
****
Xiao Feng dan Qing Long kini sudah memasuki kawasan kediaman She Mo terlihat kalau jalan sepanjang kediaman sudah dihias dengan berbagai pernak pernik. Orang-orang banyak yang berdatangan dan beberapa Xiao Feng mengenalnya, pandangannya sejenak terkunci kepada Lin Mei Ling yang sedang bersama ayahnya Cheng Tian yang tampak berjalan berdua. Xiao Feng tersenyum tipis.
Lalu bermunculan satu persatu tokoh lain seperti Lin Mu dan Lin Mi, Ying Chan. Diudara melayang turun seekor kupu-kupu besar putih dengan seorang gadis sangat cantik menungganginya yang tak lain adalah Xian Hu'er si wajah cantik dingin dengan mata merah mempesona, kini dia mengenakan pakaian putih elegan menambah kecantikannya.
Xiao Feng tidak langsung masuk, dia memindai seluruh tempat itu sampai ke dalam bangunan dengan teknik matanya, Xiao Feng terkejut sebab di beberapa bangunan ada jebakan yang dipasang dan itu sebagian besar di tanam dibawah kursi tokoh kultivator Alam Roh. Xiao Feng segera menyusuri bagian dalam sampai menemukan ruang rahasia pengendali jebakan itu.
"Qing Long kau tunggu disini aku akan masuk lewat belakang, bajingan She Mo ini rupanya hendak membuat jebakan!"
"Baik Tuan!"
Xiao Feng segera menghilang dengan teleportasinya dan langsung menuju ruang pengendali jebakan. Dengan bantuan sistem Xiao Feng menyamarkan auranya agar tidak ketahuan, dia mengendap-ngendap.
Xiao Feng melihat hanya dua orang penjaga yang mengawasi tempat itu.
"Hmm hanya di ranah Raja Perunggu *5"
Xiao Feng mendekati dua penjaga itu dan bersembunyi dulu dibalik pintu. Dua penjaga itu tampak bercakap-cakap.
"Pekerjaan sangat menyusahkan untuk apa tuan repot-repot"
"Kau ini tuan ingin menjadi nomor satu di Alam Roh jelas cara ini terbaik, kita hanya tinggal menggerakkan tuas ini setelah mendapat tanda dari tombol yang berada di atas meja tuan, dan Booomm semuanya selesai, dan kita akan menguasai Alam Roh. Kudengar Lin Mei Ling dan Peri Xian Hu'er juga datang, nanti setelah tuan menikmati mereka berdua aku sangat mau mencicipi kedua gadis paling cantik di alam roh, ahahahahah!" kedua penjaga itu tertawa. Xiao Feng sedikit menggeram mendengarnya, biarpun baru mengenal Lin Mei Ling dan Xian Hu'er tetap saja mendengar orang yang hendak berbuat jahat kepada mereka Xiao Feng tidak akan tinggal diam. Biarpun hatinya memang tertanam pada Putri Xiyun dan Bai Feng Xi.
Xiao Feng melesat dan tahu-tahu sudah berada dibelakang kedua penjaga yang masih tertawa. Kedua penjaga merasa ada orang dibelakangnya segera berbalik dan mendapati ada pria tampan bermata emas sedang berdiri menyeringai.
"Kalian merencanakan perbuatan keji pada Mei Ling dan Xian Hu'er, makan ini!"
"Prakkk,,, praak!''
Xiao Feng memegang kepala kedua penjaga lalu membenturkan kepalanya satu sama lain. Kepala mereka pecah dengan darah dan otak berhamburan menggenangi lantai.
__ADS_1
[Ding.. selamat tuan telah membunuh dua di level Raja Perunggu dan mendapatkan 9000 PS dan 90.000 PP]
Lalu Xiao Feng membakar kedua mayatnya. Setelah selesai Xiao Feng kemudian mengamati jebakan yang dibuat She Mo. Dia lalu memasang array kedap suara serta ilusi lalu menghancurkan tuas sekaligus tempat itu. Setelah selesai Xiao Feng kembali berteleportasi ke tempat sebelumnya dimana Qing Long sudah menunggu.
"Sudah selesai Tuan?"
"Sudah ayo masuk!"
Mereka berdua memasuki bangunan paling besar tempat diadakannya pertemuan itu. Didalam sudah menunggu banyak orang masing-masing mereka duduk dikursi yang sudah disediakan. Begitu Xiao Feng dan Qing Long masuk semua orang melihat ke arah mereka berdua ada yang senang seperti Lin Mei Ling, Ao Xuan dan Xian Hu'er ada yang heran karena belum pernah melihat kedua sosok pria muda sangat tampan itu. Bahkan beberapa gadis pelayan yang menyajikan hidangan bersemu merah wajahnya sesekali menatap ke arah Xiao Feng dan Qing Long.
Xiao Feng duduk di kursi samping Ao Xuan dan Qing Long berdiri dibelakang.
"Hahah saudaraku akhirnya kau datang juga" sambut Ao Xuan sambil memeluk Xiao Feng.
"Haha,, Ao Xuan kau juga datang"
"Tentu saja ini pertemuan Akbar tidak mungkin aku tidak datang!"
"Mei'er apa kau menyukai pria itu?" ucap Cheng Tian yang membuat Mei Ling tergagap kaget.
"A..ayah apa yang kau bicarakan" ucapnya sambil tertunduk malu. Cheng Tian hanya tertawa.
"Haha gadisku sudah dewasa rupanya, jika kau suka kenapa tidak mengejarnya!"
"Ayah didunia ini mana ada seorang gadis menyatakan cinta duluan!"
Peri Xian Hu'er juga melihat ke arah Xiao Feng pandangannya juga melembut walaupun wajahnya tetap dingin. Namun ketika melihat pria itu tersenyum kepada Lin Mei Ling hatinya sedikit tercubit.
"Sepertinya hubungan mereka tidak biasa!" gumam Hu'er.
Setelah semua orang masuk dan duduk di tempat masing-masing, pintu ruangan tertutup dan ada sebuah array melingkupi bangunan tanpa mereka sadari, hanya beberapa saja yang menyadari diantaranya Xiao Feng dan peri Xian Hu'er sebagai seorang master array.
__ADS_1
Tak lama kemudian sebuah terompet ditiup dan bunyi drum dipukul terdengar. Lalu muncul sosok pria berpakaian mewah memasuki ruangan. Pria itu adalah She Mo.
She Mo berjalan dan menuju ke mimbar yang berada diujung bangunan. Dia berdiri disana, riuh tepuk tangan menggema dari para bawahan serta pendukungnya.
"Lihatlah bangsat itu sok tampan sekali" ucap Ao Xuan
"Jadi ini orang yang hendak mencelakai cucuku tempo hari?" Lin Mu yang berada disamping Mei Ling berkata.
"Benar nenek untung saja ada tuan muda Feng menolongku!"
"Owh pria muda itu, rupanya dia datang!"
Obrolan orang-irang terhenti ketika She Mo mengangkat tangannya, lalu suaranya terdengar karena dilapisi qi.
"Saudara sekalian pertama aku mengucapkan terimakasih atas waktunya dan mohon maaf jika sambutanku kurang baik. Aku mengadakan pertemuan ini hanya sebagai ajang perkenalan sebagai sesama mahluk penghuni Alam Roh"
Tepuk tangan terdengar ramai.
"Cih,, jangan bertele-tele lekas katakan apa maksud pertemuan ini!" nenek Lin Mu berteriak. She Mo menatap jengkel nenek Lin Mu dia menyorotkan pandangannya ke sekeliling dan melihat ada Lin Mei Ling dan Xian Hu'er, kedua matanya langsung menyiratkan hawa nafsu. Lalu dia melanjutkan dan ketika melihat ada Xiao Feng, tangannya mengepal.
"Bangsat Feng Xi itu juga datang,, tapi tidak masalah dengan menekan tombol ini semuanya selesai" gumamnya sambil membuka penutup tombol diatas mimbarnya.
"Seperti tadi aku hanya ingin memperkenalkan diri saja, dan memberitahu kalau klan Ular akan menjadi penguasa tunggal di Alam Roh" ucap She Mo lantang.
"Hahah mimpi sekali kau ular" teriak Ao Xuan.
"Cih memangnya apa yang kau andalkan dengan kemampuanmu yang tidak seberapa" Lin Mi juga berteriak. She Mo menggeram marah namun dia masih menunjukan senyuman.
"Maaf para tetua dan tokoh Alam Roh, ini hanya ambisiku dan jika kalian ingin bekerjasama aku dengan senang hati menyetujui, tapi sebelum itu silahkan nikmati dulu jamuannya"
Para pelayan kemudian berdatangan membagikan jamuan berupa hidangan dan arak. Beberapa orang langsung saja melahap namun yang lain tidak segera memakan, bukan mustahil kalau She Mo meracuni hidangan itu.
__ADS_1
**** bersambung