
****
Pertemuan tidak diduga itu membuat Lin Mei Ling wajahnya memucat.
"Tuan Muda Feng.. ti.. tidak kusangka kau berbuat keji mengintip diriku yang sedang mandi!" ucap gadis itu dengan suara bergetar matanya memerah hendak menangis. Xiao Feng memang merasa bersalah sebab tadi sempat melihat Lin Mei Ling membuka pakaiannya namun dia tidak meneruskan.
"Mei Ling aku...!"
"Cukup Tuan Muda ternyata sikapmu selama ini hanyalah palsu, ternyata ini sifat aslimu!" ucap Lin Mei Ling kecewa.
Lin Mu juga bingung dengan kesalahpahaman ini, Xiao Feng terdiam dia juga ingin menjelaskan tetapi Lin Mei Ling tidak memberinya kesempatan. Namun Lin Mu segera menengahi.
"Mei'er cucuku bukan kekasihmu ini yang mengintip, tetapi orang lain!" ucap Lin Mu, Lin Mei Ling dan Xiao Feng sendiri terkejut mendengar Lin Mu menyebutnya kekasih. Gadis itu menatap Lin Mu dan Xiao Feng bergantian.
"Orangnya sudah kabur" tambah si nenek.
"Apa nenek tahu siapa orangnya?" tanya Mei Ling sambil melihat ke arah Xiao Feng dengan penuh penyesalan sebab langsung menuduh pria itu.
"Aku tidak tahu tapi yang jelas dia berwajah seram"
"Apa,,, nenek kalau benar dia, orang itu sudah lama selalu mengikutiku namun aku tidak menghiraukan, namun ternyata dia hendak berbuat keji, kalau aku menemukannya akan kuhajar dia!" ucap Mei Ling. Lalu dia memeriksa pakainnya. Gadis cantik itu kaget ketika mencari-cari sesuatu tapi tidak menemukannya.
"Apa ada barangmu yang hilang Mei Ling?" tanya Xiao Feng
Lin Mei Ling menganggukkan kepalanya. "Hiasan rambutku tidak ada" ucap Lin Mei Ling dengan mata memerah.
"Tadi aku sempat melihat kalau sosok itu memeriksa pakaianmu!" ucap Lin Mu.
"Berarti jelas dia mencurinya, biar aku mengejar dia!" Xiao Feng berkata.
"Tidak perlu saat ini mungkin dia sudah jauh!" ucap Lin Mu ketika Xiao Feng hendak bergerak.
"Baiklah kalau begitu, kebetulan aku akan memasak dan sebagai permintaan maaf ku mari ku traktir kalian masak!" ucap Xiao Feng lalu mengajak Lin Mei Ling dan Lin Mu ke tempat sebelumnya menyimpan peralatan memasaknya dan Qing Long. Lin Mei Ling menganggukkan kepala dengan wajah tertunduk dia masih menyesali ketika menuduh Xiao Feng yang mengintipnya.
__ADS_1
****
Sosok berwajah seram melesat cepat dan memasuki sebuah gua. Dia bersandar di dinding gua dengan nafas memburu. Tangannya merogoh kedalam saku dan mengeluarkan hiasan rambut berupa tusuk konde dari perak yang sangat indah. Dengan gemetar dia memegang erat-erat benda itu dan menciumnya.
"Benda ini asli, aku masih bisa mencium wangi rambutnya, dewa terimakasih telah membuka misteri yang sedang kuhadapi" ucap sosok berwajah seram itu, dia menangis sesegukan.
"Tusuk konde ini milik dia, tapi berada di tangan gadis itu, apakah dia...? jangan-jangan gadis itu..?"
"Aku harus kembali dan menanyakan langsung tapi nenek itu pasti akan menghajar ku lagi sulit bagiku untuk menjelaskan, tapi apapun yang terjadi aku harus mengambil resiko!" Sosok berwajah seram kemudian bangkit berdiri dan hendak keluar gua tapi dari arah luar tiba-tiba ada suara teriakan.
"Orang didalam gua keluar! kembalikan hiasan rambutku!"
Sosok berwajah seram kaget mendengar suara itu "Gadis itu kenapa bisa tahu aku ada disini, aku harus bersiap bisa saja dia langsung menyerang ketika melihatku!"
Sosok berwajah seram seperti tengkorak melesat keluar dan berdiri dihadapan Lin Mei Ling dalam jarak 20 langkah. Ternyata Lin Mei Ling tidak sendirian dia bersama tiga sosok yaitu Xiao Feng, Lin Mu dan Qing Long.
****
Beberapa saat sebelumnya Xiao Feng mengajak Lin Mei Ling dan Lin Mu, dia mulai memasak ikan dengan teknik memasaknya yang luar biasa. Setelah selesai dia menyajikan di meja kemudian duduk dikursi berhadapan dengan Mei Ling dan Lin Mu.
Lin Mei Ling tampak malu-malu ketika hendak mengambilnya, dia sudah tahu kalau masakan Xiao Feng memang sangat enak tapi karena kejadian di sungai, Lin Mu malah dengan segera langsung melahapnya.
"Emm,, masakanmu memang enak aku sudah lama tidak makan makanan seenak ini!"
"Nenek Lin Mu kau juga berasal dari klan Ikan Tiga Sirip, terus kenapa kau juga makan ikan?" tanya Xiao Feng heran. Nenek Lin Mu hanya tertawa.
"Ini hanya ikan biasa bukan ikan siluman"
Lin Mei Ling masih diam saja namun matanya melihat ke arah makanan dan nenek Lin Mu yang makan dengan lahap. Dia meneguk ludahnya. Xiao Feng yang memperhatikan tertawa.
"Tuan Muda Feng aku minta maaf telah menuduhmu dengan tidak baik" ucap Mei Ling dengan wajah tertunduk sambil memainkan jarinya
"Mei Ling aku sudah memaafkan mu, wajar kalau kau salah faham, makanlah jika tidak nanti nenekmu menghabiskannya!"
__ADS_1
Lin Mei Ling menganggukkan kepala dan mulai makan dengan cepat, seperti biasa hilang sudah keanggunannya ketika berhadapan dengan makanan Xiao Feng bahkan neneknya sampai melongo. Lin Mei Ling yang diperhatikan hanya memperlihatkan senyum manisnya.
Setelah makan selesai mereka kemudian bergerak untuk mencari sosok berwajah seram itu, berkat teknik mata Xiao Feng yang bisa melihat jarak jauh mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan gua tempat orang berwajah seram sedang duduk didalamnya.
*****
Begitu menemukan orang yang dicari Lin Mei Ling menegur sosok berwajah seram "Selama ini kau selalu mengikutiku namun aku tidak menghiraukan karena kulihat kau memiliki hati yang bersih tapi kepercayaanku telah sirna!"
"Tunggu Lin Mei Ling, aku akan jelaskan!"
"Tidak perlu penjelasan, bukti sudah ada kau masih mengelak?"
"Aku akan jelaskan, aku tidak berniat mengintip tapi ijinkan ak..." ucapannya terhenti ketika Lin Mei Ling mengangkat tangannya.
"Kau tahu dua kesalahanmu? yang pertama kau mengintipku dan yang kedua kau mencuri sesuatu yang paling berharga milikku!"
"Sekali lagi aku minta maaf tapi izinkan aku memberi keterangan!" ucap sosok berwajah seram sambil membungkuk dan menangkupkan tangan. Xiao Feng, Qing Ling dan Lin Mu hanya memperhatikan saja.
Sosok berwajah seram mengeluarkan hiasan rambut dari balik bajunya.
"Ini barangmu, aku tidak berniat mencuri aku hanya ingin memeriksanya saja, jika kau masih tidak puas aku siap menerima hukuman" habis berkata seperti itu dia meletakkan hiasan rambut di atas batu dan mundur ke belakang.
Lin Mei Ling mengangkat tangan kanannya mengalirkan qi, dari tangannya hawa panas dingin keluar menyusul sebuah energi Qi dari elemen api dan air muncul. Lin Mei Ling kemudian mengarahkan ke sosok berwajah seram.
Pria itu hanya melihat saja kemudian dia menjatuhkan diri berlutut.
"Aku siap menerima hukuman!"
Lin Mei Ling kaget karena orang itu hanya pasrah saja hatinya bergetar, gadis itu mencoba untuk membelokkan serangannya namun sudah tidak sempat. Xiao Feng yang melihat ada sesuatu hal tersembunyi segera berteleportasi dan memindahkan sosok berwajah seram untuk menghindari serangan Lin Mei Ling.
"Bumm!"
Serangan dari energi Qi Lin Mei Ling mengenai pepohonan dibelakang sosok berwajah seram tadi, namun sosoknya sudah berpindah dan berdiri di sisi lain dengan Xiao Feng. Lin Mei Ling yang sudah pasrah serangannya akan mengenainya terjatuh lemas namun dengan sigap nenek Lin Mu menahannya.
__ADS_1
**** bersambung