Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 149 Pecahnya Pertarungan


__ADS_3

*****


Setelah selesai menyajikan hidangan pelayan kembali ke belakang dan She Mo melihat ke sekeliling lalu berkata lantang.


"Saudara semuanya mulai hari aku umumkan kalau aku adalah penguasa tunggal Alam Roh, jika ada yang ingin bergabung silahkan dan jika ingin menolak kalian akan pergi ke neraka. Tempat ini sudah ku pasang jebakan dengan sekali menekan tombol maka kalian akan tamat,, hahaha!"


Ucapan itu mengundang reaksi banyak orang. Beberapa tampak sangat marah.


"Manusia ular bajingan jadi ini yang kau rencanakan!"


"She Mo sialan!"


Dua orang pria paruh baya langsung melesat maju mendekati She Mo, dua orang itu memiliki kultivasi di ranah Raja Perak *2 dan *3, tapi di tengah jalan satu orang bawahan She Mo yang berada di ranah Raja Perak *5.


Tanpa basa basi bawahan She Mo itu langsung menyerang dan menghabisi dua pria paruh baya yang hendak menyerang She Mo. Bawahan itu menembakkan bola cahaya hijau kecoklatan dan ketika mengenai dua pria paruh baya tubuhnya terhempas dan menabrak meja lalu tubuh mereka berubah menjadi lumpur dan meleleh di lantai ruangan. She Mo tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha beginilah jika kalian keras kepala, masih ada waktu jika kalian ingin bergabung!"


Beberapa orang yang melihat kejadian itu langsung menyatakan diri bergabung dengan She Mo dan sebagian besar berada di ranah Raja Emas dan Raja Platinum serta lima orang di Raja Berlian. Hanya beberapa saja yang tetap diam dan itu adalah orang yang dikenal Xiao Feng seperti Cheng Tian, Lin Mei Ling, Xian Hu'er, Xian Mu, Ying Chan, Ao Xuan serta Lin Mu dan Lin Mi.


Melihat masih ada yang berdiam She Mo kembali berkata "Apa kalian berlaku dungu ingin menolak bergabung denganku? apa kalian tidak sayang dengan nyawa?"


She Mo berharap kalau Lin Mei Ling dan Xian Hu'er bergabung.

__ADS_1


"Cih siapa Sudi bergabung dengan bangsat ular!" ucap Lin Mu


"Benar siapa Sudi malah kita nanti akan dibunuhnya kalau sudah dimanfaatkan hihihi" Lin Mi menimpali. She Mo menggelap wajahnya tanda amarah.


"Kalian jika keras kepala jangan salahkan aku, serang mereka dan untuk kedua gadis cantik Lin Mei Ling dan Xian Hu'er tangkap mereka hidup-hidup aku ingin bersenang-senang dengan mereka dan kalian bisa mencicipinya juga haha!"


She Mo memerintahkan bawahan dan yang baru bergabung untuk menyerang kelompok orang yang dikenal Xiao Feng, apalagi ditawarkan akan merasakan tubuh kedua gadis sangat cantik tentu saja mereka menjadi gelap mata. Pertarungan pun pecah di tempat itu sementara She Mo masih memperhatikan saja.


nenek Lin Mi dan Lin Mi bekerja sama menghadapi lima orang yang berada di ranah Raja Emas *9 dan Raja Platinum *1, Keduanya terlihat sangat kompak saling serang dan melindungi. Dua Orang di raja Emas *2 mendekati Lin Mei Ling bermaksud menangkapnya namun tentu saja Cheng Tian tidak tinggal diam dia segera melesat dan mengulurkan tangannya dua bola hitam disertai percikan listrik kecil tercipta di kedua tangannya. Cheng Tian langsung menghantamkan tangannya ke kepala dua orang itu dan membunuh keduanya. Cheng Tian menendang kedua mayat dua orang itu seraya meludah.


"Cih,, kalian ingin berbuat jahat terhadap anakku, lewati aku dulu" ucapnya sambil menatap tajam She Mo. Sementara Xian Hu'er dengan wajah dinginnya menghabisi lawan yang mendekatinya dengan sangat cepat apalagi memiliki elemen cahaya pergerakannya sangat sulit diikuti.


"Saudaraku ayo nanti kita tidak kebagian lawan!" ucap Ao Xuan yang langsung segera turun menghadapi kelompok yang menyerangnya. Dia melepaskan teknik-teknik andalannya.


"Lima Api Kutukan Langit, cepat menghindar!" teriak seseorang memperingati. Bola api kehitaman membuat kelompok penyerang kalang kabut, beberapa berhasil menghindar namun tiga orang terkena langsung tubuhnya menciut layaknya batang pohon yang terbakar. Semua orang bergidik ngeri.


Xiao Feng meneguk sebentar arak lalu bangkit berdiri. Dia segera mengeluarkan kipasnya. Lin Mei Ling yang melihat langsung tersenyum cerah dan Xian Hu'er juga tersenyum samar melihat Xiao Feng yang akan bertarung.


"Qing Long kau bantu yang lain habisi yang berada di ranah Raja Platinum dan Raja Berlian!" Ucap Xiao Feng lalu melesat menuju kelompok orang.


"Baik Tuan!"


Dengan patuh Qing Long langsung bergerak juga, tangannya mengeluarkan elemen kayu yang dia ubah menjadi bentuk pedang. Qing Long langsung menuju kelompok lima orang di ranah Raja Berlian.

__ADS_1


"Anak muda ini bukan tempatmu apalagi dengan pedang mainan dari kayu itu haha kau bercanda atau bagaimana"


Qing Long tidak menjawab dia langsung menebaskan pedang kayunya. Sontak saja lima orang itu kaget karena ketajaman pedang itu.


"Bangsat sialan dia tidak main-main!"


Qing Long segera di keroyok lima orang di ranah Raja Berlian namun bagi Qing Long tentu saja tidak masalah sebab dia sendiri sudah berada di Raja Kristal. Qing Long memang tidak ingin lama - lama, dia menghabisi lima orang itu dengan cepat. Pedang kayunya ketika ditebaskan mulai menyebarkan ratusan paku kecil menghujani lima orang.


"Lekas buat pertahanan!"


Lima orang itupun langsung membuat perisai dari Qi mereka untuk menahan serangan paku kayu Qing Long. Qing Long yang melihat serangannya bisa di tahan, dia menyerang langsung dari jarak dekat.


"Trankk,,,trankk!"


Seperti logam pedang kayu Qing Long beberapa kali berbenturan dengan senjata lima orang itu yang membuat mereka heran. Tapi mereka tidak sempat berfikir lama sebab Qing Long menyerang sangat cepat dan ganas.


"Siapa anak muda ini, padahal cuma elemen kayu tapi elemen api ku tidak berguna!"


"Sudah serang saja dia sendiri kita berlima masa tidak bisa meringkusnya!"


Lima orang kini mulai gantian menyerang Qing Long, namun dengan santai Qing Long menghindarinya. Satu ketika pedang salah satu penyerang itu menusuk Qing Long dari belakang.


"Haha benar kan kalian lihat kalau dia lambat laun akan kewalahan!" ucapnya seraya tertawa namun tawanya terhenti ketika dari belakang sebuah kayu runcing tajam menusuk punggung dan tembus sampai jantungnya keluar. Pria itu menyemburkan darah dan melihat kalau yang ditusuk tadi berubah menjadi boneka kayu dan Qing Long sudah berdiri dibelakangnya tanpa disadari. Empat orang sisanya terkejut namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa ketika akar pohon melilit tubuhnya dan langsung menyedot sampai terlihat seperti tulang dilapisi kulit.

__ADS_1


Setelah selesai Qing Long mendekati kelompok lain yang berada di ranah Raja Platinum. Disisi lain Lin Mei Ling dan Xian Hu'er juga sudah bertarung ketika melihat Xiao Feng sudah maju, kedua gadis itu juga tidak ingin tinggal diam, apalagi Lin Mei Ling seolah ingin menunjukan kalau dia juga bisa diandalkan.


****bersambung


__ADS_2