Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 94 Mengambil hati Chen Nian


__ADS_3

*****


"Sebenarnya Nona hanya perlu memperhatikan para pangeran, mereka juga berada disini dan Nona bisa menilai. Mentri dari keluarga Chen adalah yang terbaik di Youngzhou, jika bukan dari generasi leluhur Chen tidak pergi ke kota Xinjiang sejak dahulu keluarga Chen selalu menikahi keluarga kerajaan"


"Pangeran dan keturunan hebat belum tentu mau masuk ke bagian kelurga Chen, namun jika Nona menjadi istri pangeran itu akan menguntungkan dan tidak merugikan keluarga Chen lagi pula tiga pangeran ini memiliki bakat hebat" Tetua itu menambahkan. Chen Nian hanya tersenyum tipis sebagai jawabannya. Kemudian melihat ke arah Xiao Chen yang sedang mengejar rusa.


"Itu adalah pangeran pertama ya,, tampangnya cukup gagah namun lihat apa yang dia lakukan" ucap Chen Nian sambil menunjuk Xiao Chen. "Dia memanfaatkan rusa kecil untuk menjadi umpan agar mendapatkan raja rusa yang lebih besar, sungguh keji,, jika aku menikah dengannya mungkin suatu hari aku akan mati ditangannya"


"Mengenai pangeran ketiga dia bersikeras mengejar rusa, tampaknya dia hanya ingin mendapat jasa besar namun bakatnya biasa saja. Hanya mengandalkan status putra dari Ratu Lian saja" Chen Nian berkata lagi.


"Bagaimana pangeran kedua? dia adalah keturunan dari mendiang Ratu sah Yuan Hua dari keluarga kekaisaran dan merupakan kandidat penerus tahta,,selain sangat tampan dan hebat dia juga termasuk ke dalam Empat Tuan Muda Hebat bersama Ling Xu Yuan, Pangeran Huang Zhi Yan dan Pemilik Paviliun Gagak Hitam Hei Feng Xi" tanya tetua itu sambil melihat Xiao Feng yang tampak santai membaca buku dan menyesap teh. Chen Nian juga melihatnya.


"Identitasnya memang cukup hebat, namun aku tidak suka pria yang tidak memiliki kekuatan dan tindakannya lebih ribet daripada wanita" ucap Chen Nian, tetua dibelakangnya tertawa kecil


"Meski ucapan nona sangat tajam namun benar juga,, sepertinya para pangeran ini memiliki kelebihan masing-masing jadi raja belum memutuskan penerusnya. Jika Tuan Muda tidak meninggal muda keluarga Chen juga tidak akan punya keturunan" tetua itu berkata. Chen Nian mengerutkan kening dan berkata dengan dingin kepada tetua.


"Tidak punya keturunan? apakah aku bukan keluarga Chen dan setelah menggantikan adik menjadi Matriak keluarga Chen apakah aku pernah membuat kesalahan?"


"Aku telah salah bicara" ucap tetua itu sambil menangkupkan tangan.


"Jangan memaksaku untuk melakukan pernikahan lagi,, palingan aku tidak akan menikah seumur hidup jika sudah tua aku akan menyuruh dari keluarga cabang untuk jadi penerus,, hiiyaahh" Setelah berkata dingin Chen Nian memacu kudanya meninggalkan tempat itu, tetua dan pengawal lain terdiam sebentar kemudian bergerak mengikuti Chen Nian.


*****

__ADS_1


Xiao Feng yang sedang duduk menikmati teh mengangkat kepalanya mendengar derap kaki kuda mendekat dan itu adalah kelompok Xiao Chen.


"Uuuhhhuuuhh,,, Adik kau lebih pandai menikmati" ucap Xiao Chen setelah menarik tali kekang kuda.


"Kakak,, mau secangkir teh?" Xiao Feng menawarkan.


"Apa kau lupa tujuan kita kemari?"


"Kau tahu sendiri kalau aku baru berlatih dan tidak terlalu pandai berkuda dan memanah"


"Hahaha apa kau tidak takut dihukum ayah?"


"Aku sudah menugaskan Ren Yun dan Ren Yan berburu untukku"


"Jangan sampai si Xiao Jun sialan itu tahu, nanti dia melapor lagi kepada ayah, nanti kau berlagaklah menunggangi kuda namun jangan terlalu cepat agar mau tidak jatuh,, ayo pergi" Xiao Chen pun meninggalkan Xiao Feng diikuti pengawalnya. Chen Nian yang kebetulan hendak menuju bagian terdalam hutan mengehentikan sejenak kudanya dan melihat mereka berdua,, "Pangeran pertama ini juga memiliki kelebihan lain,, sangat mementingkan hubungan persaudaraan" lalu Chen Nian melanjutkan perjalanan.


Chen Nian tidak menyadari kalau dia sudah memasuki wilayah terlarang dibagian dalam hutan dia terus masuk karena mengejar seekor serigala putih. Ketika sadar Chen Nian menghentikan kudanya dan melihat ke sekeliling.


"Tampaknya aku telah memasuki wilayah terlarang" gumamnya, ketika hendak berbalik suara lolongan serigala terdengar dan dengan cepat sekitar 10 ekor serigala mengepungnya, rupanya itu bukan serigala yang dilepas oleh pengawal untuk bahan berburu pangeran. Serigala itu adalah hewan buas yang berada di tingkat Alam Bumi *5 setara dengan kekuatan Chen Nian.


"Gawat mereka adalah hewan buas,, kenapa tidak ada pemberitahuan sebelumnya" Chen Nian mengambil pedangnya dan serigala itu melolong sekali lagi dan mulai menyerang Chen Nian,, Chen Nian yang sudah turun dari kuda kemudian menyongsong serangan serigala itu, mengeluarkan teknik pedangnya dan bergerak lincah diantara serangan serigala itu.


Namun biarpun memiliki gerakan cepat tapi melawan kelompok serigala yang sudah terbiasa memburu mangsa dengan berkelompok ditambah tingkat kekuatannya sama dengan dirinya membuat Chen Nian kerepotan dan beberapa kali cakaran mengenai tubuhnya. Chen Nian tampak bingung memikirkan cara sambil menghindar serangan ganas serigala.

__ADS_1


Akhirnya Chen Nian terpojok, serigala itu menyerbu mengayunkan cakar dan gigitannya,Chen Nian yang berusaha menghindar tiba-tiba seseorang menarik tangannya melompat ke atas,lalu orang itu menurunkan Chen Nian diatas pohon dan mengambil pedangnya. Dengan gerakan cepat dan bertenaga sepuluh ekor serigala itu dengan mudah dibantai orang itu dalam satu tarikan nafas. Chen Nian tertegun karena kaget siapa yang menolongnya. Kemudian Chen Nian turun dari pohon dan mendekati orang itu.


"Pangeran benarkah ini anda kenapa bisa...." Ucapan Chen Nian terhenti ketika Xiao Feng mengulurkan pedangnya dan berkata.


"Kudengar kalau keluarga Chen itu adalah orang setia dan paling terpercaya dalam menjaga rahasia,, benar kan Nona Chen" ucap Xiao Feng dengan tersenyum dan mata emasnya terlihat bersinar. Chen Nian terpaku diam dia tidak segera mengambil pedangnya, Chen Nian hanya diam melihat senyuman dan mata emas Xiao Feng yang terlihat sangat tampan di matanya.


"Ehheemm"


"Eh,, iya benar pangeran" ucap Chen Nian sambil mengambil pedangnya lalu Xiao Feng kemudian menghilang dengan cepat kembali ke tempatnya.


Sebelumnya Xiao Feng yang ingin menjebak Xiao Jun dengan pancingan elang ternyata gagal, Xiao Jun malah berbalik dan dia mendengar lolongan serigala di bagian dalam hutan merasakan ada yang tidak beres. Dengan segera Xiao Feng bangkit dari duduk dan melesat ke arah bagian dalam hutan.


Ketika sampai Xiao Feng melihat kalau Chen Nian sedang dikepung hewan buas serigala putih, tanpa fikir panjang Xiao Feng segera melesat turun dan menolong Chen Nian.


Sepeninggal Xiao Feng, Chen Nian memandang pedang yang tadi digenggam Xiao Feng. Mengingat kejadian barusan Chen Nian tidak menyadari kalau pipinya merona di wajah cantiknya


"Ternyata aku tidak menduga kalau dia itu sangat kuat" gumam Chen Nian, baru saja dia berkata kepada tetua Chen kalau menganggap Xiao Feng tidak memiliki kekuatan. Chen Nian memang ingin memiliki suami yang kuat, kini setelah ditolong Xiao Feng citra Xiao Feng dihatinya berbalik 180 derajat. Dia senyum-senyum dan tidak lama kemudian tetua Chen dan yang lainnya tiba di tempat itu.


"Nona syukurlah baik-baik saja" tetua itu berkata cemas kemudian melihat sekeliling ada mayat sepuluh ekor serigala.


"Apakah ini hasil buruan Nona?" tanya Tetua itu,Chen Nian melihat serigala sekilas dan mengingat kejadian tadi. Chen Nian menghela nafas dan membenarkan pertanyaan tetua.


**** bersambung

__ADS_1


__ADS_2