
****
Xiao Feng samar-samar merasakan kalau darah dalam tubuh pemuda klan Xiao sama dengan dirinya namun sedikit lebih samar, dari hal itu Xiao Feng menyimpulkan kalau klan atau keluarga Xiao di kota Bukit Patah memiliki hubungan dengan klan Xiao di alam manusia.
Xiao Feng dengan seksama menyaksikan pertarungan terlihat jelas pertarungan tersebut sudah memasuki babak akhir pemuda dari klan Xiao jelas dalam posisi kalah, pemuda itu terjajar mundur belum bersiap menstabilkan posisi serangan lawan sudah sampai didepannya dengan pedang terhunus.
"Haha matilah kau Xiao Yu!" seru pemuda klan Jian tertawa seolah kematian Xiao Yu sudah dipastikan.
"Yuan Li!" seru Xiao Feng, Yuan Li menganggukkan kepala dan melesat ke tengah arena lalu melambaikan tangan kanan. Sebuah bola api merah membumbung dari tangan kanan memblokir serangan pemuda dari klan Jian.
Pemuda klan Jian yang melihat serangan bola api tiba-tiba langsung mundur dan menebaskan pedangnya, sebuah siluet pedang transparan dari elemen angin muncul dan bertabrakan dengan bola api Yuan Li.
"Booom!"
Ledakan keras pun tidak terelakkan akibat benturan dua energi, pemuda klan Jian terdorong mundur 20 langkah sementara Yuan Li berdiri tenang didepan Xiao Yu. Xiao Yu sendiri kaget karena tiba-tiba ada orang yang menolongnya, dia mengerutkan keningnya melihat Yuan Li karena tidak mengenalnya.
Pemuda klan Jian menatap tajam Yuan Li "Siapa kau berani ikut campur!" teriaknya tidak senang karena serangannya di blokir dan energi Qi di dalam Meridian nya tampak kacau. Yuan Li yang mendengar hanya mendengus.
"Kembalilah ke rumahmu jika tidak kau akan mati!" seru Yuan Li sembari mengeluarkan auranya, pemuda klan Jian maupun warga yang menonton terkejut melihat aura Yuan Li, bahkan warga yang tadi sempat berbincang dengan Xiao Feng juga terkejut.
"Dari mana dia masih muda sudah berada di ranah Dewa Merah"
"Pasti jenius dari keluarga kita lain atau murid sekte bagian dalam pusat alam dewa"
"Kau salah dia datang bersama tuan mudanya yang berada disitu" ucap warga sambil menunjuk Xiao Feng yang berdiri santai sambil sesekali menghembuskan asap rokoknya.
"Berarti dia pengawalnya,, kalau pengawalnya saja seperti itu bagaimana tuan mudanya"
Sekelompok warga membicarakan Xiao Feng dan Yuan Li yang baru muncul. Pemuda klan Jian mau tidak mau bergetar melihat kekuatan Yuan Li, namun sebagai tuan muda keluarga besar dia tidak mau mengalah begitu saja.
__ADS_1
"Cih,, Xiao Yu ku anggap kau beruntung!" ucapnya lalu segera melesat meninggalkan arena dengan dua orang pengawalnya, Yuan Li tidak mengejar karena tidak ada perintah Xiao Feng.
Xiao Yu buru-buru mendekati Yuan Li dan menangkupkan kedua tangan "Terimakasih tuan atas bantuannya aku Xiao Yu dari klan Xiao" ucap Xiao Yu, Yuan Li tersenyum tipis.
"Tidak masalah semua ini atas perintah tuan mudaku"
"Lalu dimana tuan muda anda aku juga ingin mengucapkan terima kasih"
"Ikut aku"
Yuan Li bersama Xiao Yu berjalan menuju Xiao Feng sementara para warga sudah membubarkan diri kembali ke aktivitasnya masing-masing.
"Salam tuan muda aku Xiao Yu mengucapkan terima kasih" ucap Xiao Yu ketika sudah berada didepan Xiao Feng sementara Yuan Li berdiri dibelakang Xiao Feng.
"Tidak masalah, aku menolong hanya kebetulan lewat. Oh aku mendengar kau berasal dari klan Xiao?"
Mendengar pertanyaan Xiao Feng, Xiao Yu menganggukkan kepalanya "Benar tuan muda aku dari klan Xiao"
Membutuhkan waktu 15 menit ketiga pemuda itu sampai disebuah kediaman yang cukup besar dan mewah dengan ornamen ukiran naga di pintu gerbang. Didominasi warna merah membuat kediaman itu terlihat gagah sekaligus elegan.
Penjaga gerbang yang melihat Xiao Yu segera membuka gerbang.
"Tuan Muda Yu siapa ini?" tanya penjaga melihat Xiao Feng dan Yuan Li sekilas merasakan aura bangsawan dari tubuh Xiao Feng membuat kedua penjaga sedikit bergetar.
"Mereka temanku,, ayo tuan muda kita masuk!"
Xiao Feng menganggukkan kepalanya dan berjalan memasuki kediaman klan Xiao, didalam kediaman yang cukup besar terlihat beberapa orang sedang berlatih dan beberapa pelayan tampak melakukan tugasnya sontak mereka melihat ke arah ketiga pemuda, semua orang tidak heran dengan Xiao Yu karena merupakan tuan muda sekaligus anak dari tetua pertama keluarga Xiao namun melihat dua pemuda tampan di belakangnya mereka sedikit heran dan berfikir mungkin teman Xiao Yu.
"Keluarga Xiao cukup besar ya" ucap Xiao Feng.
__ADS_1
"Benar tuan muda keluarga Xiao salahsatu dari tiga keluarga yang menguasai kota Bukit Patah namun jika diurutkan keluarga Xiao hanya di urutan ketiga biarpun begitu merupakan prestasi cukup gemilang mengingat keluarga Xiao baru berdiri sekitar 200 tahun lalu" ucap Xiao Yu menjelaskan.
"200 tahun? Kukira keluarga Xiao sudah berdiri lama"
"Aku juga tidak tahu pasti namun sejarah yang tertulis dibuku memang seperti itu, patriak keluarga Xiao sendiri yang merupakan pendiri keluarga Xiao saat ini masih ada"
Mendengar ucapan Xiao Yu, Xiao Feng menganggukkan kepalanya faham, dia memikirkan suatu hal namun tidak ingin menebak langsung. Saat ini hanya ingin bertemu patriak klan Xiao.
Xiao Yu sudah sampai didepan kediaman Patriak dia membawa Xiao Feng karena berfikir kalau Xiao Feng tamu patriak padahal bulan sebab Xiao Feng memang kebetulan saja bertemu salah satu anggota keluarga Xiao di alam dewa.
Suara pintu diketuk dan ada jawaban dari dalam menandakan patriak sedang ada.
"Masuk!"
Xiao Yu pun memasuki ruangan.
"Patriak ada tamu yang ingin bertemu dengan patriak" ucap Xiao Yu setelah menangkupkan kedua tangannya, patriak klan Xiao menghentikan kegiatan menulisnya dan menatap Xiao Yu.
"Tamu dari mana itu?"
"Aku juga tidak tahu tapi mereka terlihat sangat kuat dan menolongku ketika aku bertarung dengan Jian Qi"
"Hmm suruh masuk mereka"
"Baik patriak"
Xiao Yu pun mengajak masuk Xiao Feng dan Yuan Li, patriak klan Xiao menatap dua pemuda yang baru masuk dia tidak mengenal atau pernah bertemu dengan dua pemuda itu namun dari aura bangsawan kental memancar dari tubuh Xiao Feng, patriak klan Xiao berpendapat mungkin mereka dari keluarga besar kota lain.
"Salam patriak" Xiao Feng dan Yuan Li menangkupkan kedua tangan.
__ADS_1
"Silahkan duduk anak muda, Xiao Yu panggil pelayan sajikan arak dan cemilan" perintah patriak, Xiao Yu pun tanpa bicara segera berlalu pergi tak lama kemudian pelayan datang dan menyajikan hidangan sedangkan Xiao Yu tidak muncul karena hendak mengobati luka akibat pertarungannya.
**** bersambung ****