Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 98 Anggota Iblis Neraka


__ADS_3

****


Xiao Feng kini berada di kediaman Raja Xiao Dong terlihat sedang berbincang ringan membahas sesuatu.


"Ayah, aku ingin mengadakan perjalanan lagi?"


"Kenapa,, apakah kau bosan di istana?"


"Bukan begitu ayah, aku mengadakan perjalanan hanya untuk memantau keadaan kerajaan bagaimanapun juga ayah tidak sempat memperhatikan semua sisi, jadi aku ingin melihat kondisi kerajaan" ucap Xiao Feng, Xiao Dong tersenyum lebar dan kemudian menepuk pundak Xiao Feng.


"Kau yang paling lemah diantara saudaramu, namun kau begitu memperhatikan kerajaan dan ayah juga jarang memperhatikanmu, pergilah dan minta Yuan Li atau Ren Yan menemanimu" ucap Xiao Dong sambil tersenyum. Xiao Feng menganggukkan kepalanya.


"Terima kasih ayah"


Xiao Feng kemudian meninggalkan kediaman dan bersiap-siap untuk berangkat ke Shangzhou dia sudah menerima kabar kalau kelompok Naga Hitam berhasil dijebak Feng Xi namun kemarin paviliun Gagak Hitam mengirim kabar kalau kelompok Naga Hitam rencananya akan mengirim anggota elitnya yang berjuluk 10 Iblis Neraka. Orang-orang yang memiliki kultivasi paling rendah di Alam Ilahi *5 dan paling tinggi *7 tentu akan menyulitkan Feng Xi.


"Tuan Muda kabarnya enam dari sepuluh anggota Iblis Neraka akan bergerak ke Shangzhou" Yuan Li berkata, Xiao Feng dan Yuan Li kini sedang duduk diatas punggung Bai Hu.


"Aku sudah tahu, maka dari itu aku bergerak kesana"


"Aku penasaran siapa orang dibaliknya"


"Yang pasti kelompok Naga Hitam memiliki latar belakang kuat dan aku akan mengungkapkannya".


****


Sementara itu di puncak sebuah bukit perbatasan Shangzhou sudah berkumpul enam orang dengan penampilan aneh, mereka sedang membahas sesuatu tentang kejadian di kediaman Mu yang menyebabkan gagalnya kelompok Naga Hitam memusnahkan keluarga Mu.


"Pemimpin ini terlalu berlebihan hanya menghadapi Bing Mua Yin dan Bai Feng Xi harus menugaskan kita" ucap seseorang yang membawa pedang ditangan kirinya


"Anggota keluarga Mu sudah dipindahkan ke kota Shangzhen menurutku buku rahasia takutnya ikut dipindahkan" wanita cantik disampingnya menambahkan


"Jangan khawatir, aku sudah mengaturnya, Shongdi, Taishan, Dongzhi kalian urus Bai Feng Xi Dewi Chijiang dan aku mengurus yang lainnya, misi kita bukan hanya membunuh Bai Feng Xi kita jangan merusak rencana pemimpin" ucap Langjuo memerintahkan bawahannya.


"Baik kami menerima perintah, tanganku sudah gatal ingin membunuh Bai Feng Xi"

__ADS_1


****


Feng Xi yang berada di belakang kediaman keluarga Mu tiba-tiba didatangi orang berpakaian hitam. Ketika hendak menyerang orang itu mengeluarkan token persegi bergambar gagal terbang.


"Aku dari paviliun Gagak Hitam, Tuan Muda telah memberikan perintah kalau enam dari sepuluh Iblis Neraka sudah bersiap akan datang jadi Nona Feng harap berhati-hati." ucap orang itu


"si rubah hitam ini,, terima kasih telah memberitahuku"


"Kata Yuan Muda jika Nona Feng membutuhkan bantuan, paviliun Gagak Hitam siap membantu"


"Memang ada sesuatu yang aku perlu bantuan Paviliun Gagak Hitam" ucap Feng Xi sambil tersenyum.


Malam harinya bulan sedang bersinar dan angin menerbangkan dedaunan dan mengirim hawa dingin, lima orang berpakaian aneh melayang turun di kediaman keluarga Mu. Mereka mendarat dan melihat sekeliling lalu dari atas suara seorang gadis terdengar merdu membuat mereka mendongakkan kepalanya.


"Mengirim anggota Iblis Neraka, kalian sungguh bekerja keras" ucap gadis itu yang tidak lain adalah Feng Xi yang sedang berdiri di atas atap. Feng Xi melayang turun dan mulai menyerang, lalu dari dalam kediaman bermunculan murid sekte Teratai Putih.


Shongdi yang bersenjata pedang langsung menebaskan pedangnya ke arah Feng Xi, permainan pedang Shongdi sangat cepat dan tidak terduga dia bergerak lincah diantara serangan selendang Feng Xi. Dari samping Taishan yang berelemen api ikut menyerang. Kedua tangannya sudah di lapisi api mulai mengirimkan serangan jarak jauh berupa bola-bola api kecil.


"Bola Iblis Api"


Lesatan bola api terus menyerang Feng Xi, namun Feng Xi tidak panik dengan melompat ke sana kemari dia menghindari serangan itu, Shangdi ikut melompat dia menebaskan pedangnya mengincar leher Feng Xi.


"Marilah gadis sialan"


Feng Xi memendekkan selendangnya dan mengalirinya dengan elemen es, selendang itu mengeras dan menahan serangan pedang Shangdi.


"Trangg..Trang..."


Berungkali benturan kedua senjata tercipta hingga menimbulkan percikan api, Shangdi yang sedikit terkejut melihat nya hanya menyeringai dia semakin gencar melakukan serangan susulan, kini Shangdi menebaskan pedangnya ke bola api Taishan ketika menyentuh api, pedang itu membara merah dan sepanjang mata pedang api berkobar. Lalu Shangdi dan Taishan maju bersamaan mereka terlibat pertarungan sengit dengan Feng Xi.


"Gadis ini memiliki gerakan cepat biarpun kultivasinya dibawah kita" ucap Taishan yang sedikit geram berkali-kali bola apinya dihindari dan di padamkan Feng Xi. Seorang pria gemuk bersenjata dua palu besar dengan bagian atasnya runcing seperti mata tombak datang dari belakang Feng Xi dan melemparkan satu palunya, pria itu adalah Dongzhi. Feng Xi yang merasakan ada sambaran angin dari arah belakang tanpa melihat langsung melompat dan hinggap di atas atap bangunan. Kemudian menepuk bajunya dan melihat ke arah tiga orang itu.


"Sungguh keterampilan yang rendah " ucap Feng Xi, Dongzhi yang mendengar hanya tertawa dia mengambil kembali palunya yang dilemparkan untuk menyerang Feng Xi.


"Hahaha,, gadis tengil sudah mau mati masih banyak omong,, baiklah karena kau ingin cepat mati ku kabulkan permintaanmu,, hheeyaahh" Dongzhi menyerang duluan dia memainkan dua palu besar dengan gerakan gesit dan enteng biarpun bertubuh gemuk. Shangdi dan Taishan ikut bergabung dan Feng Xi kini bertarung melawan tiga orang.

__ADS_1


Disisi lain pemimpin anggota itu sudah berhadapan dengan Mu Mengjian yang sudah memegang tombaknya, pemimpin itu bersenjata dua saber langsung menyerang Mu Mengjian.


"Dua Saber Pengantar Nyawa"


"Hiiyaahh Tombak Penebas Awan"


"Trang,, Trang,,"


Pertarungan sengit terjadi antara Mu Mengjian dan Langjuo, mereka mengeluarkan teknik andalan masing-masing berusaha untuk saling menjatuhkan. Langjuo menyerang dengan memutar tubuhnya dan Sambaran saber seolah mesin pemotong menyerang Mu Mengjian. Dengan melintangkan tombak di depan dada Mu Mengjian menahan serangan itu sambil melangkah mundur, lalu Mu Mengjian melompat ke atas dan menendang Langjuo. Dengan sigap Langjuo menahan tendangan Mu Mengjian dan berkelit ke arah samping, Mu Mengjian mengejar dengan menusukkan tombaknya.


"Tusukan Tombak Nirwana"


Langjuo menghindari tusukan Tombak itu, di saat yang sama dia berputar ke samping dan menebaskan sabernya. Mu Mengjian tidak sempat menghindari dan lengan kanannya sedikit tergores lalu mundur tiga langkah. Langjuo hanya menyeringai.


"Haha apakah ini kekuatan Patriak Mu"


Mu Mengjian tidak menjawab dia dengan segera menyerang lagi dan mereka berdua kembali bertarung dengan sengit. Dewi Chijian seorang anggota wanita yang ikut kini sedang bertarung dengan Bing Mua Yin, dengan teknik dan senjatanya berupa jarum beracun, Chijian menyerang Bing Mua Yin dengan melempar puluhan jarum. Bing Mua Yin membalasnya dia membuat jarum kecil dari elemen es nya dan menahan puluhan jarum beracun Chijian.


"Trang,,Trang,,"


Berungkali suara benturan jarum terdengar, Chijian dan Bing Mua Yin bertarung seimbang dengan elemen esnya Bing Mua Yin sangat tangguh dalam bertahan sementara Chijian juga sambil melempar dia menambahkan elemen angin untuk menambah kecepatan lemparan jarum.


Satu orang lagi anggota Iblis Neraka bernama Nantian bertarung dengan dua murid sekte Teratai Hitam, dia bersenjata benang sutra menyerang dua murid itu. Dengan bersenjata pedang dua murid itu masih dibuat kerepotan dengan serangan Nantian.


"Kalian gadis cantik lebih baik menyerah saja dan ikut aku, aku tidak tega tubuh mulus kalian tergores benangku ini" ucap Nantian sambil menyeringai mesum


"Cih,, iblis sesat sepertimu sangat layak mati oleh pedangku"


"Haha,, ayo kita menari lagi"


"Sreeettt,,, trankkk,, trankk"


Benang sutra melesat ke arah dua murid sekte Teratai Putih, dengan gerakan cepat dua murid itu memutar pedangnya mereka saling bekerja sama dalam bertahan dan menyerang sehingga pertarungan mereka seimbang biarpun tingkat kultivasinya berbeda. Namun hanya menunggu waktu saja sampai dua murid itu kelelahan, Nantian juga hanya bermain-main dengan murid itu.


**** bersambung

__ADS_1


__ADS_2