
****
"Mei Ling jangan dulu langsung masuk kita tidak tahu ada jebakan atau tidak" seru Xiao Feng ketika melihat Lin Mei Ling hendak melangkah memasuki menara. Xiao Feng lalu menggunakan teknik matanya dan dia tidak melihat ada sesuatu hal yang berbahaya.
"Ayo masuk!"
Mereka berdua melangkahkan kaki memasuki menara, menara itu terdiri dari lima lantai, Xiao Feng dan Lin Mei Ling memasuki lantai satu. Didalam menara ternyata keadaannya menara sangat bersih sekali dan Xiao Feng merasakan kalau aura Qi disini lebih tebal walaupun tidak terlalu kuat. Xiao Feng mengedarkan pandangannya ke depan dan dia melihat ada sepuluh peti besar berisi batu roh tingkat tinggi, pria itu segera melesat dengan mata berbinar seperti bintang melihat banyaknya batu roh.
"Ohh anak-anakku ayah datang" seru Xiao Feng dan Lin Mei Ling hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum kecil melihat tingkah Xiao Feng, namun tiba-tiba suara sistem mengagetkan nya.
[Ding,,, jangan ambil tuan!]
"Haa,, kenapa kenapa sistem?"
[Ding,, jika tuan mengambil sesuatu dilantai satu maka tuan tidak akan bisa ke lantai selanjutnya]
Xiao Feng tampak berfikir sebentar dia menghubungkan kejadian yang dialaminya sampai dia sampai dimenara.
"Jika sistem mengatakan demikian ada dua hal yang pertama jika bukan sistem yang bermasalah pasti menara ini bermasalah" gumam Xiao Feng, dia mulai mengira kalau ini memang sengaja dibuat seperti itu. Misalnya lantai pertama ada banyak batu roh tingkat tinggi sebagai pancingan jadi jackpot utamanya tidak akan pernah ada yang mengambilnya.
"Kenapa Feng?" Ucap Lin Mei Ling ketika melihat Xiao Feng terdiam cukup lama, Xiao Feng tersadar lalu menggelengkan kepala.
"Tidak ada Mei Ling namun aku merasa dilantai berikutnya akan lebih banyak hal yang menarik" ucap Xiao Feng sambil tersenyum. Gadis cantik itu mengangkat satu alisnya.
"Kenapa tidak diambil itu, bukankah itu keberuntungan juga?"
"Ah aku tidak terlalu suka harta itu Mei Ling, ayo kita naik ke lantai selanjutnya" ucap Xiao Feng padahal dalam hatinya dia ingin segera memasukkan semua peti itu. Lin Mei Ling hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti Xiao Feng yang sudah menaiki anak tangga disudut ruangan.
Ketika sudah diujung tangga ada sebuah pintu besi, Xiao Feng membuka pintu itu dengan tangan kirinya dan tangan kanan memegang kipas kesayangannya. Begitu pintu terbuka muncul anak panah banyak sekali menyerang, Xiao Feng dan Lin Mei Ling sedikit terkejut namun dengan cepat menguasai diri.
__ADS_1
Xiao Feng mengibaskan kipasnya ditangan kanan dan siuran angin dingin dengan butiran es berjatuhan langsung menerbangkan setiap anak panah yang muncul.
"Wuushh!"
Lin Mei Ling juga membuat perisai dari elemen air dan anak panah itu ketika menyentuh perisai air Lin Mei Ling langsung jatuh ke bawah. Dirasa sudah tidak ada serangan Xiao Feng dan Lin Mei Ling melangkah masuk namun tetap hati-hati dan tak lupa Xiao Feng menggunakan teknik matanya agar tidak kecolongan lagi serangan mendadak.
Dilantai dua ruangannya tidak terlalu besar dan ada banyak rak berjejer mengelilingi ruangan. Didalam rak terpajang banyak sekali kitab, Xiao Feng melihat kalau itu merupakan kitab teknik mulai dari tangan kosong hingga menggunakan senjata dan rak itu disusun berdasarkan warnanya dari putih, kuning, merah, biru, coklat dan terkahir hitam.
Xiao Feng menyimpulkan kalau itu adalah tingkatan teknik kitab beladiri mulai dari fana sampai kuno.
"Feng sepertinya ini merupakan perpustakaan, lihat banyak sekali kitab" ucap Lin Mei Ling sambil melihat ke sekeliling.
"Benar Mei Ling tapi kita jangan dulu mengambil apa-apa" ucap Xiao Feng.
"Kenapa?"
"Hmmm jadi kau tidak mengambil batu roh itu karena takut tidak bisa memasuki lantai selanjutnya? Kenapa kau berfikir seperti itu" Ucap Lin Mei Ling.
"Mei Ling aku hanya merasa ini terlalu aneh misalnya saja ketika hendak memasuki menara aku dihadang kawanan kalajengking dan dengan mudah memasuki menara mustahil jika tidak ada sesuatu contohnya saja ketika hendak masuk kita diserang anak panah" ucap Xiao Feng.
"Hmm benar juga, instuisimu tajam juga ya haha!" Ucap Lin Mei Ling sambil tertawa kecil hingga matanya menyipit dan lesung pipi muncul membuat wajahnya semakin cantik.
"Tentu saja aku kan hebat" ucap Xiao Feng.
[Cih,, jika tidak diberitahu tuan akan gelap mata mengambil batu roh itu]
Alis Xiao Feng berkedut mendengar pemberitahuan sistem namun Xiao Feng tidak memperdulikan.
"Sekarang tinggal hanya mencari jalan untuk naik ke lantai selanjutnya" gumamnya lalu berjalan menyusuri ruangan itu karena dia tidak melihat ada tangga.
__ADS_1
"Sistem apa kau bisa memindai ruangan ini untuk mencari jalan ke lantai berikutnya"
[Ding,,, ditemukan tangga rahasia dibelakang rak warna hitam tuan hanya perlu menggeser salahsatu kitab yang berdiri]
Xiao Feng mengangguk faham lalu dia menuju rak warna hitam yang disebutkan sistem, Xiao Feng kemudian menyentuh kitab-kitab yang terpajang dan gerakannya terhenti ketika dia merasa salahsatu kitab yang disentuhnya agak berat, Xiao Feng mencoba menggesernya dan benar saja tak lama kemudian rak itu sedikit bergetar.
"Kreeett!"
Xiao Feng melangkah mundur dan tak itu bergeser sedikit hingga akhirnya ada sebuah lubang persegi yang cukup dimasuki dua orang.
"Ah Mei Ling lihat itu jalan keluarnya ayo kita masuk" seru Xiao Feng tanpa sadar memegang tangan Lin Mei Ling, gadis itu wajahnya memerah ketika tangannya dipegang Xiao Feng namun tidak bisa dipungkiri hatinya menghangat dan rasa bahagia menyelimuti hatinya. Xiao Feng yang segera tersadar sontak melepaskan pelan tangannya.
"Eh maaf Mei Ling" ucap Xiao Feng dan Lin Mei Ling hanya tersenyum saja, namun diwajahnya terlihat raut kekecewaan lalu keduanya memasuki lubang itu dan benar saja didalam lubang sudah ada tangga untuk naik ke lantai selanjutnya.
***
Dilantai tiga Xiao Feng dan Lin Mei Ling tidak mendapatkan serangan rahasia, namun ketika memasukinya mereka berdua melihat ada tiga boneka kayu berjejer ditengah ruangan. Ruangan lantai ketiga ini berisi meja meja dan diatasnya ada kotak kecil dan beberapa herbal langka.
"Rumput hati, Ginseng Pemurni Jiwa, jamur sembilan warna, persik abadi, teratai giok sutra, apel tiga warna, inti kristal binatang buas raja berlian" ucap Xiao Feng yang melihat banyak sekali herbal langka dengan usia mencapai ratusan ribu tahun. Bahkan Lin Mei Ling pun kagum dengan apa yang dilihatnya.
"Feng ini sumberdaya sangat langka" ucap Lin Mei Ling dan Xiao Feng hanya menganggukkan kepalanya.
"Benar Mei Ling tapi aku yakin tidak semudah itu kita mengambilnya, kurasa boneka itu bukan pajangan" seru Xiao Feng sambil melihat ketiga boneka kayu yang berdiri ditengah ruangan.
"Kau tunggu disini aku akan mencoba satu hal" ucap Xiao Feng sambil berjalan ke salahsatu meja, ketika tangannya menyentuh meja itu benar saja ketiga boneka yang tadinya diam kini mulai bergerak dan langsung menyerang Xiao Feng.
"Brengsek biarpun sudah kuduga tetap saja membuat kaget" Xiao Feng memaki lalu melompat ke atas menghindari ketiga serangan boneka kayu.
*** Bersambung ***
__ADS_1