
"Yah... ini karena teknik pelatihan dari tetua."
"Bagus Xiao Lei, lanjut kan terus pelatihanmu... aku tau kau jenius." puji tetua membuat Mira memandang Xiao Lei dengan pipi merona.
"Tetua, Xiao Lei pamit, aku akan menepati janjiku dan melaksanakan tugas mu. Selamat tinggal tetua." pamit Xiao Lei sembari mengedipkan sebelah matanya kepada Mira pertanda ajakannya untuk segera pergi.
Mira tersadar "Ehm.. kakek Mira pergi dulu, Mira nanti akan mencari kakek lagi." ucapnya.
Tak di sangka setelah Xiao Lei naik tingkat dan telah menguasai ilmu teknik rahasia poin Xiao Lei juga bertambah. Total poinnya saat ini yaitu 189 poin (114-25+100).
Xiao Lei dan Mira menuju ke hutan divil dan berencana keluar dari negara Laozi untuk menuju ke negara Yela. Negara Yela bersebelahan langsung dengan negara Laozi, di Negara Yela ini lebih makmur di banding Negara Laozi.
"Tuan, kita harus melewati hutan! Karena dengan begitu keuntungan kita untuk bisa berburu."
"Nona Mira, bagaimana jika kita melewati hutan untuk menuju ke Negara Yela?"
"Iya, Mira ikut ke kakak Lei aja. Kak Lei tak perlu memanggilku nona, bisa langsung panggil Mira saja." ucapnya membuat Xiao Lei tersipu
"Baiklah, Mira."
Di hutan Divil ini Xiao Lei melawan banyak monster level 1 dan beberapa monster level 2. Selain itu, Xiao Lei yang di bantu Mira juga dapat membunuh monster level 3. Hingga akhirnya mereka beristirahat dan membakar daging monster level 1 untuk menu santapan.
__ADS_1
"Mira, kamu coba daging bakar buatan ku." sembari memberi kan daging kepada Mira.
"Makasih kak Lei." mereka makan dengan tenang tanpa banyak berbincang karena masih merasa canggung.
"Mira, aku berlatih dulu dan kamu jangan sampai terkecoh ya."
"Baik (mengangguk), Mira jagain Kak Lei."
"Tuan, sepertinya dia benar-benar menyukaimu." jujur Meme
"Mengapa kau begitu cerewet? Jangan-jangan kau cemburu denganku?"
"Cih.. cemburu? Sudahlah Tuan fokus berlatih saja." ungkap Meme dengan sombongnya
"Bagaimana jika kita membutuhkannya segera dan tak ada poin?"
"Kenapa kau begitu bodoh Tuan... Kau bertambah hebat dengan ilmu-ilmu itu dan akan lebih mudah untuk mendapat poin lagi tanpa ada resiko."
"Yah memang Memeku yang paling pintar..." puji Xiao Lei yang membuat Meme berbunga-bunga karena tak mengira Tuannya bisa seperti itu.
"Tuan hitung dulu kristal nya..."
__ADS_1
"Baik, ini kristalnya. Aktifkan sistem penghitung."
"210 kristal level 1 (70 poin), 25 kristal level 2 (25 poin), dan 1 kristal level 3 (15 poin). Total 110 poin."
"Selamat Tuan. Naik tingkat level 3. Silahkan ambil hadiah naik level Tuan."
"Buka hadiahnya Meme."
"Selamat Tuan mendapatkan peningkatan kekuatan fisik tubuh hingga level dasar. Dengan ini Tuan dapat mengalahkan orang tingkat 9 dasar hanya dengan tubuh fisik tanpa menggunakan ilmu pelatihan"
"Wah lumayan juga, untungnya Mira tidak meminta bagian hingga bisa naik level. Ayo tukar..."
"Baik Tuan, mau tukar dengan apa silahkan pilih di toko."
"Wahh... banyak harta berharga di toko." ungkap Xiao Lei yang kagum. "Wah aku mau ilmu alkemis kompleks tungku suci. Aku juga mau teknik ilusi tingkat menengah. Dan teknik akupuntur jarum emas." antusias Xiao Lei
"Maaf Tuan, poin tidak mencukupi. Total poin milik Tuan hanya 299 poin."
"Astaga, ya sudah tukar dengan ilmu alkemis kompleks tungku suci dan teknik akupuntur jarum emas saja."
"Baik Tuan, poin telah di potong 199 untuk ilmu alkemis kompleks tungku suci dan 100 poin untuk teknik akupuntur jarum emas. Total poin Tuan saat ini 0 poin. Silahkan mulai latihannya Tuan."
__ADS_1
Xiao Lei pun mulai melatih ilmu dan teknik yang dia beli pada toko. Ilmu dan teknik langsung di transfer menuju ke otak Xiao Lei dan masih di bantu oleh Meme untuk melatihnya. Dengan begitu, Xiao Lei berkembang begitu pesat. Hari-hari selanjutnya hanyalah Xiao Lei yang melanjutkan perjalanannya sembari dengan berburu monster untuk mendapat poin dan sebagian waktunya untuk terus berlatih.