Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 47 Membunuh Ular Sisik Salju


__ADS_3

*****


Ular itu tampak hangus setengah bagian tubuhnya,sementara serangan Feng Xi gagal menembus kerasnya sisik ular putih itu.


"Sial dia sangat keras"


"Coba kau serang bagian paling lunak dari ular itu,,bagian mulut dan mata merupakan bagian paling lunak dari seekor ular"


"Aku membuat pengalihan kau serang bagian itu,terserah mau mata atau mulutnya"


Xiao Feng langsung menyerang lagi dia berkali-kali mengeluarkan bola api dan ular itu juga bertahan,berkali-kali ular itu mengeluarkan dinding es atau menyemburkan racun,namun Xiao Feng dan Feng Xi dengan gesit bisa menghindar.


Ketika ular itu sudah kelelahan,Xiao Feng melemparkan bola api besar dan ular itu mengeluarkan tenaga terakhirnya membuat dinding es.


"Boomm"


"Chesss"


Dinding es mencair dan sebuah selendang putih yang memanjang menusuk ke arah mata ular.


"Grroaarrhh"


Ular berteriak kesakitan dan limbung dia menyabetkan ekor kesana kemari membuat pepohonan disekitarnya tumbang,sementara para kultivator yang menyaksikan menjauh dan memandang takjub pada Xiao Feng dan Feng Xi.


Xiao Feng kemudian mengeluarkan pedang dan tanpa basa-basi melesat dan menebas leher ular itu sekali serang.


"Boom"


Ular itu kepalanya jatuh dan menimbulkan getaran di tanah,darah menyembur deras dari leher.Xiao Feng langsung membelah kepalanya untuk mengambil inti kristal yang nanti akan dia serap untuk meningkatkan elemen racunnya.Kemudian mengeluarkan empedu ular yang bisa digunakan untuk penawar racun.


"Hufftt akhirnya selesai juga,cacing ini sungguh merepotkan" kata Feng Xi sambil menendang tubuh ular.


"Biasa saja sih,aku sendiri bisa dengan mudah membunuh ular itu" kata Xiao Feng dan menyimpan kembali pedangnya.


"Hah,, apa,,?" Feng Xi menaruh tangan kirinya dibelakang telinga dan memiringkan tubuh ke arah Xiao Feng.


"Kalau Tuan Muda Feng Xi bisa membunuhnya mudah kenapa membutuhkan bantuanku?"


"Heh,,kapan aku bilang perlu bantuanmu?"

__ADS_1


"Aku membuat pengalihan dan kau serang bagian paling lunak ular itu" kata Feng Xi menirukan ucapan Xiao Feng sebelumnya.


"Itu..em..hehe aku hanya membantumu berlatih katanya kau ingin menguji batasanmu" kata Xiao Feng tidak mau kalah.


"Sudah lah mari kita lihat ada apa didalam gua" Xiao Feng berkata sambil menuju ke arah gua dan Feng Xi mengikuti.


Para kultivator yang melihat ular sudah terbunuh,mereka ikut masuk ke dalam gua,tetapi di gua memang tidak ada apa-apa.Feng Xi mengomel.


"Dasar sial,,ku kira ada sesuatu yang dijaga ular ternyata gua kosong saja"


"Haha Nona Feng Xi yang biasanya tidak perduli sesuatu hal kenapa marah-marah"kata Xiao Feng tertawa kecil.


"Cihh aku kesal saja"


Mereka berjalan keluar dan para kultivator yang selamat menemui Xiao Feng dan Feng Xi.


"Tuan dan Nona Muda terima kasih telah menolong kami,kalau boleh tahu siapa kalian?" tanya salahsatu kultivator berbaju hitam


"Aku Feng Xi dan ini temanku" jawab Xiao Feng


"Namaku juga Feng Xi"


"Hhmm nama kalian memang bagus sebagus orangnya tampan dan cantik" kata orang berbaju hitam itu sambil menyeringai.


"Hoho sebelumnya aku mengucapkan terimakasih namun setelah melihat kalian sepertinya sudah mendapat beberapa keberuntungan sebaiknya lekas serahkan cincin penyimpanan kalian atau nyawa kekasihmu ini dalam bahaya" kata orang berbaju hitam.


Rupanya mereka ketika menonton pertarungan sudah muncul niat jahat apalagi melihat kecantikan Feng Xi yang luar biasa,mereka menyusun rencana untuk merampok mereka ketika pertarungan selesai.Mereka yakin kalau mereka akan kehabisan tenaga jika menang melawan ular itu,jika kalah mereka masih bisa mendapat keuntungan dengan membunuh ular yang juga pasti kelelahan.


"Heii siapa yang mau jadi kekasih rubah bau itu,kau jangan sembarangan bicara" Feng Xi berteriak kesal.


"Haha kau sudah tau kan dia bukan kekasihku jadi apa peduliku kalian mau melakukan apapun padanya" kataa Xiao Feng sambil mengibaskan kipasnya pelan.


"Haha baiklah tapi tetap kami akan membunuh kalian berdua,apalagi nona Feng ini sebelum kita bunuh,kita akan mengajari untuk merasakan apa itu wanita,haha"


Namun tawa pria berbaju hitam lenyap ketika sebuah kipas berputar dan memotong kepalanya di bagian mulut.Kepala bagian mulut ke atas jatuh dan menyemburkan darah.


"Glekk"


Semua orang menelan ludahnya melihat kejadian itu.

__ADS_1


"Kalian tidak tahu terima kasih,sudah di tolong malah menggunting dalam lipatan"


"Am,,ampuni kami Tuan Muda kami hanya di pengaruhi orang itu."


"Pergi kalian,,"


Semua orang bahkan yang menempelkan pedang pada Feng Xi langsung berlarian.


"Heii rubah hitam tidak biasanya kau melepaskan musuh" ucap Feng Xi heran.


"Siapa bilang aku melepaskan musuh" Xiao Feng berkata sambil menyeringai.


Xiao Feng melemparkan kipasnya dan melesat berputar-putar ke semua orang yang melarikan diri.Tak lama kemudian terdengar suara teriakan menandakan terbunuhnya orang-orang itu.


Xiao Feng dan Feng Xi kemudian meninggalkan tempat itu.Tanpa sepengetahuan mereka ada 6 orang yang melihat kejadian itu dari jauh.


"Duo Feng Xi yang satu hitam dan yang satu putih,,menarik sepertinya mereka tidak biasa dan dunia kini kedatangan dua orang baru berkemampuan tinggi"


Kemudian kelompok itu menghilang meninggalkan tempat itu,mengikuti mereka dari jarak aman.


Hari sudah beranjak sore,Xiao Feng dan Feng Xi kemudian melesat menuju gua yang Xiao Feng pertama kali temukan dia berencana ingin membuka pintu besi yang ditemukannya tempo hari.


Kebetulan sudah ada Feng Xi jadi Xiao Feng bisa membuka pintu besi dan penasaran dengan apa yang akan di dalam ruang bawah tanah itu.


Di dalam gua


"Hei rubah hitam sepertinya dunia makam ini akan terbuka sekitar kurang dari dua bulan." kata Feng Xi sambil menggigit daging yang dibakar.


"Benar dan aku belum menemukan sesuatu yang berharga selain telur itu..!" balas Xiao Feng.


"Aku heran siapa pemilik makam ini dan kenapa dalam jangka waktu tertentu makam ini terbuka"kata Feng Xi heran


"Aku juga tidak tahu,,mungkin pemilik sebelumnya ingin meninggalkan warisan tapi belum menemukan pewaris atau memiliki tujuan lain?"


"Hmm entahlah aku juga tidak tahu,yang pasti aku sudah datang kesini sudah pasti akan membantai monster disini untuk latihanku" Xiao Feng menambahkan


"Masa sih,,kulihat kau seperti maniak membunuh dan bukan berlatih,"


"Haha aku membunuh karena membela diri,,siapa juga yang mau bertindak bodoh ketika diserang diam saja"

__ADS_1


Xiao Feng dan Feng Xi pun berbincang ringan membahas hal-hal dari yang penting sampai hal-hal konyol sambil membakar daging mengusir rasa dingin dari gelapnya malam,kemudian mereka pun pergi tidur.


***** bersambung


__ADS_2