
****
Permasalahan tentang kuda militer telah selesai dengan tertangkapnya Wang Zouran semua orang yang terlibat kini mulai berhati-hati. Xiao Feng bisa santai sejenak setelah kejadian ini, dia kemudian bergegas ke paviliun pusat.
Xiao Feng sudah sampai dan melihat kalau orang-orang sudah keluar dari latihannya selama dua Minggu waktu normal tentu diruang kultivasi bisa setahun lebih. Kini Xiao Feng melihat kalau Sun Guan, Sun Ling'er dan Li Ying sudah menginjak Alam Ilahi. Feng Xi juga terbilang cepat dia sudah berada di ranah Raja Perak *1 sementara Zhu Yue sudah berada di Raja Perak *7 dan Zhu Que di ranah Raja Emas *9.
Kini Xiao Feng sedang berkumpul dengan yang lainnya dihalaman belakang.
"Wah kalian rajin berlatih tahu-tahu sudah meningkat lagi, tidak lama kalian akan menyusul ku" ucap Xiao Feng sambil mencubit pipi Li Ying.
"Ishh,, kakak itu sakit!" ucap Li Ying mengerucutkan bibirnya yang membuat Xiao Feng tertawa.
"Rubah hitam aku besok akan berangkat ke sekte, sudah lama sekali aku tidak mengunjungi sekte kuyakin guru akan marah!" ucap Feng Xi tiba-tiba.
"Kenapa tiba-tiba?" ucap Xiao Feng.
"Iya Feng Jiejie kenapa mendadak kami masih ingin bersama Jiejie" ucap Li Ying. Feng Xi tersenyum lalu mengelus kepala Li Ying.
"Jiejie kan masih murid sekte tidak baik berlama-lama disini, nanti juga Jiejie akan sering mengunjungi kalian" ucap Feng Xi. Xiao Feng hanya diam saja.
"Baiklah kalau begitu aku akan mengantarmu sekalian aku juga sudah lama tidak bertemu Matriak Sekte Teratai" ucap Xiao Feng, Feng Xi hanya mengangguk lalu mereka berbincang sampai sore menjelang dan ketika malam Xiao Feng memasak dan makan-makan bersama tim dari Paviliun Pusat.
Keesokkan harinya setelah mengatur beberapa hal Xiao Feng dan Feng Xi sudah berangkat, Xiao Feng sengaja tidak membawa Bai Hu atau Qing Long karena ingin bertualang sendiri dulu, Bai Hu yang faham dengan alasan Xiao Feng hanya tertawa ringan.
"Qing Long apa kau percaya kalau Tuan ingin bertualang sendiri?" tanya Bai Hu ketika Xiao Feng dan Feng Xi sudah terbang melesat meninggalkan paviliun.
"Sebagai bawahan aku tidak berhak ikut campur dengan urusan Tuan!" ucap Qing Long sambil berlalu meninggalkan Bai Hu.
"Ish menyesal aku bertanya pada dia, kuyakin kalau Tuan ingin berduaan saja dengan nona Feng"
*****
Xiao Feng dan Feng Xi terbang dengan tidak terlalu cepat menuju ke arah Utara, lokasi sekte Teratai sendiri berada di wilayah Bingzhou. Bisa saja dengan teleportasi Xiao Feng langsung menuju ke sekte namun dia ingin terbang sekalian melihat-lihat siapa tahu ada keberuntungan.
"Feng Xi, apa kau yakin ingin kembali dulu?" tanya Xiao Feng
"Emm benar aku sudah rindu dengan sekte nanti juga setelah tiba satu dua hari aku pergi bermain lagi" ucap Feng Xi.
"Kau apa permasalahan dikerajaan sudah diselesaikan?"
"Yah,, sedikit terselesaikan namun tetap saja akan ada masalah lagi, adikku pasti tidak akan tinggal diam demi merebut tahta!"
__ADS_1
"Hhaah,, itulah yang aku tidak suka dengan istana,, perebutan kekuasaan, pemberontakan dan sesama saudara saling membunuh!" ucap Feng Xi.
"Ya bagaimana lagi, aku dilahirkan dilingkungan kerajaan memang seperti itu dari dulu juga"
Mereka berbincang sambil terbang dengan kecepatan tidak terlalu pelan, sekitar dua jam kemudian mereka sudah sampai di sekte Teratai dan disambut oleh penjaga gerbang.
"Haaaa, junior Feng kau kembali!" ucap penjaga gerbang yang tak lain adalah Chun'er lalu memeluk Feng Xi.
"Eh Tuan Muda Feng kau kesini lagi sudah sangat lama aku tidak melihatmu!" ucap Chun'er ketika melihat Xiao Feng, dalam hati gadis itu mengagumi Xiao Feng yang semakin tampan ditambah tubuhnya mengeluarkan aroma wangi menenangkan.
"Kakak Chun'er salam, kulihat kau semakin kuat saja!" ucap Xiao Feng sambil tersenyum. Lalu mereka memasuki sekte, suasana tidak banyak berubah masih sama ketika Xiao Feng pertama kali berkunjung ke sekte. Semua murid yang sedang berlatih memalingkan pandangannya kepada Xiao Feng yang berjalan bersama Feng Xi dan Chun'er.
"Siapa tuan muda tampan itu?" ucap salah seorang murid.
"Mungkin tamu Matriak atau temannya Feng Xi"
Mereka berjalan menuju kediaman Bing Mua Yin dan kebetulan Bing Mua Yin sedang kedatangan tamu dari sekte Sembilan Bintang. Kali ini yang datang adalah Patriaknya langsung Zhao Li dan anaknya Zhao Yunhai yang dari dulu mengejar Feng Xi dan ingin menjadikannya istrinya.
"Matriak kedatangan kami kesini ingin mengajukan lamaran untuk anakku Zhao Yunhai" ucap Zhao Li.
"Siapa yang hendak kalian lamar?" tanya Bing Mua Yin padahal sudah tahu kalau mereka ingin melamar Feng Xi.
"Nona Muda Feng Xi,," ucap Zhao Li.
"Siapa diluar?" tanya Bing Mua Yin.
"Aku guru" teriak seorang gadis, Bing Mua Yin tersenyum senang mendengar suara yang sangat dikenalnya.
"Masuk!"
Pintu terbuka lalu masuklah Feng Xi dan Chun'er diikuti Xiao Feng dibelakangnya yang sambil memegang kipas hitamnya. Zhao Li dan Zhao Yunhai sontak terkejut melihat siapa yang datang dengan cepat Zhao Yunhai berdiri dan mendekati Feng Xi yang baru masuk.
"Xi'er sudah lama sekali aku tidak melihatmu kau semakin cantik saja" ucap Zhao Yunhai.
"Berhenti memanggilku seperti itu tuan muda Zhao kita tidak sedekat itu" ucap Feng Xi lalu berjalan mendekati Bing Mua Yin dan langsung memeluk gurunya.
"Kau gadis nakal menghilang saja kerjamu!" ucap Bing Mua Yin, lalu menyadari ada Xiao Feng.
"Wah ada tuan muda Feng silahkan duduk!"
Xiao Feng tersenyum dia menangkupkan kedua tangan memberi hormat kepada semua orang lalu duduk didekat Bing Mua Yin, Zhao Yunhai tentu tidak senang melihat Xiao Feng.
__ADS_1
"Nah Patriak Zhao silahkan bicara dengan Xi'er kebetulan dia sudah datang!" ucap Bing Mua Yin, Feng Xi mengerutkan kening mendengar ucapan gurunya.
"Memang ada apa guru?" tanya Feng Xi.
"Ehm,, begini nona muda kami dari sekte Sembilan Bintang ingin mengajukan lamaran untuk meminang nona muda Feng Xi untuk putraku Zhao Yunhai, kau tahu putraku dari dulu sangat mengagumimu dan kurasa kalian cocok satu cantik satu tampan bukankah serasi?" ucap Zhao Li yang membuat Feng Xi kaget, Chun'er yang berdiri dibelakang Bing Mua Yin menahan tawa nya.
"Tampan darimana, dibanding tuan muda Feng jelas sangat jauh jika membandingkan ketampanan" ucap Chun'er dalam hati.
"Aku menolak!" ucap Feng Xi tegas dan membuat Zhao Li dan Zhao Yunhai kaget.
"Mengapa Xi'er kau menolakku? jika kau bersedia aku akan mengabulkan semua permintaanmu dan menjadikanmu satu-satunya istriku!" ucap Zhao Yunhai.
"Aku menolak, karena aku tidak menyukaimu lagipula aku sudah memiliki laki-laki lain!" ucap Feng Xi. Xiao Feng dalam hati juga terkejut mendengar kalau ada yang mau melamar Feng Xi dan hatinya merasa panas sekaligus penasaran siapa lelaki yang disukai Feng Xi. Zhao Yunhai menggeram kesal.
"Apa pria disampingmu yang kau bicarakan?" tanya Zhao Yunhai.
"Tuan Muda aku tidak ikut campur masalahmu kenapa aku yang dibawa-bawa?" ucap Xiao Feng.
"Ahh tidak perlu beralasan kau datang bersama Feng Xi sudah jelas kau mencoba merebut dia dariku!" ucap Zhao Yunhai sambil berdiri.
"Harap tenang disini adalah rumahku tolong jaga sikap" ucap Bing Mua Yin.
"Baiklah aku menantangmu untuk duel satu lawan satu jika kau menang kau boleh bersama Feng Xi jika kalah kau harus pergi dan tidak boleh berhubungan dengan Feng Xi!" ucap Zhao Yunhai. Xiao Feng hanya tersenyum tipis.
"Yunhai jangan gegabah jaga sikapmu!" ucap Zhao Li.
"Sebenarnya aku tidak ada urusan dengan pengajuan lamaranmu tapi jika kau menantang aku siap melayani" ucap Xiao Feng sambil mengeluarkan aura kekuatan di tingkat Alam Ilahi yang ditujukan langsung ke Zhao Yunhai. Zhao Yunhai yang masih di Alam Bumi tentu tidak kuat menahan aura dari Xiao Feng dia gemetar lalu jatuh berlutut dilantai. Zhao Li kaget ketika merasakan sedikit aura itu sementara Bing Mua Yin dan Feng Xi tenang saja, bahkan jika Xiao Feng langsung membunuh tentu mudah saja.
"Ka,, kau siapa kau sebenarnya?" ucap Zhao Yunhai.
"Hanya sampah di Alam Bumi sudah berani menantangku, ucap Xiao Feng lalu dia mengeluarkan token Paviliun Gagak Hitam dan melemparnya ke arah Zhao Yunhai.
"Seettt!"
"Aahhhh!"
token itu melesat cepat dan mengenai tangannya hingga tembus dan mematahkan tangan kanannya. Token emas bercorak burung gagak sedang terbang terlihat berkilauan.
"Ka,, kau Tuan Muda Hei Feng Xi dari Paviliun Gagak Hitam?" ucap Zhao Li yang mengenali token itu.
"Tampaknya kau berpengetahuan juga, sekarang karena sudah tahu siapa aku kalian masih berani berada disini, dan kalian masih berani mengajukan lamaran terhadap Feng Xi?" ucap Xiao Feng dingin.
__ADS_1
"Maafkan kami tuan muda, kami tidak melihat tingginya gunung Thai dan dalamnya sungai Yangtze, kami akan pamit!" ucap Zhao Li lalu pamit kepada Bing Mua Yin. Zhao Li dan anaknya pun segera meninggalkan kediaman.
***** bersambung