Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 136 Rahasia Lin Mei Ling


__ADS_3

****


Lin Mei tertawa mengekeh "Kau dari muda selalu saja bersikap seperti itu, pemarah makanya tidak ada lelaki yang mau menikahimu!"


"Nenek ini membawaku kesini karena ada urusan denganku" Lin Mei Ling berkata pada Lin Mi.


"Hal apa yang dia harapkan darimu, masuklah dulu" Lin Mi mempersilahkan mereka masuk.


Lin Mei Ling sudah duduk di kursi dengan dua nenek tua didepannya. Sesekali Lin Mi meneguk arak diatas meja.


"Langsung saja, kau tua bangka bertahun-tahun menjadikan dia murid tapi kenapa tidak memberitahuku, menurut gadis ini tadi diperjalanan dia bercerita kalau gadis ini kau temukan dihutan dan ibunya tergantung" Lin Mu berkata kepada adiknya Lin Mi sedikit membentak. Yang dibentak hanya tertawa sambil menyesap arak.


"Memangnya apa urusanmu!" ucap Lin Mi.


"Sialan, jawab saja sebutkan ciri-cirinya!"


"Memang benar ibu dari cucuku ini kutemukan mati tergantung orangnya masih muda cantik seperti cucuku ini dan kalau tidak salah disudut mata kirinya ada tahi lalat kecil" dengan tenang Lin Mi bercerita, namun tidak dengan Lin Mu. Nenek itu bergetar badannya dengan mata terbuka, tangan keriputnya memegang pinggiran meja agar tidak limbung.


"Kenapa kau nenek tua, ada apa denganmu!" ucap Lin Mi ketika melihat reaksi dari makanya Lin Mu.


"Ka,, kau,, apa kau yakin dengan ciri wanita itu,,!"


"Yakin sekali karena aku sudah mengubur mayat wanita itu" ucap Lin Mi dengan pasti. Lin Mu kemudian menjerit histeris dan mengagetkan Lin Mi dan Mei Ling.


"Sialan kenapa kau berteriak membuatku kaget saja"


Lin Mu tidak menjawab dia langsung memeluk Mei Ling di sampingnya, Lin Mu menangis "Kau,,, kau,, sudah pasti! kau pasti anaknya,, kau pasti anak Lin Zi wanita muda yang bunuh diri itu, wajahmu sama persis dengannya. Kau,, kau adalah cucuku Mei'er" Lin Mu kembali menangis dan memeluk erat Lin Mei Ling.


Lin Mei yang menyaksikan tiba-tiba mengingat sesuatu "Mei'er hiasan rambut itu apa kau masih menyimpannya?"


"Masih nek"


"Cepat berikan!"

__ADS_1


Lin Mei Ling mencabut hiasan rambut berupa tusuk konde dari perak yang berukir indah. Lalu memberikan kepada Lin Mu. Lin Mu menerima dan memperhatikan sejenak lalu dia kembali histeris. Nenek itu jatuh berlutut dengan tubuh bergetar.


Lin Mi berkata perlahan dengan mata berkaca-kaca "Tusuk konde itu bukan milik Mei'er tapi milik ibunya yang kutemukan di kantung kain gendongan Mei'er"


Lin Mu semakin menangis dia mendekap tusuk konde itu didada "Tusuk konde ini dulunya milikku, saat Lin Zi dewasa aku memberikan kepada dia, tusuk konde ini hanya ada satu di Alam Roh aku sendiri yang meminta si tua Ying Chan untuk menempanya. Mei'er kau adalah cucuku,, kau adalah cucuku!"


Tangis pun pecah dari Lin Mei Ling, dengan segera gadis itu memeluk Lin Mu erat, Lin Mu mengelus-elus kepala Mei Ling. Sementara Lin Mi air matanya juga mengucur dipipi keriputnya.


"Nenek Mu sudikah engkau menceritakan kenapa ibuku mati gantung diri atau ada yang membunuhnya?"


Lin Mu melepas pelukan dan mengusap wajahnya berulangkali. Dia menghela nafas panjang dengan berat.


"Cucuku yang cantik, jika aku menceritakan mungkin akan menjadi ganjalan terbesarmu dan akan menjadi iblis hati yang menghambat kultivasimu"


"Tunggu,, seingatku kau turun gunung berada di ranah Raja Perak *6 baru beberapa bulan kau sudah di ranah Raja Emas *4" Lin Mi menyela dan Lin Mu juga terkejut mendengarnya


"Nenek Mu dan nenek Mi perihal diriku sekarang nanti bisa diceritakan, namun aku ingin mendengarkan masa lalu ibuku"


"Baiklah aku ceritakan"


****


"Setelah berusia 18 tahun aku melepas Lin Zi bertualang di alam roh namun setelah satu tahun dia pulang menunggangi belalang dengan keadaan hamil besar, aku sangat marah dan sangat ingin memberi pelajaran. Namun mengingat dia dalam keadaan seperti itu aku hanya bisa menahan rasa sakit"


"Lin Zi bercerita ketika hendak pulang dia bersitegang dengan She Mo dan tidak bisa menghadapinya lalu seorang pemuda tampan dan kuat menolongnya dan bertarung hebat dengan She Mo, pemuda itu berhasil mengalahkan She Mo dan membuatnya melarikan diri. Ketika hari hujan Lin Zi dan pemuda itu berteduh di gua dan terjadilah hal terlarang yang menyebabkan Lin Zi mengandung"


"Lin Zi datang menemui ku dengan pemuda yang menolongnya, ketika aku melihat pemuda itu aku tidak menyangka kalau pemuda itu bernama Cheng Tian. Aku sempat berfikir kalau nama itu adalah nama umum mungkin sama dengan anak pertamaku, namun ciri tanda merah dilengan kirinya membuatku yakin kalau itu adalah anakku Cheng Tian yang dibawa oleh Cheng Zuyuan"


Lin Mu menghentikan sejenak ceritanya dia mengusap air mata yang membasahi pipinya, Mei Ling dan Lin Mi juga sama. Air mata mereka turun dan tidak bisa berkata-kata.


"Nenek Mu jika benar Lin Zi dan Cheng Tian adalah anakmu, berarti saya lebih hina dari anak haram" Ucap Lin Mei Ling lirih.


Lin Mu tidak bisa menjawab. Lin Mi mengusap pipi Mei Ling "Mei'er tidak ada anak haram, semuanya suci dan sudah digariskan kau jangan menganggap dirimu hina"

__ADS_1


Mei Ling menggelengkan kepalanya "Nenek Mu dan nenek Mi beban batin ini sangat berat untuk kupikul" Mei Ling semakin menangis dan membuat kedua nenek terdiam.


"Lin Mu kau belum menceritakan bagaimana Lin Zi bisa tergantung"


"Benar,, saat itu aku pingsan mendapati kenyataan Lin Zi dan Cheng Tian, ketika aku bangun mereka sudah lenyap. Dua bulan kemudian aku mendengar kabar ada mayat wanita yang tergantung dihutan, namun aku tidak terlalu memperhatikan karena tidak menyangka kalau itu adalah Lin Zi, aku tenggelam dalam kultivasi sehingga anak-anakku terlantar, aku adalah orang tua yang buruk" Lin Mu menangis sesegukan.


Setelah reda tangisnya Mei Ling dan Lin Mu, Lin Mi kemudian berkata kepada Mei Ling.


"Mei'er apa yang akan kau lakukan?"


"Nenek Mi, aku akan mencari makan ibunda Lin Zi dan mencari paman sekaligus ayah Cheng Tian, dan saya akan mencari kembali She Mo biang masalah"


"Tunggu kau bilang mencari lagi, apa kau bertemu dengan She Mo?" tanya Lin Mi, Mei Ling menganggukkan kepala.


"Benar nenek aku sempat bertemu dengan orang jahat itu dan dia berniat tidak baik kepadaku aku sempat terluka, namun seorang sahabat menolongku dan membantuku hingga kekuatanku naik satu ranah" Mei Ling menjelaskan, Lin Mu tampak mengingat sesuatu.


"Apakah sahabatmu itu pria muda tampan bermata emas yang bersamamu kemarin?"


"Benar dia adalah Tuan Muda Feng Xi " Mei Ling mengangguk dan tertunduk dengan wajah memerah. Lin Mu dan Lin Mi tersenyum melihat reaksi itu.


"Memang benar jika bunga sudah mekar kumbangpun akan menghampiri, sepertinya cucuku sudah dewasa" Lin Mi mengekeh.


Lin Mei Ling semakin memerah "Nenek Mu dan nenek Mi aku akan berangkat sekarang"


"Pergilah doaku menyertaimu" ucap Lin Mi


"Mei'er kau jaga diri baik-baik kudengar She No sudah naik tingkat lagi kuharap kau hati-hati"


"Semua nasehat nenek Mu dan nenek Mi aku akan mengingatnya" Lin Mei Ling kemudian membungkuk. Lin Mu dan Lin Mi memeluk Mei Ling sekali lagi dan melepas gadis itu pergi.


"Apa kau yakin dia akan baik-baik saja" tanya Lin Mu setelah Mei Ling pergi.


"Kau tenang saja kultivasinya sudah naik satu ranah, di Alam Roh orang ditahapan Raja Emas *4 hanya beberapa dan sudah pasti kuat" Lin Mi tersenyum tenang. Lin Mu menganggukkan kepala, lalu kedua nenek Lin melanjutkan berbicang.

__ADS_1


**** bersambung


__ADS_2