
****
Para Pangeran dan Putri kini sudah meninggalkan kediaman kekaisaran dan kembali ke kerajaan masing-masing. Termasuk Xiao Feng dan Feng Xi yang sudah berada di kereta kudanya.
"Meimei semalam darimana saja kau?" Didalam kereta Feng Xueyue bertanya kepada Feng Xi yang sedang asyik memakan buah.
"Aku pergi menemui kenalanku di Huangzhen kami bercerita sampai pagi" jawab Feng Xi, Feng Xueyue hanya tersenyum penuh makna. Dia memajukan sedikit wajahnya ke arah Feng Xi.
"Kenalanmu itu seorang gadis apa tuan muda atau seorang pangeran?"
"Cih,, Gege seperti mengintrogasi ku saja,,"
"Jujur saja Meimei kau semalam bersama Pangeran Xiao Feng kan, iya kan,, jika benar nanti aku akan beritahu ayah dan ibu?!" Feng Xueyue menggodanya dengan menaik turunkan alisnya. Feng Xi membulatkan matanya dan dengan cepat menutup mulut Feng Xueyue dengan tangannya.
"Gege jangan sembarangan bicara, aku dan Pangeran Xiao Feng hanya teman saja" ucapnya sambil melepas tangan yang digunakan menutup mulut.
"Haha, aku hanya menebak tapi dari perkataanmu sepertinya semalam kau menemui dan berkencan dengan Pangeran Xiao Feng"
Feng Xi tidak bisa berkata apa-apa sebab memang dia salah bicara. Dia menepuk mulutnya
"Sial kenapa aku keceplosan" ucap Feng Xi dalam hati. Feng Xueyue tertawa terbahak-bahak melihatnya.
"Meimei coba kau ceritakan kenapa kau bisa berhubungan dengan Pangeran Xiao Feng" ucapnya, Feng Xi menghela nafas dulu.
"Akan sangat panjang jika diceritakan"
"Tidak apa-apa sambil diperjalanan kita memiliki banyak waktu dan juga aku menyiapkan arak kesukaanmu"
Feng Xi pun menceritakan dari awal pertemuan dengan Xiao Feng sampai dia mengetahui kalau Pangeran Xiao Feng juga adalah Hei Feng Xi dari paviliun Gagak Hitam, Feng Xueyue hanya menyimak saja.
"Tidak kusangka ternyata Pangeran Xiao Feng menyembunyikan diri terlalu dalam, kalau dia tidak ikut ke acara pertemuan kali ini, mungkin dunia tidak akan tahu kalau dia juga adalah Hei Feng Xi yang terkenal" ucap Feng Xueyue ketika Feng Xi selesai bercerita.
"Jangankan Gege, aku saja yang sudah lama bersama baru tahu kalau dia Pangeran Xiao Feng" Feng Xi berkata, dia tersenyum dengan rona merah diwajahnya.
"Kurasa dia kembali dulu ke Youngzhou dan jika dia kembali untuk mengawasi pembangunan benteng di Qingzhou mungkin aku harus bertemu dan berbincang, apakah dia cocok menjadi adik ipar ku tapi apakah dia tahu kalau kau adalah Bai Feng Xi" ucapnya sambil mengelus dagu.
"Adik ipar apanya, Gege sembarangan bicara,, dia cerdas dan cermat dalam segala hal namun dia hanya bodoh dalam hal ini" Feng Xi menjawabdan meminum arak, namun rona merah diwajahnya semakin kentara. Feng Xueyue yang melihat tersenyum tipis.
__ADS_1
"Haha,, ketika kau bercerita raut wajahmu menunjukan kebahagian, kau fikir aku tidak tahu, aku ini gegemu, mungkin aku memperingati dia agar dia tahu kau memiliki pendukung dibelakangmu"
"Gege jangan mempersulitnya"
"Cih kau tampak jelas membelanya,, mungkin aku juga harus berbagi hal dengan Hei Feng Xi untuk mencegah dia dirugikan olehmu, hahaha!" ucapnya yang membuat Feng Xi mengerut kesal.
"Mana ada kakak yang memperlakukan adiknya seperti ini"
"Hahaha sudahlah aku tidak akan menggodamu lagi, habiskan arakmu!"
*****
"Adik kau sangat keterlaluan bisa-bisanya kau menyembunyikan ini dari aku," Xiao Chen yang saat ini duduk berdua didalam kereta berkata. Xiao Chen dan Xiao Feng mereka sedang dalam perjalanan menuju kerajaan Youngzhou. Xiao Feng tertawa kecil terlebih dahulu sebelum menjawab.
"Bukan aku bermaksud merahasiakan dari kakak, tapi kalau aku mengungkapkan langsung apakah kakak akan percaya?"
"Kau benar juga, aku tidak akan langsung percaya apalagi kulihat kau jarang meninggalkan kediaman, kecuali beberapa tahun sejak kau bertualang. Tapi lebih baik biar aku saja yang tahu jangan sampai ayah atau Xiao Jun tahu, kau tahu sendiri kan bagaimana Xiao Jun itu"
"Terserah kakak saja, aku tidak terlalu memperdulikannya"
"Haha baiklah jika kakak ingin mendengarkan"
Mereka berdua menghabiskan perjalanan dengan asyik bercerita, Xiao Chen sampai terkagum mendengar petualangan Xiao Feng.
*****
Dua hari kemudian Xiao Chen dan Xiao Feng sudah sampai ke kerajaan Youngzhou, mereka langsung menuju ke istana untuk menemui Raja Xiao Dong yang sedang berada diruang kerjanya.
"Pangeran Pertama dan Pangeran Kedua tiba!"
Kegiatan menulis Xiao Dong terhenti ketika mendengar ucapan lantang penjaga didepan pintu, apa dia salah dengar atau memang benar Xiao Feng memang ada disini.
"Masuk" ucapnya sambil berdiri dan turun dari kursinya. Tak lama kemudian muncul dua orang pria muda tampan memasuki ruangan.
"Hormat kepada ayahanda semoga ayahanda panjang umur!" ucap kedua pria muda bersamaan sambil berlutut. Xiao Dong terkejut ternyata memang benar itu adalah Xiao Feng, Dengan segera Xiao Dong menyuruh mereka berdiri dan memeluk keduanya.
"Chen'er kau sudah kembali dan Feng'er kemana saja kau hampir satu tahun menghilang" ucap Xiao Dong lalu melihat ke arah Xiao Chen dan Xiao Feng. Xiao Chen dan Xiao Feng tersenyum.
__ADS_1
"Maaf sudah membuat ayah menderita karena kerinduan dan kekhawatiran!" ucap Xiao Feng.
"Hoho sudah tidak apa-apa, ayo duduk dulu dan ceritakan apa yang telah terjadi kemarin!"
Mereka bertiga duduk di meja sudut ruangan seorang pelayan kemudian muncul menyajikan arak dan makanan ringan.
"Feng'er coba ceritakan kepada ayah kemana saja kau selama ini"
Xiao Feng kembali menceritakan petualangannya tapi tidak semua diceritakan, Xiao Dong diam menyimak.
"Jadi kau bertemu kakakmu di perjalanan menuju Huangzhou?" tanya Xiao Dong.
"Benar ayah,, sebelumnya aku sedang berada di Qingzhou membantu Raja Feng Xiong mengatasi masalah serius?" jawab Xiao Feng
"Masalah apa?"
"Masalah gelombang binatang buas yang kini mulai menginvasi setiap kota dan desa bagian barat Qingzhou dan ini juga dibahas di acara pertemuan kemarin, tapi Feng'er sudah mengatasinya dengan Raja Feng Xiong" kali ini Xiao Chen yang menjawab.
"Hmm baguslah, ayah sudah lama mengenal Feng Xiong sejak kami masih muda dan belum menjadi penerus kerajaan dan ayah sangat memahaminya, Feng Xiong memang selalu melakukan semua sendiri jarang dia meminta bantuan kepada yang lain kecuali itu sudah tidak bisa dia atasi"
"Apakah ayah dan Raja Feng Xiong dulu sering bertemu?" tanya Xiao Chen. Xiao Dong menyesap araknya dulu lalu tertawa kecil.
"Dulu ayah dan Feng Xiong sering bertemu karena ayah suka bertualang dan Feng Xiong sendiri suka diam-diam keluar dari istana untuk melihat kondisi kerajaannya, dulu kami sempat bertarung beberapa kali dan terakhir ketika bersaing dalam sayembara pemilihan suami dari seorang gadis cantik, namun Feng Xiong memang lebih kuat dan akhirnya dia berhasil menikahi gadis itu?"
"Apakah gadis itu adalah Ratu Xuening?"
"Benar gadis itu adalah Xuening ratu Qingzhou sekarang, Xuening dulu adalah anak dari Patriak klan besar di Qingzhou dan menyandang gelar Kecantikan Nomor Satu Qingzhou. Sekarang kini putrinya Xiyun yang menyandang gelar itu, tapi syukurlah kau menyempatkan diri membantu Qingzhou Feng'er ayah merasa senang, kau telah mewakili ayah dengan membatu Qingzhou"
"Aku hanya kebetulan lewat saja ayah"
"Haha benar sepertinya jiwa suka bertualang ku dimasa muda menurun kepadamu, Chen'er lihatlah adikmu masih muda tapi sudah berani mencari pengalaman didunia luar"
"Ayah seperti tidak tahu saja, jika aku juga bertualang siapa yang membantu ayah disini" ucap Xiao Chen tidak mau disudutkan.
"Hahaha sudahlah ayah tidak membandingkan, bagi ayah memiliki kalian yang selalu memikirkan kerajaan dan kemakmuran rakyat ayah merasa tidak perlu khawatir jika nanti ayah turun tahta" Ucap Xiao Dong, mereka melanjutkan perbincangan sampai hari gelap.
***** bersambung
__ADS_1