
*****
Xiao Feng sudah berada diruang kerjanya di paviliun pusat dan membaca sebuah buku sementara dimejanya ada beberapa buku tebal.
"Menurut catatan semua jenis racun, ada satu racun yang tidak terdeteksi dan lolos dari pengujian jarum perak akupuntur dan itu adalah racun Xuji terbuat dari lebah merah dan kalajengking biru. Namun racun itu tidak dijual secara bebas" gumam Xiao Feng lalu meletakkan buku.
"Sun Xie" panggil Xiao Feng. Tak lama kemudian Sun Xie masuk.
"Hamba Tuan!" ucap Sun Xie memberi hormat
"Sun Xie kerahkan orang untuk mencari tahu hal yang berkaitan dengan racun Xuji baik dari pembuat atau penjualnya dan dimana itu dijual" perintah Xiao Feng.
"Baik Tuan Muda" ucap Sun Xie lalu meninggalkan ruangan. Xiao Feng juga bangkit berdiri dan keluar dari ruang kerjanya. Ketika keluar bertepatan dengan Feng Xi yang juga sedang berjalan.
"Hai ruang hitam,,," sapa Feng Xi sambil tersenyum.
"Hai Xixi, emm sedang apa kau disini?"
"Haii apa kau lupa aku kan selalu berada disini, kenapa kau menanyakan pertanyaan bodoh" ucap Feng Xi sambil menaikkan alisnya. Xiao Feng hanya meringis sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Ikut aku,, aku ingin menanyakan sesuatu" ucap Xiao Feng lalu berjalan menuju halaman belakang, gadis itu mengikuti Xiao Feng.
*****
"Hmm jadi orangmu yang kemarin dituduh melakukan pencurian ditemukan tewas diracun" ucap Feng Xi setelah Xiao Feng menceritakan semua kejadian.
"Benar,, itu hanya prediksi dan tabib juga tidak bisa menyimpulkan sebab jarum perak tidak bisa mendeteksi racun itu, namun dari ciri dan gejala besar kemungkinan Chen Zhou diracun" ucap Xiao Feng.
"Racun apa yang tidak bisa terdeteksi oleh jarum perak?" tanya Feng Xi.
"Racun Xuji dari lebah merah dan kalajengking biru, tidak berbau tidak berasa dan tidak berwarna, apa kau pernah mendengarnya?" tanya Xiao Feng dan Feng Xi hanya menggelengkan kepala.
"Aku sudah lama berkelana didunia kultivator dan baru tahu kalau ada racun seperti itu" ucap Feng Xi. Xiao Feng juga berfikir darimana asal racun itu. Tak lama kemudian Sun Xie muncul dengan membawa sebuah buku kecil.
"Tuan,, apa yang tuan perintahkan sudah selesai" ucap Sun Xie sambil menyerahkan buku.
"Kau kerja cepat sekali" ucap Xiao Feng sambil tersenyum lalu menerima buku dan membukanya, Sun Xie setelah memberikan buku kembali ke tempatnya.
"Hmm rupanya racun Xuji diam-diam dibuat oleh keluarga kekaisaran Huangzhou dan hanya sedikit orang yang tahu" ucap Xiao Feng.
"Berarti ini ada hubungannya dengan orang yang terlibat dengan kekaisaran"
"Kemungkinan benar, dan racun ini dijual oleh tabib misterius di pasar gelap dikota Chengxi sebuah kota kecil diperbatasan Huangzhou dan Youngzhou. Tabib ini hanya melayani orang yang dikenal dan tidak menerima orang asing" ucap Xiao Feng lalu menutup buku.
__ADS_1
"Pasar gelap Chengxi?"
"Benar,, apa kau tahu sesuatu?"
"Jika benar disitu aku memiliki kenalan untuk menyusup ke pasar gelap" ucap Feng Xi. Xiao Feng tersenyum senang mendengarnya.
"Bagus sekali,, kalau begitu sebaiknya kita bergerak sekarang" ucap Xiao Feng sambil berdiri.
"Eehh, tunggu dulu" Feng Xi memegang tangan Xiao Feng.
"Kenapa?" tanya Xiao Feng
"Pasar gelap akan mulai beroperasi ketika hari menjelang malam, siang hari seperti ini pasar itu belum buka" ucap Feng Xi.
"Bukankah itu bagus,, jika kita berangkat sekarang paling lama kita hanya satu jam sampai dan kita bisa menemui dulu kenalanmu untuk mencari informasi lebih lanjut" ucap Xiao Feng.
"Hehe kau benar juga,, kenapa aku mendadak bodoh" ucap Feng Xi sambil tersenyum malu, Xiao Feng hanya memutar matanya malas.
*****
Sore hari ini Xiao Feng dan Feng Xi terbang menuju kota Chengxi, sebuah kota dimana ada pasar gelap yang berkaitan dengan racun Xuji. Kali ini dia ditemani Qing Long dan Bai Hu, mereka terbang dengan cepat dan sekitar satu jam mereka sudah sampai dikota dan hari hampir gelap.
Mereka turun dan mengantri untuk memasuki kota itu, setelah diperiksa dan membayar pajak mereka masuk ke dalam kota dan langsung menuju sebuah tempat dimana pasar gelap itu berada.
"Xixi apa masih lama dia" ucap Xiao Feng. Mereka duduk disebuah rumah makan pinggir jalan didepan pasar gelap.
"Salam Nona Feng" ucap pria itu sambil duduk didepan Xiao Feng dan Feng Xi.
"Salam Tuan Rou lama tidak bertemu" ucap Feng Xi.
"Ya, benar sekali lama tidak berjumpa, terkahir kali bertemu kau masih membuat masalah di kampung kami, haha dalam pertempuran itu kami mengalami kerugian besar, ohh iya siapa tiga orang ini? ucap pria yang dipanggil Tuan Rou.
"Namaku Feng Xi dari paviliun Gagak Hitam dan ini Bai Hu serta Qing Long timku" ucap Xiao Feng memperkenalkan diri. Tuan Rou terkejut setelah mendengarnya.
"Kau adalah Hei Feng Xi?" ucap Tuan Rou sambil melihat Feng Xi lalu dia mengeluarkan kertas dari balik bajunya, rupanya itu adalah sketsa wajah orang. Tuan Rou melihat Xiao Feng lalu melihat sketsa kertas. Feng Xi melirik diam-diam kertas itu.
"Kenapa ini agak berbeda?" ucap Tuan Rou sambil menunjukan kertas itu kepada Feng Xi, gadis cantik itu langsung merebut kertas dari tangan Tuan Rou dan melipatnya.
"Aku bisa menjamin kalau dia adalah Hei Feng Xi"
Xiao Feng mengambil kertas itu dari tangan Feng Xi dengan cepat lalu membuka. Terlihat sketsa wajah pria gemuk dengan tahi lalat besar di pipi kananya. Xiao Feng dan Bai Hu tertawa kecil melihat gambar itu.
"Bolehkah aku bertanya, ini dibuat atas perkataan siapa?" ucap Xiao Feng kepada Tuan Rou.
__ADS_1
"Dulu, nona Feng...."
"Ehem,,, ehemm"
Ucapan Tuan Rou terhenti oleh Feng Xi yang berpura-pura batuk, gadis itu lalu mengambil gelas yang berisi arak dan meminumnya. Xiao Feng hanya tersenyum lalu menunjukkan kertas itu kepada Feng Xi.
"Apakah aku terlihat seperti ini dimatamu?" ucap Xiao Feng. Feng Xi segera mengambil kertas itu dan memasukkannya ke balik baju.
"Bukankah kau terlihat tampan seperti itu,, kalau tidak suka buatlah sketsa sendiri"
Tuan Rou tertawa melihatnya "Kalian seperti ini tampaknya nona Feng sudah menemukan orang yang disukai, apakah kau sudah tidak menyukai lagi Pangeran Xiao Fe..." belum sempat menyelesaikan Feng Xi dengan cepat menutup mulutnya. Xiao Feng melihat mendengar perkataan Tuan Rou sedikit terkejut dia tidak bodoh untuk dapat menebak perkataan Tuan Rou.
"Xixi rupanya menyukaiku" gumam Xiao Feng dalam hatinya, ia melihat Feng Xi yang sedikit memerah wajahnya.
"Tuan Rou, sebaiknya kita bahas hal penting dulu" ucap Feng Xi sambil melepaskan tangannya.
"Baiklah apa yang bisa kubantu?"
"Kudengar pasar gelap ini tersembunyi tetapi kenapa bisa ramai?" tanya Feng Xi sambil melihat orang-orang yang mulai berdatangan dengan memakai topeng.
"Dulu pasar ini memang tertutup tapi sudah lama istana tidak memperhatikannya, kini pasar bertransaksi secara terbuka, namun harus memakai topeng untuk rahasia penjual dan pembeli" ucap Tuan Rou menjelaskan.
"Lalu apakah Tuan Rou memiliki cara? kudengar penjual disini hanya melayani yang sudah kenal dan tidak melayani orang asing" ucap Xiao Feng
"Jika ingin memasuki harus mengikuti aturan pasar gelap ini" ucap Tuan Rou sambil mengeluarkan sebuah topeng.
"Kalian lihat topeng ini, beberapa memiliki garis hitam itu menandakan kalau baru pertama kali memasuki pasar, lalu ada topeng perak itu menandakan dia sudah lama bertransaksi dan direkomendasikan oleh kenalan yang terkahir adalah topeng emas yang menandakan itu pelanggan lama dan orang yang kaya rata-rata berasal dari klan atau bangsawan besar" Tuan Rou menjelaskan panjang lebar. Xiao Feng dan Feng Xi mengangguk faham.
"Sepertinya kau beberapa tahun ini hidup dengan baik" ucap Feng Xi.
"Tentu saja,, kami berkaitan dengan pasar gelap,,, eeehh tunggu dulu Nona, pencuri juga memiliki aturan,, kami sudah tobat tidak seperti dulu lagi" ucap Tuan Rou, rupanya dia sedikit ketakutan mengingat dulu dia dan kelompoknya dihajar Feng Xi karena perbuatan mereka sebagai pencuri bayaran.
"Hmmm baguslah, kami membutuhkan empat topeng emas apa kau bisa mengaturnya?" tanya Feng Xi. Tuan Rou mengangguk.
"Untuk Nona Feng aku akan melakukan yang terbaik, kalian tunggu dulu aku tidak akan lama dan segera kembali" ucap Tuan Rou sambil berdiri lalu dia segera meninggalkan rumah makan. Xiao Feng tersenyum melihatnya.
"Kau ternyata memiliki nama juga disini"
"Tentu saja,,"
"Cih,, sombong!"
"Sambil menunggu dia,, aku lapar"
__ADS_1
"Hhhh baiklah kau pesan saja semaumu!"
*****bersambung