
****
Sepuluh orang itu menyerang dengan ganas seolah ingin mencincang Xiao Feng, namun dengan santai Xiao Feng mampu menghindari dengan mudah bahkan beberapa kali mengirimkan serangan balasan.
*Sial kenapa dia tangguh sekali padahal kultivasinya sama dengan kita!" Ucap Li Xian heran namun dia tidak memikirkan terlalu lama, dia kembali menyerang Xiao Feng.
"Makan ini bangsat Tapak Api"
"Wusshh"
Sebuah tapak dari elemen api dari Li Xian melesat menyerang Xiao Feng, Xiao Feng mengibaskan kipasnya dan muncul angin dingin dengan butiran es berjatuhan.
"Wusshh!"
"Boom!"
Kedua serangan itu beradu dan meledak hingga menyebabkan sisi depan bangunan pun hancur berantakan, Xiao Feng melompat dan bersalto dua kali ke belakang lalu mulai mengalirkan energi Qi elemen angin ke kedua tangannya.
"Teknik Bintang Angin : Pedang Angin!"
"Swooshh!"
Dia buah siluet pedang melengkung dengan pegangan bagian tengah sedangkan bagian atas dan bawah tajam muncul didepannya dan Xiao Feng menggenggam kedua pedang itu setelah sebelumnya kipasnya dia selipkan di sabuk pinggangnya. Kini tangan kanan kiri Xiao Feng memegang siluet pedang sabit dari elemen angin.
"Sial dia juga menguasai elemen angin, kukira hanya es dan api saja!" Ucap Li Xian.
"Li Xian dia juga pernah menunjukan elemen petir!" Seru temannya.
Xiao Feng melemparkan kedua pedang sabitnya ke arah dua orang paling depan.
"Swooshh!"
Dua buah siluet pedang angin itu berputar kencang seperti baling-baling menyerang kedua orang didepannya dari dua arah, kedua orang berusaha menahan dengan membuat dinding pertahanan. Tentu saja mereka tidak mampu menahan.
"Sriinggg!"
"Sriinggg!"
"Arrghh!"
"Plukk!"
__ADS_1
"Plukk!"
Dinding pertahanan yang dibuat kedua orang tidak berguna di hadapan Pedang Angin Xiao Feng, pedang angin itu memotong dinding pertahanan dan terus menuju kedua orang, karena kaget kedua itu tidak sempat bereaksi ketika serangan dua pedang berputar itu memotong-motong tubuh mereka seperti dicincang. Potongan tubuh itu pun berjatuhan di tanah membuat Li Xian dan tujuh orang lainnya sontak merasakan mual melihat itu.
[Ding,, selamat tuan telah membunuh dua di level Raja Emas mendapatkan 36.000 PS dan 360.000 PP]
"Dia iblis,,!" Gumam Li Xian dengan suara tercekat, raut ketakutan pun muncul diwajahnya yang sudah memucat. Pedang Angin itu berputar kembali ke Xiao Feng dan langsung ditangkapnya. Xiao Feng menyeringai lalu kembali melemparkan pedang anginnya.
Delapan orang itu terkejut lalu secepat kilat mereka berlompatan menghindari serangan pedang angin Xiao Feng. Enam orang berhasil menghindar namun naas dia sisanya karena panik mereka melompat ke satu arah dan malah bertabrakan satu sama lain tepat ketika pedang angin Xiao Feng sudah sampai.
"Sriinggg!"
"Sringg!"
"Plukk!"
[Ding,, selamat tuan telah membunuh dua di level Raja Emas mendapatkan 36.000 PS dan 360.000 PP]
Kembali potongan tubuh berjatuhan dengan darah memancur dari setiap potongannya dan pedang itu kembali ditangkap Xiao Feng, Li Xian hanya meneguk ludahnya kasar melihat satu persatu temannya dibantai secara brutal oleh Xiao Feng.
"Li Xian bagaimana ini sebaiknya kita kabur saja!" Seru temannya mengusulkan.
"Apa kau kira dia akan melepaskan kita bodoh,, tahu begini sebaiknya aku tidak ikut dalam perburuan bangsat ini" rutuk Li Xian, dia sedikit menyesal karena memburu Xiao Feng.
"Apakah kalian sudah takut? Mana kesombongan kalian tadi?!" Seru Xiao Feng.
"Jika sudah begini sebaiknya kita lawan saja"
"Ya ayo!"
Keenam orang itu memegang senjatanya dan melesat ke arah Xiao Feng, namun tidak disangka Li Xian berbalik dan kabur dari tempat itu, bagi Xiao Feng tidak menjadi soal dia melemparkan pedang anginnya ke arah Li Xian yang sudah melesat ke belakang.
Sementara lima orang temannya merutuk dalam hati melihat Li Xian kabur namun sudah kepalang tanggung mereka memutuskan akan menyerang Xiao Feng.
"Tinju Api!"
"Pedang Penusuk Jiwa!"
"Cakar Petir!"
"Wusshh!"
__ADS_1
Kelima orang itu mengeluarkan tekniknya masing-masing, namun Xiao Feng hanya mencibir. Teknik mereka hanya ditingkat langit dengan penguasaan level menengah tidak akan melukai Xiao Feng.
"Teknik Bintang Angin : Angin Lima Penjuru"
Xiao Feng memukulkan tangan kanan ke depan dengan posisi membentuk tinju ketika tangannya sudah lurus, tinjunya dibuka menjadi bentuk cakar dengan lima jari mengarah ke depan. Dari ujung setiap jari Xiao Feng muncul bulatan kecil elemen angin sebesar kepalan dan langsung memanjang seperti tongkat dengan ujungnya yang sangat runcing dan tajam.
"Swooshh!"
"Boom!"
Kelima ujung tongkat angin Xiao Feng berbenturan dengan kelima serangan mereka dan menimbulkan ledakan kecil, tetapi tongkat angin Xiao Feng terus melaju hingga mengenai tubuh kelima penyerangnya.
"Boom!"
"Boom!"
"Boom!"
"Boom!"
"Boom!"
Lima ledakan langsung muncul ketika serangannya mengenai tubuh penyerangnya. Tubuh penyerang nya langsung meledak seolah terkena hantaman bom dengan keadaan hancur dan daging serta potongan tubuh disertai darah berhamburan ke segala arah. Kelima orang itu mati secara mengenaskan bahkan tanpa sempat berteriak. Xiao Feng sedikit merinding menyaksikan itu.
[Ding,, selamat tuan telah membunuh lima di level Raja Emas mendapatkan 90.000 PS dan 900.000 PP]
"Teknik yang luar biasa dan mengerikan,, siapa yang membuat teknik mengerikan seperti ini!" Gumam Xiao Feng dan tak lama kemudian sebuah teriakan terdengar dan itu suara Li Xian.
[Ding,, selamat tuan telah membunuh di level Raja Emas mendapatkan 18.000 PS dan 180.000 PP]
Sebelumnya ketika Li Xian melesat kabur dan Xiao Feng langsung melemparkan pedang anginnya, Li Xian berusaha menghindar dengan memasuki area pepohonan namun seolah memiliki mata pedang angin terus berputar memburu Li Xian bahkan beberapa pohon yang berada dijalur pedang angin Xiao Feng bertumbangan terpotong menjadi beberapa bagian. Akhirnya karena tidak bisa menghindar lagi Li Xian pun tewas dengan tubuh terpotong setelah dirinya terkena serangan pedang angin Xiao Feng.
Xiao Feng mengangkat tangannya lalu pedang angin itu kembali ke tangan Xiao Feng. Setelah sepuluh orang itu tewas Xiao Feng mengambil seluruh cincin penyimpanan mereka yang tergeletak di tanah.
"Yah lumayan lah,, ini pasti hasil yang mereka dapat selama dua Minggu ini berada disitus warisan ini!" Ucap Xiao Feng setelah melihat-lihat isi cincin penyimpanan mereka. Setelah dirasa sudah selesai dan tidak ada hal menarik lagi Xiao Feng pun lantas bergegas melesat terbang menuju tempat lain sambil melihat tampilan peta dalam tabel sistem.
"Hmm dari sini sekitar jarak sepuluh kilometer ada menara tinggi dan ditandai titik merah berkedip kurasa disana menyimpan sesuatu yang menarik sekaligus berbahaya!" Gumam Xiao Feng lalu menambah kecepatan terbang nya.
Tak lama setelah kepergian Xiao Feng muncul sosok gadis cantik tinggi semampai dengan hanfu birunya yang tak lain adalah Lin Mei Ling si gadis tercantik alam roh. Lin Mei Ling meringis melihat beberapa potongan tubuh bergeletakan diatas tanah.
"Siapa yang berbuat keji seperti ini, apa tidak ada belas kasih didalam hatinya" ucap Lin Mei Ling, lalu dia membuat lubang besar dan mengumpulkan potongan tubuh itu dengan elemen airnya, setelah terkumpul Lin Mei Ling memasukkan potongan tubuh itu kedalam lubang dan menutupnya kembali. Lin Mei Ling samar-samar merasakan aura bergerak ke arah barat tanpa fikir panjang gadis cantik itu melesat mengikuti aura tersebut.
__ADS_1
*** Bersambung ***