
****
Xiao Feng sudah mulai menyerang dengan cepat ke arah kelompok yang berisi sekitar 15 orang di ranah Raja Emas *1-4, dia melesat sambil mengibaskan kipasnya. 15 Bola api keemasan tercipta berputar mengelilingi tubuh Xiao Feng. Lalu Xiao Feng menggerakkan tangan yang memegang kipas ke arah depan, secara berurutan bola api keemasan satu persatu melesat ke arah kelompok orang itu.
"Bahaya lekas menyingkir!" teriak seseorang memperingati. Sontak saja kelima belas orang itu berlompatan menghindari dan ada yang beberapa membuat perisai dari Qi mereka.
"Wuusshh!"
"Wusshh!"
"Boom!"
"Boom!"
Serangan Xiao Feng berhasil ditahan walaupun mereka merasakan dampaknya dengan terluka, namun Xiao Feng kembali memutar kipasnya dan melemparkan ke arah kelompok orang itu.
Kipas berputar mengincar leher dengan bagian sisinya yang tajam, kelompok orang yang melihat segera mengeluarkan senjatanya dan mencoba menahan atau menghindar tetapi tiga orang yang sebelumnya terluka akibat bentrokan qi terlambat menghindar dan kepalanya terlempar ke atas lalu jatuh ke lantai ruangan.
"Bukk!"
"Bukk!"
"Bukk!"
[Selamat tuan telah membunuh tiga di level Raja Emas mendapatkan 13.500 PS dan 135.000 PP]
Tubuh tanpa kepala ambruk jatuh dengan darah menggenangi lantai, kedua belas sisanya terkejut karena Xiao Feng dengan sangat mudah membunuh Raja Emas seperti membunuh nyamuk. Kipas kembali ke tangan Xiao Feng dan kali ini Xiao Feng mengalirkan qi elemen es nya ke dalam kipas lalu mulai mengibaskan nya.
__ADS_1
"Shhiuuutt!"
Angin dingin dengan butiran es berhembus kencang menerbangkan meja dan kursi. Orang-orang yang sedang bertarung sontak menghentikan sejenak pertarungan mereka.
"Siapa dia kenapa memiliki dua elemen berlawanan?" ucap Xian Mu.
"Mei'er kau pandai memilih selain sangat tampan pria itu sangat kuat,hihihi!" ucap Lin Mu menggoda Mei Ling. Lin Mei Ling hanya tertunduk dengan wajah memerah. Dia lalu mulai bertarung lagi seolah ingin menunjukan kepada Xiao Feng.
"Hahaha saudaraku itu memang sangat kuat, aku tidak boleh kalah" Ao Xuan menjadi lebih bersemangat setelah melihat Xiao Feng sudah bertarung. Dia kembali melepaskan teknik andalannya Lim Api Kutukan Langit serta Tendangan Pencabut Roh yang membuat orang merasa ngeri.
Xiao Feng setelah melepaskan angin dingin yang membuat kelompok orang gerakannya sedikit terganggu kini membuat segel tangan. Butiran es yang bersama angin dingin kini berubah menjadi pedang kecil tajam dan langsung bergerak menusuk kedua belas orang itu.
"Sialan orang ini berbahaya!"
"Shiuutt!"
"Zeppp,,,zeppp!"
Kali ini dia menyerang cepat dengan menggunakan teknik teleportasinya, Xiao Feng terlihat berpindah-pindah tempat. Dan setiap dia berpindah dia pasti akan langsung memenggal kepala.
Teriakan kematian terdengar diruangan itu dan berbagai suara ledakan akibat pertarungan terus menerus bergema. Tempat itu seolah dilanda gempa namun tidak hancur karena ada array yang melindunginya.
Xiao Feng sudah selesai menghabisi lima belas orang kini dia memandang berkeliling mengamati pertarungan. Terlihat Ao Xuan yang masih bertarung dengan tiga orang, Qing Long yang dengan santai menghisap energi kehidupan lawannya dengan elemen kayu. Dia melihat Lin Mei Ling yang sedang di keroyok tiga orang yang memiliki kultivasi sama dengannya dan Lin Mei Ling tampak kewalahan. Xiao Feng dengan segera berteleportasi dan berada disamping Lin Mei Ling.
Gadis itu kaget sekaligus senang, dia menyangka kalau orang yang tiba-tiba muncul adalah lawan dan Mei Ling sudah siap melepaskan serangan, namun tidak jadi karena yang datang adalah pemuda yang dikaguminya. Xiao Feng tersenyum sekilas kepada Lin Mei Ling lalu dia melesat menghabisi tiga orang dengan serangan kipasnya.
Xian Hu'er yang melihat Xiao Feng dan Lin Mei Ling bersama tanpa disadari hatinya sedikit panas. Wajah dinginnya semakin dingin. Xian Hu'er menyerang empat orang pengeroyoknya dengan ganas. Semua orang yang menyaksikan Xian Hu'er membabat penyerangnya bergidik ngeri sebab semua lawannya terbunuh dengan keadaan tubuh terpotong oleh elemen cahaya yang berbentuk pedang panjang. Sepertinya Xian Hu'er ingin melampiaskan kesalnya.
__ADS_1
Kini setelah dua jam pertarungan kelompok dan bawahan She Mo sudah habis tak tersisa. Qing Long sudah berdiri di belakang Xiao Feng dan Lin Mei Ling. Ao Xuan mendekati disusul Cheng Tian, Ying Chan, Lin Mu dan Lin Mi serta Xian Hu'er dan Xian Mu. Kakek Ying Chan tampak terluka dibeberapa bagian tubuhnya, Xiao Feng lalu memberikan pil pemulih dan Ying Chan tanpa basa basi langsung menelannya. Setelah membaik mereka berkumpul dan berdiri di hadapan She Mo dalam jarak 20 meter.
"Haha saudaraku kau tidak menyisakan satu lagi, aku masih belum puas menghabisi orang-orang sialan ini!" Ao Xuan tertawa. Xiao Feng hanya tersenyum.
"Tuan Muda Feng kau sangat hebat terimakasih telah menolongku" Lin Mei Ling berkata dan menatap Xiao Feng dengan lembut dengan senyuman manis diwajahnya.
"Mei Ling tidak perlu difikirkan!"
"Cih, kalau gadis cantik saja kau mau menjawab" Ao Xuan mengomel dan membuat yang lain tertawa. Xian Hu'er hanya memandang dingin ke arah Lin Mei Ling.
"Hmm kenapa kau melihat gadis itu dengan tatapan tidak suka,, jangan-jangan kau cemburu ya, hahaha!" Ao Xuan yang melihat Xian Hu'er tertawa. Xian Hu'er tidak menjawabnya.
She Mo yang menyaksikan sangat marah sebab bawahnnya dihabisi rata oleh kelompok orang yang menolak bergabung dengannya. Apalagi sebagian besar di bantai oleh Xiao Feng dan Qing Long. Dendamnya kepada Xiao Feng sudah tidak bisa diukur.
"Feng Xi sialan jangan kira kau sudah menang dengan menghabisi bawahanku!" Tanpa fikir panjang She Mo membuka penutup tombol lalu menekannya kuat-kuat. Semua orang kecuali Xiao Feng membulatkan matanya menunggu apa yang akan terjadi. Setelah beberapa saat tidak ada yang terjadi membuat She Mo terkejut.
"Sialan kenapa tidak bekerja, bawahan sialan tidak becus!"
"Kenapa? apa jebakanmu tidak bekerja?" ucap Xiao Feng sambil tersenyum tipis. She Mo hanya mengeram kesal.
"Asal kau tahu aku sudah menghabisi dan menghancurkan jebakanmu sebelum kesini, jadi apa yang kau rencanakan tidak akan berhasil"
She Mo tidak bisa lagi menahan amarahnya dia melesat ke arah Xiao Feng "Feng Xi bajingan hari ini akan kucabit nyawamu!"
"Semuanya biarkan aku yang menghabisi biang masalah ini!" ucap Xiao Feng lalu dia bergerak menyambut She Mo. Sementara yang lain membiarkan saja dan menonton pertarungan She Mo dan Xiao Feng. Ao Xuan bahkan mengambil kursi dan guci arak yang tergeletak dilantai.
"Aku bertaruh kalau saudaraku yang menang!"
__ADS_1
Lin Mei Ling dan Xian Hu'er juga menyaksikan, diam-diam dalam hati kedua gadis itu berharap kalau Xiao Feng akan memenangkan pertarungan.
**** bersambung