
*****
Suasana sontak hening untuk beberapa saat sebelum akhirnya Lin Chang berkata dingin.
"Siapa kau anak muda berani mengganggu acara sakral kami?"
Xiao Feng menyesap rokoknya dan menghembuskan pelan.
"Aku sahabat Lin Mei Ling" ucap Xiao Feng, Lin Chang melirik sekilas ke arah Lin Feng.
"Feng'er apa kau mengenal dia?"
Lin Feng menganggukkan kepalanya "Kenal dia Hei Feng Xi memang sahabat Mei'er" ucapnya menjawab pertanyaan Lin Chang.
"Hei Feng Xi, menurut selentingan angin dan kabar burung bukankah kau yang membuat gebrakan di pinggiran pusat alam dewa menghancurkan dua organisasi aliran hitam sendirian dan membuatnya terkenal di pinggiran pusat alam dewa. Apakah itu kau?"
Patriak Ming yang sedari tadi diam tiba-tiba berkata, mendengar itu semua orang terkejut. Xiao Feng menganggukkan kepalanya pelan
"Hanya kabar burung siapa percaya" ucap Xiao Feng.
"Cih,, jangan kau mengira dengan membuat gebrakan di pinggiran pusat alam dewa kau merasa seolah hebat disini pusat alam dewa tidak sebanding dengan daerah kumuh seperti itu. Katakan apa tujuanmu jika sebagai tamu kau harus bersikap jika ingin mengacau kau harus di musnahkan!" seru patriak Ming dingin.
Xiao Feng masih dengan tenang menyesap rokoknya, Yuan Li dengan sigap menyodorkan secangkir arak.
"Aku kesini ingin melihat sahabatku menikah tetapi aku bertanya apakah dia setuju?" ucap Xiao Feng.
"Lancang,, kau hanya orang luar tahu apa urusan internal klan Lin?" Lin Chang berkata marah dan mengeluarkan auranya yang langsung ditujukan ke Xiao Feng dengan maksud menggertak ya.
"Tentu saja biarpun dia tidak setuju pernikahan ini sudah menjadi ketetapan kami klan Lin dan tidak bisa menolaknya!" lanjut Lin Chang, Xiao Feng tersenyum tipis lalu memandang ke arah Lin Feng.
"Lin Feng apa kau setuju?" ucap Xiao Feng.
Semua orang kembali terkejut mendengar pemuda tampan menyebut patriak langsung dengan namanya, Lin Feng hanya diam tidak mampu menjawab dia merasa serba salah tetapi dengan diamnya Lin Feng, Xiao Feng tahu kalau dia juga tidak setuju apalagi Lin Mei Ling tidak usah ditanya.
"Baiklah sudah cukup bagiku dengan tidak setujunya Lin Feng dan Mei Ling pernikahan ini tidak usah dilanjutkan" ucap Xiao Feng.
__ADS_1
"Brengsek kau sebagai orang luar tidak memiliki hak untuk memutuskan pengawal usir dia!" seru patriak Ming, Ming Qinrou yang menyaksikan juga tampangnya muram. Sejak kedatangan Xiao Feng dia merasa sangat iri dengan ketampanannya, dia tidak bisa melihat kultivasi Xiao Feng dan beranggapan kalau Xiao Feng yang mengobrak ngabrik pinggiran pusat alam dewa hanyalah rumor.
"Ayah,, jangan terburu-buru" ucap Ming Qinrou sambil turun dari panggung.
"Rou'er apa maksudmu?"
"Begini ayah, hari ini adalah hari pernikahanku tentu saja aku tidak ingin ada hal yang mengganggu tetapi ijinkan aku menyelesaikan perkara antar generasi muda" ucap Qingrou dengan senyum penuh keangkuhan.
"Bagaimana caranya!"
"Menurut rumor kalau dia terkenal karena menghancurkan dua organisasi hari ini aku ingin melihat kemampuannya" seru Ming Qinrou "Tuan Muda Hei Feng Xi apakah anda bersedia bertarung denganku?"
Xiao Feng menatap Ming Qinrou "Kau tidak layak!"
Tiga kata yang keluar dari mulut Xiao Feng mengejutkan semua orang bahkan Ling Qinrou tampangnya langsung muram.
"Benar-benar arogan asal kau tahu aku adalah tuan muda Ming dan murid langsung tetua sekte Serigala Hitam di bagian dalam pusat alam dewa asal kau bersedia berlutut dan menghancurkan kultivasimu kau akan selamat!" ucap Ming Qinrou. Patriak kedua klan masih diam menyaksikan, Xiao Feng tersenyum tipis dan kembali menyesap rokoknya.
"Segala sekte sampah tidak layak disebut didepanku!"
"Kurang ajar sombong sekali,, benar-benar memang datang untuk mengacau, pengawal tangkap dia!" seru Patriak Ming marah dan segera sepuluh pengawal bergerak serentak ke arah Xiao Feng.
"Anak muda ini sungguh sombong, lihat dia tidak bergerak mungkin karena ketakutan apalagi pengawal klan Ming terkenal kejam"
"Benar dia sungguh sembrono datang untuk mengacau acara pernikahan biarpun dia memiliki latar belakang apa mungkin sanggup menyinggung sekte Serigala Hitam"
Sepuluh orang menyerang dengan cepat, ketika sudah berjarak sekitar dua meter tiba-tiba sepuluh orang itu mendadak berhenti, sedetik kemudian sepuluh kepala berjatuhan.
"Plukk!"
"Plukk!"
"Apa yang terjadi?"
Yuan Li yang berdiri dibelakang Xiao Feng tampak tersenyum tipis tetapi terlihat tangan kanan memegang pedang yang meneteskan darah. Tentu ketika sepuluh orang bergerak Yuan Li langsung menghunus pedangnya dan bergerak sangat cepat memenggal sepuluh orang tanpa bisa dilihat kebanyakan orang hanya patriak klan Ming, Lin Chang, Lin Mei Ling dan Lin Feng yang bisa melihat gerakan Yuan Li.
__ADS_1
Semua orang merasa ngeri melihat kejadian itu, patriak Ming tampak marah.
"Sungguh berani, baiklah tidak perlu bertele-tele aku yang akan menghabisi mu!" serunya dan bergerak tetapi dihentikan oleh Ming Qinrou.
"Ayah biar aku saja!"
"Baiklah Rou'er habisi dia potong tubuhnya dan berikan kepada anjing!"
"Patriak Ming dan tuan muda disini kediamanku sebaiknya kami yang mengurusnya" ucap Lin Chang.
"Leluhur Lin aku tidak keberatan tetapi Rou'er memiliki darah anak muda, dengan dia turun tangan sendiri dia ingin mengembalikan kehormatannya" ucap Patriak Ming dan Lin Chang hanya menghembuskan nafasnya.
"Lin Feng setelah ini kau harus memberimu penjelasan!" seru Lin Chang menatap tajam Lin Feng disisi lain Lin Mei Ling menatap Xiao Feng rumit dia tidak tahu maksud Xiao Feng datang kesini dan hanya berharap kalau Xiao Feng tidak berurusan dengan klan Ming apalagi memiliki dukungan sekte Serigala Hitam.
Ming Qinrou menganggukkan kepala dan langsung maju dengan mengeluarkan sebuah pedang dari dalam cincin penyimpanan.
"Berkata buruk terhadap tuan muda kau ditakdirkan mati!" seru Yuan Li, dia orang yang mengikuti Xiao Feng sedari Xiao Feng kecil tentu dia tidak terima mendengar orang yang mengancam Xiao Feng, dengan cepat Yuan Li juga maju. Xiao Feng masih duduk santai dan menyalakan rokok keduanya.
"Swusshh!"
"Trankk!"
"trankk!"
Kedua anak muda bertarung dengan gerakan cepat, semua orang tampak mundur memberi jarak, benturan pedang dengan percikan api terus menerus terlihat.
Ming Qinrou merasa heran karena setiap serangannya dengan mudah dipatahkan oleh Yuan Li.
"Teknik Pedang Serigala : Tebasan Cakar Hitam!"
"Wusshhh!"
Ming Qinrou menebaskan pedangnya mendatar dan siluet cakar hitam berhawa panas muncul dan menerjang ke arah Yuan Li, Yuan Li tidak tinggal diam dia juga menebaskan pedangnya.
"Pedang Api : Kobaran Api Membakar Dunia"
__ADS_1
"Swoooshhh!"
**** bersambung ****