
Xiao Lei tanpa berfikir panjang langsung menjawab dengan gigihnya "Aku mampu untuk membuka peti itu dalam 2 kali percobaan!"
"Kau terlalu sombong anak muda!" ucap tetua itu
Xiao Lei pun mengumpulkan tenaganya dan mencoba berdiri dan berjalan menuju peti dengan sempoyongan. Setelah sampai Xiao Lei yang tau jika memegang peti akan terlempar, dia pun tak memegangnya justru malah memutari nya mencari kunci dari peti itu dan tak menemukan kunci itu. Xiao Lei pun mencobanya dengan arah yang berbeda dan justru malah mendorongnya. Xiao Lei pun lagi-lagi terpental dan terluka cukup parah. Dia pun memikirkan sekali lagi. Xiao Lei bangkit dan mencoba melalui sisi kirinya dan lagi-lagi dia terpental dan terluka serta memuntahkan darah.
"Hahaha... Bagaimana anak muda sudah dua kali percobaan dan kau tetap belum bisa membukanya! Kesombongan mu akan membuahkan penderitaan!" ucap tetua
"Aku mengaku salah dengan kesombongan ku!" jawab Xiao Lei
"Hahaa... Kau telat mengaku dan ini saatnya kau kembali keluar! Ber..." ucap tetua
__ADS_1
"Tunggu tetua! Kau tadi juga memberiku tiga kali percobaan! Mungkin tadi aku lah yang terlalu sombong, tetapi tetua juga tak mungkin melanggar kata-katanya kan? Aku seharusnya masih memiliki satu kali percobaan lagi!" Sela Xiao Lei
"Yah... baiklah karena kau telah mengakui salahmu aku akan memberikan satu kali percobaan lagi!" ucap tetua menepati kata-katanya.
"Terimakasih tetua!" ucap Xiao Lei
Dan di kesempatan terakhir ini pun sebenarnya Xiao Lei cukup goyah dan putus asa hanya saja dia berfikir "ibuku telah memberikan kesempatan ini, apakah mungkin ini justru malah membunuhku karena terlalu lemah?". Xiao Lei pun berencana walaupun ia matipun harus mati di atas peti itu. Xiao Lei kemudian mengumpulkan energi yang masih tersisa dan mencoba melalui sisi kanannya tetapi Xiao Lei tidak menggunakan tenaga untuk peti mati sehingga dia terlempar dengan kekuatan yang tidak terlalu keras. Xiao Lei pun mengumpulkan kekuatan yang tersisa untuk menapak dinding gua dan membuatnya terlempar di atas peti. Dan tanpa sengaja darah Xiao Lei membasahi formasi di atas peti dan peti pun terbuka.
"Ya, tetua aku menerima konsekuensinya." ucap Xiao Lei.
Dan ketika tetua itu mengeluarkan racun yang akan di berikan kepada Xiao Lei, tiba-tiba terdengar...
__ADS_1
"Bip...Bipp... Sistem berhasil mendeteksi Tuan."
Tetua yang akan memberi racunnya pun mengurungkan niatnya dan berkata "Sungguh beruntung kau anak muda, ternyata sistem juga merasa kau lah yang pantas menjadi tuannya. Siapa namamu?" ucap tetua itu sembari dengan menyembuhkan luka Xiao Lei.
"Nama saya Xiao Lei, maafkan kesombonganku tadi tetua dan terimakasih telah menyembuhkan ku dan tidak memberiku racun. Ijin kan saya menanyakan pada tetua, apa sebenarnya ini?" tanya Xiao Lei sambil menunjuk layar sistem.
"Ya biar ku beri sedikit nasihat, kau berpotensi untuk menguasai dunia hanya saja kau jangan terlalu sombong kedepannya karena kesombongan akhirnya akan menghancurkan mu. Nama ku Alexandra." ucap tetua
"Baik tetua, nama yang aneh. Apakah saya boleh tau apa arti dari nama tetua?" tanya Xiao Lei
"Ya, akan ku ceritakan pengalaman hidup ku padamu, Lei." ucap tetua
__ADS_1
"Lei akan mendengarkan tetua." jawab Xiao Lei