
****
Xiao Feng dan Feng Xi memasuki kota yang dikenal kota Bukit Patah, keduanya cukup kagum melihat kota yang besar dengan bangunan yang berdiri didalamnya tampak megah ditambah mereka melihat orang-orang yang berlalu lalang merupakan penduduk biasa rata-rata memiliki kultivasi di ranah Raja Kristal.
"Pusat alam dewa memang menakjubkan bahkan penduduknya saja memiliki kekuatan puncak di alam manusia" ucap Xiao Feng.
"Benar Feng Ge aku sendiri biarpun sudah tahu kalau pusat alam dewa luarbiasa tapi melihat secara langsung membuatku kagum" ucap Feng Xi sambil matanya mengedarkan pandangan ke sekeliling.
"Ayo kita makan dulu sudah siang sekalian kita mencari informasi" ucap Xiao Feng lalu merangkul pinggang Feng Xi dan berjalan santai.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi Xiao Feng menemukan rumah makan karena sangat wajar sebagai kota besar rumah makan pasti akan selalu berada tidak jauh dari gerbang masuk, Xiao Feng dan Feng Xi langsung memasuki rumah makan tersebut.
"Selamat datang di rumah makan kami tuan dan nona muda" ucap pelayan wanita ramah namun matanya tidak berhenti menatap Xiao Feng.
"Aku pesan makanan terbaik disini" ucap Xiao Feng
"Baik mari kami antar"
Pelayan mengantarkan Xiao Feng dan Feng Xi ke meja dilantai satu, sebelumnya pelayan menawarkan lantai dua yang lebih privasi namun Xiao Feng menolak karena sekalian ingin mencari informasi. Semua orang yang sedang makan sontak melihat ke arah Xiao Feng dan Feng Xi kebanyakan mereka mengagumi paras kedua muda mudi itu, namun tidak berani macam-macam karena dari pakaian dan aura yang menyebar sudah dipastikan kedua muda mudi itu berasal dari sebuah keluarga atau klan bangsawan.
Xiao Feng dan Feng Xi duduk di kursinya dan pelayan segera menyajikan makanan, sambil menunggu Xiao Feng dan Feng Xi berbincang ringan.
"Xixi sebaiknya kita mencari informasi dulu setelah makan, siapa tahu kita bisa menemukan keluarga Lin" ucap Xiao Feng.
"Benar, alam dewa ternyata sangat luas bahkan alam manusia saja tidak ada apa-apanya,, apa kau berencana membantu Mei Ling menemukan keluarganya?" Feng Xi bertanya
"Dia juga sahabat kita ya juga karena kita sudah disini sekalian kita mencari tahu" jawab Xiao Feng
__ADS_1
Obrolan mereka terhenti ketika pelayan datang dan menata hidangan diatas meja "Silahkan dinikmati tuan muda" ucap pelayan sambil berlalu pergi, namun dihentikan Xiao Feng.
"Tunggu"
"Ya ada apa tuan muda?"
"Begini apa disini ada paviliun atau semacamnya yang menyediakan informasi?" tanya Xiao Feng.
"Informasi apa yang diinginkan tuan muda?"
"Apapun itu"
"Hmm sepertinya tuan dan nona muda baru pertama kali ke sini, baiklah tidak jauh dari sini tuan muda bisa berjalan lurus melewati tiga rumah belok kiri dan disebelah kanan jalan ada gedung perpustakaan" ucap pelayan menjelaskan, Xiao Feng mengangguk faham lalu memberikan kain berisi batu roh tingkat tinggi.
"Terimakasih" ucap Xiao Feng sambil tersenyum yang membuat pelayan wanita terdiam beberapa saat sebelum Feng Xi pura-pura batuk. Pelayan tersadar lalu berlalu dari sana dengan wajah memerah.
"Xixi jangan salahkan aku terlalu tampan kadang tampan ini menyiksaku" ucap Xiao Feng, Feng Xi hanya memutar bola matanya malas mendengar ucapan percaya diri Xiao Feng.
****
Setelah menyelesaikan makannya Xiao Feng dan Feng Xi berjalan berdampingan menuju sebuah perpustakaan kota yang sudah diarahkan pelayan. Sepanjang jalan mereka berdua melihat kota yang cukup ramai dan terkesan megah, tak berselang lama Xiao Feng dan Feng Xi sampai di depan sebuah bangunan dua tingkat yang cukup besar.
"Permisi tetua, apakah ini perpustakaan kota?" Xiao Feng berucap ramah sambil menangkupkan kedua tangan ketika dia didepan penjaga perpustakaan.
Pria tua dengan rambut panjang bahkan alis dan janggutnya memutih menurunkan bukunya lalu menatap ke arah dua orang muda mudi didepannya, Xiao Feng melihat kalau pria tua itu cukup kuat.
"Anak muda teknik matamu bagus" ucap pria tua itu yang membuat Xiao Feng dan Feng Xi terkejut, pasalnya Xiao Feng memang menganalisa penjaga perpustakaan. Xiao Feng tersenyum dan kembali menangkupkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Maafkan kami yang tidak memiliki etika" ucap Xiao Feng, pria tua itu tersenyum dan menganggukkan kepala dia melihat bola mata Xiao Feng muncul titik kecil bersinar walaupun sekilas namun mata tajam pria tua itu masih bisa melihatnya.
"Aku tebak kalian baru datang dari negeri jauh" ucap pria tua dan Xiao Feng menganggukkan kepalanya "Benar, ini perpustakaan kota silahkan masuk saja tapi sebelumnya kalian perlihatkan identitas diri dulu dan bayar pajak hanya satu batu roh menengah" pria tua menjelaskan singkat.
"Baik tetua" ucap Xiao Feng lalu menyerahkan token pengenalnya dan satu batu roh.
"Hmm Hei Feng Xi dan Bai Feng Xi kalian sungguh cocok, baiklah kalian boleh masuk" ucap pria tua sambil mengembalikan token milik Xiao Feng. Xiao Feng menerima token dan setelah memberi hormat dia memasuki perpustakaan.
Pria tua yang melihat Xiao Feng masuk tersenyum karena sikap Xiao Feng, pria tua itu menilai dari pakaian mewah dan aura bangsawan kental yang memancar dari tubuh Xiao Feng dan Feng Xi besar kemungkinan dua muda mudi itu dari klan bangsawan, namun memiliki sikap baik tidak seperti kebanyakan tuan muda yang arogan dan sombong.
"Anak itu tidak sederhana, biarpun kultivasinya terlihat di ranah Dewa Putih aku yakin mereka berdua lebih daripada itu. Tidak mungkin mereka melakukan perjalanan jauh dengan kekuatan seperti itu" gumam pria tua sambil mengelus dagunya lalu melanjutkan kegiatannya membaca sebuah buku.
*****
Begitu Xiao Feng dan Feng Xi masuk keduanya terkagum dengan banyak rak besar dan tinggi berbaris penuh dengan gulungan, kitab dan lain-lain. Xiao Feng kemudian mencari buku informasi tentang pusat alam dewa dan setelah menemukannya dia membaca sekilas, biarpun sekilas tapi sudah di pindai oleh sistem.
Sementara Feng Xi juga berkeliling melihat-lihat, diperpustakaan ini tidak ada tentang kitab beladiri hanya pengetahuan umum saja, baik pengetahuan tentang kultivasi maupun pengetahuan umum.
"Feng Ge apakah kau sudah selesai?" ucap Feng Xi sambil berjalan mendekati Xiao Feng yang membaca sebuah peta lapisan luar pusat alam dewa.
"Sudah ini aku sedang melihat peta dulu, apa kau menemukan sesuatu yang menarik?" ucap Xiao Feng balik bertanya, Feng Xi menggelengkan kepalanya pelan.
"Tidak ada hanya pengetahuan umum saja, tidak ada kitab teknik atau apapun" jawab Feng Xi yang membuat Xiao Feng terkekeh pelan lalu mencubit pipi gadis cantik itu.
"Tentu saja tidak ada, perpustakaan kota kan memang untuk penduduk mengenai kitab teknik atau hal semacamnya tentu tidak akan ada disini" ucap Xiao Feng
"Ayo kita keluar aku sudah selesai" ucap Xiao Feng lalu dia berjalan keluar perpustakaan.
__ADS_1
***bersambung***