
****
Acara berburu telah selesai dan hari masih siang. Para Pangeran kini sudah berjejer didepan singgasana raja dan memberi hormat. Xiao Dong bangkit berdiri dia tersenyum lebar melihat ketiga putranya.
"Berdirilah,, Kerajaan Youngzhou dibangun dari kuda dan panah, dimasa lalu leluhur Youngzhou selalu mengikuti Leluhur Kekaisaran Huangzhou ke banyak tempat dan memperoleh penghargaan dengan panahnya, baru ada Youngzhou,, anak-anak sangat bersemangat mengikuti kompetisi ini aku sangat senang sekali."
"Dan sekarang kompetisi telah berakhir, akan kita umumkan pemenangnya dan mendapatkan hadiah" Xiao Dong bicara panjang lebar. Xiao Jun yang berada disisi paling kiri bertanya.
"Sebesar apa hadiah yang akan ayah berikan? jangan seperti kemarin hanya giok dan mutiara saja" ucap Xiao Jun, Xiao Dong yang melihatnya tersenyum.
"Kau memang serakah, aku menghadiahkan Pedang Anggrek Putih tingkat 4 dari leluhur sebagai hadiah,, bagaimana menurut kalian?" ucap Xiao Dong sambil tersenyum. Ketiga Pangeran membungkuk " Terima kasih ayah"
Xiao Dong hanya terkekeh pelan lalu melihat Xiao Chen "Chen'er karena kau yang paling tua kau lebih dahulu memberikan hasil buruan" ucap Xiao Dong. Xiao Chen menganggukkan kepalanya.
"Aku mempersembahkan kepada ayah"
Kasim Luan membuka buku kecil dan berkata lantang " Pangeran pertama mempersembahkan 2 ekor rusa dan 10 binatang kecil poinnya 20 poin"
"Semua hewan buruan ini adalah milik Youngzhou, aku berharap Youngzhou memiliki semuanya dan semakin makmur" ucap Xiao Chen. Xiao Dong terkekeh mendengarnya lalu melanjutkan.
"Feng'er bagaimana hasilnya?" tanya Xiao Dong.
"Buruan ananda sedikit merepotkan dan sudah meminta Ren Yun dan Ren Yan mengambilnya" ucap Xiao Feng sambil menangkupkan tangan. Xiao Jun disampingnya tersenyum meremehkan dan berkata menyindir.
"Merepotkan atau tidak ada?" ucapan Xiao Jun membuat semua orang menghela nafas, Xiao Chen melihat ke arah Xiao Jun dengan tatapan tajam. Sementara Xiao Feng hanya diam saja seolah tidak memperdulikan Xiao Jun.
"Sudahlah,, kau juga baru mulai belajar berkultivasi,, Jun'er bagaimana dengan buruanmu?" ucap Xiao Dong mengalihkan pembicaraan. Xiao Jun maju satu langkah dan berkata sambil menangkupkan tangan.
"Aku memberikan persembahan pada Ayah"
"Pangeran ketiga mempersembahkan 3 ekor rusa dan 2 ekor serigala totalnya 30 poin" ucap Kasim Luan lantang.
"Ayah serigala mengejar rusa dan busur sudah bisa disimpan, aku berharap Youngzhou memiliki pasukan kuat dan menjaga kemakmuran" ucap Xiao Jun, Xiao Dong tertawa lebar mendengarnya.
"Hohoho,, bagus sekali"
Xiao Jun tersenyum dan mundur selangkah " Terimakasih Ayah", lalu dia melirik Xiao Feng dan menyeringai.
__ADS_1
"Sepertinya aku yang akan menang"
Xiao Dong kemudian mengambil pedang dari tangan pengawal, namun Chen Nian segera bergerak maju.
"Raja aku Chen Nian ikut meramaikan"
"Mentri Hukum Chen Nian mempersembahkan 10 ekor serigala totalnya 50 poin" ucap Kasim Luan, semua orang terkejut dan Xiao Dong segera mengambil buku kecil Kasim Luan untuk memastikan. Lalu melihat ke arah Chen Nian.
"Mentri Chen tidak kalah dengan pria"
"Serigala serakah menerkam rusa, kebijaksanaan pemimpin menentukan sebuah kerajaan, aku berharap semua keinginan raja terpenuhi" ucap Chen Nian
"Hhoo,, semua keinginan terpenuhi bagus sekali tampaknya pedang ini bermarga Chen" Xiao Dong berkata, Xiao Jun hanya menggeram kesal dengan tangan terkepal.
"Terimakasih raja, bukankah persembahan pangeran kedua belum tiba" ucap Chen Nian sambil melihat ke Xiao Feng dan tersenyum. Lalu tidak lama kemudian dari belakang Ren Yun dan Ren Yan datang dan menggiring kawanan rusa berjumlah 35 ekor, semua orang mengarahkan pandangannya ke kawanan rusa itu.
"Ada apa ini?" tanya Xiao Dong. Xiao Feng tersenyum
"Persembahan ananda telah datang" begitu ucapan Xiao Feng terdengar semua orang terkejut bahkan Xiao Chen melorotkan matanya ke arah Xiao Feng, Kasim Luan yang melihat tampak menghitung jumlah rusa itu, lalu berbicara kepada Xiao Dong.
"Ayah ini curang"
"Langit selalu memberikan pengampunan, sejak kecil aku tidak bisa berkultivasi, jadi tidak berani membunuh hewan. Karena ayah meminta untuk berburu, ananda hanya mengikuti perintah. Karena tidak bisa berkultivasi ananda belajar meneliti berbagai pil dan herbal untuk bisa digunakan memperbaiki dantian dan menemukan kalau herbal bunga iris bisa dibuat cairan untuk membuat hewan liar patuh sementara. Jadi aku meminta Ren Yan dan Ren Yun memancingnya. Aku sependapat dengan Mentri Chen danbersedia membantu ayah untuk kemakmuran kerajaan Youngzhou" kata Xiao Feng.
Xiao Dong tersenyum lebar dan Chen Nian melihat Xiao Feng dengan tatapan memuja, di matanya kini Xiao Feng tampak sangat elegan dan berkarisma. Xiao Dong lalu mengambil pedang dan memberikan kepada Chen Nian.
"Memang pedang ini berjodoh dengan Mentri Chen"
Akhirnya acara perburuan tradisi kerajaan Youngzhou berakhir, semua orang tampak puas kecuali Xiao Jun dia menggeram kesal. Lalu semua orang membubarkan diri melanjutkan aktifitas masing-masing.
*****
Dikediaman Keluarga Chen, Chen Nian memanggil tetua dan mereka membahas sesuatu.
"Tetua, ambil kotak di gudang harta kediaman belikan aku informasi Pangeran Kedua Xiao Feng di paviliun Gagak Hitam" ucap Chen Nian. Tetua mengerutkan kening dan berkata
"Meski pangeran kedua menjadi sorotan itu hanyalah sebuah tontonan saja,, masih perlu menggunakan Paviliun Gagak Hitam?" Chen Nian tersenyum tipis mendengarnya.
__ADS_1
"Tetua bagaimana penilaian ku terhadap seseorang?"
"Lebih baik dariku sangat akurat dan tajam"
"Namun jika seseorang merahasiakan suatu hal selama bertahun-tahun bahkan aku juga salah menilainya. Bagaimana menurut tetua dan apa niat orang itu?" tanya Chen Nian kepada tetua. Tetua hanya diam.
"Pergilah"
"Baik"
*****
Sementara itu di kediaman Xiao Feng, Ren Yan sedang berbincang dengan kepala pelayan wanita Zhao Huan, wanita cantik berusia 20 tahun yang melayani Xiao Feng sejak kecil.
"Kakak Zhao kau melayani pangeran sejak kecil, aku ingin bertanya suatu hal mengenai Pangeran"
"Tentang sikap pangeran yang berpura-pura? Kenapa kau tidak bertanya pada ayahmu?"
"Ayah tidak mau memberitahuku" ucap Ren Yan, Zhao Huan melihat ke Ren Yan dan fikirannya menerawang lalu berkata lirih.
"Ibu dari pangeran adalah Putri Hua dari keluarga kekaisaran Huangzhou adik kandung Kaisar Huang Bianfeng, Ratu Huan sangat sopan, adil dan pengertian meski dia tahu kalau Raja memiliki selir Lian sebelum menikah dengannya namun Ratu Hua tetap menyambutnya dia membesarkan anaknya dengan tulus dan anak itu adalah Pangeran Pertama Xiao Chen. Itu sebabnya meskipun Pangeran Pertama kejam dan dingin tapi terhadap pangeran kedua dia sangat baik dan memanjakannya."
"Kondisi mendiang Ratu memburuk setelah melahirkan pangeran kedua dan selir Lian melayani raja dengan sepenuh hati, sampai melahirkan pangeran ketiga Xiao Jun dan diangkat menjadi selir agung. Ratu Hua menolak bersaing karena statusnya. Setelah beberapa tahun Ratu Hua meninggal dalam kesedihan dan raja menunjuk selir agung Lian menjadi penerusnya. Dia adalah ratu kita yang sekarang."
"Dimata semua orang Ratu Lian berbudi luhur dan mengasuh pangeran kita layaknya anak sendiri, namun semua orang tidak tahu kalau Ratu Lian membesarkan Pangeran Kedua menjadi sampah dengan tidak diijinkan belajar berkultivasi dan tidak diberikan sumberdaya, itu semua dilakukan agar Xiao Junlah yang akan menjadi penerus Youngzhou"
"sejak meninggalnya Ratu Hua, Raja tidak langsung menunjuk pangeran kedua menjadi penerus namun juga tidak terlalu memperhatikan dengan sungguh-sungguh, pangeran kedua yang malang hanya bisa berpura-pura didepan semua orang. Ibu yang malang, anak yang tidak terlalu diperdulikan dan ibu tiri yang licik" ucap Zhao Huan panjang lebar, Ren Yan yang mendengar hanya diam tidak bisa berkata-kata.
"Kini pangeran kita biarpun sudah diberikan sedikit sumberdaya oleh raja dan bisa berkultivasi namun pangeran selalu bersikap lemah"
"Bukankah raja dan pangeran pertama diberikan pil peningkatan ranah oleh pangeran kedua?" ucap Ren Yan
"Memang benar itu hanyalah alasan Pangeran saja agar semua orang tidak tahu yang sebenarnya dan berfikir kalau pil pemberian pangeran tidak berguna untuk pangeran, jadi diberikan kepada raja untuk menutupi hal besar." setelah Zhao Huan berkata seperti itu Ren Yan pun memahami sesuatu
"Aku sudah faham,, kakak Zhao aku kembali dulu,, terima kasih" Ren Yan pun pamit meninggalkan Zhao Huan yang masih berdiri menatap bulan.
**** bersambung
__ADS_1