
*****
Malam pun telah berganti pagi, di kota Tianzhen tempat terjadinya pertempuran antara Pasukan Naga Hitam dengan pasukan Shangzhou terpantau sepi. Hal itu disebabkan semua warga sudah di pindahkan ke ibukota dan pasukan Shangzhou telah mundur. Begitupun pasukan Naga Hitam, mereka tidak melakukan serangan hanya mengepung dan bergerak perlahan menuju ibukota. Pasukan Naga Hitam juga tidak berani menyerang secara brutal sekarang karena Pasukan Paviliun Gagak Hitam memantau dari setiap arah dan memasang jebakan disepanjang jalan yang akan dilalui mereka, apalagi pertempuran kemarin mereka melihat kekuatan pasukan Gagak Hitam tidak bisa diremehkan.
Biarpun menggunakan kultivasi iblis namun yang menyerang kemarin memang 50.000 pasukan yang bertempur semuanya berasal dari ras manusia. Menurut laporan Sun Xie harusnya ada 100.000 orang. Besar kemungkinan mereka mengirim dulu setengah untuk menjajal kekuatan kerajaan Shangzhou.
****
Sementara itu Xiao Feng menyusuri seluruh kota dan desa di wilayah kerajaan Youngzhou. Xiao Feng membuat array tingkat 9 untuk mencegah jika ada serangan mendadak yang tidak diketahui. Array itu diatur sedemikian rupa oleh Xiao Feng sehingga jika saja ada orang yang memiliki aura kegelapan sedikit saja array akan langsung otomatis membunuhnya.
Memang tidak butuh waktu lama sebab dengan teknik teleportasinya, Xiao Feng bisa dengan cepat berpindah dari kota ke kota lain. Sampai hari menjelang siang Xiao Feng telah selesai memasang array diseluruh kota dan desa di wilayah Youngzhou. Bukan apa - apa Xiao Feng bergerak cepat sebab seminggu lagi akan ada pertemuan yang dihadiri seluruh kerajaan. Lalu dia mengeluarkan batu giok dan mengirim pesan suara kepada seseorang.
"Xixi,, ras iblis dan para kultivator yang bersekutu dengannya sudah mulai menyerang Shangzhou, ini keadaan gawat kau sampaikan pesan ke ayah dan Pangeran Feng Xueyue untuk memperketat penjagaan besok aku akan kesana membantu memasang array" ucap Xiao Feng lalu menyimpan kembali batu gioknya, dia juga sudah memberi kabar kepada seluruh markas Paviliun di Qingzhou memantau jika ada hal yang genting.
*****
Sementara itu disebuah hutan luas dan lebat yang bahkan saking lebatnya sinar matahari tidak mampu menembus kedalam hutan, keadaan hutan yang sunyi namun menyimpan keanehan, bagaimana tidak sebab ditengah hutan bagian dalam terdapat sebuah bangunan tidak terlalu besar berbetuk sebuah rumah. Tempat itu tak lain adalah tempat Ling Xu Yuan berdiam selama ini.
Tuan Muda Hebat nomor satu dunia itu sedang duduk bersila disebuah ruangan tertutup dengan mata terpejam dan kedua tangan diletakkan diatas paha. Perlahan udara disekitarnya membentuk pusaran mengelilingi tubuhnya, Ling Xu Yuan membuka kedua matanya lalu kedua tangan yang semula diletakkan kini bergerak membuat segel. Pusaran udara semakin kencang dan tubuhnya terangkat satu meter diatas lantai.
"Uhuukk!"
Darah menyembur dari mulutnya dan tubuhnya kembali terjatuh. Ling Xu Yuan mengusap darah yang menetes di sudut bibirnya lalu menelan pil pemulih.
__ADS_1
"Sudah berada di tingkat ini aku masih saja belum menemukan siapa yang membuka array tempat Zu'er beristirahat" gumamnya, seketika bayangan setahun silam ketika dia memasuki hutan barat terlintas dikepalanya.
***flashback***
Hutan barat Qingzhou adalah sebuah hutan luas dan lebat namun sunyi seolah hanya tumbuhan saja kehidupan yang berada disitu. Seorang pria muda tampan berambut biru melesat terbang rendah diatas rumput yang setinggi lutut. Dari gerak-geriknya pria muda itu seperti telah mengetahui Medan yang dia lalui, itu terlihat dari gerakannya yang tidak ragu ketika memasuki hutan. Hingga sampailah dia disebuah tempat yang mana ada dua pohon tumbuh miring dengan bagian pucuknya saling menyatu.
Pria muda itu berhenti sejenak dan mengamati.
"Array ini berubah,, ini bukan array buatanku" gumamnya, dia lalu memeriksa dan membuat segel tangan. Lalu kedua tangannya diarahkan ke depan.
"Shiuutt"
Dari telapak tangannya muncul sebuah cahaya hitam dan langsung menuju ke antara dua pohon.
"Prankkk!"
"Siapa,, siapa yang mengambil Zu'er" teriak pria itu dengan sangat marah. Aura kegelapan merembes keluar dari tubuhnya. Dia berteriak kencang dan memukul dinding ruangan.
Ternyata pria itu adalah Ling Xu Yuan. Ling Xu Yuan kemudian jatuh terduduk dan merangkak mendekati peti.
"Zu'er,, Zu'er!" ucapnya lirih dengan air mata mengalir di pipinya "siapapun yang membawamu akan aku musnahkan!"
*****
__ADS_1
Kenapa Ling Xu Yuan bisa berada di tempat itu dan apa hubungannya dengan wanita dalam peti mati itu. Ternyata dia adalah reinkarnasi dari Dewa Pemimpin Iblis yang mendapat hukuman dari Pemimpin Dewa, dia mengetahui hal itu sejak penyerangan binatang buas ke Qingzhou. Ketika rencana penyerangan gagal Ling Xu Yuan menyembunyikan diri untuk berlatih dan dalam rangka mencari tempat untuk berlatih dia menemukan sebuah pohon yang tumbuh miring karena penasaran dia masuk.
Ketika masuk pandangan Ling Xu Yuan menggelap dan dia terbangun disebuah tempat gelap. Tak lama kemudian sebuah cahaya terang muncul disertai bayangan seorang pria sangat tampan.
"Akhirnya aku bertemu denganmu" ucap bayangan itu dan membuat Ling Xu Yuan terkejut.
"Si.. siapa kau?"
"Aku adalah kau dan kau adalah aku!"
"Aku tidak mengerti ucapanmu!" ucap Ling Xu Yuan. Bayangan pria sangat tampan itu tersenyum lalu menjentikkan jarinya, sebuah cahaya hitam kecil keluar dari jarinya dan masuk kedalam kening Ling Xu Yuan.
Ketika cahaya itu masuk, Ling Xu Yuan merasakan sakit dikepalanya dan berbagai bayangan ingatan muncul dibenaknya silih berganti menampilkan berbagai adegan. Ling Xu Yuan mencoba mencerna ingatan itu dan membutuhkan waktu satu jam baginya untuk bisa mencernanya.
Sesaat kemudian pria itu sudah tidak merasakan sakit lagi, kini dia menatap bayangan yang semakin samar didepannya.
"Tugasku sudah selesai, kau telah mengetahui jati dirimu dan aku sudah membuka dantian milikmu" ucap bayangan itu sambil melemparkan potongan artefak lalu menghilang. Ling Xu Yuan kini menyadari kalau dia adalah reinkarnasi dari Dewa Pemimpin ras Iblis dan segera dia membuka pintu rahasia dan melihat ada peti. Ling Xu Yuan mendekati peti dan melihat ada wanita sangat cantik terbaring seolah sedang tidur. Ingatan dia tentang kehidupannya dulu di Alam Dewa dan wanita cantik itu kembali mengalir di kepalanya. Ling Xu Yuan meneteskan air mata dan tangannya bergerak mengelus pipi wanita yang terbaring didalam peti.
"Zu'erku yang malang, kau telah banyak mengalami penderitaan karena aku, maafkan suami tidak bergunamu ini,, kau bersabar lah,, suatu hari nanti setelah aku membalas dendam kepada Pemimpin Dewa aku akan menyusulmu di akhirat kita akan bertemu dan bereinkarnasi bersama lagi dan akhirnya kita akan selalu bersama" ucap Ling Xu Yuan kemudian dia mengecup bibir wanita itu dengan sangat lama seolah melepas kerinduan yang teramat sangat. Wanita itulah yang ditemukan Xiao Feng bernama Guang Zhong Zu dan tubuhnya berubah menjadi sebuah hiasan rambut indah yang kini berada ditangan Xiao Feng.
*****
"Kenapa kehidupanku seperti ini,, Shen Yin ini semua ulahmu kau memisahkanku dari Zu'er, belum puaskah kau menyiksaku dengan berpisah selama seribu tahun dan kini bahkan raga tidak bernyawa nya juga kau hilangkan,, Shen Yin dengarkan,,, aku akan membalaskan sakit hati Zu'er secepatnya" teriak Ling Xu Yuan. Lalu Ling Xu Yuan kembali melihat peti yang kosong didepannya. Tak ingin berlarut lama dalam kesedihan dia menutup kembali peti lalu meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
**** flashback selesai ****
**** bersambung ****