
Xiao Feng/Hei Feng Xi
2.Putri Feng Xi Yun/Bai Feng Xi
Lin Mei Ling
Peri Xian Hu'er
******
Sementara itu Xian Hu'er setelah meninggalkan Ao Xuan dia mengejar kedua orang bawahan She Mo yaitu Han De dan Han Du. Karena array yang dipasang ditubuh mereka membuat Xian Hu'er dengan mudah mengikuti tanpa mereka sadari. Diatas udara Xian Hu'er melihat kalau kedua orang itu terbang menuju kerajaan Angin Selatan, ketika memasuki wilayah kerajaan kedua orang itu berbelok ke kanan. Selang sepuluh menit Han De dan Han Du sampai disebuah bukit yang ada danau kecil dan sebuah kediaman megah.
Mereka langsung masuk begitu saja karena penjaga tahu kalau kedua orang itu adalah bawahan langsung She Mo. Xian Hu'er tidak ikut masuk dia mengamati dari atas.
*****
__ADS_1
Didalam sebuah aula Han De dan Han Du menghadap She Mo kemudian melaporkan apa yang terjadi kemarin. She Mo yang mendengar itu kemudian bangkit berdiri dan menampar wajah Han De
"Plakkk!!"
"Dasar sampah aku tugaskan kau untuk mencari manusia kerdil itu tapi apa hasilnya kau bahkan tidak bisa membunuh Ao Xuan" sebuah tamparan dan teriakan terdengar disebuah ruangan. Dan itu adalah She Mo yang kesal ketika mendapat laporan dari Han De dan Han Du.
"Yang mulia kalau tidak ada peri Xian Hu'er kami sudah dipastikan membunuh Ao Xuan" Han Du berkata. She Mo melototkan matanya.
"Lalu kalian kesini untuk apa? aku tidak menerima kegagalan. Lekas enyah dan bersihkan sampah yang telah kalian buat" bentak She Mo yang membuat kedua orang itu menggeram marah. She Mo yang melihat hanya menyeringai.
"Kenapa kalian tidak suka hah? ayo tunjukan kemampuan kalian aku ingin lihat" ucap She Mo, dia berdiri dengan kedua tangan dibelakang pinggang dan menatap Han De dan Han Du remeh.
Han De dan Han Du tidak menjawab, mereka pergi meninggalkan ruangan itu. Han De karena sangat kesal dia sampai menendang guci yang berada disamping pintu. She Mo hanya tertawa melihatnya.
*****
"Brengsek kalau bukan karena racun sialan itu sudah kupatahkan batang lehernya" ucap Han De ketika mereka berdua sudah berada diluar.
"Kita tidak akan bisa mengalahkan manusia ular itu, lebih baik kita selesaikan tugas dan dia akan memberikan pil penawar. Jika sudah dapat aku akan membuat perhitungan dengannya" Han Du menimpali.
"Tunggu saja waktunya, memang kau fikir kau saja yang tidak senang aku juga sudah sangat lama ingin membunuh bajingan itu". Keduanya kemudian terbang dan menghilang dikegelapan malam.
Xian Hu'er mengangkat alisnya ketika melihat Han De dan Han Du keluar meninggalkan wilayah kediaman, dia tidak mengejar karena sudah dapat menebak kalau kedua orang itu akan kembali mencari Ao Xuan. Kini pandangannya mengarah ke bangunan besar didekat danau kecil. Tangannya terulur dan dari telapak tangannya muncul sebuah bola cahaya kecil dan perlahan membesar sampai seukuran buah kelapa. Xian Hu'er kemudian menjatuhkan bola cahaya itu mengarah ke bagian depan bangunan.
"Wusshh"
"Buumm,,, buumm!!"
Ledakan tercipta ketika bola cahaya itu mengenai bangunan dan membuatnya hancur berantakan lalu api berkobar. Suara dentuman keras mengagetkan penjaga.
"Ada serangan cepat padamkan api" teriak seseorang sambil berusaha memadamkan api.
"Kau laporkan kepada yang mulia"
Segera salahsatu penjaga berlari ke bagian dalam kediaman. Suara ledakan mengagetkan She Mo yang hendak melakukan perbuatan mesumnya. Dia sangat geram lalu memakai pakaiannya dan melesat keluar.
__ADS_1
Ketika sampai diluar dia melihat kalau bagian depan dari bangunan utama terbakar dan hancur, wajahnya mengelak kaku dengan mata merah terlihat jelas kalau dia sedang menahan amarah.
"Bangsat apa yang terjadi, siapa yang berani berbuat masalah di kediamanku" teriak She Mo, dia mengarahkan pandangannya ke sekeliling tempat itu. Dia lalu melihat ke arah langit gelap. Dibawah terang cahaya bulan purnama She Mo mendapati seekor binatang besar mengapung diudara.
Binatang itu adalah seekor kupu-kupu putih cantik dan diatasnya ada seorang gadis sangat cantik bermata merah, rambutnya melambai tertiup angin dan menatap She Mo dengan ekspresi dingin walau begitu bentuk tubuh indah gadis yang duduk dipunggung kupu-kupu tetap saja membuat fikiran She Mo liar.
"Xian Hu'er tidak ada sebab tidak ada masalah kenapa kau berbuat kekacauan di kediamanku" teriak She Mo.
Diatas punggung kupu-kupu besar itu Xian Hu'er menatap She Mo "Ini belum seberapa, aku sudah memperingatkan mu berkali-kali tapi kau tetap melakukan perbuatan jahat. Ini hanyalah peringatan kecil" dengan dingin Xian Hu'er menjawab.
She Mo terdiam sejenak kemudian dia tersenyum seolah hendak memikat Xian Hu'er.
"Peri Xian Hu'er apakah kau tega menjatuhkan hukuman kepadaku, tegakah kau menjatuhkan hukuman kepada pemuda tampan sepertiku bukankah lebih baik membicarakannya ditemani seguci arak"
Xian Hu'er tidak menanggapi ucapan She Mo wajah dinginnya tidak menunjukan reaksi apa-apa dan hal itu membuat She Mo bertambah geram.
"Sialan hari ini aku akan mencabut nyawamu" She Mo kemudian melesat ke atas dia mendorongkan tangan kanannya dan bola hitam muncul kemudian memanjang menjadi sebuah tombak. Lalu tombak dari elemen kegelapan itu di arahkan kepada Xian Hu'er.
Xian Hu'er membuat segel tangan dengan cepat dan array yang terbuat dari elemen cahaya muncul didepannya. Tombak She Mo menabrak array itu namun array itu tidak hancur malah sebaliknya. Tombak elemen kegelapan She Mo kini berbalik menyerang pemiliknya.
"Sialan Array Cermin Pembalik Jiwa" She Mo berteriak ketika tahu jenis array yang digunakan Xian Hu'er. Dia segera menghindar dan tombaknya lewat disampingnya terus menuju ke arah bangunan kecil dibawahnya.
"Buumm!!"
"Blaarrr!!"
Seketika bangunan kecil hancur berantakan. She Mo memandang ke arah bawah mendapati bangunan miliknya hancur "Peri sialan jika aku tidak membunuhmu maka aku akan bunuh diri"
Ketika hendak bersiap menyerang kembali mendadak dari atas sebuah bola cahaya menabrak tubuh dengan sangat cepat, She Mo terlambat menahan dan dia akhirnya jatuh ke bawah menabrak bangunan.
"Ini hanya hadiah kecil, membunuhmu bukan tugasku nanti akan ada seseorang yang lebih berhak mengambil nyawamu" suara dingin Xian Hu'er lenyap bersamaan dengan menghilangnya kupu-kupu putih. She Mo bangkit berdiri dengan geram.
"Lihat saja suatu hari nanti tubuh lembutmu akan jatuh kepelukanku dan akan kukupas seluruh kulitmu dengan lidahku" ucapnya sambil menyeringai lalu dia menghilang. Para penjaga kemudian bergegas membereskan tempat itu.
***** bersambung
__ADS_1