Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 256 Menuju Tempat Musuh


__ADS_3

*****


Xiao Feng bersama tiga gadis cantik itu kemudian umturun dan berjalan memasuki kota, terlihat banyak orang yang mengantri di pintu gerbang dan sebagian besar mereka adalah pedagang. Wajar saja mengingat kota ini adalah perbatasan dan tentu menjadi jalur yang cukup sibuk.


"Identitasnya dan biaya masuk satu orang satu koin emas" ucap penjaga sambil matanya sesekali melirik tiga orang gadis cantik, Xiao Feng mengeluarkan identitasnya dan menyodorkan koin emas. Penjaga menerimanya dan mereka masuk ke dalam kota. Suasana kota memang ramai dan tampaknya belum menyadari akan ada penyerangan, Xiao Feng memang menyadari kalau kemampuan mengumpulkan informasi penjaga kota memang tidak secepat anggotanya.


Beberapa orang tampak kagum melihat Xiao Feng dan yang lainnya, bagaimana tidak seorang pria berwajah sangat tampan berjalan didampingi tiga orang gadis yang sangat cantik, bahkan beberapa pria dan tuan muda yang melihat pun juga iri.


"Kalau saja aku tampan seperti dia, maka tiga gadis itu akan bersamaku"


"Hah sudahlah jangan bermimpi terlalu jauh kita berbeda status dengannya"


"Benar,, memang wanita hanya tertarik kepada tuan muda tampan dan kaya"


Xiao Feng dan Feng Xi hanya tersenyum geli mendengar percakapan dari orang-orang yang di lewatinya, sementara Zhu Que dan Zhu Yue mereka masih saja berdebat namun mereka berdebat dengan saling mengirimkan pesan suara, tidak berani berdebat terang-terangan didepan tuan mereka.


Sekita sepuluh menit berjalan mereka sampai di depan sebuah rumah makan berlantai tiga dan langsung disambut pelayan wanita disana.


"Selamat datang di rumah makan Angsa Putih" ucap pelayan ketika Xiao Feng dan yang lainnya masuk.


"Langit biru menyimpan misteri" ucap Xiao Feng


"Pohon persik melambai tertiup angin" pelayan itu menjawab


"Tiang kokoh menghubungkan lantai dan atap"


"Seorang bawahan hanya mematuhi pimpinan,, tuan muda silahkan ke lantai tiga" ucap pelayan wanita sambil menangkupkan kedua tangan lalu berjalan mendahului ke lantai atas, Xiao Feng dan yang lainnya kemudian mengikuti.

__ADS_1


"Hmm pantas saja uangmu banyak bisnismu rupanya tersembunyi namun aku tidak menyangka kalau rumah makan yang ramai ini adalah lokasi paviliun Gagak Hitam" ucap Feng Xi sambil berjalan.


"Tentu saja, orang yang ingin membeli informasi datang dari jauh pasti lelah, lapar haus" jawab Xiao Feng sambil tersenyum.


"Ckckck kau memang suka memanfaatkan sesuatu tapi aku suka" ucap Feng Xi sambil tertawa kecil. Semua orang yang sedang makan melihat Xiao Feng dan yang lainnya tidak bisa untuk tidak terpesona, namun melihat rombongan Xiao Feng berjalan ke lantai paling atas mereka faham kalau rombongan itu bukan orang sembarangan.


Mereka pun sampai dilantai tiga, di sini hanya ada satu meja dan sebuah tiga ruangan. Xiao Feng dan Feng Xi kemudian duduk sementara Zhu Que dan Zhu Yue berdiri dibelakang mereka, pelayan wanita itu segera menuangkan teh dan pergi untuk menyiapkan makanan, tak lama kemudian seorang pria masuk.


"Tuan Muda sudah disini?" ucap pria itu sambil menangkupkan kedua tangan.


"Aku baru saja sampai dan jelaskan informasi yang kalian dapat diwilayah ini" jawab Xiao Feng, pria tadi mengangguk.


"Menurut orang yang kukirim sejak dari kemarin di sebelah timur kota yang mana adalah hutan perbatasan terdapat sekelompok pasukan dalam jumlah cukup besar sekitar 2000 orang, namun mereka belum bergerak" ucap pria itu.


"Hmm sepertinya mereka memang hanya akan menguasai sedikit demi sedikit tiap kota baru langsung menyerang ibukota Bhingzen jika perbatasan sudah dikuasai" ucap Xiao Feng.


"Tidak masalah lagipula aku sendiri yang akan menyelidiki langsung" ucap Xiao Feng, pelayan wanita tadi muncul dengan membawa makanan lalu menata di atas meja, setelah selesai pelayan wanita kembali ke tempatnya dilantai bawah sementara pria yang merupakan ketua paviliun berdiri disamping.


*****


Xiao Feng bersama Feng Xi ditemani Zhu Que dan Zhu Yue kemudian menuju hutan diarah timur kota itu, dari udara memang Xiao Feng melihat hutan luas dan lebat dengan sungai besar membentang meliuk-liuk seolah seekor ular besar membelah daratan, keadaan hutan memang sunyi dan sepi hanya suara angin dan gesekan daun bambu yang terdengar, lantas dengan segera Xiao Feng menggunakan teknik matanya melihat ke arah hutan.


Xiao Feng tersenyum tipis karena di bagian dalam hutan memang ada banyak barak dari tenda yang didirikan dengan banyak orang yang berada disitu, jumlahnya memang sekitar 2000 orang, namun yang membuat Xiao Feng terkejut semua orang itu memiliki kultivasi Raja Perunggu *1 kecuali 10 orang yang memiliki kultivasi Raja Perunggu *4. Xiao Feng berfikir kalau 10 orang itu adalah komandan atau jendral.


"Apa yang kau menemukan sesuatu Feng Ge?" tanya Feng Xi yang melayang disampingnya. Xiao Feng menganggukkan kepala lalu menunjuk ke arah tengah hutan yang jaraknya sekitar 5 kilometer dari mereka.


"Tepat disana dibagian dalam hutan ada sekelompok pasukan sedang berkumpul, besar kemungkinan mereka akan bergerak pada malam hari, namun yang mengejutkan mereka memiliki kultivasi di Raja Perunggu " jawab Xiao Feng.

__ADS_1


"Baiklah tidak masalah kalau begitu ayo kita serang mereka" ucap Feng Xi sambil melesat.


"Eehhh,, tunggu dulu" ucap Xiao Feng dan Feng Xi langsung berhenti sambil melihat Xiao Feng heran.


"Kenapa?" tanya Feng Xi, Xiao Feng mendekati Feng Xi dan ketika sudah berada didepannya, dia tiba-tiba langsung melesat ke arah hutan.


"Yang terakhir datang adalah kotoran ayam, haha!" seru Xiao Feng, Feng Xi yang merasa tertipu langsung melesat cepat cepat menyusul Xiao Feng diikuti Zhu Que dan Zhu Yue yang tersenyum melihat mereka.


"Burung jelek hari ini akan ku tunjukan elemen apiku lebih baik darimu" ucap Zhu Que, Zhu Yue yang mendengar hanya mencibir.


"Cih,, lihat saja burung bodoh elemen es ku yang akan banyak membunuh musuh"


"Awas kau Feng Ge, lihat saja nanti!"Feng Xi mengomel, Xiao Feng hanya tertawa saja menanggapinya. Empat orang melesat cepat membentuk garis panjang cahaya seolah berlomba menuju ke bagian tengah hutan ke tempat dimana pasukan yang diduga milik Ling Xu Yuan berada.


*****


Sementara didalam hutan, kelompok pasukan itu sedang berkumpul. Mereka tampak asyik bercerita sambil membakar daging dan minum arak.


"Berapa lama lagi kita harus menunggu aku sudah tidak sabar ingin mencicipi gadis Bingzhou, kudengar gadis disana cantik-cantik"


"Benar aku juga sudah tidak sabar,, komandan kapan kita bergerak"


"Nanti malam kita langsung bergerak, kalian persiapkan diri dulu"


Mereka masih saja bersantai dengan minum arak dan makan daging. Mereka tidak tahu kalau bahaya akan segera datang dan mungkin itu adalah arak dan daging terakhirnya.


**** bersambung ****

__ADS_1


__ADS_2