
****
Pagi pun mulai muncul, sinar mentari hangat menyinari alam dewa menggantikan tugas rembulan untuk memberikan penghidupan kepada setiap mahluk, sinar kuning keemasan menerobos dari balik jendela menerpa kedua mata Xiao Feng, Xiao Feng segera bangun dan membersihkan diri.
Tak berselang lama Xiao Feng sudah siap, dia meninggalkan penginapan dan berjalan santai menuju tempat kompetisi, di pertigaan jalan dia melihat Lin Mei Ling dan Gu Jong disertai tiga orang pria muda dan satu kakek tua.
"Salam Mei Ling, Tuan muda dan tetua!" Ucap Xiao Feng sambil menangkupkan kedua tangan.
"Salam Feng!" Jawab Lin Mei Ling.
"Hoho salam juga tuan muda, kau salahsatu peserta yang lolos ke babak sepuluh besar ya" ucap tetua itu ramah. Gu Jong moodnya jelek ketika melihat Xiao Feng dia memastikan kalau Lin Mei Ling akan berjalan bersamanya.
"Ah itu hanya kebetulan saja tetua!" Ucap Xiao Feng lalu mereka berjalan menuju alun-alun kota.
****
Di arena Pertarungan bangku penonton sudah dipadati banyak orang, mereka akan menyaksikan pertandingan terakhir kompetisi generasi muda, semua orang sangat antusias dan dibeberapa sudut terlihat meja kecil tempat orang memasang taruhan. Sepuluh peserta juga sudah duduk di kursinya masing-masing
Tak lama kemudian pria tua pembawa acara kemudian muncul diatas panggung. Pria tua itu memandang sejenak ke sekeliling.
"Baiklah kompetisi bela diri babak ketiga resmi dimulai, dipersilahkan para peserta menaiki panggung untuk mengambil nomor undian, peraturannya yang mendapat angka 1 akan berhadapan dengan yang mendapat angka 6, angka 2 melawan angka 7 dan seterusnya" ucap pria tua itu, Xiao Feng dan yang lainnya berdiri lalu berjalan menuju panggung, seorang pria paruh baya muncul dan membawa sebuah kotak yang berlubang diatasnya.
Pangeran Zhu maju terlebih dahulu dia memasukkan tangannya ke dalam lubang lalu menariknya dan menunjukan ke atas.
"Nomor 4" ucap Pangeran Zhu lalu petugas mencatat namanya, kemudian Pangeran Zhu kembali ke tempat duduknya. Lalu pengambilan angka pun dilanjutkan Gu Jong mendapat angka 3, Lin Mei Ling mendapat angka 2, Han Di mendapat angka 1, Yue Han nomor 7, Liu Xi nomor 5, dan Xiao Feng mendapat nomor 8 sementara tiga orang sisanya mendapat angka masing-masing 6, 9, 10. Petugas kemudian mencatat angka beserta nama yang peserta yang mendapatkannya.
"Baiklah undian sudah diambil, langsung saja peserta yang mendapatkan angka 1 berhadapan dengan angka 6" seru pria tua, Han Di dan salahsatu peserta kemudian naik ke atas panggung arena. Kedua pemuda itu berhadapan dengan memegang senjata masing-masing berupa golok dan pedang. Pria tua pembawa acara segera berjalan dan berdiri diantara kedua peserta yang akan bertanding.
"Baiklah kalian sudah siap?"
"Kami siap!"
"Baiklah sebelumnya aku jelaskan peraturannya dulu, yang pertama lawan dinyatakan kalah jika menyerah atau keluar dari arena, kedua tidak diperbolehkan menggunakan pil dan racun, ketiga tidak boleh membunuh atau melumpuhkan kultivasi lawan, jika melanggar salahsatu peraturan maka akan di diskualifikasi dan tidak diperkenankan ikut kompetisi lagi seluruh hidup dimasa depan. Faham!" Ucap pria tua tegas, Han Di dan peserta yang lain menganggukkan kepala.
"Baiklah mulai!" Ucap pria tua kemudian melesat ke sisi panggung,
__ADS_1
"Han Di dari sekte Golok Kuning!"
"Cang Xie dari sekte Bambu Hijau!"
Setelah suara gong dibunyikan kedua peserta kemudian melesat saling menyerang, Han Di yang memiliki kultivasi di ranah Raja Platinum *5 mendapatkan lawan satu tingkat dibawahnya. Diawali dengan menebaskan golok Han Di langsung menyerang Cang Xie dengan cepat.
"Trankk!"
"Trankk!"
Benturan kedua senjata terus terdengar dan menimbulkan percikan api biarpun Cang Xie berada satu tingkat dibawah namun dia tidak bisa dikalahkan dengan mudah. Cang Xie kemudian melompat tinggi ke atas dan menusukkan pedangnya. Han Di yang melihat segera melintangkan golok diatas kepalanya.
"Trankk!"
Cang Xie ketika serangannya bisa ditahan, dia merubah posisinya dengan mendendangkan kaki mengarah dada Han Di, dengan santai Han Di memiringkan tubuhnya ke kiri dan tendangan Cang Xie lewat begitu saja. Han Di kemudian menebaskan goloknya mencoba mengincar bagian punggung.
"Merasa ada sambaran angin dibelakangnya Cang Xie menjatuhkan tubuhnya ke lantai arena dan tebasan golok Han Di melewati tempat kosong lalu Cang Xie menepukkan tangan kiri ke lantai dan dia melompat ke udara. Diudara dia mengalirkan qi elemen petir ke dalam pedang.
"Teknik Tebasan Petir!"
Sebuah siluet pedang dari elemen petir muncul dan menimbulkan suara kencang seperti Guntur, siluet pedang itu melesat cepat menuju ke arah Han Di. Han Di dengan segera membuat gerakan memutar goloknya yang sudah dilapisi elemen api.
"Teknik Lonceng Pelindung!"
Disekitar tubuh Han Di muncul samar-samar sebuah lonceng dari elemen api menutupi seluruh tubuhnya tepat ketika serangan Cang Xie sampai.
"Trankk!"
"Booom!"
Serangan pedang Cang Xie tidak mampu menembus lonceng pertahanan Han Di, Cang Xie sedikit terlempar mundur namun tidak sampai jatuh ke arena. Dia kemudian melesat lagi menyerang.
"Trankk!"
"Trankk!"
__ADS_1
Pertarungan pun kembali berlanjut sampai mereka bertukar puluhan gerakan dan digerakkan ke 53 Cang Xie yang melakukan kesalahan langsung dimanfaatkan Han Di dengan menebaskan goloknya, Cang Xie mengangkat pedang untuk menahan.
"Trankk!"
Ketika sudah berhasil ditahan, Han Di menyusul dengan tendangan cukup keras ke arah dada dan menerbangkan Cang Xie ke luar panggung.
"Bukkk!"
Cang Xie jatuh dan petugas pun langsung memeriksa, Cang Xie membanting pedangnya karena kesal dikalahkan oleh Han Di. Pria tua yang bertindak sebagai juri mengumumkan kemenangannya.
"Pertarungan Pertama dimenangkan oleh Han Di dari sekte Golok Kuning!" Seru pria tua dan diiringi tepuk tangan riuh dari penonton.
"Tuan muda kita memang hebat!" Ucap salahsatu pengawalnya yang duduk dikursi penonton.
"Benar kurasa tuan muda akan memenangkan kompetisi ini"
Han Di kemudian turun menuju tempatnya dan melirik Xiao Feng dengan tatapan menghina dan menggerakkan telunjuk ke lehernya dari kiri ke kanan, Xiao Feng hanya acuh saja tidak menanggapi. Baginya semua peserta disini bisa dia kalahkan dengan mudah.
"Selanjutnya pertandingan kedua, peserta dengan angka 2 dan angka 7 naik ke arena!" Seru juri, mendengar gilirannya disebut Lin Mei Ling pun bangkit berdiri dan melihat dulu ke arah Xiao Feng.
"Semoga berhasil Mei Ling,,!" Ucap Xiao Feng dan Lin Mei Ling tersenyum cantik hingga menimbulkan lesung pipi lalu dia melesat ke atas panggung bersamaan dengan Yue Han gadis bercadar. Semua penonton yang kebanyakan pria bersorak ramai.
"Siapa Dewi itu, baru aku melihat kecantikan luar biasa seperti dia?" Tanya salah satu penonton
"Namanya Lin Mei Ling dari sekte Bintang Timur!" Jawab temannya
"Oh dari sekte atas ya pantas saja,, Dewi Mei Ling aku mendukungmu!" penonton itu berteriak.
Pria tua yang bertindak sebagai juri pun sudah diantara kedua gadis yang akan bertanding itu.
"Kalian siap?!"
"Kami siap!"
"Baiklah mulai!" Ucap pria tua lalu mundur ke sisi lapangan dan bunyi gong pun menggema menandakan dimulainya pertarungan.
__ADS_1
**** Bersambung ****