
*****
Hari sudah berganti, pagi ini cuaca sangat cerah seolah menyambut dan mendukung para mahluk hidup untuk memulai rutinitas abadinya mencari penghidupan. Di istana Kerajaan Youngzhou semua orang sudah mulai melakukan aktifitasnya.
Xiao Feng dari kemarin sudah kembali dari gunung Thailong dan dia langsung menuju kediamannya, Feng Xi seperti biasa dia akan ke paviliun pusat sekalian untuk melihat Zhu Yue yang masih berlatih.
*****
Pagi ini Xiao Feng berencana menemui ayahnya yang sedang duduk santai menikmati teh ditemani ratu Xiao Lian.
"Istriku seandainya aku bisa menikmati setiap pagi ini seperti ini alangkah senang hatiku, tidak memikirkan urusan dunia dan tidak perlu khawatir dengan anak-anak" ucap Xiao Dong. Ratu Xiao Lian tersenyum lalu memijit bahu Xiao Dong
"Suamiku ini adalah resiko sebagai seorang pemimpin, kelak akan ada saatnya kita hanya menjadi penonton"
"Benar namun aku masih belum yakin memberikan posisiku untuk anak-anak, mereka masih belum bisa mengatur egonya"
"Tenang saja semua akan dewasa pada waktunya, anak-anak kita akan mengerti"
Xiao Dong dan Xiao Lian saling berbincang dan tertawa, kegiatan mereka terhenti ketika mendengar suara penjaga memberi tanda kalau ada seseorang yang akan menemuinya.
"Pangeran Kedua tiba"
Xiao Dong dan Xiao Lian saling memandang
"Suruh dia masuk"
Xiao Feng pun muncul dan langsung memberi hormat
"Salam ayah, salam Ratu semoga kalian panjang umur" ucap Xiao Feng.
__ADS_1
"Duduklah Feng'er" ucap ratu Xiao Lian sambil tersenyum, Xiao Feng mengangguk lalu dia duduk dikursi, Kasim kemudian menyiapkan minuman.
"Ada hal apa sampai sepagi ini menemuiku?" tanya Xiao Dong, Xiao Feng menyesap dulu tehnya.
"Ehm,, aku menemui ayah dan ratu hanya sekedar rindu saja"
"Haha kita sering bertemu kenapa kau merindukan kami" ucap Xiao Dong
"Jangan berkata seperti itu, wajar bila anak merindukan orangtuanya" ucap Xiao Lian dan Xiao Dong hanya tertawa kecil.
"Aku sangat memahami anakku ini, dia menemuiku pasti ada hal yang penting"
"Ayah benar, aku menemui ayah karena ada sesuatu yang akan disampaikan" ucap Xiao Feng.
"Kalau begitu ibu akan meninggalkan kalian berdua" ucap Xiao Lian sambil bangkit dari duduknya
"Tidak masalah,, ini hanyalah hal kecil ratu juga tidak apa-apa mendengarkan" ucap Xiao Feng sambil tersenyum, mendengar itu Xiao Lian duduk kembali. Xiao Feng kemudian mengeluarkan gulungan kain dari cincin penyimpanannya.
"Ini adalah sesuatu yang aku hadiahkan kepada ayah, benda ini adalah peta seluruh kekaisaran Huangzhou yang dilukis oleh master Tianji" ucap Xiao Feng. Xiao Dong dan Xiao Lian terkejut mendengarnya, lalu Xiao Dong segera membuka gulungan itu.
"Menurut kabar peta ini ada ditangan master Tianji, kenapa berada di tanganmu?" tanya Xiao Dong.
"Sebenarnya aku dan master Tianji beberapa kali bertemu ketika bertualang dan master mengajari beberapa teknik beladiri. Sebenarnya ketika sedang mengurus pengiriman kuda aku mendapat pesan kalau master akan berkultivasi tertutup dalam waktu yang lama jadi memerintahkanku menemuinya dan memberikan peta itu. Aku merasa peta ini lebih baik disimpan oleh kerajaan sebagai benda penting" ucap Xiao Feng menjelaskan dan Xiao Dong mengangguk faham.
"Bagaimana membuktikan keasliannya?" tanya Ratu Xiao Lian.
"Kasim panggil perdana Mentri Qin dan Perdana Mentri Wang kesini" perintah Xiao Dong, Kasim lalu keluar ruangan dan tak lama kemudian kedua perdana Mentri datang.
"Salam Raja dan Ratu semoga panjang umur" ucap kedua perdana Mentri itu bersamaan.
__ADS_1
"Perdana Mentri Qin, aku membutuhkan bantuanmu untuk mengecek sebuah benda"
"Apa itu raja?"
"Sebuah peta kekaisaran Huangzhou kudengar kau dulu pernah melihatnya saat bertemu master Tianji beberapa tahun silam dan peta ini ada disini, kau cepat verifikasi" ucap Xiao Dong. Kedua Perdana Mentri terkejut lalu perdana Mentri Qin mendekati meja dan melihat sebuah gulungan kain yang sudah terbuka. Gulungan kain itu adalah lukisan dari peta yang dilukis master Tianji. Perdana Mentri Qin mulai memeriksa setiap bagian lukisan itu.
Tak berselang lama perdana Mentri Qin selesai memeriksa.
"Menjawab perintah Raja, ini adalah jelas peta kekaisaran Huangzhou asli dilukis master Tianji lengkap dengan semua gunung dan sungai. Jika kerajaan lain mengetahui kalau Youngzhou memiliki peta ini maka mereka akan menghindari konflik dengan Youngzhou, Selamat Raja kerajaan Youngzhou diberkahi langit" ucap Perdana Mentri Qin, Xiao Dong bangkit berdiri lalu mengamati peta.
"Tindakan Pangeran Kedua ini sungguh besar dengan adanya peta ini, Pangeran Kedua setara melawan 100.000 ribu pasukan" ucap Perdana Mentri Wang menambahkan, Xiao Dong dan Xiao Lian tersenyum senang.
"Feng'er kau memang selalu memikirkan negara" ucap ratu Xiao Lian sambil tersenyum.
"Ini sudah tugasku sebagai Pangeran dan anggota kerajaan"
"Feng'er dengan ini kau berjasa besar pada negara, Kasim buatkan dekrit dan sampaikan kepada semua orang di istana kalau Pangeran Kedua berjasa besar dan dihadiahkan sebuah kediaman dan 100.000 koin emas" perintah Xiao Dong
"Saya menerima perintah"
Xiao Dong dan Xiao Lian tersenyum, Xiao Feng tak lama kemudian berpamitan dengan alasan akan mengerjakan sesuatu. Xiao Dong mengangguk karena faham dengan kegiatan Xiao Feng. Kedua Perdana Mentri juga berpamitan untuk melanjutkan tugasnya, kini hanya tinggal Xiao Dong dan Xiao Lian.
"Suamiku, Feng'er memang putra pilihan dia kali ini berjasa besar"
"Benar,, dia memang selalu memikirkan negara,, mungkin karena dia memiliki darah kekaisaran jadi fikiran dan tindakannya selalu tentang masalah dunia" ucap Xiao Dong.
"Kakak Hua pasti bangga memiliki putra seperti Feng'er"
"Kau jangan berkecil hati,, kau juga memiliki Chen'er yang berbakat dan Jun'er, mereka semua adalah anak kita. Aku sendiri bangga memiliki anak-anak yang hebat" ucap Xiao Dong, setelah berbincang sebentar Xiao Dong menyimpan peta itu dan kembali melakukan kegiatannya.
__ADS_1
Xiao Feng memang sengaja menunjukkan itu didepan Ratu Xiao Lian, karena dia tahu kalau Xiao Lian akan menggunakan berbagai cara untuk memuluskan Xiao Jun menjadi penerus. Xiao Feng ingin memberi sedikit tekanan kepada Ratu Xiao Lian bahwa dia tidak mudah dijatuhkan, Xiao Dong memang belum memutuskan kepada siapa tahta akan berlanjut. Sejauh ini kandidat hanya dua yaitu Xiao Feng putra dari Ratu terdahulu dan Xiao Jun putra dari Ratu sekarang, namun Xiao Dong belum melihat prestasi apa yang dihasilkan Xiao Jun dan masih memberi mereka waktu untuk menunjukkan kemampuannya. Sementara Xiao Chen juga sebagai pangeran pertama juga bisa namun Xiao Chen memang lahir ketika Xiao Lian masih menjadi selir, menurut aturan kerajaan pewaris tahta harus dari ratu sah tapi tidak menutup kemungkinan kalau Xiao Dong memberi langsung tahta ke Xiao Chen sebab titah Raja itu bisa dipertimbangkan.
***** bersambung