitam, tabib Ni pun menatap tajam tabib Hutong.
"Pengawal seret murid kurang ajar ini!" seru tabib Ni.
"Guru,, apa salahku!" ucap tabib Hutong ketika dua orang penjaga memasuki ruangan dan menyeret tabib Hutong.
"Plakk!"
"Dasar bodoh,, master Feng ini adalah guruku,, kau beraninya menargetkan master!" seru tabib Ni marah.
"Apaa,, habislah sudah!" ucap Tabib Hutong.
"Cepat usir dia, kelak aku akan mencabut sertifikat tabib dia dan dia bukan anggota asosiasi Xuanhuan lagi!" ucap tabib Ni, tabib Hutong hanya pasrah mendengar itu, dia menyesal memprovokasi Xiao Feng, penjaga pun dengan cepat membawa tabib Hutong keluar.
"Maafkan guru,, jika master yang turun tangan kau tidak akan melihat matahari besok pagi!" gumam tabib Ni sambil menatap tabib Hutong yang diseret keluar.
"Master bagaimana apakah cukup memuaskan mu?" ucap tabib Ni hati-hati, Xiao Feng tersenyum tipis.
"Yah sebenarnya tidak terlalu memuaskan tapi tidak apalah hanya kesalahpahaman saja kelak kau harus mendidik orang agar memiliki sikap yang baik" ucap Xiao Feng, dia tahu tabib Ni melindungi muridnya sebab jika dia atu Feng Xi yang turun tangan sudah dipastikan tabib Hutong hanya menyisakan mayatnya saja.
Xiao Feng mengobrol sebentar dengan tabib Ni dan tuan Hong, sebenarnya tidak berniat singgah dan masalah kecil seperti ini Xiao Feng tidak terlalu perhitungan, tabib Ni dengan sukarela menyerahkan cincin penyimpanan berisi batu roh dan beberapa herbal langka sebagai kompensasi. Setelah menerima itu Xiao Feng dan Feng Xi lantas meninggalkan Asosiasi Xuanhuan.
"Untung master tidak perhitungan, kalau dia perhitungan tamat sudah Asosiasi kita!" ucap tuan Hong.
__ADS_1
"Benar,, murid sialan itu hampir saja menyeretku ke dalam jurang api!" ucap tabib Ni.
****