
****
Begitupun dengan peserta lain ada yang terpisah dan ada juga yang bersama dengan kelompoknya seperti Yue Han bersama kelompoknya dan Han Di juga bersama kelompoknya. Lin Mei Ling sendiri dia berada di tempat seperti sebuah kota dengan banyak bangunan namun tidak ada penghuninya.
"Semua yang memasuki ini sepertinya dipisahkan dan aku mendapati kultivasiku ditekan, apa memang seperti ini kah semuanya?" Gumam Lin Mei Ling sambil melihat ke sekeliling.
"Feng kuharap kau berhati-hati" ucapnya lagi ketika mengingat Xiao Feng, lalu gadis cantik itu berjalan disekitaran kota mati itu siapa tahu mendapatkan sesuatu yang bagus.
****
Sementara Xiao Feng yang masih terbang santai diatas hutan menuju titik merah terdekat tampak menikmatinya, jarak titik merah hanya berjarak 5 kilometer dari tempatnya muncul, tak lama kemudian dia sudah sampai dan langsung mendengar suara dentingan senjata dan ledakan qi yang menandakan ada sebuah pertarungan. Xiao Feng dengan cepat melesat dan mendarat di pohon tinggi, dia melihat ditempat itu ada pohon dengan buah seperti anggur dan didekat pohon seekor binatang buas seperti kera besar sedang bertarung dengan enam orang.
"Hmm bukankah itu Han Di dari sekte Golok Kuning" gumam Xiao Feng yang melihat enam orang sedang bertarung dengan kera, tampaknya kera berada diranah Raja Emas *2 sedang menjaga pohon anggur berwarna merah.
"Sistem apa kau bisa mengidentifikasi buah itu?" Ucap Xiao Feng dibenaknya.
[Ding,, itu anggur pemurni jiwa, berkhasiat untuk memperkuat jiwa seorang kultivator]
Xiao Feng tersenyum tipis mendengar nya karena buah itu lumayan bagus khasiatnya, dia melihat lagi ke arah Han Di dan kelompoknya yang masih bertarung. Jika kultivasinya tidak ditekan ke ranah Raja Emas *1 tentu Han Di akan sangat mudah mengalahkan kera itu.
"Ayo kerahkan kemampuan kalian ulur waktu agar kera itu kehabisan tenaga!" Seru Han Di yang terus menyerang dengan goloknya.
"Grooahh!"
Kera itu marah karena sabetan golok Han Di mengenai punggungnya, kera besar itu mengamuk dengan menyerang secara membabi buta ke arah kelompok sekte Golok Kuning, Xiao Feng duduk diatas pohon lalu mengeluarkan araknya.
"Ah,, lebih baik menonton saja dulu, sungguh kebetulan aku bertemu dengan orang sekte Golok Kuning" ucap Xiao Feng sambil menyeringai, sebuah rencana jahat tersusun di otaknya.
Pertarungan semakin sengit dan benar saja kera itu perlahan serangannya mengendur karena kehabisan tenaga, biarpun satu tingkat diatas Han Di dan kelompoknya tetapi jika di serang bersama tetap saja kera itu kesulitan.
"Ayo serang terus!"
"Teknik Golok Penembus Tulang!" Seru Han Di lalu memutar goloknya yang sudah dilapisi elemen api, kini api besar berputar muncul didepannya dan langsung diarahkan ke arah kera besar itu, temannya yang lain juga mengikuti dengan melepaskan serangan menggunakan elemen masing-masing.
"Cakar Api!"
"Tusukan Golok Angin!"
"Grrooaahh!"
Kera besar itu membuka lebar mulutnya dan tak lama kemudian muncul bola energi dari Qi elemen petir. Kera besar itu lalu menembakkan bola energi ke arah serangan Han Di dan kelompoknya.
"Wusshhh!"
"Booomm!"
__ADS_1
Ledakan keras tercipta ketika serangan mereka beradu dan menimbulkan angin kencang serta debu mengepul, Han Di segera menghilangkan debu dan terlihat kera itu sudah terkapar dengan nafas memburu tetapi belum mati, Han Di dan kelompoknya juga kelelahan karena mereka bertarung cukup lama. Han Di pun berjalan mendekati kera besar itu, lalu dengan cepat menebaskan goloknya ke leher kera yang terkapar.
"Slaashh!"
"Plukk!"
Kepala kera menggelinding disertai darah memancur deras dari lehernya, Han Di kemudian mendekati kepala kera dan membelahnya. Sebuah inti kristal berkilauan terlihat dan dengan cepat Han Di mengambilnya.
"Hoho lumayan inti kristal ini, sekarang kita ambil buah tapi sebaiknya aku pulihkan dulu energi" ucap Han Di lalu dia menelan sebuah pil, kelompoknya segera mendekati.
"Tuan Muda istirahat dulu saja!"
"Benar aku ingin beristirahat sebentar lalu kita ambil anggur itu"
"Apa tuan muda tahu anggur apa itu?" Tanya bawahannya, Han Di menggelengkan kepala.
"Tidak tahu, tapi jika dijaga oleh binatang buas tentu buah itu bukan buah biasa, aku nanti akan menanyakannya kepada ayah!" Ucap Han Di. Mereka pun bersiap untuk memetik buah, namun sekelebat bayangan muncul dan berdiri didepan mereka.
Han Di dan yang lainnya terkejut sejenak namun mereka kemudian menyeringai karena dia satu orang dan tentu sangat mengenalnya.
"Hei Feng Xi kebetulan sekali kau disini, aku baru tahu kalau kau buronan sekte, sungguh sial sekali dirimu bertemu dengan kami" ucap Han Di dan Xiao Feng tertawa kecil.
"Han Di dari sekte Golok Kuning ya,, aku sudah lama tidak membunuh lagi anggota sekte sesat itu" ucap Xiao Feng.
"Hai siapa bilang aku bosan hidup, menikah saja belum lagipula aku masih ingin membantai sekte kalian haha!" Ucap Xiao Feng sambil tertawa kecil.
"Tuan muda ayo kita habisi saja dia!"
"Tentu saja aku akan menghabisinya setelah itu kita cari gadis cantik Lin Mei Ling" ucap Han Di.
"Apa kalian mampu menghabisi ku?" Ucap Xiao Feng dan tentu Han Di dan kelompoknya tertawa.
"Aku sudah tahu kalau kekuatan semua orang yang masuk ke sini ditekan ke ranah Raja Emas *1 jadi tidak akan susah menghabisi mu" seru Han Di.
"Majulah!" Ucap Xiao Feng
Kelima orang itu segera mengurung Xiao Feng dari lima arah, Han Di menyaksikan dulu dipinggir.
"Hiyaa"
Mereka langsung menyerang Xiao Feng dengan tusukan goloknya, Xiao Feng melompat ke atas sambil berputar lalu Xiao Feng ketika masih melayang diudara mengeluarkan kipasnya dan langsung mengibaskannya.
"Swooshh!"
Siuran angin dingin disertai butiran es langsung menerpa kelima orang itu dan menghempaskan nya, Han Di sedikit terkejut ketika bawahannya terhempas. Lima orang bawahannya segera bangkit lagi lalu mulai menyerang Xiao Feng dengan elemennya.
__ADS_1
"Cakar Api!"
"Petir Menghujam Bumi!"
"Tornado Pemusnah!"
Berbagai serangan dari elemen berbeda menerpa menuju Xiao Feng, sambil tersenyum tipis Xiao Feng tiba-tiba menghilang hingga serangan mereka mengenai tempat kosong.
"Boomm!"
"Kemana dia?" Ucap salahsatu orang sambil melihat ke sekeliling.
"Kalian mencariku?" Ucap Xiao Feng ketika sudah muncul dibelakang orang yang berkata tadi, orang itu kaget dan langsung berbalik namun terlambat karena Xiao Feng dengan cepat menebaskan pinggiran kipasnya yang tajam ke arah leher orang itu.
"Slaashh!"
"Plukk!"
[Ding,,, selamat tuan telah membunuh dilevel Raja Emas mendapatkan 18.000 PS dan 180.000 PP]
Kepala orang itu jatuh ke tanah berikut tubuhnya, Han Di terkejut dan empat orang sisanya juga terkejut, namun mereka tidak bisa bergerak lagi karena dengan cepat Xiao Feng bergerak memenggal kepala empat orang sisanya.
[Ding,,, selamat tuan telah membunuh 4 dilevel Raja Emas mendapatkan 72.000 PS dan 720.000 PP]
Xiao Feng menyeringai menatap Han Di yang sudah ketakutan, Han Di hanya bisa berjalan mundur ketika Xiao Feng mendekatinya.
"Ja..jangan bunuh,, aku adalah tuan muda sekte Golok Kuning. Jika kau membunuhku sekteku tidak akan melepaskan mu!" Ucap Han Di dengan suara bergetar berharap menggunakan latar belakangnya Xiao Feng akan ketakutan.
"Aku sudah dua kali membunuh anggota sekte Golok Kuning, jadi aku tidak takut ancamanmu tenang saja cepat atau lambat aku akan menuju sektemu!" Ucap Xiao Feng lalu dia menghilang dan sudah berada didepan Han Di.
"Mata Ilusi!"
Han Di termatung diam ketika Xiao Feng menggunakan teknik matanya untuk menelusuri ingatan Han Di, Xiao Feng pun mendapatkan letak sekte Golok Kuning. Setelah mendapatkan ingatan Han Di tanpa basa basi dia langsung menebas lehernya.
"Slaashh!"
"Plukk!"
[Ding,,, selamat tuan telah membunuh dilevel Raja Emas mendapatkan 18.000 PS dan 180.000 PP]
Xiao Feng kemudian mengambil kepala Han Di dan langsung memasukan ke dalam cincin ya, setelah itu dia menjarah semua cincin penyimpanan mereka dan memetik anggur.
"Lumayan, sebaiknya aku tanam dulu didunia jiwa!" Ucap Xiao Feng lalu memasuki dunia jiwa untuk menanam buah anggur itu.
***Bersambung***
__ADS_1