Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 114 Lin Mei Ling


__ADS_3

****


Bao Huang yang melihat juga terpesona dengan penampilan gadis itu, "Gadis cantik siapa kau? disini sangat berbahaya sebaiknya lekas menyingkir, begitu aku selesai membereskan mereka kau akan kuajak ke tempatku disana kita bisa bersenang-senang dan semua yang kau inginkan akan terwujud" ucap Bao Huang sambil julurkan lidah membasahi bibir.


Ao Xuan dan Xiao Feng menyangka kalau gadis itu pasti marah mendengar ucapan tidak senonoh dari Bao Huang, namun gadis itu malah tersenyum lalu tertawa berderai.


"Ah suara tawanya sungguh merdu seperti musik yang dimainkan para peri" ucap Ao Xuan,


Gadis itu berhenti tertawa sepasang mata jernihnya menatap Bao Huang "Senang hatiku diajak ke tempat seorang hebat pasti banyak hal luar biasa, hanya saja apakah kau sudi menjawab beberapa pertanyaanku"


"Jangankan beberapa, seratus bahkan seribu pertanyaan akan ku jawab, tapi biarkan aku mengurus dulu dua kambing ini, setelah selesai kita bisa menghabiskan waktu berhari-hari untuk bertanya jawab"


"Begitu tegakah hatimu membuatku menunggu, lagipula aku tidak kuat melihat kau binasa ditangan mereka"


"Aku tidak akan binasa, merekalah yang akan mampus" Bao Huang berkata sambil membusungkan dada. "Tapi baiklah orang secantikmu tidak boleh dibiarkan menunggu, silahkan ajukan pertanyaanmu, tapi sebelumnya siapa namamu?"


"Aku Lin Mei Ling"


"Mei Ling berarti gadis cantik,, nama yang sangat cocok denganmu" Bao Huang memuji "Aku sendiri dipanggil Bao Huang dari klan Macan Tutul, sekarang kau boleh ajukan pertanyaanmu"


Mei Ling tertawa sebentar " pertanyaan pertama apa kau pernah mendengar nama Lin Tian?"


Bao Huang menggelengkan kepalanya.


"Hmm sayang kau tidak bisa menjawab sekarang pertanyaan kedua apa kau mengenal perempuan bernama Qiu Hua?"


"Hmm aku memang pernah mendengar tapi lupa dimana dan kapan" Bao Huang mengelus dagunya.


"Lupakan saja, sekarang pertanyaan ketiga apa kau pernah mendengar seorang nenek bernama Zhang Yuqi?" lanjut Mei Ling. Bao Huang menyeringai


"Aku tahu dia seorang nenek yang selalu mengembara, namun aku akan segera membunuhnya"


Lin Mei Ling menaikkan alisnya mendengar itu "Kenapa kau hendak membunuhnya"


"Karena tidak mau tunduk padaku, tidak mau tunduk kepada Istana Ular"

__ADS_1


"Siapa gerangan pemimpin istana Ular yang kau maksudkan itu?" Mei Ling memburu dengan pertanyaan beruntun dan disetiap pertanyaannya senyum tidak pernah lepas dari wajah cantiknya.


"Hal itu tidak bisa kuterangkan saat ini" jawab Bao Huang


"Kenapa?"


"Belum saatnya tapi jika kita sudah sampai di Istana Ular, kau akan tahu"


Lin Mei Ling menghela nafas lalu tersenyum "Aku kecewa padamu tidak bisa menjawab pertanyaanku dan ketika pertanyaan ketiga kau menjawab malah membuatku bingung, pergilah dari sini jika tidak ingin celaka"


"Lin Mei Ling,,," seru Bai Huang


Namun Lin Mei Ling tidak menghiraukan dia melompat dan tahu - tahu sudah berada didepan Ao Xuan dan Xiao Feng "Tuan gagah ketika aku melihatmu kau menyimpan suatu ganjalan hati dalam kehidupan ini, jika bisa membantu aku akan membantu. Pernahkah kau mendengar pepatah syukurilah kehidupan sebelum menjadi kematian, syukurilah cinta kasih sebelum menjadi kebencian"


Wajah Ao Xuan memerah "Pepatah bagus, aku akan mengingatnya". Lin Mei Ling tersenyum hingga matanya menyipit.


"Apa kau bisa menjawab pertanyaanku?


"Mengenai pria bernama Lin Tian, puluhan tahun lalu dia tinggal di pelosok kerajaan Angin Timur, kemudian dia bertualang untuk meningkatkan kekuatan setelah itu tidak terdengar kabarnya lagi"


"Entahlah aku tidak tahu apalagi jaman dulu ras dan klan memiliki teknik aneh-aneh bisa menerobos alam lain"


"Keteranganmu tidak lengkap tapi sudah cukup membuatku mendapat sedikit petunjuk, lalu apa kau mengenal Qiu Hua?"


"Aku menduga kalau Qiu Hua adalah istri dari Lin Tian, dia juga menghilang bersamaan dengan menghilangnya Lin Tian, namun tidak lama kemudian disebuah hutan ada sosok mayat perempuan tergantung kondisinya rusak dan tidak bisa dikenali biarpun banyak yang menduga kalau itu mayat Qiu Hua namun sulit membuktikan,,,,"


Sepasang mata Lin Mei Ling sembab, dia menatap dalam Ao Xuan dan membuatnya salah tingkah.


"Kedua orangtua mereka juga sudah tiada dan tidak memiliki kerabat, namun ada satu orang yang mungkin bisa memberimu petunjuk"


"Siapa itu tuan gagah?"


"Orang itu adalah nenek Liu, juru nikah kerajaan Angin Timur dan dia tinggal di bagian selatan ibukota kerajaan"


Lin Mei Ling tersenyum dia melangkah ke depan dan memegang lengan Ao Cuan "Tuan terima kasih keteranganmu sangat berarti bagiku, bolehkan aku tahu namamu?"

__ADS_1


"Ao Xuan"


"Ao Xuan, Ao Xuan,,, hmm baiklah aku akan mengingatnya tapi ijinkan aku memberi pertanyaan terakhir apa kau tahu seseorang bernama She Mo" Mei Ling berkata


"Untuk apa kau bertanya tentang orang itu?" yang bertanya adalah Bao Huang.


Lin Mei Ling tersenyum dan menggelengkan kepala "Bukankah aku memintamu untuk pergi,,!"


"Kau tidak bisa mengaturku,, kau harus tunduk padaku Lin Mei Ling dan ikut aku ke istana Ular"


"Kau pergi saja duluan dan aku akan menyusul"


"Lin Mei Ling aku memang suka padamu kecantikan dan tubuhmu menggairahkan darahku,, tapi jangan keras kepala karena aku tidak akan segan menguliti tubuhmu dengan pisau ini"


"Aku sedih mendengar kata katamu, sesama manusia tidak bisakah untuk tidak saling membunuh dan menebar cinta kasih daripada menebar amarah dan dendam" ucap Lin Mei Ling.


Bao Huang tertawa " amarah dan dendam cocoknya untuk mereka dan cinta kasih cocok untuk kita berdua"


Lin Mei Ling hanya tersenyum lalu berkata hingga membuat Bao Huang menggeram marah "Cinta kasih dalam hatimu adalah sesuatu yang kotor dan keji, tidak cocok untuk kita"


Bao Huang amarahnya terpicu dia dengan cepat mengirimkan tendangan mengarah ke perut Lin Mei Ling, gadis itu dengan cepat menepis kaki Bao Huang sambil melompat ke atas. Bao Huang mengeluarkan pisaunya dan ikut melompat, diudara gadis itu bergerak anggun layaknya penari bergerak lincah menghindari serangan Bao Huang. Ao Xuan tidak tinggal diam dia ikut menyerang Bao Huang kali ini dia menggunakan kembali pedang nya.


Bao Huang yang sejak dari tadi tidak bisa menyentuh Lin Mei Ling kini menjadi kesal karena Ao Xuan ikut bergabung belum lagi orang kerdil dibawah yang sewaktu-waktu mengirim serangan mendadak. Memikirkan itu Bao Huang menjadi lengah dia terkena tendangan Ao Xuan dan membuatnya terlempar menabrak pohon.


"Bajingan,, Ao Xuan saja sangat merepotkan dan gadis ini juga tidak bisa ditebak kultivasinya, kalau aku melanjutkan bisa-bisa nyawaku melayang. Aku harus kabur" Bao Huang melesat kabur. Ao Xuan yang hendak mengejar tertahan ketika Lin Mei Ling menghentikannya.


"Tidak usah dikejar cepat atau lambat kita akan bertemu dia lagi" ucap Lin Mei Ling, Ao Xuan menganggukkan kepala dan berjalan bersama Lin Mei Ling ke arah Xiao Feng. Namun tiba-tiba dikejauhan terdengar teriak kesakitan. Ao Xuan dan Lin Mei Ling terkejut lalu melesat ke sumber suara, ketika sampai mereka berdua melihat Bao Huang sudah terbujur kaku dengan tubuh membeku dan dilehernya sebuah pedang es menancap.


"Elemen es, aku yakin ini perbuatan Xiao Feng karena sebelumnya dia juga mengeluarkan angin dingin dengan butiran es"


"Siapa itu?" tanya Lin Mei Ling


"Owh aku lupa dia saudaraku yang kecil tadi, sudah biarkan dia ayo kita kembali" Ao Xuan berbalik dan Lin Mei Ling menghantamkan tangan kanannya membuat lubang besar lalu memindahkan mayat Bao Huang ke dalam lubang dan menguburnya.


Sebelumnya Xiao Feng ketika Bao Huang menyerang Lin Mei Ling dia sudah membuat sebuah pedang es besar di ketinggian udara untuk jaga-jaga, namun karena Bao Huang kabur Xiao Feng dengan teknik mata ruangnya memindahkan pedang es diudara dan digunakan untuk menusuk Bao Huang. Namun Ao Xuan dan Lin Mei Ling tidak menyadarinya sampai suara teriakan mengagetkan mereka.

__ADS_1


**** bersambung


__ADS_2