
Xiao Feng dan Feng Xi sudah memasuki kawasan Qingzhou, mereka turun ketika melihat ada kota kecil. Kota itu tidak terlalu besar namun ramai, yang membuat ramai adalah sebuah rumah makan cukup besar terletak tidak jauh dari gerbang, kabarnya makanan disitu enak dan juga murah sehingga terjangkau semua orang bahkan kalangan masyarakat biasa juga. Xiao Feng dan Feng Xi lantas memasuki kota itu.
"Identitasnya Tuan dan Nona Muda!" ucap penjaga dengan sedikit hormat melihat penampilan Xiao Feng dan Feng Xi. Xiao Feng menunjukan token pengenalnya.
"Silahkan masuk dan biayanya 2 koin emas" ucap penjaga sambil mengembalikan token, Xiao Feng membayar biaya masuk lalu mereka berdua berjalan berpegangan tangan memasuki kota.
"Xixi kota ini sangat ramai ya biarpun tidak terlalu besar"
"Benar aku sendiri tidak tahu kalau kota ini masuk ke dalam wilayah Qingzhou tampaknya memang sangat jauh dari Qingzhen" ucap Feng Xi sambil melihat sekeliling, Merekapun memasuki rumah makan yang terkenal itu.
Selamat datang Tuan dan Nona Muda di restoran kami!" ucap pelayan wanita sambil mengedipkan matanya genit ke arah Xiao Feng.
"Aku dan suamiku ingin makan disini hidangkan saja makanan terbaik kalian" ucap Feng Xi dengan menekankan kata suami, Xiao Feng hanya tersenyum saja mendengar itu.
"Eh baik nyonya,, mari saya antar!" ucap pelayan wanita itu, dia sedikit takut melihat tatapan tajam Feng Xi. Mereka berjalan menuju meja kosong didekat jendela, karena sedang ramai-ramainya semua orang melihat Xiao Feng dan Feng Xi, beberapa pria tampak menatap mesum ke arah Feng Xi dan tentu Xiao Feng kesal.
Xiao Feng dan Feng Xi pun duduk dan pelayan segera pergi menyiapkan hidangan.
"Kau lihat wanita itu genit sekali dia, memangnya dia fikir dirinya cantik!" ucap Feng Xi sambil mengerucutkan bibir.
"Haaahhh, biarkan sajalah lagipula dia hanya manusia biasa mungkin dengan begitu dia menarik banyak pelanggan" ucap Xiao Feng.
"Kau bisa berkata seperti itu karena senang ya digoda wanita tadi"
"Aku dari tadi diam saja loh!"
"Cih,, diam karena memang kau senang!"
[Ding... Tuan wanita cemburu itu jangan di hadapi] Suara sistem terdengar dibenak Xiao Feng.
"Sistem kau jarang terdengar sekalinya ada malah meledekku" ucap Xiao Feng dalam benaknya. Tak lama kemudian pelayan datang dan langsung menata makanan diatas meja berserta guci arak. Xiao Feng dan Feng Xi langsung menyantapnya.
"Emmm,,emmm memang sesuai rumor makanan disini sangat enak" ucap Feng Xi dengan mulut penuh makanan.
"Xixi cara makanmu masih saja berantakan, tapi aku suka!" ucap Xiao Feng dia hanya makan sedikit selebihnya pria itu hanya memandangi Feng Xi yang tampak sibuk dengan makanannya. Tak berselang lama mereka menghabiskan makanannya. Pelayan segera menghampiri ketika Xiao Feng memanggil.
"Berapa totalnya?"
"Semuanya jadi 10 koin emas Tuan" ucap pelayan lalu Xiao Feng memberikan 12 koin emas.
"Lebih tuan!"
"Untukmu sisanya!" ucap Xiao Feng lalu bangkit berdiri diikuti Feng Xi.
__ADS_1
"Terimakasih Tuan, mohon maaf jika pelayanan kami ada yang kurang!" ucap pelayan, Xiao Feng hanya menganggukkan kepala lalu keluar dari rumah makan.
Mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju ibukota Qingzhou yang masih jauh, tapi mereka tidak terlalu terburu-buru. Sekitar setengah jam terbang mereka melewati sebuah gunung, namun ada hal aneh di puncak gunung itu ada sebuah perkampungan kecil yang hanya terdapat sekitar 15 rumah. Xiao Feng lantas mengaktifkan teknik matanya.
"Xixi dibawah sana ada perkampungan!" ucap Xiao Feng sambil menunjuk ke bawah, Feng Xi melihat ke arah yang ditunjukan Xiao Feng.
"Benar, tapi memangnya kenapa? wajar kalau ada desa atau kota"
",Memang wajar tapi kenapa ada perkampungan dipuncak gunung tinggi, kalau kebanyakan orang pasti akan lebih memilih dikali gunung biar dekat dengan kota terdekat"
"Hmm baiklah kita lihat!" ucap Feng Xi dan Xiao Feng mengangguk. Lalu keduanya terbang turun ke arah perkampungan itu.
Sesampainya di perkampungan itu, Xiao Feng merasakan aura tidak biasa, Feng Xi juga merasakan hal yang sama. Sepasang muda mudi itu berjalan memasuki perkampungan itu dan melihat hanya ada beberapa orang yang beraktifitas dan ketika melihat Xiao Feng dan Feng Xi tatapan mereka aneh dengan sedikit tajam. Xiao Feng meyakini ada hal tidak beres disini.
"Sistem apa kau bisa mengetahui aura ini"
[Ding.... aura ini aura kegelapan]
Xiao Feng mengangguk faham, sebenarnya dia juga bisa merasakan tapi tetap bertanya untuk memastikan.
"Xixi hati-hati perkampungan ini memiliki aura kegelapan dan itu biasanya digunakan oleh kultivator iblis" ucap Xiao Feng mengirimkan pesan suara, pria itu segera memegang tangan Feng Xi.
"Benar aku juga merasakan"
"Selamat datang Tuan dan Nona Muda,, mohon maaf ada keperluan apa kalian disini" ucap pria itu sambil tersenyum. Sekilas pria itu terlihat tersenyum tulus, namun tidak bisa menipu mata Xiao Feng, sebab Xiao Feng bisa melihat ada sedikit seringai tipis jika tidak diperhatikan seksama tidak akan terlihat.
"Oh maaf Tuan kami berdua sedang bertualang dan kehabisan bekal tidak sengaja kami melihat dari jauh ada sebuah desa akhirnya kami memutuskan untuk singgah disini" ucap Xiao Feng sambil membalas hormat.
"Oh seperti itu,, jadi kalian adalah kultivator yang baru saja turun gunung"
",Benar Tuan!"
"Baiklah mari ikut aku, aku disini sebagai kepala desa ini" ucap pria paruh baya itu, Xiao Feng dan Feng Xi saling memandang dan menganggukkan kepala. Lalu mereka mengikuti pria itu berjalan menuju rumahnya yang terletak paling ujung.
*****
"Maaf Tuan dan Nona Muda keadaan rumahku seperti ini" ucap pria itu sambil menyajikan teh, Xiao Feng dan Feng Xi saat ini sudah duduk di teras depan.
"Tidak apa-apa Tuan kami sangat berterimakasih Tuan telah menerima kami disini,, oh iya siapa nama Tuan dan desa apa ini" ucap Xiao Feng.
"Namaku Huo Bin dan desa ini bernama Desa Tinggi, kalau Tuan dan Nona Muda" ucap pria yang mengenalkan diri sebagai Huo Bin, Xiao Feng menganalisa pria itu.
"Sistem analisa"
__ADS_1
[Ding..]
Nama : Huo Bin
Umur : 68 tahun
Ras : Manusia
Level : Alam Ilahi *3
Elemen : Kegelapan, Angin
"Namaku Hei Feng Xi dan dia istriku Bai Feng Xi" ucap Xiao Feng. Sementara Feng Xi yang disebut sebagai istri merona merah wajahnya.
"Haha kalian pasangan luar biasa, Tuan dan Nona Feng kukira kalian belum menikah"
"Kami belum lama ini menikah"
"Oh iya silahkan diminum tehnya Tuan dan Nona Muda, ini kami sendiri yang meraciknya"
"Xixi teh ini mengandung obat tidur dosis tinggi, kerahkan Qiu untuk menahannya" ucap Xiao Feng mengirim pesan suara, Feng Xi juga sebenarnya tahu kalau teh itu ada sesuatunya sebab dari aromanya beda tapi tidak tahu kalau itu obat tidur.
"Lalu kita akan bagaimana?" tanya Feng Xi
"Kita pura-pura terkena obatnya lalu kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya yang akan dilakukan pria tua ini" jawab Xiao Feng, Feng Xi mengangguk lalu keduanya meminum teh.
"Ahhh sungguh nikmat sekali tehnya Tuan Huo" ucap Xiao Feng sambil meletakkan gelas.
"Syukurlah kalau Tuan Muda Feng menyukainya,, para penduduk disini memang membuat segala sesuatunya sendiri sebab jauh dari kota jika ingin membeli barang"
"Benar juga ya"
Tak lama kemudian Xiao Feng dan Feng Xi seolah-olah terkena obat tidur, mereka memegang kepalanya lalu jatuh terbaring di lantai. Huo Bin segera mendekati mereka.
"Tuan Feng Nona Feng kalian kenapa?" ucapnya seolah panik, namun bibirnya mengulas seringai dan dia berduit satu kali. Kemudian muncul dua orang pria berusia 30an.
"Kalian bawa mereka ke dalam dan ikat dengan tali khusus, kulihat mereka hanya memiliki kultivasi di Alam Kaisar jadi tidak mungkin mereka bisa melepaskan diri dan untuk nona ini" ucap Huo Bin sambil melihat Feng Xi, lidahnya dijulurkan membasahi bibir.
"Bawa dia ke kamarku, sudah lama aku tidak merasakan wanita sangat cantik seperti dia, namun sayang nasibnya sial karena memasuki tempat ini. Jadi aku ingin menghabiskan malam dengannya sebelum aku persembahkan kepada yang mulia" ucap Huo Bin, Xiao Feng dan Feng Xi sama-sama geram. Namun demi menyelidiki sesuatu yang tidak beres mereka berusaha menahannya, apalagi Xiao Feng ingin rasanya memecahkan kepala Huo Bin.
"Baik Tuan!" ucap kedua pria itu lalu membawa Xiao Feng dan Feng Xi ke dalam rumah.
****bersambung
__ADS_1