
****
Xiao Feng setelah menghancurkan markas Organisasi Kapak Ganda terus bergerak ke arah Utara, terbang tinggi diatas langit dengan pandangan ke sekeliling. Teknik matanya ketika dia sudah naik ke alam dewa jarak pandangnya lebih jauh, Xiao Feng sengaja mengedarkan pandangannya untuk dikonversikan sistem menjadi sebuah peta.
Disaat terbang dengan perlahan, Xiao Feng mendapati batu giok komunikasinya bergetar, penasaran siapa yang mengirim pesan Xiao Feng mengeluarkan batunya.
"Adikku kau bagaimana kabarnya sudah lama sekali kau meninggalkan rumah, kakak punya kabar bahagia. Kakak iparmu telah melahirkan pangeran tampan dan saat ini usianya baru satu bulan, jika berkenan kau pulanglah sebentar nanti aku akan menyiapkan pesta"
Xiao Feng tersenyum tipis ketika melihat pesan itu, rupanya yang mengirim pesan adalah kakaknya Xiao Chen. Dia mengabarkan kelahiran putranya dalam hatinya dia juga turut bahagia mendengar kabar itu.
"Kakak sudah memiliki anak, aku sungguh sangat senang. Yah jika dihitung aku sudah dua tahun lebih meninggalkan alam manusia bertualang di alam dewa. Setelah selesai misi aku akan pulang dulu sebentar, aku merindukan kakak dan orang paviliun Gagak Hitam" gumam Xiao Feng, lalu dia mengirim pesan balasan kepada Xiao Chen bahwa dia akan pulang dulu setelah urusan disini selesai.
Xiao Feng meneruskan perjalanannya, setelah membunuh satu lagi anggota Organisasi Kapak Ganda dia sudah memikirkan langkah selanjutnya jika dihitung sampai sejauh ini Xiao Feng sudah membunuh lima orang dari organisasi itu.
__ADS_1
Agen nomor 10, nomor 8 dan ,9 nomor 6 dan nomor 5. Xiao Feng memperkirakan besar kemungkinan kalau sisanya akan berkumpul di acara pertemuan bulan depan. Xiao Feng sendiri tidak perlu khawatir mengenai lokasi karena sudah mendapat petunjuk dari hasil membunuh agen nomor 5, namun apakah setelah organisasi itu mengetahui kalau agen nomor 5 terbunuh akan tetap melanjutkan pertemuan di lokasi awal?
Bisa jadi iya dan juga tidak, Xiao Feng sendiri memikirkan hal ini "Kurasa setelah kematian agen nomor lima itu, mereka sudah memperkirakan aku akan mendapatkan petunjuk tentang acara pertemuan mereka dibilang depan, besar kemungkinan mereka memindahkan lokasi atau tetap dilokasi awal,, hmmm aku juga sedikit bingung jika lokasi dipindahkan aku harus mencari informasi lagi tentu memakan waktu tidak sebentar dan sisa waktu menyelesaikan misi hanya dua bulan lagi,, huh memang sedikit merepotkan coba kalau dialam manusia aku bisa mudah mendapatkan informasi apapun dengan bantuan Paviliun Gagak Hitam" gumam Xiao Feng, sepintas dia berfikiran membuka Paviliun Gagak Hitam dialam Dewa namun membutuhkan waktu, sumber daya dan orang yang selain berkompeten juga harus bisa dipercaya.
Xiao Feng sendiri membangun Paviliun Gagak Hitam di alam manusia membutuhkan waktu bertahun-tahun baru bisa kokoh dan lagipula dialam Dewa dia sudah tidak mau dipusingkan dengan urusan paviliun atau hal semacamnya, dia ingin bertualang menjelajahi alam dewa menikmati masa muda dan akhirnya dia akan menjalani hidup biasa dengan istri dan anaknya.
Memikirkan kembali Organisasi Kapak Ganda Xiao Feng berjudi dia tetap memprediksi lokasi pertemuan tidak akan berubah mengingat orang-orang di organisasi itu memiliki kekuatan tentu saja mereka akan membalas dendam dengan menunggu daripada mencari langsung orang yang berurusan dengan mereka, apalagi sebagai orang yang memiliki kekuatan mereka merasa bangga atau lebih tepatnya itu kesombongan.
"Baiklah aku berjudi mereka akan tetap menggelar pertemuan dilokasi itu tapi mereka pasti akan melakukan persiapan" ucapnya lalu dia menambah kecepatan terbang menuju Utara ke arah sebuah kota kecil, Xiao Feng hanya ingin mampir sebentar lagipula kota itu searah dengan lokasi pertemuan Organisasi Kapak Ganda.
****
Duduk seorang pria kira-kira berumur sekitar 40 an namun usia aslinya 130 tahun, pria itu duduk sembari membaca sebuah bukit ditemani arak di atas meja.
__ADS_1
Sesaat pria itu menghentikan kegiatannya dan menutup buku dengan kasar diatas meja, auranya merembes keluar disertai niat membunuh menyebabkan meja dan gazebo bergetar dan air kolam bergelombang namun itu hanya sesaat beberapa waktu kemudian suasana kembali normal.
Wajah pria itu menggelap "Orang ini benar-benar berani memprovokasi organisasi ku, tampaknya orang-orang meremehkan organisasiku" gumam pria itu, dia adalah Agen nomor 2 di Organisasi Kapak Ganda, memang dia sesekali muncul itupun hanya jiwanya yang dikirimkan sedangkan tubuhnya berada ditempat itu. Pria itu marah setelah mendapat informasi anggotanya kembali terbunuh, dengan cepat dia mengeluarkan gulungan kertas dan membukanya.
"Kali ini aku akan mencari orang ini, bisa saja aku menunggu dia datang disini tapi belum puas hatiku jika tidak membunuhnya secara langsung" gumamnya sambil meremas gulungan kertas yang berisi gambar Xiao Feng. Pria itu bangkit berdiri dan sesaat kemudian sosoknya menghilang dengan cepat menuju arah selatan, berdasarkan lokasi markas ditebing yang dihancurkan Xiao Feng, agen nomor dua memprediksi Xiao Feng akan menuju kesini dan dia akan mencegatnya. Sebagai kultivator dengan kekuatan di tingkat Dewa Merah Awal tentu saja dia bisa bergerak jauh dalam sedetik, Agen nomor dua menuju kota yang dituju Xiao Feng.
Sedangkan Xiao Feng yang sudah berada di dalam kota, dia memasuki rumah makan yang merangkap penginapan karena hari sudah menjelang malam. Setelah makan dia menuju kamarnya dan memasuki dunia jiwa.
Didalam dunia jiwa, dia melihat sebentar ke ruang kultivasi. Xiao Feng tersenyum melihat dua gadis super cantik sedang duduk bersila, wajah mereka yang serius dengan mata terpejam menyajikan pemandangan yang indah menyegarkan mata. Namun bukan itu yang menjadi fokus Xiao Feng tetapi kultivasi kedua gadis cantik itu meningkat pesat.
Feng Xi yang sudah memasuki alam Kaisar Raja tahap akhir sebentar lagi akan memasuki alam dewa, Xiao Feng memperkirakan paling membutuhkan waktu dua atau tiga bulan lagi Feng Xi akan memasuki alam dewa. Sedangkan Lin Mei Ling kini sudah berada di alam Raja Sejati *5, yah cukup mengesankan dari Raja Kristal hanya sekitar satu atau dua bulan sudah naik satu ranah.
Tentu saja selain sumberdaya melimpah dan kepadatan Qi, bakat juga sangat menentukan, Xiao Feng memang memahami kalau Lin Mei Ling juga sangat berbakat biarpun tidak seberbakat Feng Xi namun tetap diatas rata-rata orang biasa. Setelah melihat mereka sebentar Xiao Feng menuju istananya hanya untuk sekedar beristirahat sejenak sambil berkultivasi.
__ADS_1
***bersambung***
Maaf kemarin salah up, maklum efek ngantuk wkwkššš