
*****
"Pangeran Xiao Chen terimakasih atas pertolongan mu, jika tidak ada pangeran aku tidak tahu nasibku akan seperti apa" ucap Huang Xiwen. Saat ini mereka sedang duduk berdua di teras penginapan.
"Tidak perlu sungkan putri, aku hanya kebetulan lewat saja" ucap Xiao Chen sambil tersenyum "Oh iya kenapa putri sampai mengalami kejadian seperti itu?" tanya Xiao Chen, Huang Xiwen menghela nafasnya sejenak lalu menceritakan apa yang dia dengar tentang Ling Xu Yuan. Xiao Chen sendiri terkejut mendengarnya.
"Apa itu benar putri?"
"Jika aku tidak mendengar sendiri aku juga tidak akan percaya"
"Tidak kusangka dia memiliki kepribadian seperti itu,, rupanya dalang dari penyerangan Qingzhou adalah dia,, apa kaisar dan pangeran Huang Zhi Yan sudah tahu?" ucap Xiao Chen, Huang Xiwen menggelengkan kepalanya.
"Ayah dan Gege belum tahu dan aku rencananya ingin memberi tahu namun tidak disangka ketahuan"
"Putri menurutku sebaiknya untuk sementara putri bersembunyi dulu biar Ling Xu Yuan menganggap putri telah tewas, untuk masalah ini nanti aku yang akan melaporkan kepada kaisar" ucap Xiao Chen dan Huang Xiwen hanya menganggukkan kepala. Karena hari sudah semakin larut mereka pun masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
*****
Keesokkan harinya para raja dan pangeran sudah sampai di ibukota Huangzhen dan langsung menuju istana kekaisaran termasuk Xiao Feng yang sudah bergabung dengan Xiao Dong dan Feng Xi sudah berkumpul dengan keluarganya, Feng Xi tetap memakai cadar jika dia menjadi putri kerajaan.
"Ayah,, kemana kakak apakah dia tidak ikut?" tanya Xiao Feng. Saat ini dia bersama Xiao Dong duduk didalam kereta kuda dengan diikuti 20 pengawal yang dipimpin Yuan Li dan Bai Hu.
"Dia sudah datang namun kemarin katanya mau mencarimu di ibukota tapi kenapa belum muncul" ucap Xiao Dong.
"Mungkin kakak terlambat karena suatu hal"
"Ya mungkin saja,, semoga tidak terlambat"
Akhirnya semua raja, ratu dan pangeran pun satu persatu memasuki wilayah istana kekaisaran dan langsung diantar penjaga ke kediaman khusus menerima tamu penting, karena besok akan diadakan acaranya jadi beristirahat dulu di kediaman istana kekaisaran.
*****
Pada malam harinya Xiao Feng sedang berbincang dengan Xiao Dong di halaman belakang kediaman, mereka mengobrol banyak hal ditemani secangkir teh. Tiba-tiba muncul Feng Xi yang langsung saja melompat dari atas pagar dia hanya melihat Xiao Feng yang duduknya dekat dengan tiang dan tidak melihat Xiao Dong.
__ADS_1
"Feng Ge kau berbicara dengan siap..a..." ucap Feng Xi yang sudah dibelakang Xiao Feng, ucapannya terhenti ketika melihat Xiao Dong. Xiao Dong sendiri mengerutkan kening melihat kedatangan Feng Xi.
"Eh,, emm,, anu maaf Raja kukira dia sendiri,, hehe" ucap Feng Xi sambil tersenyum malu, Xiao Feng membalikkan badan dan tertawa, dia sebenarnya sudah tahu kalau Feng Xi akan datang.
"Haha, Xixi kenapa kau malu-malu begitu,, sini duduk" ucap Xiao Feng namun Feng Xi malah diam saja dengan wajah menunduk dan memainkan jarinya. Xiao Feng kemudian berdiri dan mendekati Feng Xi, dia memegang tangannya lalu membawa Feng Xi duduk disampingnya.
"Hmm jadi ini nona Bai Feng Xi dari sekte Teratai itu ya,, cantik juga" ucap Xiao Dong sambil mengelus dagunya. Xiao Dong memang beberapa kali bertemu bahkan waktu pemberontakan di Youngzhou dia juga melihat gadis itu, namun baru sekarang bertatap muka langsung.
"Ayah perkenalkan dia Feng Xi,,"
"Salam Raja semoga Raja Panjang umur" ucap Feng Xi memberi hormat.
"Haha tidak perlu sungkan" ucap Xiao Dong, Feng Xi tersenyum sekilas lalu melihat Xiao Feng yang sedang menuangkan teh.
"Kau tidak bilang bersama ayahmu!" Feng Xi berbisik pelan.
"Kau datang tiba-tiba, kenapa menyalahkanku" balas Xiao Feng sambil menyodorkan teh dan tak lama kemudian muncul Xiao Chen.
"Salam ayah,, adik dan eehh,,, ada nona Feng" ucap Xiao Chen lalu duduk disebelah Xiao Dong. Feng Xi karuan saja semakin gugup dan wajahnya memerah malu.
"Ayah ada hal yang aku urus"
"Perasaan kita di Huangzhou hal apa memangnya?"ucap Xiao Dong. Xiao Chen menghela nafasnya sejenak lalu melihat ke semua orang.
"Begini ayah,, kemarin aku melihat putri kekaisaran Huang Xiwen dalam bahaya, dia hendak dibunuh seseorang" ucap Xiao Chen yang membuat semua orang terkejut.
"Apa,,, bagaimana bisa coba kau ceritakan!" ucap Xiao Dong dan Xiao Chen kemudian menceritakan semua kejadian itu termasuk dalang penyerangan Shangzhou.
"Benar-benar diluar dugaan,, ternyata pria yang diagungkan sebagai Tuan Muda nomor satu itu malah berbuat keji" ucap Xiao Dong.
"Ayah sebenarnya aku dan Xixi sudah mengetahuinya" ucap Xiao Feng.
"Benarkah?"
__ADS_1
"Benar sejak beberapa waktu lalu terjadi penyerangan binatang buas di Qingzhou, kami menduga kalau dia pelakunya, namun kami masih mengumpulkan bukti" ucap Xiao Feng.
"Di Qingzhou juga? lalu apakah Feng Xiong tahu"
"Tentu saja sudah tahu, karena aku memberitahunya ditambah Xixi yang juga memberi tahu langsung"
"Tunggu apa hubungan nona Feng dengan Qingzhou,," ucap Xiao Dong. Xiao Feng melihat ke arah Feng Xi lalu mengangguk.
"Ayah sebenarnya Xixi adalah Putri Xiyun putri Qingzhou dan anak dari Raja Feng Xiong dan Ratu Feng Xuening adik dari Pangeran Feng Xueyue"
Ucapan terdengar biasa namun bagi Xiao Dong dan Xiao Chen sangat terkejut.
"Jadi,, ka..kau adalah anak dari Feng Xiong"
"Benar Raja,, aku putri Xiyun" ucap Feng Xi.
"Hahaha sungguh luar biasa,, Bai Feng Xi yang terkenal di dunia kultivator adalah Feng Xiyun dari Qingzhou,, ahaha aku tidak menyangka kau sudah sebesar ini dan sangat cantik sepertinya kecantikanmu menurun dari ibumu,, dulu aku melihatmu masih sangat kecil ketika aku berkunjung ke Qingzhou" ucap Xiao Dong. Kemudian dia menceritakan masa mudanya yang sering berseteru dengan Feng Xiong bahkan kalah dalam kompetisi merebutkan putri bangsawan yang tak lain adalah Feng Xuening. Ketiga anak muda itu mendengarkan cerita Xiao Dong.
"Jadi yah begitulah,, aku selalu kalah dari ayahmu,, tapi aku senang kalau kau dan Feng'er bisa bersama,, apa ayah dan ibumu sudah tahu hubungan kalian?"
"Sudah ayah,, bahkan Raja Feng Xiong ingin menemui ayah membahas pernikahan" ucap Xiao Feng, Feng Xi memerah wajahnya mendengar itu.
"Ish,, apa-apaan kau pernikahan apanya" ucap Feng Xi
"Hahaha, sudahlah,,, jadi rencana kalian apa saat ini?" ucap Xiao Dong. Ketika hendak berbicara Xiao Feng mendapat pesan dari bawahannya di Shangzhou,, raut wajah Xiao Feng berubah seketika.
"Ada apa Feng'er?" tanya Xiao Dong melihat perubahan Xiao Feng.
"Masalah sangat gawat,, Raja Shi Hong kemarin malam tewas karena racun dan kini Kerajaan Shangzhou sudah diambil alih perdana Mentri mereka yang tak lain adalah mata-mata Ling Xu Yuan" ucap Xiao Feng dan tentu mereka kaget.
"Astaga,, lalu bagaimana selanjutnya bukankah disana ada pasukanmu" ucap Xiao Chen.
"Yang menyerang kemarin berjumlah 50.000 pasukan bisa dihalau oleh pasukanku dan pasukan Shangzhou, cuma ini menyerang dari dalam dan perdana Mentri memegang mahkota yang menandakan penguasa tertinggi di Shangzhou ditambah banyak pengkhianat yang mendukung perdana Mentri. Pasukanku kalah jumlah sebab pasukan Naga Hitam milik Ling Xu Yuan mengirimkan 100.000 orang sedangkan pasukanku hanya 20.000 dan telah gugur setengahnya,, aku sudah memberi kabar mundur dulu" jelas Xiao Feng.
__ADS_1
"Ini masalah sangat serius,, secepatnya harus di beritahukan kepada kaisar,, kuyakin Pangeran Shi Jian belum menerima kabar ini" ucap Xiao Dong. Ketiga anak muda itu menganggukkan kepala
****** bersambung ******